11

***
Fahmi Kurniawan
Fahmi Kurniawan
Al! Ga! Lo berdua jangan bikin masalah malem-malem! [Berusaha menahan Alby.]
Albyan Saputra
Albyan Saputra
Bangsat, Lo! Lo tau gue suka sama Laras, tapi Lo malah deketin dia?! Hahh?!
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Lo yang salah paham duluan sama gue! [Menghempaskan tangan Dhika.]
Albyan Saputra
Albyan Saputra
Lalu kenapa Lo sering pulang bareng dia belakangan ini? Lo lagi pdkt sama dia, kan? Jujur aja Lo!
Albyan Saputra
Albyan Saputra
Lo juga suka sama dia, kan?!!
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
“...”
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Lo salah paham. Kita cuma temenan.
Albyan Saputra
Albyan Saputra
Halahh! Bacot! [Hendak kembali menyerang Arga.]
Alby begitu marah, Dhika bahkan ikut membantu Fahmi guna menahan Alby.
Albyan Saputra
Albyan Saputra
Lepasin gue! —
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
[Menghela nafas.] Laras bilang dia ngga pernah mau menerima kedatangan kita disini.
“...”
Semuanya terdiam mendengarkan pernyataan Arga. Mata mereka langsung tertuju pada lelaki itu dan Arga kembali membuka mulut untuk berbicara.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Makanya gue deketin dia supaya dia kasih tau alasannya sama gue.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Bapak Lo juga bilang sendiri sama gue, biar Laras yang cerita sendiri.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Gue deketin dia dengan tujuan itu, ngga lebih, Al.
Albyan Saputra
Albyan Saputra
“...”
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Gue ragu buat tanya ke Lo. Karna gue yakin Lo juga ngga tau, kan..?
Albyan Saputra
Albyan Saputra
[Terdiam.]
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Gue tanya ke Lo, Lo tau apa alasannya Laras nolak kedatangan kita KKN disini?
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Dia pernah bilang sesuatu sama Lo?
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Gue ngga pernah mikir gitu karna gue sadar, Lo ngga keliatan deket sama Laras walau katanya kalian temenan sejak kecil.
Alby mulai tenang, saat itulah Fahmi dan Dhika melepaskannya.
Albyan Saputra
Albyan Saputra
Gue ngga pernah tanyain ini ke dia..
Albyan Saputra
Albyan Saputra
Gue jarang pulang kesini, dan dia ngga pernah cerita sama gue.
Masing-masing dari mereka menghela nafas.
Fahmi Kurniawan
Fahmi Kurniawan
Jadi selama ini Laras ngga pernah suka kita disini?
Fahmi Kurniawan
Fahmi Kurniawan
Lo tau itu sejak kapan?
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Dia sendiri yang bilang sama gue pas kita di kebun.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Ingat pas gue bilang mau jalan sendiri? Dia bilang saat itu.
Cantika Jelita
Cantika Jelita
Karna bocah ini pergi gitu aja ninggalin kita, bikin repot! [Menoyor kepala Alby.]
Albyan Saputra
Albyan Saputra
Ya sorry. Awal-awal pulang ya gitu, kangen banget gue sama mereka.
Albyan Saputra
Albyan Saputra
Btw Lo sama Laras kemana aja tadi? [Beralih pada Arga.]
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Pelosok desa.
Albyan Saputra
Albyan Saputra
Liatin peternakan?
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Hm. Bantuin ngumpulin makanan sapi, sama merah susu sapi juga.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Dia bawa gue buat cobain. Makanya gue kesana tadi, gue juga penasaran.
Albyan Saputra
Albyan Saputra
Owalahh. Terus, Lo ketemu Pak Wisnu, dong?
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Hm, balik dari kebun sama Dean.
Albyan Saputra
Albyan Saputra
Ngga dimarahin Lo disana?
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
[Menggeleng.]
Albyan Saputra
Albyan Saputra
Lah, gue dimarahin terus kalau malem masih disana bjir. [Menyungut.]
Andhika Diaksara
Andhika Diaksara
Mungkin karna Pak Wisnu deket sama Bapak Lo, makanya berani marahin Lo.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Bisa jadi, sedangkan gue? Paling sebulan lagi bakal asing sama desa ini.
Cantika Jelita
Cantika Jelita
“Kirain bakal panjang masalahnya.” [Menghela nafas.]
***
Pada malam yang sama, tanpa disadari dua insan itu mereka menatap dua bintang yang berbeda menengahi bulan purnama yang indah.
Laras mendongak memperhatikan dari jendela kamarnya, sedangkan Arga berada di dekat persawahan dan menatap langit.
Bintang itu berjarak berjauhan. Satu di Utara dan satu di Selatan. Ditengahnya terdapat Bulan yang bersinar begitu terang hingga malam tampak bersinar.
Arga menghela nafas berkali-kali. Ia perhatikan kunang-kunang yang beterbangan di sekitarnya. Dinginnya malam menusuk kulitnya.
Angin malam juga berhembus pelan menurunkan anak rambut Laras. Beterbangan di sekitar wajahnya, namun Laras tak menghiraukan.
Dibawah langit yang sama, bintang yang sama juga bulan yang sama, dua insan itu kalut dalam perasaan yang tak dapat dijelaskan.
Bercerita kepada Tuhan dari dalam kalbu masing-masing.
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!