Kesayangan Dewa Koi

Long Mujue baru saja menghabiskan air di cangkirnya dan menjawab pertanyaan Mu Lingyao dengan tenang.

"Lima sumber mata air di antaranya ada air laut, air hujan, air embun, air pegunungan dan air sungai."

"Air laut ... Pantas saja rasanya asin," gumamnya.

Tapi bagaimana dengan air embun?

Apakah mereka mengumpulkan air embun setiap pagi buta?

Air pegunungan biasanya didapat dari dalam gua yang masih asri. Itulah kenapa rasanya sangat segar.

Setelah meminum secangkir air dari lima sumber mata air, ritual selanjutnya dilakukan.

Kakek Kura-kura yang belum diketahui namanya oleh Mu Lingyao, kini memegang semangkuk air bertabur bunga.

Lalu keduanya diminta untuk bersimpuh di depan patung besar menyerupai Dewa Koi. Katanya itu adalah Dewa Koi. Tapi Mu Lingyao tidak tahu dan tidak pernah melihat wujudnya, jadi hanya bisa berprasangka.

Apakah Dewa Koi sejelek itu?

Kenapa mereka tidak membuat patungnya lebih tampan dan gagah?

Di saat Mu Lingyao memikirkan hal ini, Kakek Kura-kura tiba-tiba saja memercikkan air berisi kelopak bunga itu ke wajahnya. Bahkan Long Mujue tak terkecuali.

"Kenapa rasanya aku sedang diobati oleh dukun," gumamnya sangat pelan.

Xiao Fu yang ada di Ruang Koi kini memutar bola mata. Bukankah sebelumnya dia sudah diberi tahu seperti apa saja ritualnya?

Kenapa kini bertanya lagi?

"Kalian berdua, ayo bersujud pada Dewa Koi sebagai penghormatan dan mintalah restunya," kata Kakek Kura-kura.

"Bersujud?" Mu Lingyao terkejut.

Tapi pelayan dan Long Mujue tidak menyebutkan ini. Mereka hanya berkata harus menghormati Dewa Koi saat ritual pernikahan. Tidak ada embel-embel harus bersujud segala.

Kakek Kura-kura menatapnya dengan penuh pengertian. Wanita bodoh ini pasti kurang mengerti.

"Tentu saja. Ini hanya bersujud untuk meminta berkah pernikahan yang awet dan ditakdirkan. Jangan khawatir, ini bukan sesuatu yang melanggar aturan keyakinan siapa pun," jelasnya.

"...."

Mu Lingyao melihat patung Dewa Koi yang merupakan pria berambut panjang berbadan setengah ikan.

Rasanya seperti dia pergi ke kuil untuk menyembah dewa dan Dewi.

"Apakah ... Kita harus menyalakan tiga batang dupa juga?" tanyanya.

"Dupa? Apa itu?" Kakek Kura-kura mengernyit. "Jangan aneh-aneh, ayo cepat bersujud saja."

Manusia dari zaman maju ini mungkin memiliki ritual pernikahan yang berbeda dengan mereka. Atau mungkin sesuatu yang lain, ia tidak tahu.

Tidak heran Mu Lingyao agak terheran-heran dengan ritual pernikahan ras duyung.

"Yaoyao ..." Long Mujue khawatir wanita itu merasa tidak nyaman.

"Oh ... Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Ayo bersujud sekarang," kata Mu Lingyao buru-buru.

Rupanya aula ini merupakan penyembahan untuk Dewa Koi. Dia pikir patung besar yang berdiri kokoh di tengah ruangan hanyalah hiasan.

Di sekitar patung itu ada beberapa obor yang menyala sebagai penerangan sekitar.

Setelah berdiri di depan patung Dewa Koi, keduanya mulai berlutut dan siap untuk bersujud.

Long Mujue dengan mudah bersujud dengan penuh khidmat. Tetapi berbeda dengan Mu Lingyao. Ketika ia hendak bersujud, tubuhnya mendadak kaku seperti batu.

Rasanya seperti ada sesuatu yang menahan dirinya untuk tidak bersujud. Bahkan setelah berulang kali mencoba, Mu Lingyao gagal melakukannya.

Apa yang terjadi?

Mungkinkah aku tidak diterima Dewa Koi dan pernikahan ini batal?

Mu Lingyao panik dalam hatinya.

"Ada apa? Kenapa kamu tidak bersujud?" Kakek Kura-kura

"A-aku ... Badanku kaku. Aku tidak bisa menekuk tubuhku," jawabnya jujur.

"Apa? Bagaimana mungkin?" Kakek Kura-kura kebingungan.

Ritual pernikahan ini tidak akan berhasil jika tidak bersujud kepada Dewa Koi.

Long Mujue akhirnya membantu Mu Lingyao untuk bersujud. Tetapi baru saja membungkuk sedikit, embusan angin yang cukup kencang menerpa tempat itu.

Semua obor di sana bergoyang tertiup angin. Bahkan para saksi dan penghuni Pulau Atlantis Selatan yang menyaksikan pernikahan itu, merasakan aura aneh.

Ini tidak pernah terjadi selama pernikahan ras duyung mereka.

Jadi apa yang terjadi sekarang?

Mu Lingyao yang sudah panik, kini tambah panik. Tapi dia tidak tahu jika Xiao Fu bersantai di Ruang Koi. Seolah-olah ia sudah tahu ini akan terjadi.

"Long Mujue, apa yang terjadi? Mungkinkah aku tidak disukai oleh Dewa Koi?" tanyanya dengan air mata berlinang.

"Yaoyao, tenanglah. Bagaimana mungkin Dewa Koi tidak menyukaimu. Pasti ada hal lain. Tenanglah dulu. Kakek Kura-kura pasti tahu sesuatu."

Long Mujue merasa kasihan dengan Mu Lingyao yang frustrasi. Ia mencoba untuk menenangkannya.

Akhirnya Mu Lingyao berkata jujur. "Aku sempat berpikir jika patung Dewa Koi terlihat jelek. Bagaimana mungkin Dewa Koi terlihat jelek jika para Dewa dan Dewi terlihat tampan dalam buku," jelasnya.

Mungkinkah Dewa Koi tidak senang dengan perkataannya dan memprotes?

"..." Long Mujue tidak tahu harus berkata apa.

Ras mana pun yang membuat patung ini harus dipertanyakan kembali. Patungnya memang agak jelek, ia akui itu.

Ibu Suri Miao juga tertegun sementara waktu dan jantungnya berdetak kencang. Mungkinkah ada yang salah dengan pernikahan putranya?

"Kakek Kura-kura, apa yang terjadi, tolong beri tahu kami," katanya.

Kakek Kura-kura sendiri kini sudah terdiam cukup lama ketika mencoba meramalkan sesuatu tentang pernikahan keduanya.

Dengan keringat dingin yang mulai terlihat di dahinya, Kakek Kura-kura tiba-tiba saja berlutut ke arah patung Dewa Koi seraya memohon ampun.

"Dewa Koi, tolong maafkan aku! Aku tidak bermaksud untuk menentang dan membiarkan manusia yang diberkati oleh mu untuk bersujud. Ini kesalahanku yang tidak mengenal tempatnya. Tolong maafkan aku!" Kakek Kura-kura akhirnya bersujud beberapa kali.

"...."

Hal ini mengejutkan Mu Lingyao yang bahkan panik sebelumnya. Kini bahkan Kakek Kura-kura yang lebih panik darinya.

Apa yang terjadi?

Para duyung yang menyaksikan adegan itu bahkan lebih terkejut lagi. Lalu mulailah beberapa spekulasi bermunculan di antara mereka.

"Betina itu diberkati Dewa Koi dan bahkan menjadi kesayangan Dewa Koi! Bahkan Dewa Koi tidak ingin betina itu berlutut!"

"Benar! Itu artinya permaisuri baru kita diberkati Dewa Koi. Ras duyung biru kita akan memiliki keberuntungan di masa depan!"

"Benar! Benar! Meski betina itu buka ras ikan kita, tapi dia diberkati Dewa Koi. Dia bahkan sangat cantik!"

Setelah banyaknya diskusi, para hadirin itu akhirnya berlutut dan bersujud pada patung Dewa Koi dan Mu Lingyao.

"Tolong berkatilah kami! Hidup Dewa Koi, hidup Permaisuri!"

Suara itu menggema, sangat kompak. Mu Lingyao sudah menyusut di pelukan Long Mujue. Apa-apaan ini? Kenapa dia juga disembah. Dia bukan dewi!

Angin kencang tadi akhirnya menghilang dan api di obor yang terpasang juga tidak lagi bergoyang. Suasana kembali seperti sebelumnya.

"Jadi ... Apakah aku harus mencoba untuk bersujud lagi?" tanyanya memecahkan keheningan.

"Jangan!" Kakek Kura-kura bangkit dan memperingatinya. "Jika kamu berani untuk bersudut lagi, aku pasti mati!" Ia memelototinya.

"..." Kenapa tiba-tiba sekarang ia tidak boleh bersujud?

"Ritualnya sudah selesai. Dewa Koi telah memberkati. Kalian berdua, cepat! Cepat taburkan bunganya ke laut sekarang!"

Kakek Kura-kura yang hampir di ambang kematian, hanya ingin mempercepat ritual pernikahan ini sampai selesai.

Sebagai peramal ras kura-kura, ia memiliki batasan dan tabu. Ia tidak boleh membiarkan makhluk-makhluk kesayangan para dewa untuk bersujud sama sekali.

Tak terkecuali Mu Lingyao yang telah diberkati Dewa Koi sejak lahir.

Dan ia hampir melanggar aturan itu.

Untungnya Dewa Koi masih memperingatinya dalam penglihatan spiritual sehingga hal ini bisa dicegah.

Mu Lingyao memegang buket bunga yang sebelumnya disiapkan pelayan. Lalu keduanya berjalan ke pantai meski angin malam bertiup cukup kencang.

"Yaoyao, ayo sebarkan ke laut," kata Long Mujue. "Jangan takut, semuanya akan baik-baik saja."

"Oh .. iya, iya." Mu Lingyao masih bingung dengan apa yang terjadi sebelumnya.

Ia merontokkan semua kelopak bunga dan menaburkan nya ke air laut.

Konon, inilah waktunya untuk meminta berkah Dewa Koi dan Dewa Laut. Lalu ada juga persetujuan leluhur naga.

Ajaibnya, kelopak bunga yang ditaburkan Mu Lingyao tidak pernah kembali lagi ke pantai, tapi tertelan air laut begitu saja.

Hal ini mengejutkan Long Mujue. Karena di kehidupan sebelumnya saat ia menikahi Mo Hualing, laut bahkan tidak menyetujui pernikahannya.

"Yaoyao ..." Long Mujue tiba-tiba saja memeluknya.

Terpopuler

Comments

🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84

🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84

akhirnya kalian sdh sah menikah 🤗🤗saat nya Mu Lingyao mempraktekkan cara nya ciuman sama Long Mujue/Facepalm//Facepalm/

2025-01-19

4

Molly

Molly

crazy up dong thor🙏🌹

2025-01-20

1

Wulan

Wulan

apa kah akan ada adegan malam pertama dan di perlihatkan? mari kita lihat nanti 😆😆

semangat Thor up nya 🤗🤗

2025-01-19

1

lihat semua
Episodes
1 Bertransmigrasi
2 SAPAAN PENULIS!
3 Menjalankan Misi
4 Pikiran Long Mujue
5 Kamu Milikku, Pasanganku
6 Tidak Sulit Untuk Dibesarkan
7 Selera Mu Lingyao Sedikit Menakutkan
8 Long Mujue Memikirkan Masa Depan
9 Wanita yang Istimewa
10 Musuh Di Jalan Sempit
11 Predator Di Antara Predator
12 Disukai Para Ikan
13 Naga Biru dari Selatan
14 Pulau Atlantis Selatan
15 Menjadi Leluhur (Dimanja)
16 Kakek Kura-kura Pemarah
17 Misi Mengubah Plot Berdarah
18 Pernikahan Kaisar Duyung Biru
19 Kesayangan Dewa Koi
20 Asal-usul Long Mujue
21 Tanda Kepemilikan Naga Biru
22 Pergi Ke Daratan Luar Pulau
23 Ras Naga Api yang Nakal
24 Kelinci Temperamental
25 Pukulan Palu Keberuntungan
26 Jatuh Cinta Pada Mu Lingyao
27 Pria Duyung Bermata Emas
28 Mimpi Adalah Pertanda
29 Musuh Di Balik Kegelapan
30 You Thie Mengalami Nasib Sial
31 Mengakui Segalanya
32 Memicu Misi Tersembunyi
33 Menyusun Rencana
34 Menganggap Naga Sebagai Rusa
35 Hong Zhaoren Menggoda Yaoyao
36 Mendandani Pria Cantik
37 Orangtua Tidak Normal
38 Akan Ada Badai
39 Rencana Tersembunyi Musuh
40 Kelinci yang Malang
41 Progres Penyelesaian Misi
42 Menjadi Duyung Koi
43 Serangan Di Alam Mimpi
44 Pernikahan yang Berjalan Lancar
45 Penemuan Tidak Terduga
46 Rencana Merebut Harta Karun
47 Perlindungan Hewan Langka Tidak Berlaku
48 Merak yang Tidak Sopan Dan Sombong
49 Mengembalikan Harta Karun
50 Tidak Sengaja Memicu Keberhasilan Misi
51 Menjadi Duyung Koi
52 Harimau Tetaplah Seekor Kucing Besar
53 Sudah Lama Menantikan Kedatanganmu
54 Misi Advance Terpicu
55 Bencana Keluar Dari Mulut
56 Kunjungan Tidak Terduga
57 Keberhasilan Misi Advance
58 Musuh Datang Ke Pintu
59 Mu Lingyao Vs Mo Hualing
60 Diterjang Badai Lautan
61 Kelompok Pemberontak
62 Akan Terjadi Cepat Atau Lambat
63 Pembawa Pesan Dari Utara
64 Menguntungkan Satu Sama Lain
65 Menginjak Alam Para Dewa
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Bertransmigrasi
2
SAPAAN PENULIS!
3
Menjalankan Misi
4
Pikiran Long Mujue
5
Kamu Milikku, Pasanganku
6
Tidak Sulit Untuk Dibesarkan
7
Selera Mu Lingyao Sedikit Menakutkan
8
Long Mujue Memikirkan Masa Depan
9
Wanita yang Istimewa
10
Musuh Di Jalan Sempit
11
Predator Di Antara Predator
12
Disukai Para Ikan
13
Naga Biru dari Selatan
14
Pulau Atlantis Selatan
15
Menjadi Leluhur (Dimanja)
16
Kakek Kura-kura Pemarah
17
Misi Mengubah Plot Berdarah
18
Pernikahan Kaisar Duyung Biru
19
Kesayangan Dewa Koi
20
Asal-usul Long Mujue
21
Tanda Kepemilikan Naga Biru
22
Pergi Ke Daratan Luar Pulau
23
Ras Naga Api yang Nakal
24
Kelinci Temperamental
25
Pukulan Palu Keberuntungan
26
Jatuh Cinta Pada Mu Lingyao
27
Pria Duyung Bermata Emas
28
Mimpi Adalah Pertanda
29
Musuh Di Balik Kegelapan
30
You Thie Mengalami Nasib Sial
31
Mengakui Segalanya
32
Memicu Misi Tersembunyi
33
Menyusun Rencana
34
Menganggap Naga Sebagai Rusa
35
Hong Zhaoren Menggoda Yaoyao
36
Mendandani Pria Cantik
37
Orangtua Tidak Normal
38
Akan Ada Badai
39
Rencana Tersembunyi Musuh
40
Kelinci yang Malang
41
Progres Penyelesaian Misi
42
Menjadi Duyung Koi
43
Serangan Di Alam Mimpi
44
Pernikahan yang Berjalan Lancar
45
Penemuan Tidak Terduga
46
Rencana Merebut Harta Karun
47
Perlindungan Hewan Langka Tidak Berlaku
48
Merak yang Tidak Sopan Dan Sombong
49
Mengembalikan Harta Karun
50
Tidak Sengaja Memicu Keberhasilan Misi
51
Menjadi Duyung Koi
52
Harimau Tetaplah Seekor Kucing Besar
53
Sudah Lama Menantikan Kedatanganmu
54
Misi Advance Terpicu
55
Bencana Keluar Dari Mulut
56
Kunjungan Tidak Terduga
57
Keberhasilan Misi Advance
58
Musuh Datang Ke Pintu
59
Mu Lingyao Vs Mo Hualing
60
Diterjang Badai Lautan
61
Kelompok Pemberontak
62
Akan Terjadi Cepat Atau Lambat
63
Pembawa Pesan Dari Utara
64
Menguntungkan Satu Sama Lain
65
Menginjak Alam Para Dewa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!