11. Tak akan berubah
Catrina duduk di ujung tempat tidur, jemarinya meremas kain piyama yang ia kenakan. Hatinya campur aduk, bahagia sekaligus sedih setelah melihat kondisi ayahnya di rumah sakit. Namun, yang lebih dari segalanya—dia menunggu seseorang. Seseorang yang telah mengubah hidupnya hari ini.
Tiba-tiba, pintu terbuka.
Frederick Harrison
[ Melangkah masuk ]
Catrina menoleh cepat, lalu tanpa berpikir, ia berlari ke arah Frederick dan memeluknya erat.
Catrina Grace
Fredrick aku… aku sangat berterima kasih
[ Arimata menetes ]
Frederick terdiam sejenak, merasakan tubuh mungil Catrina yang bergetar dalam pelukannya. Ia mengangkat satu tangan dan mengusap punggungnya perlahan.
Frederick Harrison
[ Tersenyum ]
Aku tidak menyangka dia bisa sebahagia ini. Seakan aku baru saja memberinya sebuah dunia.
*Batin
Frederick Harrison
[ Tersenyum ]
Tuan putri, aku tak menyangka kau menungguku hanya untuk mengatakan terima kasih.
Catrina Grace
[ Semakin mengeratkan pelukanya ]
Hiks- kau benar..
Sebelum Catrina bisa berkata lagi, Frederick tiba-tiba mengangkat tubuhnya dan mengendongnya.
Catrina Grace
[ Kaget ]
Ap-apa yang kau lakukan?!
Frederick Harrison
[ Mendudukkannya di sofa ]
Membuatmu lebih nyaman.
Frederick Harrison
[ Berjongkok di hadapannya, menatapnya dalam-dalam ]
Catrina, sekarang semuanya akan baik-baik saja.
Catrina Grace
[ Menatap Frederick dengan penuh rasa ingin tahu, lalu menggigit bibirnya ]
Tapi Frederick..
Frederick Harrison
Hm?
[ Deep voice ]
Catrina Grace
Apa yang kau katakan pada Diana…
Catrina Grace
Sehingga dia bersedia memberikan alamat rumah sakit ayahku?
[ Ragu ]
Frederick Harrison
[ Terdiam sejenak, Tersenyum ]
*Berbisik
Frederick Harrison
Kau ingin tahu, Putri?
Diana duduk di belakang meja kerjanya yang megah, memainkan pena di tangannya dengan tatapan penuh perhitungan. Frederick berdiri di hadapannya, kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana dengan ekspresi dingin dan penuh dominasi.
Diana Victoria (Nenek)
Sungguh mengejutkan kau datang menemuiku, Frederick. Bagaimana pesta kemarin?
Diana Victoria (Nenek)
Kau dan Catrina terlihat begitu… dekat.
[ Basa-basi ]
Frederick Harrison
[ Seringai ]
Aku tidak datang kemari hanya untuk basi-basi Nyonya.
Frederick menarik sebuah map dari jasnya dan meletakkannya di meja dengan sedikit hentakan.
Frederick Harrison
Aku tahu semuanya,
[ Penuh penekanan ]
Frederick Harrison
Aku tahu percakapan yang kau lakukan dengan Catrina di telepon malam itu.
Frederick Harrison
Aku tahu kau memanipulasinya
[ Tatapan membunuh ]
Diana Victoria (Nenek)
[ Tersenyum ]
Kau mengada-ada, Frederick.
Frederick Harrison
[ Mendengus ]
Aku tidak punya waktu untuk bermain kata-kata, Nyonya.
Frederick Harrison
[ Membuka map itu, memperlihatkan beberapa dokumen legal ]
Frederick Harrison
Ini kesepakatannya. Aku akan memberimu satu anak perusahaanku dengan potensi berkembang tinggi.
Frederick Harrison
Dan 50 miliar.
[ Seringai ]
Diana Victoria (Nenek)
[ Mencelos ]
F-lima puluh miliar?!
Diana membiarkan dirinya tersenyum kecil, mulai tergoda.
Diana Victoria (Nenek)
Kau memang murah hati… Tapi, bagaimana dengan Catrina?
Frederick Harrison
[ Menatap tajam ]
Catrina adalah istriku. Dia bukan alat untuk permainanmu lagi.
Diana Victoria (Nenek)
[ Menatap Frederick lalu tertawa kecil ]
Kau terdengar seperti pria yang jatuh cinta, Frederick.
Frederick Harrison
[ Terkekeh lalu tertawa singkat ]
Lucu sekali.
Frederick mengeluarkan pena dan meletakkannya di atas meja dengan kasar.
Frederick Harrison
Sebagai ganti dari kesepakatan ini…
Frederick Harrison
Kau tuliskan alamat rumah sakit ayah Catrina di sana. Sekarang.
[ Tegas ]
Diana terdiam. Ada ketakutan dalam matanya, tetapi ia juga tidak bisa menolak kesepakatan sebesar ini. Perlahan, ia meraih pena dan mulai menuliskan alamat tersebut di kertas dalam map.
Setelah selesai, ia menandatangani dokumen perpindahan aset.
Frederick mengambil map itu, menatap tanda tangan Diana dengan ekspresi puas. Ia lalu berbisik di dekat telinga Diana dengan nada rendah namun mengintimidasi.
Frederick Harrison
Ini bukan negosiasi nyonya, kau hanya menerima konsekuensinya.
Diana menegang. Senyumnya yang tadinya penuh kemenangan perlahan memudar, digantikan dengan ekspresi tegang. Meski ia telah mendapatkan yang diinginkannya, ada sesuatu dalam sorot mata Frederick yang membuatnya merasa terpojok.
Diana Victoria (Nenek)
[ Terbatuk kecil, mencoba mengendalikan diri ]
Kau benar-benar miliarder yang angkuh, Frederick.
Frederick Harrison
Kau juga hanya seorang wanita yang haus kekayaan, meskipun sudah memiliki segalanya.
[ Seringai ]
Diana Victoria (Nenek)
[ Mengertakkan giginya, tetapi ia tidak bisa membantah ]
Frederick Harrison
Seberapa besar pengaruh mu dalam dunia, aku akan tetap lebih unggul. Diana.
Tatapan Frederick begitu tajam hingga Diana merasakan hawa dingin menjalari tubuhnya. Ia tahu, sebesar apapun kekuasaannya, Frederick bukan pria yang bisa ia kendalikan.
Frederick lalu melangkah pergi, meninggalkan ruangan dengan aura dominan.
Catrina menatap Frederick, mencoba mencari jawaban dalam sorot matanya.
Catrina Grace
[ Pelan ]
Kau melakukan apa dengan Diana??
Frederick Harrison
[ Tersenyum ]
Itu tidak penting lagi sekarang.
Catrina Grace
[ Terkekeh ]
Kenapa-?
Catrina Grace
Atau karena-
Catrina Grace
[ Meremas jemarinya ]
Aku… Aku jadi beban untukmu sekarang…
Frederick Harrison
[ Menatap tajam Catrina ]
Omong kosong.
Catrina Grace
[ Menelan ludah, sedikit terkejut dengan reaksi Frederick ]
Frederick Harrison
Aku seorang suami. Sudah menjadi tugasku memastikan kau aman.
Catrina Grace
[ Terdiam dan menatap mata Frederick ]
Frederick Harrison
[ Seringai kecil ]
Lagipula Tuan putri, aku tak keberatan jika kau akan menarget kekayaan ku lagi.
Catrina Grace
[ Membelalakan mata ]
Aku tidak akan berpikiran seperti itu lagi, Frederick-!
*Mengerucutkan bibir
Frederick Harrison
Aku tak masalah Putri, namun aku juga tidak memberikannya secara gratis.
[ Tersenyum kemenangan ]
Catrina Grace
[ Berbisik ]
Apa mangsud mu?
Frederick Harrison
Sebagai gantinya, nikmati lah hidupmu. Terlepas dari seberapa besar kebencianmu padaku, aku tidak peduli.
[ Serius ]
Frederick Harrison
[ Mematap balkon ]
Catrina, aku tahu perubahan sikapmu hanya karena permainan Diana yang memaksamu.
Catrina menggigit bibirnya, merasa jantungnya berdetak lebih cepat. Ia ingin menyangkal, tapi ia tahu Frederick benar.
Frederick Harrison
Dan satu hal lagi, Tuan putri..
[ Menatap Catrina tajam ]
Frederick Harrison
Aku tidak akan menuntut hakku sebagai suami jika kau tidak memancingku lebih dulu.
Catrina Grace
A-aku..
[ Gugup ]
Frederick Harrison
[ Terkekeh gemas ]
Catrina Grace
[ Pelan ]
Kalau begitu… Jika hal itu terjadi, aku akan bertanggung jawab.
Frederick sedikit terkejut mendengar jawabannya. Tapi sebelum ia bisa bereaksi, Catrina tiba-tiba tersenyum lembut dan memeluknya lagi.
Catrina Grace
Aku tak akan berubah Frederick, aku akan membuat mu menikmati momen² kita. Aku tak akan melukai mu-!
*Batin
Frederick terdiam sejenak sebelum akhirnya membalas pelukannya, menutup mata dengan sedikit seringai di wajahnya.
Larissa Grace Carter, mayoret marching band yang ceria dan selalu menjadi pusat perhatian, tak pernah menyangka hidupnya akan bersinggungan dengan Alstair Montgomery—atlet renang berbakat, dingin, dan penuh teka-teki. Ketika perbedaan dunia mereka mulai bercampur, keduanya terseret dalam kisah penuh gairah, kompetisi, dan kejujuran hati.
Di tengah hiruk-pikuk sekolah elit dan pesta yang megah, mampukah Larissa keluar dari bayang-bayang Alstair atau justru tenggelam lebih dalam?
Comments
Wiwlea
Dri judulnya gue kira ad adegan lain🌚trnyata blum jg🙂
2025-02-07
1
Putri Putri
up nya kapan thorr
2025-02-09
1
Mictes.O
smngtttt trsss yaaa
2025-02-09
1