Naga Biru dari Selatan

Mu Lingyao merasakan pusing setelah dibawa melarikan diri oleh seekor belut macan tutul besar. Sampai-sampai, air yang terasa sangat dingin terasa sedikit lebih hangat.

Akhirnya, belut besar itu berhenti setelah memasuki sebuah gua laut yang cukup tersembunyi.

Belut macan tutul itu akhirnya menunjukkan wujud manusia setengah binatangnya. Dan masih merupakan pria tampan berambut putih panjang. Dia juga punya otot perut juga.

"Betina yang sangat cantik! Kamu adalah milikku sekarang," kata Tian Zhe seraya memeluk Mu Lingyao yang tampak kecil di pelukannya.

Mu Lingyao sedikit tidak nyaman. Ia mendorong pria setengah belut macan tutul itu.

"Lepaskan aku!"

Tapi bagi Tian Zhe, gerakan Mu Lingyao seperti sedang mengajaknya berkenalan.

"Namaku Tian Zhe. Betina, siapa namamu dan dari ras mana kamu?" tanyanya. "Aku dengar duyung ikan biru itu memanggilmu, Yaoyao."

Mu Lingyao hanya ingin melepaskan diri. Ia benar-benar tidak terbiasa dengan kedekatan Tian Zhe.

"Aku—"

Tiba-tiba saja perutnya berbunyi. Baik Tian Zhe mau pun Mu Lingyao terdiam sejenak. Sebelum akhirnya Mu Lingyao merasa malu. Dia lapar. Padahal belum lama berenang, bukan?

Tian Zhe mengambil anak gurita yang menempel di punggung Mu Lingyao. Ia akhirnya membebaskan Mu Lingyao dari pelukannya.

"Bagaimana jika makan daging monster gurita?" tanyanya.

"Aku tidak bisa memakan monster. Itu beracun."

Untuk sejenak, Mu Lingyao mengurungkan niat untuk berteriak meminta tolong. Perutnya yang keroncongan membuatnya kehilangan tenaga untuk bergerak.

"Jangan bunuh anak gurita itu! Berikan padaku." Mu Lingyao langsung mengambil anak gurita dari tangan Tian Zhe. Lalu memperhatikan gua. "Bagaimana begitu terang di sini? Bukankah tidak ada lampu?" tanyanya.

Tian Zhe melihat Mu Lingyao mulai tertarik, akhirnya memperkenalkan rumahnya.

"Ini rumahku. Apakah kamu suka? Lampu yang kamu maksud adalah mutiara kerang yang bisa bersinar di malam hari atau di tempat yang gelap."

Ia mengambil salah satu mutiara kerang seukuran kemiri dari sudut yang tidak diketahui. Lagi pula, dia punya banyak.

"Lihat, indah bukan?" tanyanya.

"Indah, indah. Tapi tetap saja tidak bisa dimakan," jawab Mu Lingyao yang awalnya antuasias menjadi lesu.

"... Apa yang ingin kamu makan?"

Mu Lingyao melihat Tian Zhe dan ekor belutnya yang sangat mirip dengan macan tutul. Setelah berpikir cukup lama, ia akhirnya bicara.

"Apakah belut laut bisa dimakan?"

"Bis—hah? Apa?" Tian Zhe tertegun sejenak. "Makan belut?"

"Ya. Aku ingat jika ada belut laut yang bisa dimakan. Sayangnya aku belum pernah mencobanya saat berada di tempatku dulu." Mu Lingyao menyipitkan mata setelah memikirkannya. "Kenapa aku dulu tidak mencobanya? Rasanya mungkin tidak seburuk yang kupikirkan," gumamnya.

"..." Apakah betina ini sedang menakut-nakuti ku? Pikir Tian Zhe.

Tetapi melihat Mu Lingyao yang serius memperhatikan tubuh bawahnya yang berwujud belut, ia sedikit merinding.

"Betina, apakah kamu makan ikan?"

"Tentu saja. Bukankah kamu juga makan ikan?"

Kenapa pria itu bertanya jika sudah tahu jawabannya?

Mu Lingyao yang lapar tidak tahu harus makan apa. Ia akhirnya melihat seekor belut laut yang melintas di depan mulut gua.

"Bisakah itu dimakan?" tanyanya.

Tian Zhe melihat ke arah yang dimaksud, mau tidak mau sudut bibirnya berkedut.

"... Tidak. Itu duyung belut laut, bawahanku," jawabnya datar.

Seekor belut yang awalnya berenang di sekitar gua untuk berpatroli, tiba-tiba saja ketakutan dengan tatapan Mu Lingyao. Lalu melarikan diri setelah meminta izin pada Tian Zhe.

"..." Tian Zhe merasa jika harga dirinya sebagai seekor belut macan tutul hilang hari ini.

Siapa yang dia tangkap saat ini?

Bukankah hanya betina biasa?

Tapi kenapa dia merasa jika Mu Lingyao sedikit merepotkan untuk dibesarkan?

Terutama karena Mu Lingyao menatapnya seolah-olah melihat seonggok daging untuk dimakan hidup-hidup!

Perut Mu Lingyao kembali berbunyi. Dia sangat lapar. Tampaknya berenang di lautan menghabiskan banyak tenaga.

Dan saat ini, Tian Zhe yang awalnya sangat bersemangat karena menculik Mu Lingyao dan menjadikannya betinanya sendiri—sekarang panik.

"Betina, kamu jelas tidak berbahaya. Tapi kenapa aku merasa kamu tidak bisa diganggu. Siapa kamu sebenarnya?"

Tian Zhe sangat penasaran.

Apakah dia telah menyentuh tabu?

Di saat ia sedang memikirkannya, terjadi keributan di luar gua.

Banyak ikan-ikan yang berada di sekitar wilayah duyung belut macan tutul berenang menjauh dari tempat tersebut.

Dibarengi dengan suara gemuruh yang menggema dari kejauhan, tercipta gelombang air yang cukup kuat.

Tian Zhe langsung waspada. Ekspresinya berubah dari bingung menjadi takut.

"Bagaimana seekor naga datang ke tempat ini?" tanyanya.

Mu Lingyao juga mendengar suara raungan yang menggema di luar sana. "Naga? Ada naga di laut?" tanyanya penasaran.

"Betina, jangan bicara keras-keras. Jika tidak, naga itu akan datang untuk memakan kita."

"Tapi ... Suaranya terdengar mendekat ke arah sini," kata wanita muda itu.

"Naga laut pasti hanya lewat. Jangan khawatir dan diamlah." Tian Zhe mengisyaratkan diam untuk Mu Lingyao.

Untuk waktu yang lama, suara raungan makhluk besar di luar gua menghilang. Tian Zhe menghela napas. Ia pikir semuanya sudah selesai.

Tetapi ketika ia melihat kepala besar berkumis yang menatapnya dari luar gua, membuat Tian Zhe berteriak kaget.

"Arghhh!! Dia datang! Dia datang! Betina, dia datang untuk memakan kita!" teriaknya secara tidak langsung bersembunyi di belakang Mu Lingyao.

Bahkan ia tidak peduli dengan anak monster gurita yang menempel di kepalanya.

Bagaimana bisa naga biru dari wilayah selatan itu datang ke Utara seperti ini?

Apakah sudah waktunya bagi klan naga untuk musim kawin?

Di luar gua, seekor naga biru raksasa menatap ke dalam dengan mata menyipit. Surai di sekitar kepalanya terlihat indah. Naga itu juga memiliki empat kaki di tubuh panjangnya yang bersisik bersih.

Berbeda dengan ketakutan Tian Zhe, Mu Lingyao justru penasaran. Ia akui memang pertama kali dalam hidupnya melihat seekor naga.

Tetapi saat ini, ia sedang lapar. Keindahan di depannya bukanlah apa-apa dibandingkan makanan yang bisa mengisi perutnya.

"Bisakah naga dimakan?" tanyanya.

Awalnya Tian Zhe terdiam. Tetapi setelah mencerna apa yang ditanyakan Mu Lingyao, ia diam-diam marah.

"Betina, jangan gila! Makan naga? Apakah kamu dewa?!"

"... Jadi hanya dewa yang bisa makan naga." Mu Lingyao mengangguk ringan.

"..."

Bersumpah demi Dewa Laut, bukan itu yang dia maksud!

Apakah betina ini bodoh atau pura-pura tidak tahu?

Siapa yang berani makan naga?!

Tetapi Tian Zhe tidak ingin mengobrol dengan Mu Lingyao tentang naga yang bisa dimakan atau tidak. Tapi kenapa naga itu datang ke sini?

Ia bahkan tidak punya dendam atau utang apa pun. Sepertinya ia juga tidak pernah meminjam sejumlah perak dan emas.

"Belut macan tutul, kembalikan Yaoyao padaku! Beraninya kamu mengambil wanita milik kaisar ini!" Suara naga biru itu sangat dingin dan penuh ancaman.

Tian Zhe sangat ketakutan. Ia semakin menyusut di belakang Mu Lingyao yang berdiri santai.

"Betina ... Betina. Apa hubunganmu dengan naga itu? Mungkinkah kamu berselingkuh dengan duyung ikan biru dan meninggalkan pasangan mu?" tanyanya agak gemetar.

"Hah? Tentu saja tidak."

Logika Mu Lingyao berjalan saat ini. Mulut gua lebih kecil daripada kepala naga. Jadi tidak mungkin naga itu memaksakan diri untuk masuk.

Belum lagi, naga laut pasti menyemburkan air, bukan api.

Namun ia merasa tidak asing dengan suara naga biru itu. Kenapa mirip suara Long Mujue?

Terpopuler

Comments

Hasna 💙

Hasna 💙

sebenernya Long Muju naga apa duyung sih kk risa ?

2025-01-16

3

🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84

🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84

apakah Long Mujur ada keturunan Naga juga?? next lgi thoorr

2025-01-16

1

Molly

Molly

next kak ditunggu update selanjutnya semangattt 💪🌹

2025-01-17

1

lihat semua
Episodes
1 Bertransmigrasi
2 SAPAAN PENULIS!
3 Menjalankan Misi
4 Pikiran Long Mujue
5 Kamu Milikku, Pasanganku
6 Tidak Sulit Untuk Dibesarkan
7 Selera Mu Lingyao Sedikit Menakutkan
8 Long Mujue Memikirkan Masa Depan
9 Wanita yang Istimewa
10 Musuh Di Jalan Sempit
11 Predator Di Antara Predator
12 Disukai Para Ikan
13 Naga Biru dari Selatan
14 Pulau Atlantis Selatan
15 Menjadi Leluhur (Dimanja)
16 Kakek Kura-kura Pemarah
17 Misi Mengubah Plot Berdarah
18 Pernikahan Kaisar Duyung Biru
19 Kesayangan Dewa Koi
20 Asal-usul Long Mujue
21 Tanda Kepemilikan Naga Biru
22 Pergi Ke Daratan Luar Pulau
23 Ras Naga Api yang Nakal
24 Kelinci Temperamental
25 Pukulan Palu Keberuntungan
26 Jatuh Cinta Pada Mu Lingyao
27 Pria Duyung Bermata Emas
28 Mimpi Adalah Pertanda
29 Musuh Di Balik Kegelapan
30 You Thie Mengalami Nasib Sial
31 Mengakui Segalanya
32 Memicu Misi Tersembunyi
33 Menyusun Rencana
34 Menganggap Naga Sebagai Rusa
35 Hong Zhaoren Menggoda Yaoyao
36 Mendandani Pria Cantik
37 Orangtua Tidak Normal
38 Akan Ada Badai
39 Rencana Tersembunyi Musuh
40 Kelinci yang Malang
41 Progres Penyelesaian Misi
42 Menjadi Duyung Koi
43 Serangan Di Alam Mimpi
44 Pernikahan yang Berjalan Lancar
45 Penemuan Tidak Terduga
46 Rencana Merebut Harta Karun
47 Perlindungan Hewan Langka Tidak Berlaku
48 Merak yang Tidak Sopan Dan Sombong
49 Mengembalikan Harta Karun
50 Tidak Sengaja Memicu Keberhasilan Misi
51 Menjadi Duyung Koi
52 Harimau Tetaplah Seekor Kucing Besar
53 Sudah Lama Menantikan Kedatanganmu
54 Misi Advance Terpicu
55 Bencana Keluar Dari Mulut
56 Kunjungan Tidak Terduga
57 Keberhasilan Misi Advance
58 Musuh Datang Ke Pintu
59 Mu Lingyao Vs Mo Hualing
60 Diterjang Badai Lautan
61 Kelompok Pemberontak
62 Akan Terjadi Cepat Atau Lambat
63 Pembawa Pesan Dari Utara
64 Menguntungkan Satu Sama Lain
65 Menginjak Alam Para Dewa
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Bertransmigrasi
2
SAPAAN PENULIS!
3
Menjalankan Misi
4
Pikiran Long Mujue
5
Kamu Milikku, Pasanganku
6
Tidak Sulit Untuk Dibesarkan
7
Selera Mu Lingyao Sedikit Menakutkan
8
Long Mujue Memikirkan Masa Depan
9
Wanita yang Istimewa
10
Musuh Di Jalan Sempit
11
Predator Di Antara Predator
12
Disukai Para Ikan
13
Naga Biru dari Selatan
14
Pulau Atlantis Selatan
15
Menjadi Leluhur (Dimanja)
16
Kakek Kura-kura Pemarah
17
Misi Mengubah Plot Berdarah
18
Pernikahan Kaisar Duyung Biru
19
Kesayangan Dewa Koi
20
Asal-usul Long Mujue
21
Tanda Kepemilikan Naga Biru
22
Pergi Ke Daratan Luar Pulau
23
Ras Naga Api yang Nakal
24
Kelinci Temperamental
25
Pukulan Palu Keberuntungan
26
Jatuh Cinta Pada Mu Lingyao
27
Pria Duyung Bermata Emas
28
Mimpi Adalah Pertanda
29
Musuh Di Balik Kegelapan
30
You Thie Mengalami Nasib Sial
31
Mengakui Segalanya
32
Memicu Misi Tersembunyi
33
Menyusun Rencana
34
Menganggap Naga Sebagai Rusa
35
Hong Zhaoren Menggoda Yaoyao
36
Mendandani Pria Cantik
37
Orangtua Tidak Normal
38
Akan Ada Badai
39
Rencana Tersembunyi Musuh
40
Kelinci yang Malang
41
Progres Penyelesaian Misi
42
Menjadi Duyung Koi
43
Serangan Di Alam Mimpi
44
Pernikahan yang Berjalan Lancar
45
Penemuan Tidak Terduga
46
Rencana Merebut Harta Karun
47
Perlindungan Hewan Langka Tidak Berlaku
48
Merak yang Tidak Sopan Dan Sombong
49
Mengembalikan Harta Karun
50
Tidak Sengaja Memicu Keberhasilan Misi
51
Menjadi Duyung Koi
52
Harimau Tetaplah Seekor Kucing Besar
53
Sudah Lama Menantikan Kedatanganmu
54
Misi Advance Terpicu
55
Bencana Keluar Dari Mulut
56
Kunjungan Tidak Terduga
57
Keberhasilan Misi Advance
58
Musuh Datang Ke Pintu
59
Mu Lingyao Vs Mo Hualing
60
Diterjang Badai Lautan
61
Kelompok Pemberontak
62
Akan Terjadi Cepat Atau Lambat
63
Pembawa Pesan Dari Utara
64
Menguntungkan Satu Sama Lain
65
Menginjak Alam Para Dewa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!