Pembicaraan Di Warung Kopi

Matahari sudah mulai tenggelam ketika Darma melihat Doni keluar dari gedung kantornya. Wajahnya tampak lelah, namun masih ada sorot waspada ketika ia melihat Darma berdiri di seberang jalan. Tanpa banyak kata, mereka berjalan berdampingan menuju sebuah warung kopi kecil di pinggir jalan.

Darma memesan kopi hitam, sementara Doni memilih teh manis panas. Mereka duduk di sudut warung, agak jauh dari pengunjung lain. Warung ini cukup sepi, hanya ada suara televisi tua yang menyiarkan berita malam dan suara motor yang sesekali melintas di jalanan.

Doni meletakkan tas kerjanya di lantai dan bersandar ke kursi. "Gue udah nebak lo bakal ngajak ketemu," katanya sambil mengaduk tehnya. "Lo keliatan beda, Dar. Sejak kejadian itu..."

Darma hanya diam, menatap cangkir kopinya yang beruap. Dia tahu Doni masih sulit menerima perubahan dirinya.

"Ada yang harus gue selesaikan," jawab Darma akhirnya. "Dan kali ini, gue butuh bantuan lo."

Doni mengernyit. "Bantuan? Lo mau gue ikut-ikutan perang lo?"

"Bukan perang," Darma membetulkan. "Gue butuh informasi. Soal Pak Jaya."

Doni terdiam sejenak, lalu menghela napas panjang. "Lo beneran masih ngincer dia?"

Darma mengangguk. "Dia bukan cuma supervisor biasa. Lo juga tahu dia terlibat korupsi di perusahaan. Dan gue yakin dia punya koneksi ke Raden Wijaya, atau bahkan lebih dari itu."

Doni mengetuk-ngetukkan jarinya ke meja, berpikir. "Gue gak bisa bilang banyak... Tapi ada sesuatu yang aneh sama dia. Beberapa bulan terakhir, dia sering keluar masuk kantor wali kota. Dan lo tahu siapa wali kota Sentral Raya, kan?"

Darma mengangkat alisnya. "Jadi dia memang berhubungan sama mereka?"

Doni mengangguk pelan. "Gue cuma tahu segitu. Tapi kalau lo mau cari tahu lebih dalam, lo harus berhati-hati. Mereka bukan orang biasa, Dar."

Darma tersenyum tipis. "Gue udah kelewat jauh buat berhati-hati."

Doni menggeleng. "Lo udah gila."

Darma mengambil cangkir kopinya, menyesap pelan, lalu menatap Doni lurus. "Gue gak gila. Gue cuma udah gak punya apa-apa lagi."

Suasana di antara mereka menjadi sunyi. Hanya suara sendok yang mengaduk teh dan berita di televisi yang terdengar. Malam ini, Darma sudah mendapat satu petunjuk baru. Pak Jaya dan wali kota.

Sekarang, dia hanya perlu menentukan langkah berikutnya.

Doni menatap Darma dengan ekspresi sulit dijelaskan. Ada kemarahan, ketakutan, sekaligus rasa kehilangan di matanya. Dia menaruh gelas tehnya ke meja, mencondongkan tubuhnya ke depan, lalu berbicara dengan suara rendah tapi tegas.

“Darma… lo sadar gak sih apa yang lo lakuin?”

Darma tetap diam. Dia hanya memandangi cangkir kopinya yang sudah hampir habis. Pandangannya kosong, seperti seseorang yang sudah kehilangan tujuan hidup.

Doni melanjutkan, suaranya mulai bergetar. “Gue ngerti lo sakit hati. Gue ngerti lo kehilangan keluarga lo. Gue ngerti dunia ini brengsek dan gak adil. Tapi lo mau jadi apa sekarang? Monster?”

Darma akhirnya mengangkat kepalanya, menatap Doni lurus-lurus. Mata itu… kosong. Tidak ada amarah yang meledak-ledak, tidak ada gejolak emosi. Hanya kehampaan yang dalam.

“Gue udah mati, Don,” suaranya datar, dingin, tanpa emosi. “Yang hidup sekarang bukan lagi Guntur Darma yang lo kenal. Yang tersisa cuma… sesuatu yang udah kehilangan segalanya.”

Doni menggeleng, matanya mulai memerah. “Gue gak percaya itu. Lo masih Darma, lo masih manusia! Lo gak harus ngelakuin ini!”

Darma mendengus kecil, lalu bersandar di kursi dengan tenang. “Gue gak bisa berhenti, Don. Lo tahu itu. Gue harus ngelakuin ini. Mereka yang bunuh keluarga gue… mereka gak bakal berhenti. Kalau gue gak ngelawan, mereka bakal terus hidup, terus berbuat dosa, terus nginjak-injak orang yang lebih lemah.”

Doni mengepalkan tangannya, menggigit bibirnya dengan frustrasi. Dia ingin berteriak, ingin meninju Darma agar sadar. Tapi dia tahu, Darma yang duduk di depannya sekarang bukan lagi sahabat yang dulu ia kenal.

“Lo mau nyulik Pak Jaya?” Doni akhirnya bertanya dengan suara pelan.

Darma mengangguk. “Gue butuh dia buat buka mulut. Dia pasti tahu sesuatu tentang Raden Wijaya dan orang di baliknya.”

Doni menghela napas panjang. “Dan kalau dia nolak ngomong?”

Darma menatap Doni, dan dalam sekejap, Doni tahu jawabannya. Tidak perlu kata-kata.

Doni meremas rambutnya dengan frustrasi. “Lo beneran udah gila, Dar.”

Darma tersenyum tipis, senyum yang terasa dingin dan menakutkan. “Mungkin.”

Malam semakin larut, tapi percakapan mereka masih menggantung di udara. Di luar, jalanan mulai lengang, dan lampu-lampu kota berkedip redup.

Doni menghembuskan napasnya perlahan. Dia tahu dia tidak bisa menghentikan Darma. Tapi dia masih berharap, di suatu tempat jauh di dalam diri sahabatnya, masih ada secuil kemanusiaan yang tersisa.

Namun, saat melihat mata kosong Darma… harapan itu semakin memudar.

Darma menyesap kopi hitamnya yang sudah mulai dingin. Dia meletakkan cangkir itu perlahan di atas meja kayu yang sudah mulai lapuk. Matanya menatap kosong ke arah jalanan sepi di luar warung kopi. Lampu jalan redup, menerangi kota yang terasa semakin busuk di matanya.

Doni masih menatapnya dengan sorot mata penuh kebingungan dan ketakutan. “Jadi… ini bukan cuma soal balas dendam?”

Darma menghela napas panjang, lalu mengangguk pelan. “Gue udah muak, Don. Gue udah capek lihat kota ini dikuasai sampah-sampah yang gak takut hukum. Korupsi di mana-mana, penjahat yang seharusnya dihukum malah dilindungi. Polisi? Hakim? Mereka cuma boneka. Kota ini udah lama mati. Dan kalau gak ada yang membersihkannya…”

Doni terdiam. Dia tahu arah pembicaraan ini. Dia tahu Darma bukan sekadar ingin membalas dendam atas kematian keluarganya. Dia ingin lebih dari itu.

“Jadi lo mau jadi pahlawan?” Doni bertanya dengan nada sarkas.

Darma tertawa kecil, tapi tanpa humor. “Pahlawan? Enggak, Don. Gue bukan pahlawan. Gue gak peduli dipandang baik atau jahat. Gue cuma mau satu hal: mereka yang mengotori kota ini harus dilenyapkan.”

Doni menatapnya dengan ekspresi sulit dijelaskan. “Lo mau jadi hakim, juri, dan algojo sekaligus?”

Darma mengangkat bahu. “Kalau hukum gak bisa bertindak, maka gue yang bakal bertindak.”

Doni menutup matanya sesaat, mencoba memahami logika sahabatnya. “Darma… gue ngerti rasa muak lo. Gue juga benci lihat orang-orang brengsek itu bebas berkeliaran. Tapi lo sadar gak, kalau lo ngelakuin ini, lo bakal masuk ke dalam kegelapan yang lebih dalam? Lo bakal berubah jadi monster, sama seperti mereka.”

Darma menatap Doni dalam-dalam. “Gue udah jadi monster sejak malam itu, Don.”

Hening.

Doni tahu dia tidak bisa menghentikan Darma. Dia bisa merasakan aura berbeda dari sahabatnya. Ini bukan sekadar kemarahan atau kesedihan. Ini adalah seseorang yang sudah kehilangan segalanya dan tidak takut lagi kehilangan apa pun.

Doni menghela napas berat. “Lo serius mau ngelanjutin ini?”

Darma menatapnya tanpa ragu. “Serius.”

Doni menatap ke bawah, berpikir keras. Akhirnya, dia bersuara, meskipun lirih. “Kalau gitu… gue harap lo tahu apa yang lo lakuin.”

Darma tersenyum tipis, lalu berdiri dari kursinya. “Kota ini butuh seseorang yang berani membersihkannya. Dan gue siap jadi orang itu.”

Dengan langkah tenang, Darma meninggalkan warung kopi, membiarkan Doni duduk di sana, masih bergelut dengan pikirannya sendiri.

Episodes
1 Hidup Yang Tenang
2 Kota Yang Sakit
3 Pagi Hari dengan luka
4 Permainan Kotor
5 Kecurigaan dan Kebahagiaan
6 Kehilangan Segala nya
7 Dendam Yang Mulai Tumbuh
8 Bayangan Dendam
9 Mencari Informasi
10 Penebusan di kota darah
11 Kepercayaan yang di uji
12 Mimpi Yang Berdarah
13 Jejak Akar Kebusukan
14 Menyusup Ke Menara Permata
15 Pertarungan Di Menara Pernata
16 Mengincar Target Berikutnya
17 Pembicaraan Di Warung Kopi
18 Malam Penyiksaan
19 Wajah Tanpa Identitas
20 Getaran Terror Di Kota Sentral Raya
21 Perburuan Di Mulai
22 Sebuah Kehangatan Sebelum membantai
23 Tempat Tinggal Baru
24 Terror Untuk Aparat Hukum
25 Sekutu Baru
26 Malam Di Rumah Rini
27 Kehangatan Rumah
28 Trik Licik Feny
29 Persiapan Adharma
30 Permainan yang mematikan
31 Cara yang Kotor dan Licik
32 Memihak Kebenaran atau Kebatilan?
33 Solusi dibalik Tali yang Tipis
34 Kecerdasan Feny
35 Pemain Baru
36 Pertemuan Di Persembunyian
37 Luka dalam permainan sebenarnya
38 Eksekusi Target Ke dua
39 Ledakan di villa
40 Berita Terbaru
41 Rencana Baru dan Kecurigaan
42 Siapa Cepat Dia Menang
43 Aksi Kejar Kejaran
44 Kekalahan Pertama Darma
45 Doni Dan Feny
46 Sebuah Blunder
47 Kehebohan Masyarakat
48 Bertahan dari Kematian
49 Kenangan Yang Menyakitkan
50 Buronan Baru
51 Duel Pemburuan
52 Kecerdasan Yang Mematikan
53 Nafas Terakhir Sang Penguasa
54 Rahasia yang terungkap
55 Akhir dari Penguasa
56 Sebuah Undangan
57 Masa Depan Baru
58 Di Balik Kebahagian Ada Ancaman Baru
59 Hukum yang harus di tegakan
60 Reaksi Sang Vigilante
61 Sisa Keluarga Damar Kusuma
62 Perasaan di malam perayaan
63 Darakala Si Pengacau
64 Mencari Informasi
65 Reaksi Kepolisian
66 Masa Lalu Darakala
67 Teringat Masa Lalu
68 Pertemuan Menegangkan
69 Perbandingan Antihero dan Superhero
70 Rencana Penyerangan
71 Kegagalan Feny
72 Mesin Pembunuh Beraksi
73 Respon Masyarakat
74 Emosi Yang Meledak
75 Siapa yang peduli ?
76 Ancaman Darakala
77 Sebuah Kecurigaan Di Rumah Sakit
78 Rahasia Natalia
79 Kebencian Adharma Semakin Dalam
80 Sebuah Ketegangan
81 Kepercayaan untuk masa depan
82 Sebuah Jebakan
83 Sebuah Bantuan yang tak terduga
84 Pembukaan pertempuran
85 Kekuatan yang Mulai Bangkit
86 Kekuasaan Yang Lebih Besar Lagi
87 Semua orang Mengkhawatirkan Sang Antihero
88 Kehangatan Berdua
89 Sebuah Konspirasi di balik kekuasaan
90 Tim Pencarian Darma
91 Sebuah Pemburuan dan Dilema
92 Sebuah Negosiasi yang beresiko
93 Dua Monster bekerja sama
94 Sebuah Perdebatan
95 Awal Penyerangan
96 Jordi Sang Pegulat
97 Skenario The Closer
98 Superhero yang lain
99 Kekacauan Di Hotel
100 Masih Satu Universe
101 Subjek Omega
102 Melarang Vigilantisme
103 Pengejaran Natalia
104 Rahasia Darakala
105 Persiapan Peledakan
106 Rencana Gila Rini
107 Ruangan yang mengerikan
108 Duo Monster Terdesak
109 Rasa Khawatir
110 Jadi Buronan Nasional
111 Kembali Bertemu
112 Perpisahan
113 Persembunyian Di hutan
114 Cerita Masa Lalu
115 Berita Mengejutkan
116 The Vault Bereaksi
117 Gerakan Pemberontak
118 Adharma Beraksi kembali
119 Jakarta Lebih memerah
120 Hal Tergila Darma
121 Superhero, Anti hero dan Villain bekerja sama
122 Pertempuran Tanpa Ampun
123 Awal Kehancuran Mikel Satria
124 Respon Semua orang
125 Adharma VS Mikel Satria
126 Akhir Pertarungan
127 Darma Sekarat
128 Introgasi The Closer Lebih Mengerikan dari Adharma
129 Seluruh Negeri Merespon
130 Sidang Mikel Satria
131 Aku Adalah Adharma...
132 Impian Natalia
133 Perpisahan di langit Fajar
134 Rencana Baru Darma
135 Pertemuan dengan Risa
136 Sebuah Tantangan Dari Khun
137 Curhatan Darma
138 Luka Yang Sama
139 Khun Berkhianat
140 Pertarungan Di Golden Loctus Club
141 Bayangan Stefani Adik Risa
142 Wei Long jadi Target pertama Darma
143 Suasana Kota Sentral Raya Tanpa Adharma
144 Pagi Hari yang Canggung
145 Pertemuan Darma dan Stefani
146 Darma Di Lumpuhkan
147 Fakta soal Stefani
148 Stefani dalam Dua Pilihan
149 Keputusan Stefani
150 Pertemuan Risa dan Stefani
151 Perpisahan Dengan Risa dan Stefani
152 Preecha
153 Darma VS The Chemist
154 Ketegangan di dalam pesawat
155 Tentara Bayaran
156 Terungkap nya Zhou
157 Motif The Warrior
158 Serang Dadakan Di Rumah Han Xun
159 Kekalahan Darma
160 Pengorbanan yang harus di balas
161 Penyiksaan yang Sangat menyakitkan
162 Tekad Darma yang sangat kuat
163 Adharma Mulai Bangkit Kembali !
164 Adharma vs Zhou
165 Kekuasaan bukan lah segala nya
166 Nyawa yang di selamatkan
167 Korupsi Level Internasional
168 Kemunculan Elite Global
169 Sebuah Langkah baru
170 Keputusan Darma
171 Adharma Akan Kembali
Episodes

Updated 171 Episodes

1
Hidup Yang Tenang
2
Kota Yang Sakit
3
Pagi Hari dengan luka
4
Permainan Kotor
5
Kecurigaan dan Kebahagiaan
6
Kehilangan Segala nya
7
Dendam Yang Mulai Tumbuh
8
Bayangan Dendam
9
Mencari Informasi
10
Penebusan di kota darah
11
Kepercayaan yang di uji
12
Mimpi Yang Berdarah
13
Jejak Akar Kebusukan
14
Menyusup Ke Menara Permata
15
Pertarungan Di Menara Pernata
16
Mengincar Target Berikutnya
17
Pembicaraan Di Warung Kopi
18
Malam Penyiksaan
19
Wajah Tanpa Identitas
20
Getaran Terror Di Kota Sentral Raya
21
Perburuan Di Mulai
22
Sebuah Kehangatan Sebelum membantai
23
Tempat Tinggal Baru
24
Terror Untuk Aparat Hukum
25
Sekutu Baru
26
Malam Di Rumah Rini
27
Kehangatan Rumah
28
Trik Licik Feny
29
Persiapan Adharma
30
Permainan yang mematikan
31
Cara yang Kotor dan Licik
32
Memihak Kebenaran atau Kebatilan?
33
Solusi dibalik Tali yang Tipis
34
Kecerdasan Feny
35
Pemain Baru
36
Pertemuan Di Persembunyian
37
Luka dalam permainan sebenarnya
38
Eksekusi Target Ke dua
39
Ledakan di villa
40
Berita Terbaru
41
Rencana Baru dan Kecurigaan
42
Siapa Cepat Dia Menang
43
Aksi Kejar Kejaran
44
Kekalahan Pertama Darma
45
Doni Dan Feny
46
Sebuah Blunder
47
Kehebohan Masyarakat
48
Bertahan dari Kematian
49
Kenangan Yang Menyakitkan
50
Buronan Baru
51
Duel Pemburuan
52
Kecerdasan Yang Mematikan
53
Nafas Terakhir Sang Penguasa
54
Rahasia yang terungkap
55
Akhir dari Penguasa
56
Sebuah Undangan
57
Masa Depan Baru
58
Di Balik Kebahagian Ada Ancaman Baru
59
Hukum yang harus di tegakan
60
Reaksi Sang Vigilante
61
Sisa Keluarga Damar Kusuma
62
Perasaan di malam perayaan
63
Darakala Si Pengacau
64
Mencari Informasi
65
Reaksi Kepolisian
66
Masa Lalu Darakala
67
Teringat Masa Lalu
68
Pertemuan Menegangkan
69
Perbandingan Antihero dan Superhero
70
Rencana Penyerangan
71
Kegagalan Feny
72
Mesin Pembunuh Beraksi
73
Respon Masyarakat
74
Emosi Yang Meledak
75
Siapa yang peduli ?
76
Ancaman Darakala
77
Sebuah Kecurigaan Di Rumah Sakit
78
Rahasia Natalia
79
Kebencian Adharma Semakin Dalam
80
Sebuah Ketegangan
81
Kepercayaan untuk masa depan
82
Sebuah Jebakan
83
Sebuah Bantuan yang tak terduga
84
Pembukaan pertempuran
85
Kekuatan yang Mulai Bangkit
86
Kekuasaan Yang Lebih Besar Lagi
87
Semua orang Mengkhawatirkan Sang Antihero
88
Kehangatan Berdua
89
Sebuah Konspirasi di balik kekuasaan
90
Tim Pencarian Darma
91
Sebuah Pemburuan dan Dilema
92
Sebuah Negosiasi yang beresiko
93
Dua Monster bekerja sama
94
Sebuah Perdebatan
95
Awal Penyerangan
96
Jordi Sang Pegulat
97
Skenario The Closer
98
Superhero yang lain
99
Kekacauan Di Hotel
100
Masih Satu Universe
101
Subjek Omega
102
Melarang Vigilantisme
103
Pengejaran Natalia
104
Rahasia Darakala
105
Persiapan Peledakan
106
Rencana Gila Rini
107
Ruangan yang mengerikan
108
Duo Monster Terdesak
109
Rasa Khawatir
110
Jadi Buronan Nasional
111
Kembali Bertemu
112
Perpisahan
113
Persembunyian Di hutan
114
Cerita Masa Lalu
115
Berita Mengejutkan
116
The Vault Bereaksi
117
Gerakan Pemberontak
118
Adharma Beraksi kembali
119
Jakarta Lebih memerah
120
Hal Tergila Darma
121
Superhero, Anti hero dan Villain bekerja sama
122
Pertempuran Tanpa Ampun
123
Awal Kehancuran Mikel Satria
124
Respon Semua orang
125
Adharma VS Mikel Satria
126
Akhir Pertarungan
127
Darma Sekarat
128
Introgasi The Closer Lebih Mengerikan dari Adharma
129
Seluruh Negeri Merespon
130
Sidang Mikel Satria
131
Aku Adalah Adharma...
132
Impian Natalia
133
Perpisahan di langit Fajar
134
Rencana Baru Darma
135
Pertemuan dengan Risa
136
Sebuah Tantangan Dari Khun
137
Curhatan Darma
138
Luka Yang Sama
139
Khun Berkhianat
140
Pertarungan Di Golden Loctus Club
141
Bayangan Stefani Adik Risa
142
Wei Long jadi Target pertama Darma
143
Suasana Kota Sentral Raya Tanpa Adharma
144
Pagi Hari yang Canggung
145
Pertemuan Darma dan Stefani
146
Darma Di Lumpuhkan
147
Fakta soal Stefani
148
Stefani dalam Dua Pilihan
149
Keputusan Stefani
150
Pertemuan Risa dan Stefani
151
Perpisahan Dengan Risa dan Stefani
152
Preecha
153
Darma VS The Chemist
154
Ketegangan di dalam pesawat
155
Tentara Bayaran
156
Terungkap nya Zhou
157
Motif The Warrior
158
Serang Dadakan Di Rumah Han Xun
159
Kekalahan Darma
160
Pengorbanan yang harus di balas
161
Penyiksaan yang Sangat menyakitkan
162
Tekad Darma yang sangat kuat
163
Adharma Mulai Bangkit Kembali !
164
Adharma vs Zhou
165
Kekuasaan bukan lah segala nya
166
Nyawa yang di selamatkan
167
Korupsi Level Internasional
168
Kemunculan Elite Global
169
Sebuah Langkah baru
170
Keputusan Darma
171
Adharma Akan Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!