Ruangan diterangi cahaya lampu temaram. Udara terasa panas, bukan karena suhu ruangan, melainkan karena intensitas antara dua insan di dalamnya. Nafas mereka memburu, jari-jemari saling menggenggam erat.
Hah… ah… hah…
Frederick Harrison
Panggil namaku, Catrina!
[ Mempercepat Tempo ]
Catrina Grace
F-Frederick… ngh…
[ Mengeliat hebat ]
Frederick meremas paha Catrina, menciumi bibirnya dengan penuh gairah, memimpin permainan dengan dominasi mutlak. Catrina melingkarkan tangannya di leher Frederick, membiarkan tubuhnya tenggelam dalam panasnya sentuhan sang suami
Ah-!!
Ngh- Mmmh
T-tolong lebih cepatth
Frederick Harrison
Hah- aku menyukainya
[ Batinya ]
Catrina Grace
[ Menggigit bibir, tatapan berkabut ]
F-Fred…
Frederick Harrison
[ Menyeringai, mencium sisi leher Catrina dengan dalam, membuatnya mengerang pelan ]
Frederick Harrison
Suara ini, suara yang dalam dengan banyak keinginan untuk hal erotis yang manis seperti ini. Hah- !!
[ Batin ]
Nafas mereka semakin memburu, atmosfer di dalam Ruang kerja itu semakin memanas
...
Setelah melewati saat yang panjang, sore harinya, Frederick menggendong Catrina dari ruang kerjanya menuju ke kamar mandi dan kemudian kembali ke kamarnya.
Kimono handuk tipis membalut tubuh Catrina. sementara Frederick hanya mengenakan lilitan handuk di pinggangnya.
Catrina Grace
Kenapa tiba-tiba menggendongku?
Frederick Harrison
[ Tersenyum kecil, menaruhnya di sofa, lalu berjongkok di depannya]
Karena kau merengek-?
Tuan Putri. bagiku ini adalah kebahagiaan yang tak perlu ditutupi
Catrina Grace
[ Terkejut, langsung menahan tangan Frederick ]
Tunggu, Frederick…
Catrina Grace
Sekarang kau mau apa?!
Frederick Harrison
[ Menatap Catrina ]
Tentu saja merawatmu. Ini tanggung jawabku juga, bukan?
Catrina Grace
[ Mengerutkan kening ]
Ini- memalukan. Aku bisa sendiri.
Frederick Harrison
[ Menatap penuh arti ]
Kau tidak percaya suami mu?
Catrina Grace
..
Catrina terdiam beberapa detik, pikirannya bercampur aduk, akhirnya dia melepaskan genggamannya perlahan.
Catrina Grace
[ Gugup ]
T-tapi jangan melihatnya terlalu dekat.
Frederick Harrison
[ Menyeringai, tanpa ragu membuka kimono Catrina, menatapnya dalam diam, lalu tersenyum puas ]
Frederick Harrison
Indah… ini lebih lembut jika dilihat dari dekat.
[ Seringai ]
Catrina Grace
[ Menggigit bibir, malu luar biasa, tak bisa berkata-kata ]
…
Frederick Harrison
[ Mengernyit ]
Ha- sepertinya permainanku terlalu kasar, maaf
Frederick Harrison
Aku benar-benar membuat Tuan putri ini kesakitan. Dia tidak seharusnya terluka.
[ Batinya menatap dalam Miss V Catrina ]
Catrina Grace
[ Melirik Frederick ]
Frederick-?
Frederick Harrison
[ Mengusap perlahan ]
Maafkan telah membuatmu merasakan rasa perih ini, kau boleh beristirahat selama satu hari. Aku akan menahanya
Frederick Harrison
[ Tersenyum ]
Baiklah, aku akan mengobatinnya.
Catrina semakin gugup, menunduk, sementara Frederick mulai mengoleskan salep dengan lembut
Catrina Grace
[ Mendongak, merasa geli dan sedikit perih ]
Frederick Harrison
[ Mengoleskan salep dengan lembut ]
Catrina Grace
Mmh-!
Frederick Harrison
[ Terpaku ]
*Seringai
Catrina Grace
[ Segera menutup bibirnya ]
Frederick Harrison
[ Berdiri & menatap Catrina dengan intens ]
Kau sangat menyukainya, Putri?
Frederick berdiri dan segera menduduk, Frederick segera mengunci pergerakan Catrina dan langsung melumat bibirnya
Cup
Catrina Grace
Mmmh-
[ Terkejut ]
Frederick Harrison
[ Menahan Tengkuk Catrina Dan Melumatnya Semakin Dalam ]
Slurp-
Lick
Frederick Harrison
[ Melepaskan Lumatanya ]
Hah-ha
Frederick Harrison
[ Mendekatkan bibirnya ke telinga Catrina, berbisik dengan suara rendah dan menggoda ]
Frederick Harrison
Kau baru saja mendesah Putri, dan itu… sangat manis.
Catrina Grace
Tamatlah aku-
[ Batinya was was ]
Frederick Harrison
[ Melirik Catrina ]
Frederick Harrison
Boleh aku memanjakanya sekali, Hm?
Catrina Grace
Apa? T-tunggu-
Srep- jleb
...
Beberapa saat kemudian
Frederick membawa Catrina ke walk-in closet untuk berpakaian. Di sepanjang perjalanan, suaranya terdengar serius.
Frederick Harrison
Catrina Sebentar lagi masa cutiku akan berakhir… dan satu hal yang kupikirkan adalah
Frederick Harrison
Pesta anniversary kita.
Catrina Grace
[ Menatap Frederick ]
Pesta?
Frederick Harrison
[ Angguk ]
Frederick Harrison
Aku mulai memikirkan banyak hal tentang mu, dan itu sangat mengangu ku.
[ Batinya menatap Catrina ]
Catrina Grace
[ Tersenyum kecil ]
Ada apa? kenapa tiba-tiba kau memikirkan Pesta?
Frederick Harrison
[ Menghembuskan napas ]
Aku ingin mengeklaim mu,
Catrina Grace
Klaim?
Frederick Harrison
Aku juga mulai ingin melindungimu, Catrina Dari segala hal…
[ Batinya ]
Catrina Grace
[ Berpikir ]
Frederick Harrison
Aku tak ingin seseorang mengambil sesuatu yang telah menjadi milik ku, jadi mulai sekarang jauhilah siapapun yang dapat membuatku merasa jengkel padanya.
Frederick Harrison
Kau Paham-?
[ Menarik Catrina dalam pelukan ]
Catrina Grace
[ Terdiam, merasakan dada Frederick yang hangat, lalu menghela napas pelan ]
-Dasar menyebalkan.
Frederick Harrison
Kau milikku, dan aku milikmu. Itu sudah cukup,
[ Tegasnya ]
Catrina hanya tersenyum, mengeratkan pelukannya di pinggang Frederick. Baginya sikap Frederick yang seperti ini sangalaht manis.
...
Author
Jangan lupa tinggalkan komentar, ya! Author kangen baca reaksi kalian. Cerita ini makin seru berkat dukungan kalian!
Bguslah klau udah baikan semoga ga musuhan lgi and suka bnget klau part sweet kaya gini ditambah adegan hot gue lebih suka😄 ngarep konfliknya kedpan udah ga ada ,btw thor lama bnget up nya lumutan gue tungguin 🥴
Comments
Wiwlea
Bguslah klau udah baikan semoga ga musuhan lgi and suka bnget klau part sweet kaya gini ditambah adegan hot gue lebih suka😄 ngarep konfliknya kedpan udah ga ada ,btw thor lama bnget up nya lumutan gue tungguin 🥴
2025-03-13
1
Me
ayo lanjut Thor semangat terus
2025-03-13
1
Niaja
1 hari 😭😭
2025-03-24
3