Pertarungan Di Menara Pernata

Darma terhuyung. Asap dari ledakan masih memenuhi ruangan, bercampur dengan bau mesiu dan darah. Telinganya berdenging, tapi ia bisa melihat dengan jelas—enam orang berbaju khusus dengan emblem berbentuk kepala serigala sedang mengepungnya.

Raden Wijaya berdiri di belakang mereka, menyaksikan dengan senyum puas.

"Bunuh dia," perintahnya singkat.

Darma menggeram, menggenggam cerulitnya lebih erat. Kali ini, ia tak akan jatuh begitu saja.

Salah satu pria berbaju khusus melangkah maju, mengayunkan belati besar ke arah Darma.

Cletak!

Darma menangkis serangan itu dengan cerulitnya, lalu dengan cepat menendang pria itu ke belakang. Dua orang lainnya langsung menyerbu, salah satunya menembakkan pistol.

Dor! Dor!

Darma melompat ke samping, menghindari peluru pertama dan menangkis pisau lempar yang datang dari sisi lain. Ia berputar, mencabut shotgun dari pinggangnya dan menembakkan peluru ke dada salah satu musuh.

Duar!

Darah menyembur ke udara. Pria itu terpental ke belakang, menabrak meja rapat hingga pecah berantakan.

Tersisa lima orang.

Seorang lawan lain mengayunkan baton listrik ke arah Darma. Ia merunduk, lalu membalas dengan menebas lutut lawannya menggunakan cerulit.

Cras!

Pria itu berteriak kesakitan sebelum Darma mengakhiri nyawanya dengan menusukkan cerulit ke leher.

Tersisa empat orang.

Melihat dua rekannya tumbang, sisa pasukan itu langsung berkoordinasi. Salah satunya menarik senapan otomatis.

Darma langsung berlindung di balik meja.

"Buka formasi! Jangan biarkan dia lari!" salah satu dari mereka berteriak.

Darma menarik napas cepat, lalu melemparkan pisau ke lampu di atas mereka.

Crak!

Lampu pecah, menciptakan kilatan dan kegelapan singkat. Dalam waktu yang sama, ia berlari ke depan dengan kecepatan penuh.

Musuh yang berada di tengah tidak sempat bereaksi. Dalam satu tebasan cepat, Darma membelah dadanya dengan cerulit.

Tersisa tiga orang.

Dua orang menyerang bersamaan, satu dengan pisau, satu dengan baton listrik.

Darma menangkis serangan pisau dengan cerulit kiri, sementara tangan kanannya menangkap baton lawan sebelum mengenai kepalanya.

Dengan kekuatan penuh, ia menghantam wajah musuh dengan gagang shotgun.

Krak!

Hidung pria itu hancur seketika. Darma memutar tubuhnya dan menusukkan cerulit ke perutnya hingga tembus.

Tersisa dua orang.

Salah satu dari mereka menembak. Peluru meleset tipis dari kepala Darma.

Darma membanting tubuh lawan yang baru saja ia bunuh ke arah penembak itu. Sementara pria itu sibuk menyingkirkan mayat rekannya, Darma berlari dan menembakkan shotgun tepat ke wajahnya.

Duar!

Tersisa satu orang.

Yang terakhir mencoba kabur.

Tidak akan kubiarkan.

Darma melempar cerulitnya.

Srett!

Ujungnya menancap di punggung pria itu, membuatnya jatuh tersungkur.

Darma mendekat, mencabut cerulitnya, lalu menatap pria itu yang kini gemetar ketakutan.

"Siapa kalian?"

Pria itu terbatuk darah. "Kau... Kau sudah mati. Mereka akan datang memburumu."

"Siapa 'mereka'?"

"Ordo Serigala Hitam... Kami hanya pion... Mereka yang mengendalikan kota ini..."

Sebelum Darma bisa bertanya lebih lanjut, pria itu menggigit sesuatu di mulutnya.

Ceklek!

Racun sianida.

Dalam hitungan detik, tubuhnya kejang-kejang, lalu diam.

Darma menoleh ke tempat Raden Wijaya tadi berdiri.

Kosong.

Bajingan itu kabur.

Darma mengamati sekeliling. Ruangan berantakan, mayat-mayat berserakan. Ia tahu ia harus pergi sebelum bala bantuan datang.

Namun sebelum itu, ia mengambil pisau dan menuliskan sesuatu di dinding dengan darah.

"ADHARMA"

Ketidakadilan.

Aku akan memburu kalian semua.

Di dalam sebuah mobil hitam yang melaju cepat, Raden Wijaya menekan nomor di ponselnya dengan tangan gemetar. Matanya dipenuhi kemarahan dan ketakutan.

Tuut... tuut...

Sambungan tersambung.

"Kenapa kau meneleponku sepagi ini, Raden?" Suara di seberang terdengar dingin, penuh wibawa.

Wali Kota Sentral Raya.

Raden menelan ludah. "Dia masih hidup, Pak. Orang itu... Darma... dia membantai pasukan saya di Menara Permata."

Hening sejenak.

"Kau bilang apa?" Nada suara wali kota berubah, kini terdengar tajam dan berbahaya.

"Dia menghancurkan segalanya! Enam orang berbaju khusus kita mati, dan dia menuliskan ‘Adharma’ dengan darah di dinding!"

Suara di seberang menghela napas panjang.

"Ini buruk."

Raden meremas ponselnya. "Pak, kita harus bertindak cepat. Jika dia menemukan fakta lebih dalam, kita semua dalam bahaya."

"Aku tahu itu, bodoh!" bentak wali kota. "Tapi aku tidak butuh kepanikanmu. Kita harus menyelesaikan ini secara rapi."

"Apa yang harus kita lakukan?" Raden bertanya dengan nada penuh harap.

"Aku akan menghubungi seseorang yang lebih kompeten dari pasukanmu. Seseorang yang bisa menghabisi Adharma sebelum dia mengungkap lebih banyak."

"Siapa?"

"Kau tak perlu tahu. Cukup siapkan dirimu jika sewaktu-waktu aku memanggilmu."

Klik.

Sambungan terputus.

Raden Wijaya bersandar di kursinya, menyadari satu hal: pertarungan ini baru saja dimulai.

Di dalam sebuah mobil hitam yang melaju cepat, Raden Wijaya menekan nomor di ponselnya dengan tangan gemetar. Matanya dipenuhi kemarahan dan ketakutan.

Tuut... tuut...

Sambungan tersambung.

"Kenapa kau meneleponku sepagi ini, Raden?" Suara di seberang terdengar dingin, penuh wibawa.

Wali Kota Sentral Raya.

Raden menelan ludah. "Dia masih hidup, Pak. Orang itu... Darma... dia membantai pasukan saya di Menara Permata."

Hening sejenak.

"Kau bilang apa?" Nada suara wali kota berubah, kini terdengar tajam dan berbahaya.

"Dia menghancurkan segalanya! Enam orang berbaju khusus kita mati, dan dia menuliskan ‘Adharma’ dengan darah di dinding!"

Suara di seberang menghela napas panjang.

"Ini buruk."

Raden meremas ponselnya. "Pak, kita harus bertindak cepat. Jika dia menemukan fakta lebih dalam, kita semua dalam bahaya."

"Aku tahu itu, bodoh!" bentak wali kota. "Tapi aku tidak butuh kepanikanmu. Kita harus menyelesaikan ini secara rapi."

"Apa yang harus kita lakukan?" Raden bertanya dengan nada penuh harap.

"Aku akan menghubungi seseorang yang lebih kompeten dari pasukanmu. Seseorang yang bisa menghabisi Adharma sebelum dia mengungkap lebih banyak."

"Siapa?"

"Kau tak perlu tahu. Cukup siapkan dirimu jika sewaktu-waktu aku memanggilmu."

Klik.

Sambungan terputus.

Raden Wijaya bersandar di kursinya, menyadari satu hal: pertarungan ini baru saja dimulai.

Di sebuah ruangan luas dengan jendela yang menghadap langsung ke pusat Kota Sentral Raya, Wali Kota duduk di balik meja kayu mahalnya. Di depannya, seorang pria berjas hitam berdiri dengan tangan bersedekap. Tatapannya tajam, penuh ketenangan yang berbahaya.

Telepon yang tadi ia gunakan untuk berbicara dengan Raden Wijaya kini sudah tergeletak di meja. Wajahnya tetap datar, tetapi matanya menunjukkan bahwa ia sedang berpikir keras.

"Adharma..." gumamnya pelan.

Pria berjas hitam di depannya menyipitkan mata. "Kau tampak gelisah."

"Bukan gelisah," jawab wali kota dengan suara dingin. "Aku hanya tak menyangka bahwa seseorang yang seharusnya sudah mati kini menjadi ancaman terbesar bagi kita."

Pria itu menyeringai. "Tak ada yang benar-benar mati sebelum kau melihat mayatnya hancur berkeping-keping."

Wali kota menyandarkan tubuhnya ke kursi, lalu menatap pria itu dengan penuh makna. "Itu sebabnya aku memanggilmu."

Pria itu mengangguk. "Aku tahu tugas ini tidak bisa diserahkan pada pasukanmu yang tidak kompeten. Aku akan mengurusnya."

"Bagus. Aku tidak ingin ada kesalahan lagi."

Pria itu berbalik, berjalan menuju pintu, lalu berhenti sejenak. "Aku akan memburu Adharma. Dan aku akan pastikan kali ini dia benar-benar mati."

Klik!

Pintu tertutup.

Wali Kota Sentral Raya tersenyum tipis. Ia tahu, badai akan segera datang.

Bersambung...

Episodes
1 Hidup Yang Tenang
2 Kota Yang Sakit
3 Pagi Hari dengan luka
4 Permainan Kotor
5 Kecurigaan dan Kebahagiaan
6 Kehilangan Segala nya
7 Dendam Yang Mulai Tumbuh
8 Bayangan Dendam
9 Mencari Informasi
10 Penebusan di kota darah
11 Kepercayaan yang di uji
12 Mimpi Yang Berdarah
13 Jejak Akar Kebusukan
14 Menyusup Ke Menara Permata
15 Pertarungan Di Menara Pernata
16 Mengincar Target Berikutnya
17 Pembicaraan Di Warung Kopi
18 Malam Penyiksaan
19 Wajah Tanpa Identitas
20 Getaran Terror Di Kota Sentral Raya
21 Perburuan Di Mulai
22 Sebuah Kehangatan Sebelum membantai
23 Tempat Tinggal Baru
24 Terror Untuk Aparat Hukum
25 Sekutu Baru
26 Malam Di Rumah Rini
27 Kehangatan Rumah
28 Trik Licik Feny
29 Persiapan Adharma
30 Permainan yang mematikan
31 Cara yang Kotor dan Licik
32 Memihak Kebenaran atau Kebatilan?
33 Solusi dibalik Tali yang Tipis
34 Kecerdasan Feny
35 Pemain Baru
36 Pertemuan Di Persembunyian
37 Luka dalam permainan sebenarnya
38 Eksekusi Target Ke dua
39 Ledakan di villa
40 Berita Terbaru
41 Rencana Baru dan Kecurigaan
42 Siapa Cepat Dia Menang
43 Aksi Kejar Kejaran
44 Kekalahan Pertama Darma
45 Doni Dan Feny
46 Sebuah Blunder
47 Kehebohan Masyarakat
48 Bertahan dari Kematian
49 Kenangan Yang Menyakitkan
50 Buronan Baru
51 Duel Pemburuan
52 Kecerdasan Yang Mematikan
53 Nafas Terakhir Sang Penguasa
54 Rahasia yang terungkap
55 Akhir dari Penguasa
56 Sebuah Undangan
57 Masa Depan Baru
58 Di Balik Kebahagian Ada Ancaman Baru
59 Hukum yang harus di tegakan
60 Reaksi Sang Vigilante
61 Sisa Keluarga Damar Kusuma
62 Perasaan di malam perayaan
63 Darakala Si Pengacau
64 Mencari Informasi
65 Reaksi Kepolisian
66 Masa Lalu Darakala
67 Teringat Masa Lalu
68 Pertemuan Menegangkan
69 Perbandingan Antihero dan Superhero
70 Rencana Penyerangan
71 Kegagalan Feny
72 Mesin Pembunuh Beraksi
73 Respon Masyarakat
74 Emosi Yang Meledak
75 Siapa yang peduli ?
76 Ancaman Darakala
77 Sebuah Kecurigaan Di Rumah Sakit
78 Rahasia Natalia
79 Kebencian Adharma Semakin Dalam
80 Sebuah Ketegangan
81 Kepercayaan untuk masa depan
82 Sebuah Jebakan
83 Sebuah Bantuan yang tak terduga
84 Pembukaan pertempuran
85 Kekuatan yang Mulai Bangkit
86 Kekuasaan Yang Lebih Besar Lagi
87 Semua orang Mengkhawatirkan Sang Antihero
88 Kehangatan Berdua
89 Sebuah Konspirasi di balik kekuasaan
90 Tim Pencarian Darma
91 Sebuah Pemburuan dan Dilema
92 Sebuah Negosiasi yang beresiko
93 Dua Monster bekerja sama
94 Sebuah Perdebatan
95 Awal Penyerangan
96 Jordi Sang Pegulat
97 Skenario The Closer
98 Superhero yang lain
99 Kekacauan Di Hotel
100 Masih Satu Universe
101 Subjek Omega
102 Melarang Vigilantisme
103 Pengejaran Natalia
104 Rahasia Darakala
105 Persiapan Peledakan
106 Rencana Gila Rini
107 Ruangan yang mengerikan
108 Duo Monster Terdesak
109 Rasa Khawatir
110 Jadi Buronan Nasional
111 Kembali Bertemu
112 Perpisahan
113 Persembunyian Di hutan
114 Cerita Masa Lalu
115 Berita Mengejutkan
116 The Vault Bereaksi
117 Gerakan Pemberontak
118 Adharma Beraksi kembali
119 Jakarta Lebih memerah
120 Hal Tergila Darma
121 Superhero, Anti hero dan Villain bekerja sama
122 Pertempuran Tanpa Ampun
123 Awal Kehancuran Mikel Satria
124 Respon Semua orang
125 Adharma VS Mikel Satria
126 Akhir Pertarungan
127 Darma Sekarat
128 Introgasi The Closer Lebih Mengerikan dari Adharma
129 Seluruh Negeri Merespon
130 Sidang Mikel Satria
131 Aku Adalah Adharma...
132 Impian Natalia
133 Perpisahan di langit Fajar
134 Rencana Baru Darma
135 Pertemuan dengan Risa
136 Sebuah Tantangan Dari Khun
137 Curhatan Darma
138 Luka Yang Sama
139 Khun Berkhianat
140 Pertarungan Di Golden Loctus Club
141 Bayangan Stefani Adik Risa
142 Wei Long jadi Target pertama Darma
143 Suasana Kota Sentral Raya Tanpa Adharma
144 Pagi Hari yang Canggung
145 Pertemuan Darma dan Stefani
146 Darma Di Lumpuhkan
147 Fakta soal Stefani
148 Stefani dalam Dua Pilihan
149 Keputusan Stefani
150 Pertemuan Risa dan Stefani
151 Perpisahan Dengan Risa dan Stefani
152 Preecha
153 Darma VS The Chemist
154 Ketegangan di dalam pesawat
155 Tentara Bayaran
156 Terungkap nya Zhou
157 Motif The Warrior
158 Serang Dadakan Di Rumah Han Xun
159 Kekalahan Darma
160 Pengorbanan yang harus di balas
161 Penyiksaan yang Sangat menyakitkan
162 Tekad Darma yang sangat kuat
163 Adharma Mulai Bangkit Kembali !
164 Adharma vs Zhou
165 Kekuasaan bukan lah segala nya
166 Nyawa yang di selamatkan
167 Korupsi Level Internasional
168 Kemunculan Elite Global
169 Sebuah Langkah baru
170 Keputusan Darma
171 Adharma Akan Kembali
Episodes

Updated 171 Episodes

1
Hidup Yang Tenang
2
Kota Yang Sakit
3
Pagi Hari dengan luka
4
Permainan Kotor
5
Kecurigaan dan Kebahagiaan
6
Kehilangan Segala nya
7
Dendam Yang Mulai Tumbuh
8
Bayangan Dendam
9
Mencari Informasi
10
Penebusan di kota darah
11
Kepercayaan yang di uji
12
Mimpi Yang Berdarah
13
Jejak Akar Kebusukan
14
Menyusup Ke Menara Permata
15
Pertarungan Di Menara Pernata
16
Mengincar Target Berikutnya
17
Pembicaraan Di Warung Kopi
18
Malam Penyiksaan
19
Wajah Tanpa Identitas
20
Getaran Terror Di Kota Sentral Raya
21
Perburuan Di Mulai
22
Sebuah Kehangatan Sebelum membantai
23
Tempat Tinggal Baru
24
Terror Untuk Aparat Hukum
25
Sekutu Baru
26
Malam Di Rumah Rini
27
Kehangatan Rumah
28
Trik Licik Feny
29
Persiapan Adharma
30
Permainan yang mematikan
31
Cara yang Kotor dan Licik
32
Memihak Kebenaran atau Kebatilan?
33
Solusi dibalik Tali yang Tipis
34
Kecerdasan Feny
35
Pemain Baru
36
Pertemuan Di Persembunyian
37
Luka dalam permainan sebenarnya
38
Eksekusi Target Ke dua
39
Ledakan di villa
40
Berita Terbaru
41
Rencana Baru dan Kecurigaan
42
Siapa Cepat Dia Menang
43
Aksi Kejar Kejaran
44
Kekalahan Pertama Darma
45
Doni Dan Feny
46
Sebuah Blunder
47
Kehebohan Masyarakat
48
Bertahan dari Kematian
49
Kenangan Yang Menyakitkan
50
Buronan Baru
51
Duel Pemburuan
52
Kecerdasan Yang Mematikan
53
Nafas Terakhir Sang Penguasa
54
Rahasia yang terungkap
55
Akhir dari Penguasa
56
Sebuah Undangan
57
Masa Depan Baru
58
Di Balik Kebahagian Ada Ancaman Baru
59
Hukum yang harus di tegakan
60
Reaksi Sang Vigilante
61
Sisa Keluarga Damar Kusuma
62
Perasaan di malam perayaan
63
Darakala Si Pengacau
64
Mencari Informasi
65
Reaksi Kepolisian
66
Masa Lalu Darakala
67
Teringat Masa Lalu
68
Pertemuan Menegangkan
69
Perbandingan Antihero dan Superhero
70
Rencana Penyerangan
71
Kegagalan Feny
72
Mesin Pembunuh Beraksi
73
Respon Masyarakat
74
Emosi Yang Meledak
75
Siapa yang peduli ?
76
Ancaman Darakala
77
Sebuah Kecurigaan Di Rumah Sakit
78
Rahasia Natalia
79
Kebencian Adharma Semakin Dalam
80
Sebuah Ketegangan
81
Kepercayaan untuk masa depan
82
Sebuah Jebakan
83
Sebuah Bantuan yang tak terduga
84
Pembukaan pertempuran
85
Kekuatan yang Mulai Bangkit
86
Kekuasaan Yang Lebih Besar Lagi
87
Semua orang Mengkhawatirkan Sang Antihero
88
Kehangatan Berdua
89
Sebuah Konspirasi di balik kekuasaan
90
Tim Pencarian Darma
91
Sebuah Pemburuan dan Dilema
92
Sebuah Negosiasi yang beresiko
93
Dua Monster bekerja sama
94
Sebuah Perdebatan
95
Awal Penyerangan
96
Jordi Sang Pegulat
97
Skenario The Closer
98
Superhero yang lain
99
Kekacauan Di Hotel
100
Masih Satu Universe
101
Subjek Omega
102
Melarang Vigilantisme
103
Pengejaran Natalia
104
Rahasia Darakala
105
Persiapan Peledakan
106
Rencana Gila Rini
107
Ruangan yang mengerikan
108
Duo Monster Terdesak
109
Rasa Khawatir
110
Jadi Buronan Nasional
111
Kembali Bertemu
112
Perpisahan
113
Persembunyian Di hutan
114
Cerita Masa Lalu
115
Berita Mengejutkan
116
The Vault Bereaksi
117
Gerakan Pemberontak
118
Adharma Beraksi kembali
119
Jakarta Lebih memerah
120
Hal Tergila Darma
121
Superhero, Anti hero dan Villain bekerja sama
122
Pertempuran Tanpa Ampun
123
Awal Kehancuran Mikel Satria
124
Respon Semua orang
125
Adharma VS Mikel Satria
126
Akhir Pertarungan
127
Darma Sekarat
128
Introgasi The Closer Lebih Mengerikan dari Adharma
129
Seluruh Negeri Merespon
130
Sidang Mikel Satria
131
Aku Adalah Adharma...
132
Impian Natalia
133
Perpisahan di langit Fajar
134
Rencana Baru Darma
135
Pertemuan dengan Risa
136
Sebuah Tantangan Dari Khun
137
Curhatan Darma
138
Luka Yang Sama
139
Khun Berkhianat
140
Pertarungan Di Golden Loctus Club
141
Bayangan Stefani Adik Risa
142
Wei Long jadi Target pertama Darma
143
Suasana Kota Sentral Raya Tanpa Adharma
144
Pagi Hari yang Canggung
145
Pertemuan Darma dan Stefani
146
Darma Di Lumpuhkan
147
Fakta soal Stefani
148
Stefani dalam Dua Pilihan
149
Keputusan Stefani
150
Pertemuan Risa dan Stefani
151
Perpisahan Dengan Risa dan Stefani
152
Preecha
153
Darma VS The Chemist
154
Ketegangan di dalam pesawat
155
Tentara Bayaran
156
Terungkap nya Zhou
157
Motif The Warrior
158
Serang Dadakan Di Rumah Han Xun
159
Kekalahan Darma
160
Pengorbanan yang harus di balas
161
Penyiksaan yang Sangat menyakitkan
162
Tekad Darma yang sangat kuat
163
Adharma Mulai Bangkit Kembali !
164
Adharma vs Zhou
165
Kekuasaan bukan lah segala nya
166
Nyawa yang di selamatkan
167
Korupsi Level Internasional
168
Kemunculan Elite Global
169
Sebuah Langkah baru
170
Keputusan Darma
171
Adharma Akan Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!