Pagi itu, Feny duduk di sebuah kedai kopi di sudut kota. Kopinya sudah mendingin, tapi ia belum menyentuhnya. Matanya menatap kosong ke luar jendela, pikirannya masih berputar pada peristiwa semalam.
Di hadapannya, Darma duduk dengan ekspresi datar, tapi sorot matanya tajam. Dia mengamati Feny yang ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 171 Episodes
Adharma
Mesin Pembunuh Beraksi
Comments