02

***
Mobil jep yang mereka gunakan tak begitu membantu selama perjalanan yang panjang ini.
Minggu pagi yang kacau, ban bocor dan sama sekali tak ada ban cadangan. Tak ada bengkel bahkan sekecil peralatan juga tak ada satupun.
Benar-benar sial.
Arga tak berhenti mengumpat pada Fahmi yang begitu ceroboh dengan tingkah lakunya. Tanpa peralatan, tanpa ban cadangan.
Entah apa yang akan mereka lakukan di antah-berantah seperti ini.
Hanya ada jalan beraspal yang lurus, dan hutan di sisi kanan-kiri mereka.
Tanasya Anggraini
Tanasya Anggraini
Caaannn~ [Kembali meraih lengan Cantika.]
Cantika Jelita
Cantika Jelita
Gue risih, Syaaa! [Menarik lengannya kembali.]
Tanasya Anggraini
Tanasya Anggraini
Gue takut..!
Cantika Jelita
Cantika Jelita
Ya makanya jangan ikut, apa juga gue bilang, hm? Ngeyel sih!
Tanasya Anggraini
Tanasya Anggraini
Tapi gue mau deket terus sama Argaa, tapi Arga malah jauhin gue terus..!
Cantika Jelita
Cantika Jelita
Ya sadar diri, keles. Arga ngga suka sama Lo. Jangan goblok jadi cewek!
Tanasya Anggraini
Tanasya Anggraini
Caann! Lo tegaaa! [Bersungut.]
Cantika Jelita
Cantika Jelita
Damn sissy girl! [Roll eyes.]
Fauza Sandria
Fauza Sandria
Holy shit! Ngga ada internet, coy! [Menaikkan hp, berputar ke segelas tempat.]
Cantika Jelita
Cantika Jelita
Hp Lo gimana, Wan?
Fahmi Kurniawan
Fahmi Kurniawan
Lowbat.. Hehe.. [Menyengir canggung.]
Arga frustasi, tak satupun teman-temannya yang bisa diandalkan! Agra nyaris berteriak jika saja tidak melihat mobil pick up yang lewat.
Arga dan Dhika kompak melambaikan tangan ke arah mobil, dan mobil itu berhenti.
Kaca jendela turun, tampak supir yang menatap mereka dengan aneh lalu bertanya;
Supir : Kenapa? Kok diem bae dimari?
Andhika Diaksara
Andhika Diaksara
Mobil kita ban-nya bocor, Pak. Bisa kasih kita tumpangan ke Desa Tamansari, Pak?
Supir : Tamansari?
Andhika Diaksara
Andhika Diaksara
[Menganggukkan kepala.]
Supir : Oh kebetulan saya juga mau pulang kesono. Hayuk naik aja, tapi dibelakang, yaa.
Arga dan teman-temannya hendak bernafas lega. Namun sissy girl paling beban disini malah menambah masalah.
Tanasya Anggraini
Tanasya Anggraini
Ihh, kok pick up, sih? Eww.. Mana bau sapi lagi.. Ngga bisa, ya, kita pesen taksi aja gitu?
Supir itu menautkan keningnya, merasa sedikit tersinggung.
Mobilnya hendak melaju namun kompak Arga dan Cantika nekat berdiri di tengah jalan guna menghalangi.
Cantika Jelita
Cantika Jelita
Dia bukan bagian dari kami, Pak. Bawa kami aja, dia kita tinggal.
Tanasya Anggraini
Tanasya Anggraini
Cantikaa! Kok gitu ngomongnya sihhh??
Fauza Sandria
Fauza Sandria
Argh, gue capek sama si manja ini. Tinggal ajalah. [Menaruh bag didalam bak mobil lalu naik.]
Tanasya Anggraini
Tanasya Anggraini
Ihh iya iya, Tasya ikut! Tapi gimana cara naiknya..?
Fahmi Kurniawan
Fahmi Kurniawan
Ya dipanjat, anjing. [Naik ke bak mobil.]
Tanasya Anggraini
Tanasya Anggraini
Tapi mobilnya ngga bakalan dicuri kalau ditinggal disini?? Kalau diderek sama orang gimana? Dijual?
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Bacot Lo. Naik aja, bangke! [Naik ke bak mobil.]
Tasya terpaksa ikut meski merasa jijik dan mau muntah setelah mencium aroma sapi. Ada juga kotorannya disana.
Tasya berpegangan pada batang besi, menghadap keluar dan bersiap-siap jikalau dia muntah.
Fahmi Kurniawan
Fahmi Kurniawan
Turun, njir! Terbang isi perut Lo nanti kena kita!
Mobil itu melaju dengan sangat cepat, tak menutup kemungkinan ucapan Fahmi menjadi kenyataan.
Tanasya Anggraini
Tanasya Anggraini
Lemes.. [Duduk merosot, bersandar pada Arga.]
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Apaan nih ganjen, tangkep! [Mendorong Tasya ke Dhika.]
Hoekk-!
Andhika Diaksara
Andhika Diaksara
“...” [Menangkap Tasya.]
Tanasya Anggraini
Tanasya Anggraini
Kayaknya gue hamil deh. Hamil anaknya Arga.. [Mengusap perutnya, lalu bersandar di sebelah Cantika.]
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Ngaco! Gue masih suci, begoo!
Tak ada yang peduli dengan kondisi Dhika, hanya Fauza yang memperhatikan namun juga canggung.
Fauza menatapnya. Dhika juga menatap Fauza.
Fauza Sandria
Fauza Sandria
Mau gue elapin..? [Tersenyum canggung.]
Andhika Diaksara
Andhika Diaksara
Ng-ngga.. Biarin aja.. “Aset gue disini..”
Fahmi Kurniawan
Fahmi Kurniawan
Elapin, Ja. Gosok juga ngga papa sampe bersih. [Menyahut dari belakang.]
Andhika Diaksara
Andhika Diaksara
Ngga waras, Lo!
Fahmi tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Dhika. Juga melihat wajah Fauza yang memerah.
Puas meledeki keduanya.
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!