09

***
Laras turun dari sepedanya, pun Arga setelah memarkirkan sepeda di dekat pagar bambu.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Peternakan siapa?
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Bapak.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Bapak Wisnu?
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Bapak kandung saya. [Berjalan terlebih dahulu.]
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
“Berarti Pak Wisnu Bapak tirinya?” [Mengikuti Laras.]
Laras mengambil beberapa helai karung besar dan sebuah sabit kecil. Lantas berjalan meninggalkan kandang dan pergi ke sebuah lapangan besar.
Disudut lapangan terdapat rerumputan yang begitu rimbun. Laras mulai bekerja dengan sabit itu.
Memotong rerumputan baik yang panjangnya selututnya, juga sepanjang betis saja.
Arga tidak menyangka ada gadis sepertinya di zaman sekarang. Begitu pekerja keras dan juga tidak malu melakukannya sama sekali.
Arga mendekati Laras. Pekerjaan gadis itu terhenti saat menatapnya penuh tanya.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Gue bantuin.
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
[Tidak menghiraukan, kembali bekerja.]
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Cuma mau bantuin doang. [Merebut sabit dari tangan Laras.]
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
[Segera menjauhkan tangannya.]
Sabit itu terjatuh di tanah sebelum Arga memegangnya dengan erat. Mereka bertatapan.
Arga sadari Laras mengusap lengannya yang sempat bergesekan dengan tangannya tadi.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Gue ngga ngapa-ngapain. [Terkekeh pelan lalu meraih sabit di tanah.]
Laras bangkit, Arga pun ikut bangkit.
Sorot Laras berubah lebih santai, dia juga tersenyum. Meski sedikit, namun terlihat jelas oleh mata Arga.
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Kita ambil sabit lagi.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Taruhan siapa yang paling banyak? Gue berbakat dalam hal ini asal Lo tau.
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Let's try. [Tersenyum tipis.]
***
Sudah pukul setengah satu, selama itu pula telah terkumpul kurang lebih 5 karung besar rumput. Daerah tepi lapangan menjadi lebih bersih sekarang.
Di hamparan rumput yang luas, Laras dan Arga duduk bersama memandangi bukit di hadapan mereka.
Juga melihat beberapa kambing dan ayam yang dilepaskan oleh pemiliknya guna mencari makan sendiri.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Sapi disana ngga dilepas?
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Yang di peternakan buat dijual. Kalau yang dilepas ada di belakang rumah.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
[Manggut-manggut.]
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Lo punya peternakan disini. Kebetulan kerja Papa gue di kota juga ada kaitannya sama ini.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Kapan-kapan boleh kita ambil sapi di peternakan Lo aja?
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Boleh. Kasih tau aja alamatnya nanti sama aku.
Arga mengangguk sekilas, sadar cara berbicara Laras sudah mulai berubah perlahan padanya. Laras juga jadi lebih santai saat bersamanya.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Lo pernah ke kota?
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Um, beberapa kali.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Ngapain? Kuliah, ya?
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Dulunya, aku udah berhenti.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Kenapa?
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Bapak sama Ibu butuh aku disini. Dean juga harus sekolah.
Arga tidak ingin terburu-buru menanyakan apa yang selama ini menjadi beban pikiran baginya.
Rasa penasarannya akan alasan Laras menolak kedatangan mereka saat itu. Arga akan melakukannya perlahan.
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Kamu pernah memerah susu sapi?
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
[Menggeleng.] Belum.
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Ayo. [Bangkit dari tanah, menatap netra Arga.]
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Kemana? [Menatap balik Laras.]
***
Tak disangka sudah sore. Seperti hari-hari sebelumnya Laras dan Arga pulang bersama dengan sepeda Laras.
Laras duduk di belakang sedangkan Arga menyetir di depan. Hanya saja berbeda, kali tidak dalam diam.
Laras merespon pembicaraan dengan baik saat Arga ingin mengajaknya berbicara.
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Oh, ya? Adek kamu menarik.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Lo harus ketemu sama dia. Dijamin kalian langsung deket.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Kurang lebih sama kayak Dean, usia mereka juga ngga jauh berbeda.
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Kelas berapa?
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Kelas 2. Dean kelas 3, ya?
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Um. [Mengangguk.]
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Setelah KKN beres nanti, Lo mau ikut gue ke kota?
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Ngapain?
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Ketemu orang tua gue.
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Buat?
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
“...” [Terdiam.]
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Silaturahmi aja. Mau ngenalin kalau gue punya temen yang cantik disini. [Tersenyum tipis.]
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Hm, ya udah. Kapan-kapan aku ke kota, aku mampir ke rumah kamu.
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Aku juga pengen ketemu adek kamu.
Argantara Dewangga
Argantara Dewangga
Maybe secepatnya kalian bisa akrab. Percaya sama gue.
Larasati Fauziah
Larasati Fauziah
Iya, iyaa.
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!