18. Pangeran Bayangan dan Hasrat ¹⁸⁺
"Pangeran Bayangan dan Hasrat"
Gideon menyandarkan tubuhnya ke kursi, memandangi Vincent yang masih menatap kepergian Catrina dengan ekspresi yang sulit ditebak. Ia akhirnya membuka suara, memecah keheningan.
Gideon Maximilian
Vincent Aku rasa tak salah jika seseorang sepertimu disebut pangeran
[ Menatap Vincent ]
Gideon Maximilian
Kau tenang, tampan, berkels.
Gideon Maximilian
Sepertinya ketampananmu benar-benar menurun dari Madam Victoria
Vincent Cassius
[ Menoleh sekilas ]
Benarkah?
Vincent Cassius
[ Diam sejenak, lalu melanjutkan ]
Madam Victoria memang membawa banyak hal baik dalam hidupku.
Vincent Cassius
Tapi, wajah ini juga mencetak beberapa milik ayah ku-
Gideon Maximilian
[ Terkekeh, mengangkat sebelah alis ]
Ah.. Ayah misterius itu, ya?
*Batinya
Vincent Cassius
[ Tersenyum kecil ]
Tapi, terima kasih atas pujiannya. Anda sendiri…
Vincent Cassius
Aku sering mendengar orang-orang menyebut anda ‘bayangan’ karena kesetiaan anda dengan Tuan Frederick, apakah saya salah?
Gideon Maximilian
[ Seringai ]
Ah sebutan itu
Vincent Cassius
Benar, saya penasaran, sebenarnya seberapa kelam hidup anda, Tuan Gideon?
[ Menatap sedikit tajam ]
Gideon Maximilian
[ Tertawa kecil, namun nadanya tajam ]
Aku tidak suka ketika privasiku disentuh, Tuan Vincent.
Vincent Cassius
[ Tertawa pelan ]
Baiklah saya paham, ini hanya bercanda Tuan Gideon.
Vincent Cassius
[ Menatap menatap jendela besar, lalu bergumam ]
Ngomong-ngomong tuan Gideon. Jika memang saya seorang pangeran…
Vincent Cassius
Maka seharusnya saya memiliki seorang putri, bukan?
Gideon Maximilian
[ Mengangkat bahunya ]
Oh, benar sekali. Kudengar kau sudah memilikinya
Vincent Cassius
[ Mengeleng pelan ]
Tidak- Saya memang sudah menemukannya. Tapi belum memilikinya.
Gideon Maximilian
[ Terkekeh, mengambil camilan dan mengunyahnya santai ]
Menarik. Jadi, ada wanita di luar sana yang cukup berani untuk tidak langsung jatuh ke pelukanmu?
Vincent Cassius
[ Menyandarkan punggungnya, matanya memancarkan kilatan tajam ]
Hmm… Bisa dibilang begitu.
Gideon Maximilian
[ Melirik sekilas ke arah Vincent, lalu berubah topik ]
Ah ya maaf, Tuan Vincent. Tuan Frederick hari ini sedang tidak baik-baik saja
Vincent Cassius
[ Menatap menutup matanya sesaat, lalu mengangguk pelan ]
Saya paham. Ini perlakuan yang sudah biasa bagi saya
Vincent Cassius
[ Tatapannya mengarah lagi ke jendela, ekspresinya berubah lebih dalam ]
Meski jujur, saya tidak menyangka bahwa anda akan meminta Catrina pergi begitu saja…
Gideon Maximilian
[ Terpaku & Menatap Vincent ]
Vincent Cassius
Saya telah menjadwalkan pertemuan ini jauh-jauh hari, Namun-
[ Menatap Gideon ]
Gideon Maximilian
[ Mengangkat tangan ]
Haha, Bukan aku yang meminta, itu permintaan Frederick.
Vincent Gideon sejenak, lalu berdiri, merapikan jasnya dengan tatapan tajam namun tenang
Vincent Cassius
Kalau begitu, izinkan saya menemui sepupu saya dan-
Vincent Cassius
Sahabat saya, Nona Catrina.
[ Tersenyum tipis, lalu beranjak pergi ]
Gideon Maximilian
[ Menghela napas, ingin mengatakan sesuatu, tapi melihat ekspresi Vincent yang sudah mantap, ia hanya bisa tertawa kecil ]
Gideon Maximilian
Kau benar-benar tidak suka menunggu, ya?
Vincent Cassius
[ Berhenti sejenak, melirik ke belakang dengan senyum khasnya ]
Saya bukan tipe yang menunggu sesuatu yang bisa saya ambil.
Gideon Maximilian
[ Terkekeh ]
Huh- Frederick aku sudah tak bisa menahanya, selanjutnya terserah padamu.
Gideon Maximilian
[ Bergumam ]
Di dalam ruang kerja yang sunyi, napas Catrina sedikit tersengal. Punggungnya menyentuh meja, sementara Frederick menunduk di atasnya, menciumi paha halusnya dengan cumbuannya yang dalam
Catrina Grace
Aaah- Frederick, berhenti sebentar kumohon ahh
[ Megeliat nikmat ]
Frederick Harrison
[ Tidak mengubris ]
*Tetap mencium dan menjilat paha dan lutut Catrina
Frederick Harrison
Cup Cup- hah,
[ Melepaskan Hels Catrina ]
Catrina Grace
Frederick-h
[ Berusaha menatap Frederick ]
Frederick Harrison
[ Menatap Catrina ]
Sebentar Putri-
Frederick Harrison
[ Kembali mengecup paha Catrina, kali ini semakin dalam ]
Frederick Harrison
[ Berbisik dalam hati, menatap penuh obsesi ]
Aku tidak akan membiarkanmu melihat pria lain-
Frederick Harrison
Karena kaulah yang membuat ku berubah menjadi seperti ini! Menjadi seseorang yang haus hasrat dan obsesi pada tubuhmu-!!
Frederick Harrison
Tidak akan kubiaarkan kau meningalkan ku se-sebentar apapun untuk berpaling pada orang lain, Catrina!!
[ Membuka Dress Catrina ]
Catrina Grace
[ Mengigit bibirnya ]
Hah- Hah ah
Catrina Grace
Saat ini tubuhku begitu sensitif- Sentuhan seperti ini saja rasanya sudah mau meledak!!
[ Batinya mendongak ]
Suara langkah di luar pintu membuatnya tersadar. Vincent sudah di depan ruangannya.
Bukannya panik, Frederick malah mendengus tajam. Seperti ia tahu sesuatu namun Ia tidak peduli. Fredrick seperti membiarkan seseorang itu datang.
Namun saat suara gagang pintu berputar, Frederick segera melangkah cepat ke depan, membuka pintu sebelum seseorang itu sempat masuk.
Frederick Harrison
Vincent.
[ Tatapannya dengan gagah, ekspresinya tegas ]
Vincent Cassius
[ Tersenyum elegan, nada suaranya ceria namun tetap tajam ]
Frederick, senang bertemu denganmu. Kupikir kita bisa—
Frederick Harrison
[ Langsung memotong, suaranya dingin ]
Catrina lelah. Pulang saja.
Vincent melirik ke dalam ruangan, berusaha melihat sesuatu, namun Frederick segera menghadang dengan tubuhnya.
Frederick Harrison
[ Menatap menatapnya tajam, suaranya rendah ]
Ruangan ini privasi.
Vincent Cassius
[ Menatap Frederick ]
Aku mengerti, namun aku perlu berkaitan dengan Nona Catrina-
Frederick Harrison
Dia ter tidur.
Vincent Cassius
Benarkah-? Baiklah, kalau begitu, sampai jumpa.
Frederick hanya diam, memastikan Vincent benar-benar pergi sebelum akhirnya menutup pintu dengan keras.
Frederick Harrison
[ Membatin, mendesis pelan ]
Aku benci ganguan
Sementara itu, di luar, Vincent berjalan menjauh dengan langkah santai. Namun dalam hatinya, pikirannya berkecamuk.
Vincent Cassius
[ Membatin, menahan gejolak di dadanya ]
Ayolah, Vincent… Tahan. Jika Frederick benar-benar akan melukai Catrina, aku harus bertindak cepat.
Sesaat setelah pintu tertutup, Frederick kembali ke dalam ruangan. Catrina masih terduduk di atas meja dengan posisi yang elegan namun eroti, napasnya masih belum stabil.
Frederick Harrison
[ Terkekeh, mendekati Catrina, lalu mengangkatnya ke dalam gendongannya]
Jangan duduk di sini. Posisi ini bisa jadi sumber gairahku, hm?
*Seringai
Catrina Grace
[ Menggeleng pelan, mengerutkan kening ]
Frederick- aku.
Catrina Grace
[ Batin ]
Uh- sudahlah aku memang sudah tidak punya malu.
Tangannya terangkat, langsung mencium setiap bagian wajah Frederick—ciuman-ciuman kecil yang menggodanya
Catrina Grace
[ Menatap Frederick sayu ]
Frederick Harrison
[ Terdiam sejenak, lalu menyeringai tajam ]
Hah-?
Frederick Harrison
Ini mengemaskan. Sepertinya pindah ke kamar bukan prioritas lagi hm?
Tanpa menunggu lama, ia menurunkan Catrina ke sofa kantor, tubuhnya segera menindihnya, kembali menuntut dan mencumbu tanpa ampun.
Author
Maaf banget karena Author nggak sempat update selama 4 hari ini, lagi sibuk banget! Tapi terima kasih banyak karena kalian tetap setia menunggu dan membaca karya Author.
Author
Jujur, lihat ratusan notifikasi like & komen dari kalian bikin Author super semangat lagi! Stay tuned ya, update bakal segera datang!
Author
Oke kalau gitu seperti biasaa-
Author
Terima kasih banyak untuk semua pembaca setia! Selamat untuk Queen16 yang berhasil menjadi Pembaca Teraktif Minggu Ini, dan kim An sebagai Pembaca dengan Bacaan Terbanyak Minggu Ini! Kalian luar biasa!
Author
Dan spesial untuk Queen16, selamat karena berhasil masuk nominasi sebanyak 2 kali! Terima kasih atas dukungan dan antusiasmenya. Kalian semua bikin Author makin semangat buat update!
Author
Komentar yang banyak dongggg, Author tunggu..
Comments
erly
lagi thor
2025-03-06
1
azaa
kapan up Nye thorrrrr
2025-03-04
1
Queen16🌷🐜
semangat Thor😁
2025-03-04
1