06

***
Waktu berlalu begitu aja hingga sudah 2 Minggu lamanya para mahasiswa itu KKN di Desa Tamansari.
Selama 2 Minggu itu pula Arga semakin menyadari betapa kuatnya topeng gadis bernama Larasati Fauziah dengan rambut merah dan dress sehari-harinya itu.
Tak jarang terkadang Arga mengikutinya saat sedang senggang. Pertemuan mereka masih sama seperti saat awal, begitu dingin.
Seperti pada sore ini, di depan sebuah danau kecil, mereka duduk di bawah pohon.
Berjarak berjauhan sekitar satu hingga dua meter jauhnya.
Arga duduk bersandar di batang pohon, melempar bebatuan kecil juga lumpur ke dalam danau, menciptakan bunyi cipratan air berkali-kali. Matanya tertuju pada Laras yang duduk dengan tenang di bangku yang terbuat dari bambu.
Hubungannya dengan Laras tidak bisa dikatakan membaik, hanya saja Laras tak keberatan jika mereka berada di satu tempat yang sama. Berbeda dengan seminggu yang lalu.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
“She's peaceful.” [Melempar batu ke danau.]
Plung!
“...”
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Ngga pegel?
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
[Menatap Arga, lalu menggeleng pelan.]
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Lo bisa tahan duduk tegap kayak gitu selama 1 jam?
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
[Mengangguk.]
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Lo ngga bisa bicara?
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Bisa.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
“Padahal oksigen banyak disini, dianya malah irit.” [Kembali melempar batu ke danau.]
Plung!
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
[Mengalihkan pandangan.]
“...”
Arga bingung, ia tak tahu harus berbicara. Salut pada Laras yang biasa saja dalam keadaan ini. Mereka bersama namun seolah tiada siapapun, tanpa berbicara.
Arga memilih bangkit lalu duduk di sebelah Laras, tentu saja setelah mendapat izin dari gadis itu. Mereka tetap duduk agak berjarak. Masing-masing di sudut bangku.
Arga melirik gadis itu dengan sudut matanya, Laras masih saja diam juga tenang menatap danau yang tenang.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Gue denger Lo juga kuliah.
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Umm.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Jurusan apa?
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Bahasa dan sastra.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Kuliah dimana? Kota?
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Um.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Dimana?
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Di Kampus XXX.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
[Menghela nafas melihat tanggapan Laras.]
Arga melirik ke arah lain, melihat sepeda Laras yang terparkir tak jauh dari mereka.
Arga tiba-tiba terpikir sebuah ide yang menurutnya cemerlang, bisa juga membuatnya semakin dekat dengan gadis itu.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Pulang?
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Um. [Bangkit dari bangku.]
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
[2in.]
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Gue mager jalan, gue naik sepeda Lo, ya?
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Saya ngga biasa boncengin orang, apalagi laki-laki.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Gue yang boncengin Lo. Lo duduk di belakang.
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Tapi itu sepeda saya.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Pinjem, ntar gue balikin juga. [Berjalan ke arah sepeda terparkir, menaikkan standard sepeda.]
Laras tak memberi tanggapan apapun meski ia merasa kesal dengan tindakan Arga yang suka seenaknya padanya.
Laras naik ke bagian belakang setelah diberitahu oleh Arga. Ia duduk menyamping dengan kedua tangannya ditekuk ditaruh di pahanya.
Sepeda itu berjalan mengitari jalan desa. Persawahan di sore hari tersuguh indah di hadapan Laras.
Sesekali Arga menoleh ke belakang hanya demi melihat wajah cantik itu tersenyum melihat indahnya cahaya matahari terbenam. Lalu berbalik fokus kedepan.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Di laut lebih indah lagi. Lo pernah kesana?
Laras menggeleng, namun tentu saja Arga tak melihatnya. Arga bertanya lagi.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Pernah?
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Engga.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Gue ajak ke laut, mau?
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Saya ngga kenal kamu.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Kita kenalan mulai sekarang, juga jadi teman.
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Kamu cuma penasaran, kan?
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
“...”
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Setelahnya apa?
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Ya tetap jadi temen.
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
'Teman'?
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Yeah, friend.
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Jadi, kamu mengakui kamu penasaran sama saya? Sama alasan saya menolak kalian disini?
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Gue cuma mau kedatangan kami disambut baik oleh semua orang, termasuk Lo, Ras.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Lo juga keliatan kesepian, mending Lo temenan juga sama temen-temen gue.
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Ngga perlu.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Why?
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Saya udah biasa sama kehidupan seperti ini.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Make it better, Laras. Lo ngerti?
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
But I don't feel like I need that.
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!