Mimpi Yang Berdarah

Darma berdiri di depan rumah kecil mereka yang dahulu penuh kebahagiaan. Matahari sore memancarkan sinarnya dengan hangat, menciptakan bayangan panjang di halaman depan. Di teras rumah, Sinta sedang menyapu sambil tersenyum kepadanya, sementara Dwi Handayani berlari kecil ke arahnya, tertawa riang.

"Ayah!" suara Dwi begitu jernih, begitu nyata.

Darma berjongkok, membuka tangannya lebar, dan Dwi langsung melompat ke pelukannya. Tubuh kecil itu terasa hangat di dalam dekapannya.

“Kamu habis main apa, Nak?” tanyanya, suaranya terdengar lebih lembut daripada yang ia ingat.

"Aku habis main jadi pahlawan, Ayah!" Dwi mengangkat tangan kecilnya, menunjukkan boneka superhero yang dibelikan Darma tempo hari. "Aku mau jadi kuat, kayak Ayah!"

Darma tersenyum, tapi di balik senyum itu ada kepedihan yang menyusup. Ini terlalu sempurna. Terlalu damai.

Sinta berjalan mendekat, duduk di samping Darma di atas teras rumah. Ia menatap suaminya dengan penuh cinta, lalu meraih tangannya. "Kamu kelihatan lelah, Mas," katanya lembut.

Darma menatap mata istrinya yang jernih. "Aku capek, Sin... Aku capek kehilangan kalian."

Sinta menggeleng, menggenggam tangan Darma lebih erat. "Kami nggak pernah pergi, Mas... Kami selalu ada di sini."

Sinta meletakkan tangannya di dada Darma, tepat di atas jantungnya yang berdegup kencang.

Darma ingin percaya. Tuhan, betapa ia ingin percaya.

Mereka bertiga duduk bersama di teras itu, menikmati senja yang perlahan berubah menjadi malam. Dwi menyandarkan kepalanya di dada Darma, sementara Sinta menggenggam tangannya.

Tapi tiba-tiba, suhu udara berubah drastis. Hangatnya senja berganti dengan dinginnya malam yang mencekam. Langit yang tadinya berwarna jingga berubah menjadi gelap pekat.

Darma mengerutkan kening, perasaan tidak nyaman mulai menjalar di tubuhnya. Ia menoleh ke arah Sinta dan Dwi—mereka masih ada di sana, tapi ada sesuatu yang aneh.

Sinta tersenyum… tapi matanya mulai kosong. Dwi masih bersandar di dadanya… tapi tubuhnya terasa lebih berat, lebih dingin.

Darma mencoba menggerakkan tubuhnya, tapi rasanya seperti ada beban yang menekannya.

Lalu—

DOR!

Suara tembakan memecah keheningan.

Mata Darma melebar saat melihat kepala Sinta tiba-tiba meledak. Darah dan serpihan tengkoraknya berhamburan, mengotori wajah dan bajunya. Tubuh istrinya langsung lunglai, jatuh ke lantai teras dengan suara gedebuk yang menyakitkan.

"Ayah…"

Suara kecil Dwi memanggilnya, membuat Darma menoleh dengan panik.

Tapi sebelum ia sempat melakukan apa pun—

DOR!

Peluru menembus kepala Dwi. Darah segar menyembur ke wajah Darma saat tubuh kecil itu jatuh dari pelukannya. Mata Dwi yang masih terbuka menatapnya kosong, kehilangan cahaya kehidupannya.

"TIDAAAAKKKKK!!!"

Darma berteriak sekuat tenaga, memeluk tubuh anaknya yang kini tak bernyawa. Tangannya gemetar, jantungnya berdegup kencang, dan rasa sakit yang tak tertahankan menghantamnya seperti gelombang tsunami.

Ia menoleh ke kanan, ke kiri—mencari siapa pelakunya. Tapi yang ada hanyalah kegelapan.

Dia sendirian.

Sendirian dalam lautan darah keluarganya sendiri.

Darma tersentak bangun. Dadanya naik turun dengan cepat, napasnya memburu seperti seseorang yang hampir tenggelam.

Peluh dingin membasahi tubuhnya, meskipun ruangan tempatnya beristirahat terasa dingin.

Dia butuh waktu beberapa detik untuk menyadari bahwa dia ada di rumah Doni, duduk di kursi tua dengan tangannya masih mengepal.

Itu mimpi.

Tapi rasanya begitu nyata. Begitu menyakitkan.

Tangannya gemetar saat meraih liontin yang kini tergantung di lehernya. Liontin yang seharusnya ada di leher Sinta.

Ia meremasnya erat, seolah ingin merasakan kehadiran istrinya melalui benda kecil itu. Tapi tidak ada yang tersisa selain kenangan dan luka yang semakin dalam.

Darma mengangkat kepalanya, menatap cermin di seberang ruangan. Sosok yang ia lihat bukan lagi dirinya yang dulu. Bukan lagi seorang pria pekerja keras dengan kehidupan sederhana dan bahagia.

Yang ia lihat hanyalah seorang pria yang telah kehilangan segalanya.

Seorang pria yang hanya punya satu tujuan di dunia ini.

Balas dendam.

Doni yang sedang berada di dapur mendengar suara napas Darma yang tersengal-sengal. Ia segera meletakkan gelas kopi yang baru saja ia buat dan berjalan ke ruang tamu. Begitu melihat sahabatnya duduk dengan wajah pucat, keringat dingin membasahi dahinya, Doni langsung merasa ada sesuatu yang salah.

"Darma?" suaranya pelan, tapi penuh perhatian.

Darma masih duduk diam, tangannya mencengkeram liontin di lehernya dengan erat. Tatapannya kosong, seakan jiwanya belum sepenuhnya kembali ke dunia nyata.

Doni melangkah lebih dekat dan berjongkok di depannya. "Bro, lu kenapa? Mimpi buruk?"

Darma tidak langsung menjawab. Ia hanya menghela napas berat, berusaha mengendalikan emosinya yang masih berantakan.

Doni menatapnya dengan penuh kekhawatiran. Ia tahu sahabatnya sedang berada di ambang batas. Sejak tragedi itu, Darma bukan lagi orang yang sama.

"Aku lihat mereka, Don..." suara Darma akhirnya keluar, serak dan penuh luka.

Doni mengernyit. "Mereka?"

Darma mengangguk pelan. "Sinta... Dwi... Mereka ada di sana. Aku lihat mereka... Aku bicara dengan mereka... Aku..."

Doni menunggu.

"...dan aku melihat mereka mati lagi, Don." Suara Darma bergetar. "Kepala mereka ditembak di depan mataku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku tidak bisa menyelamatkan mereka... lagi."

Doni menghela napas panjang. Ia ingin mengatakan sesuatu, tapi tidak ada kata-kata yang cukup kuat untuk mengurangi penderitaan Darma.

"Lu masih mimpiin mereka tiap malam?" tanyanya hati-hati.

Darma tertawa kecil, tapi penuh kepahitan. "Setiap malam, Don. Setiap aku menutup mata, aku kembali ke sana. Ke saat mereka dibunuh."

Doni menundukkan kepala, ikut merasakan kepedihan sahabatnya.

"Aku nggak bisa terus begini," lanjut Darma. "Aku nggak bisa tidur... aku nggak bisa makan... yang ada di kepalaku cuma satu hal..."

Doni mengangkat wajahnya, menatap Darma dalam-dalam. Ia sudah tahu apa yang akan dikatakan sahabatnya itu.

"Dendam?"

Darma menatapnya. "Aku harus membalas mereka, Don. Aku harus membunuh setiap orang yang bertanggung jawab atas ini."

Doni menarik napas panjang. Ia sudah menduga ini akan terjadi. Darma bukan tipe orang yang bisa diam saja setelah kehilangan segalanya. Tapi mendengar langsung niat itu dari mulutnya sendiri tetap membuatnya merasa berat.

"Darma..." Doni mencoba mencari kata-kata yang tepat. "Lu yakin ini jalan yang mau lu ambil?"

Darma tersenyum kecil, tapi matanya penuh kebencian. "Gue nggak punya pilihan lain, Don. Mereka sudah merenggut semuanya dari gue. Sinta, Dwi, orang tua gue... mereka mati sia-sia. Gue nggak bisa hidup dengan diam."

Doni menghela napas berat. Ia menatap mata sahabatnya yang kini dipenuhi api kemarahan dan rasa sakit yang tak terobati.

Lalu, tanpa berkata apa-apa lagi, Doni mengulurkan tangannya, menepuk bahu Darma dengan erat.

"Gue nggak bakal nahan lu, Darma," katanya akhirnya. "Tapi apapun yang lu rencanain, lu harus hati-hati. Jangan sampai lu kehilangan diri lu sendiri."

Darma menatap Doni dalam-dalam. Lalu, untuk pertama kalinya malam itu, ia mengangguk.

"Aku nggak akan berhenti, Don. Aku akan buat mereka semua merasakan neraka."

Episodes
1 Hidup Yang Tenang
2 Kota Yang Sakit
3 Pagi Hari dengan luka
4 Permainan Kotor
5 Kecurigaan dan Kebahagiaan
6 Kehilangan Segala nya
7 Dendam Yang Mulai Tumbuh
8 Bayangan Dendam
9 Mencari Informasi
10 Penebusan di kota darah
11 Kepercayaan yang di uji
12 Mimpi Yang Berdarah
13 Jejak Akar Kebusukan
14 Menyusup Ke Menara Permata
15 Pertarungan Di Menara Pernata
16 Mengincar Target Berikutnya
17 Pembicaraan Di Warung Kopi
18 Malam Penyiksaan
19 Wajah Tanpa Identitas
20 Getaran Terror Di Kota Sentral Raya
21 Perburuan Di Mulai
22 Sebuah Kehangatan Sebelum membantai
23 Tempat Tinggal Baru
24 Terror Untuk Aparat Hukum
25 Sekutu Baru
26 Malam Di Rumah Rini
27 Kehangatan Rumah
28 Trik Licik Feny
29 Persiapan Adharma
30 Permainan yang mematikan
31 Cara yang Kotor dan Licik
32 Memihak Kebenaran atau Kebatilan?
33 Solusi dibalik Tali yang Tipis
34 Kecerdasan Feny
35 Pemain Baru
36 Pertemuan Di Persembunyian
37 Luka dalam permainan sebenarnya
38 Eksekusi Target Ke dua
39 Ledakan di villa
40 Berita Terbaru
41 Rencana Baru dan Kecurigaan
42 Siapa Cepat Dia Menang
43 Aksi Kejar Kejaran
44 Kekalahan Pertama Darma
45 Doni Dan Feny
46 Sebuah Blunder
47 Kehebohan Masyarakat
48 Bertahan dari Kematian
49 Kenangan Yang Menyakitkan
50 Buronan Baru
51 Duel Pemburuan
52 Kecerdasan Yang Mematikan
53 Nafas Terakhir Sang Penguasa
54 Rahasia yang terungkap
55 Akhir dari Penguasa
56 Sebuah Undangan
57 Masa Depan Baru
58 Di Balik Kebahagian Ada Ancaman Baru
59 Hukum yang harus di tegakan
60 Reaksi Sang Vigilante
61 Sisa Keluarga Damar Kusuma
62 Perasaan di malam perayaan
63 Darakala Si Pengacau
64 Mencari Informasi
65 Reaksi Kepolisian
66 Masa Lalu Darakala
67 Teringat Masa Lalu
68 Pertemuan Menegangkan
69 Perbandingan Antihero dan Superhero
70 Rencana Penyerangan
71 Kegagalan Feny
72 Mesin Pembunuh Beraksi
73 Respon Masyarakat
74 Emosi Yang Meledak
75 Siapa yang peduli ?
76 Ancaman Darakala
77 Sebuah Kecurigaan Di Rumah Sakit
78 Rahasia Natalia
79 Kebencian Adharma Semakin Dalam
80 Sebuah Ketegangan
81 Kepercayaan untuk masa depan
82 Sebuah Jebakan
83 Sebuah Bantuan yang tak terduga
84 Pembukaan pertempuran
85 Kekuatan yang Mulai Bangkit
86 Kekuasaan Yang Lebih Besar Lagi
87 Semua orang Mengkhawatirkan Sang Antihero
88 Kehangatan Berdua
89 Sebuah Konspirasi di balik kekuasaan
90 Tim Pencarian Darma
91 Sebuah Pemburuan dan Dilema
92 Sebuah Negosiasi yang beresiko
93 Dua Monster bekerja sama
94 Sebuah Perdebatan
95 Awal Penyerangan
96 Jordi Sang Pegulat
97 Skenario The Closer
98 Superhero yang lain
99 Kekacauan Di Hotel
100 Masih Satu Universe
101 Subjek Omega
102 Melarang Vigilantisme
103 Pengejaran Natalia
104 Rahasia Darakala
105 Persiapan Peledakan
106 Rencana Gila Rini
107 Ruangan yang mengerikan
108 Duo Monster Terdesak
109 Rasa Khawatir
110 Jadi Buronan Nasional
111 Kembali Bertemu
112 Perpisahan
113 Persembunyian Di hutan
114 Cerita Masa Lalu
115 Berita Mengejutkan
116 The Vault Bereaksi
117 Gerakan Pemberontak
118 Adharma Beraksi kembali
119 Jakarta Lebih memerah
120 Hal Tergila Darma
121 Superhero, Anti hero dan Villain bekerja sama
122 Pertempuran Tanpa Ampun
123 Awal Kehancuran Mikel Satria
124 Respon Semua orang
125 Adharma VS Mikel Satria
126 Akhir Pertarungan
127 Darma Sekarat
128 Introgasi The Closer Lebih Mengerikan dari Adharma
129 Seluruh Negeri Merespon
130 Sidang Mikel Satria
131 Aku Adalah Adharma...
132 Impian Natalia
133 Perpisahan di langit Fajar
134 Rencana Baru Darma
135 Pertemuan dengan Risa
136 Sebuah Tantangan Dari Khun
137 Curhatan Darma
138 Luka Yang Sama
139 Khun Berkhianat
140 Pertarungan Di Golden Loctus Club
141 Bayangan Stefani Adik Risa
142 Wei Long jadi Target pertama Darma
143 Suasana Kota Sentral Raya Tanpa Adharma
144 Pagi Hari yang Canggung
145 Pertemuan Darma dan Stefani
146 Darma Di Lumpuhkan
147 Fakta soal Stefani
148 Stefani dalam Dua Pilihan
149 Keputusan Stefani
150 Pertemuan Risa dan Stefani
151 Perpisahan Dengan Risa dan Stefani
152 Preecha
153 Darma VS The Chemist
154 Ketegangan di dalam pesawat
155 Tentara Bayaran
156 Terungkap nya Zhou
157 Motif The Warrior
158 Serang Dadakan Di Rumah Han Xun
159 Kekalahan Darma
160 Pengorbanan yang harus di balas
161 Penyiksaan yang Sangat menyakitkan
162 Tekad Darma yang sangat kuat
163 Adharma Mulai Bangkit Kembali !
164 Adharma vs Zhou
165 Kekuasaan bukan lah segala nya
166 Nyawa yang di selamatkan
167 Korupsi Level Internasional
168 Kemunculan Elite Global
169 Sebuah Langkah baru
170 Keputusan Darma
171 Adharma Akan Kembali
Episodes

Updated 171 Episodes

1
Hidup Yang Tenang
2
Kota Yang Sakit
3
Pagi Hari dengan luka
4
Permainan Kotor
5
Kecurigaan dan Kebahagiaan
6
Kehilangan Segala nya
7
Dendam Yang Mulai Tumbuh
8
Bayangan Dendam
9
Mencari Informasi
10
Penebusan di kota darah
11
Kepercayaan yang di uji
12
Mimpi Yang Berdarah
13
Jejak Akar Kebusukan
14
Menyusup Ke Menara Permata
15
Pertarungan Di Menara Pernata
16
Mengincar Target Berikutnya
17
Pembicaraan Di Warung Kopi
18
Malam Penyiksaan
19
Wajah Tanpa Identitas
20
Getaran Terror Di Kota Sentral Raya
21
Perburuan Di Mulai
22
Sebuah Kehangatan Sebelum membantai
23
Tempat Tinggal Baru
24
Terror Untuk Aparat Hukum
25
Sekutu Baru
26
Malam Di Rumah Rini
27
Kehangatan Rumah
28
Trik Licik Feny
29
Persiapan Adharma
30
Permainan yang mematikan
31
Cara yang Kotor dan Licik
32
Memihak Kebenaran atau Kebatilan?
33
Solusi dibalik Tali yang Tipis
34
Kecerdasan Feny
35
Pemain Baru
36
Pertemuan Di Persembunyian
37
Luka dalam permainan sebenarnya
38
Eksekusi Target Ke dua
39
Ledakan di villa
40
Berita Terbaru
41
Rencana Baru dan Kecurigaan
42
Siapa Cepat Dia Menang
43
Aksi Kejar Kejaran
44
Kekalahan Pertama Darma
45
Doni Dan Feny
46
Sebuah Blunder
47
Kehebohan Masyarakat
48
Bertahan dari Kematian
49
Kenangan Yang Menyakitkan
50
Buronan Baru
51
Duel Pemburuan
52
Kecerdasan Yang Mematikan
53
Nafas Terakhir Sang Penguasa
54
Rahasia yang terungkap
55
Akhir dari Penguasa
56
Sebuah Undangan
57
Masa Depan Baru
58
Di Balik Kebahagian Ada Ancaman Baru
59
Hukum yang harus di tegakan
60
Reaksi Sang Vigilante
61
Sisa Keluarga Damar Kusuma
62
Perasaan di malam perayaan
63
Darakala Si Pengacau
64
Mencari Informasi
65
Reaksi Kepolisian
66
Masa Lalu Darakala
67
Teringat Masa Lalu
68
Pertemuan Menegangkan
69
Perbandingan Antihero dan Superhero
70
Rencana Penyerangan
71
Kegagalan Feny
72
Mesin Pembunuh Beraksi
73
Respon Masyarakat
74
Emosi Yang Meledak
75
Siapa yang peduli ?
76
Ancaman Darakala
77
Sebuah Kecurigaan Di Rumah Sakit
78
Rahasia Natalia
79
Kebencian Adharma Semakin Dalam
80
Sebuah Ketegangan
81
Kepercayaan untuk masa depan
82
Sebuah Jebakan
83
Sebuah Bantuan yang tak terduga
84
Pembukaan pertempuran
85
Kekuatan yang Mulai Bangkit
86
Kekuasaan Yang Lebih Besar Lagi
87
Semua orang Mengkhawatirkan Sang Antihero
88
Kehangatan Berdua
89
Sebuah Konspirasi di balik kekuasaan
90
Tim Pencarian Darma
91
Sebuah Pemburuan dan Dilema
92
Sebuah Negosiasi yang beresiko
93
Dua Monster bekerja sama
94
Sebuah Perdebatan
95
Awal Penyerangan
96
Jordi Sang Pegulat
97
Skenario The Closer
98
Superhero yang lain
99
Kekacauan Di Hotel
100
Masih Satu Universe
101
Subjek Omega
102
Melarang Vigilantisme
103
Pengejaran Natalia
104
Rahasia Darakala
105
Persiapan Peledakan
106
Rencana Gila Rini
107
Ruangan yang mengerikan
108
Duo Monster Terdesak
109
Rasa Khawatir
110
Jadi Buronan Nasional
111
Kembali Bertemu
112
Perpisahan
113
Persembunyian Di hutan
114
Cerita Masa Lalu
115
Berita Mengejutkan
116
The Vault Bereaksi
117
Gerakan Pemberontak
118
Adharma Beraksi kembali
119
Jakarta Lebih memerah
120
Hal Tergila Darma
121
Superhero, Anti hero dan Villain bekerja sama
122
Pertempuran Tanpa Ampun
123
Awal Kehancuran Mikel Satria
124
Respon Semua orang
125
Adharma VS Mikel Satria
126
Akhir Pertarungan
127
Darma Sekarat
128
Introgasi The Closer Lebih Mengerikan dari Adharma
129
Seluruh Negeri Merespon
130
Sidang Mikel Satria
131
Aku Adalah Adharma...
132
Impian Natalia
133
Perpisahan di langit Fajar
134
Rencana Baru Darma
135
Pertemuan dengan Risa
136
Sebuah Tantangan Dari Khun
137
Curhatan Darma
138
Luka Yang Sama
139
Khun Berkhianat
140
Pertarungan Di Golden Loctus Club
141
Bayangan Stefani Adik Risa
142
Wei Long jadi Target pertama Darma
143
Suasana Kota Sentral Raya Tanpa Adharma
144
Pagi Hari yang Canggung
145
Pertemuan Darma dan Stefani
146
Darma Di Lumpuhkan
147
Fakta soal Stefani
148
Stefani dalam Dua Pilihan
149
Keputusan Stefani
150
Pertemuan Risa dan Stefani
151
Perpisahan Dengan Risa dan Stefani
152
Preecha
153
Darma VS The Chemist
154
Ketegangan di dalam pesawat
155
Tentara Bayaran
156
Terungkap nya Zhou
157
Motif The Warrior
158
Serang Dadakan Di Rumah Han Xun
159
Kekalahan Darma
160
Pengorbanan yang harus di balas
161
Penyiksaan yang Sangat menyakitkan
162
Tekad Darma yang sangat kuat
163
Adharma Mulai Bangkit Kembali !
164
Adharma vs Zhou
165
Kekuasaan bukan lah segala nya
166
Nyawa yang di selamatkan
167
Korupsi Level Internasional
168
Kemunculan Elite Global
169
Sebuah Langkah baru
170
Keputusan Darma
171
Adharma Akan Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!