Cahaya matahari pagi yang masuk dari jendela. Frederick sudah bangun lebih dulu, duduk di sofa dengan tatapan tajam ke arah Catrina yang masih terlelap di tempat tidur.
Frederick Harrison
[ Seringai menatap Catrina ]
Tuan putri ini sunguh sangat bersinar.
Frederick Harrison
Tumbuhnya terlalu indah, bahkan setelah semalam aku memilikinya, aku masih menginginkannya lagi.
Ia terkekeh pelan, berdiri, lalu berjalan mendekati ranjang.
Frederick Harrison
Aku tak tahu sejak kapan aku mencintai setiap hal tentang dirimu, Putri keras kepala.
Frederick Harrison
[ Tersenyum ]
Tapi ini benar-benar menjeratku. Bahkan saat tertidur pun, dia tetap menggoda.
Jari-jarinya menyusuri garis bahu Catrina, membelainya lembut. Bibirnya kemudian mengecup pipi gadis itu, lalu turun ke hidung, dan akhirnya menyentuh bibirnya yang sedikit terbuka.
Catrina Grace
Mnnn-
[ Terusik ]
Catrina mengerang pelan, kelopak matanya mulai terbuka. Ia menatap Frederick yang masih menempelkan bibirnya di pipinya.
Frederick Harrison
Pagi Tuan putri, tidur mu nyenyak?
[ Tersenyum ]
Catrina Grace
[ Tersenyum kecil, tubuhnya sedikit bergerak, lalu membatin ]
Alih-alih merasa bersalah, Frederick malah terkekeh gemas. Jemarinya dengan santai menelusuri garis bahu Catrina.
Frederick Harrison
Ini membuat ku gila.
[ Batinya ]
Dengan satu gerakan cepat, ia menindih tubuh Catrina, menatapnya dengan tatapan penuh hasrat.
Frederick Harrison
Maaf-?
Catrina Grace
[ Mengerutkan Dahinya ]
Frederick Harrison
Dengar tuan putri, ini masih pukul 8 pagi..
Catrina Grace
[ Mengernyit curiga ]
Frederick Harrison
Menurutmu, bagaimana pendapatmu tentang Morning Sex, Hm?
Catrina Grace
Hu-h?
[ Terpaku ]
Catrina mengerutkan kening, hendak memprotes, tapi bibirnya sudah lebih dulu ditangkap oleh Frederick.
Mmmh-
Ia tak sempat berpikir lebih jauh, hanya bisa merasakan bagaimana pria itu memperdalam ciumannya.
Catrina Grace
Frederick, kau sedikit lebih liar sekarang..
[ Batinya ]
Catrina Grace
Aku sunguh tak keberatan, tapi aku memikirkan sesuatu..
Catrina menatap pria yang kini berada di atasnya. Dulu, ia sangat membenci Frederick. Pria itu dingin, arogan, dan tidak peduli. Bahkan ia membawa Catrina ke mansion itu dengan seenaknya.
♡€
Catrina Grace
Aku dulu benar-benar tak ingin melihatmu, Frederick. Karena kau adalah pria yang hanya peduli pada egomu sendiri.
[ Batin ]
Ia teringat malam itu—malam saat Frederick baru pulang kerja. Pria itu masuk ke kamarnya tanpa izin, mendekapnya dengan dominan.
Drep drep srep
Frederick Harrison
Catrina, kau menjual tanah yang kuberikan untuk pernikahan kita. Kenapa?
[ Menatap tajam ]
Catrina terdiam, tak bisa menjawab. Ia menjual tanah itu untuk membantu keluarganya, untuk ayahnya. Tapi saat itu, alasan yang keluar di kepalanya justru berbeda.
Catrina Grace
Saat itu, aku hanya bisa fokus pada sentuhan Frederick.
Catrina Grace
Jemari kasarnya yang penuh luka menyentuh kulitku… Dan aku tak bisa mengabaikannya.
[ Batin ]
Meskipun saat itu ia membenci Frederick, ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri. Setelah Frederick pergi dengan kemarahan dan membeli kembali tanah itu untuknya, Catrina sadar bahwa perasaannya mulai berubah.
Catrina Grace
Aku mungkin wanita yang nakal... karena aku tidak peduli dengan kemarahannya.
Catrina Grace
Aku hanya ingin sentuhan lagi. Tapi aku membenci kenyataan bahwa dia yang melakukannya.
[ Batin ]
♡€
Catrina menatap pria di atasnya, menyadari betapa perasaannya telah berubah. Ia bukan lagi gadis yang membenci Frederick... sekarang, ia tidak bisa menolak pesonanya.
Plok Plok plok
Hah- ah
Frederick- ngh
Frederick Harrison
Ha-h.
Frederick Harrison
Lelah, putri?
[ Membelai pipi Catrina ]
Catrina hanya mengatur napasnya, tak menjawab. Tapi Frederick melihat wajahnya yang sedikit pucat.
Frederick Harrison
Hm? Kita hentikan dulu-
[ Terpotong ]
Sebelum ia bisa menyelesaikan kalimatnya, Catrina tiba-tiba membalikkan tubuh Frederick, menindihnya dengan napas tersengal
Catrina Grace
Aku pimpin, ya?
Frederick Harrison
[ Tersentak ]
Frederick Harrison
[ Terkekeh pelan ]
Hah.. Tuan putri, Stamina mu boleh juga.
Catrina tak menanggapi, hanya fokus dengan gerakannya.
Catrina Grace
[ Menepatkan posisi milik Frederick kedalaman dirinya ]
Catrina Grace
Ngh- ah
[ Mendongakan kepalanya ]
Frederick Harrison
Ah- hah
Catrina Grace
[ Mulai mengerakanya perlahan, naik dan turun dengan gerakan memutar perlahan untuk memberi kesan nikmat ]
Frederick Harrison
[ Seringai ]
Tuan putri, kau pandai dalam melakukanya-hah
Catrina Grace
Ah ahh hah
Plok plok plik
Ahnngh-
Mereka terus saling mendominasi, tanpa tahu siapa yang sebenarnya lebih kuat. Tanpa tahu siapa yang akan menyerah lebih dulu. Tapi satu hal yang pasti…
Comments
Wiwlea
Duh duh gue suka nih klau hot gini banyakin thor part hotnya ,sweet 😆
2025-02-15
2
Mictes.O
lanjuttt banyak² thorrr hhhe,smngttt yaaaaaa!!!
2025-02-16
1
•🎀^ °∞° ^🎀•
LANJUT KAAAA
2025-02-18
1