Musuh Di Jalan Sempit

"Yaoyao adalah pasanganku. Tentu saja aku akan menjaganya," kata Long Mujue.

"Tidak, bukan itu." Xiao Fu membalikkan badannya lagi dengan keadaan sedikit pusing. "Jangan berpikir jika dia sama dengan pasanganmu di kehidupan sebelumnya."

Memikirkan tentang pasangan di kehidupan sebelumnya, Long Mujue mengubah ekspresinya.

"Lalu di mana dia sekarang?" tanyanya dengan nada dingin.

"Oh, harusnya berada di ras duyung hiu. Entah lah. Siapa yang peduli."

Xiao Fu awalnya hanya membuat Mu Lingyao menggantikan posisi putri duyung merah yang akan ditemukan oleh Long Mujue.

Tetapi siapa yang tahu jika Long Mujue dilahirkan kembali. Jalan ceritanya menjadi kacau dan jelas banyak berubah.

Ia hanya ingin Long Mujue tetap pada jalan di kehidupan sebelumnya. Bedanya kali ini, Mu Lingyao hadir untuk meluruskan alur yang bengkok.

"Baiklah, itu saja. Jangan terlalu tegang dan memikirkan masa lalu. Santai saja dan ikuti jalan kehidupan lama. Semuanya akan berbeda kali ini," kata Xiao Fu. Ikan itu akhirnya terdiam setelah lelah berbicara.

Hingga tanpa terasa, malam sudah berganti pagi ....

Mu Lingyao benar-benar tidur nyenyak hingga suara guntur di langit saja mungkin tidak akan bisa mengusiknya.

Xiao Fu telah berulang kali berteriak untuk membangunkan Mu Lingyao. Tetapi selalu gagal.

"Biarkan saja. Kita tidak perlu terburu-buru untuk kembali ke istana," ucap Long Mujue yang tidak tega untuk membangunkan Mu Lingyao.

Xiao Fu mendengus, "Jangan memanjakannya. Dia tidak serapuh itu, dia hanya seorang wanita malas!"

Akhirnya, Xiao Fu melompat keluar dari bola air kristal menuju ke arah Mu Lingyao.

Tanpa ragu, ia menampar wajah Mu Lingyao dengan ekornya.

Mungkin karena terlalu keras, suara tamparan ekornya menimbulkan bunyi yang nyaring. Ketiga putra duyung itu bahkan tertegun dengan tindakannya.

"Bangun, tuan yang malas!"

Ia kembali ke dalam bola air kristal tanpa berdosa sama sekali.

Mu Lingyao yang bermimpi langsung terbangun karena rasa sakit di pipi nya.

"Aduhh ... Sakit, sakit!"

Mu Lingyao benar-benar terbangun dan langsung menguap malas. Ia menyentuh pipinya yang sedikit kemerahan dan agak basah.

"Xiao Fu, aku tahu kamu melakukannya!" Ia kesal.

"Angkat pantatmu dari tikar dan lihatlah ke langit! Ini sudah pagi!" Xiao Fu meneriakinya.

Mu Lingyao menengadah, bukankah masih gelap?

"Ini masih pagi buta, Xiao Fu. Jangan membodohi orang," ucapnya malas.

Xiao Fu hampir kehabisan kesabaran. "Lihatlah ke atas langit di luar sana, wanita bodoh! Bukan ke langit-langit gua!"

Siapa yang bodoh di sini?

Mu Lingyao cemberut. Ia juga tahu itu, hanya pura-pura tidak tahu saja. Tapi wajahnya yang agak linglung mengkhianati pikirannya.

“Jadi ini sudah pagi.” Dia menggeliat dan segera menyapa ketiga putra duyung yang ada di dekat api unggun. "Selamat pagi,” sapanya.

Long Mujue tersenyum santai. “Apakah kamu masih mengantuk? Tidurlah lebih lama lagi kalau begitu.”

“Tidak apa-apa. Aku sudah bangun.”

Mu Lingyao yakin jika dia kembali tidur, ikan koi itu mungkin menamparnya berkali-kali dengan ekor licinnya yang bau!

Ia segera pergi untuk mencuci wajah dan menggosok gigi di sungai.

Saat kembali ke gua, Long Mujue dan kedua pengawal nya sibuk mengukus lobster hasil tangkapan semalam.

Dengan bantuan Xiao Fu, Long Mujue mulai bisa memasak.

"Tuan, apa yang akan kamu lakukan dengan lobster besar ini?" Xiao Fu juga ingin makan. Tapi enggan berubah menjadi manusia.

Mu Lingyao berpikir sejenak sebelum akhirnya memutuskan. "Mari dicocol dengan minyak cabai!"

"Apakah kamu yakin?" Xiao Fu tidak percaya.

"Tentu saja, rasanya juga enak. Lobster segar memiliki rasa tersendiri. Dipadukan dengan minyak cabai yang gurih dan pedas cocok dimakan saat cuaca dingin."

Long Mujue dan kedua pengawalnya tidak peduli sama sekali. Baik dimasak atau tidak, mereka tetap menyukainya.

Namun karena Mu Lingyao tidak bisa memakan daging mentah, Long Mujue membantu memasaknya.

Setelah lobster matang, Mu Lingyao menyiapkan minyak cabai yang ada di dalam Ruang Koi.

Minyak merah yang aroma pedasnya tercium, membuat ketiga putra duyung itu tidak mau menyentuhnya sama sekali. Semuanya penuh dengan biji cabai.

Melihat Mu Lingyao mulai makan dengan gembira, mereka semuanya kecuali Xiao Fu juga menikmati lobster.

Setelah makan, mereka bersiap untuk kembali ke istana.

"Jika kamu tidak tidur seperti b*bi malas, kita tidak akan pergi sesiang ini," keluh Xiao Fu yang ada di dalam bola air kristal.

Mu Lingyao mengguncang bola air kristal hingga beberapa gelembung air muncul di dalamnya. Xiao Fu sedikit pusing hingga tubuhnya terbalik.

“Ikan gendut, kamu diam saja,” ejeknya.

“Aku tidak gendut!”

Untungnya Mu Lingyao terlalu malas untuk berdebat dengan seekor ikan. Ia lebih fokus dengan apa yang diberikan oleh Long Mujue.

"Apa ini?" tanya wanita itu seraya melihat pil putih susu yang cukup besar.

Long Mujue menjelaskan dengan sabar. "Ini adalah pil rumput laut putih. Dengan pil ini, kamu bisa bernapas di dalam air."

"Apakah ini pil ajaib yang kamu maksud?"

"Ya."

Mu Lingyao mencium aroma nya dan segera jatuh cinta. "Aroma nya seperti susu dan buah-buahan yang manis. Bisakah aku memakan ini setiap hari?"

Tanpa diduga, Long Mujue tersenyum misterius. "Kamu bisa mencobanya dulu, apakah rasanya sesuai atau tidak."

Mu Lingyao langsung memasukkan pil tersebut ke mulutnya. Ia sudah membayangkan rasa manis buah dan susu. Tetapi tanpa diduga, pil tersebut seketika meleleh di mulutnya.

Wajah wanita itu menunjukkan ekspresi tidak nyaman. Ia juga ingin muntah tapi tidak bisa karena pil yang mencair di mulutnya langsung tertelan.

"Hoek ...!! Tidak enak. Amis sekali!"

Rasanya tidak manis seperti baunya, tetapi lebih ke anyir ikan.

Ia curiga jika pil ajaib itu terbuat dari beberapa ikan mentah yang diekstrak sedemikian rupa. Tidak mungkin rumput laut memiliki rasa seperti ini.

"Bagaimana, apakah kamu ingin memakannya setiap hari?" tanya Long Mujue yang mungkin tahu seperti apa reaksinya.

"Tidak! Kamu pasti sengaja, bukan?" Mu Lingyao menuduhnya dengan ekspresi tidak senang.

Tanpa menunggu Long Mujue menjawab, Xiao Fu tertawa seraya berputar-putar di dalam bola air kristal. Dia mengejeknya.

"Dasar rakus! Bagaimana rasanya pil rumput putih? Apakah enak?"

"Diam!"

Mu Lingyao sangat marah dengannya karena diejek. Ia benar-benar ingin melempar bola air kristal berisi Xiao Fu ke laut saat ini juga.

Untungnya, kedatangan Yue Yu dan Zhu Yu datang membuat pertengkaran keduanya terhenti.

"Yang Mulia, kita siap untuk berangkat. Hari ini dipastikan tidak akan ada badai," kata Yue Yu.

"Itu bagus." Long Mujue mengangguk. Lalu menggandeng tangan Mu Lingyao. "Ayo pergi. Aku akan mengajakmu mengenal keindahan bawah laut."

"Ayo, ayo, cepat!"

Mu Lingyao ingin menguji, apakah pilnya benar-benar seajaib itu sampai bisa bernapas di dalam air.

Baru saja mereka tiba di bibir pantai, Long Mujue mendadak berhenti. Tubuhnya kaku sejenak dan ekspresinya mendadak berubah dingin.

Benar-benar bertemu musuh di jalan sempit!

Mu Lingyao bingung kenapa pria itu tiba-tiba saja berhenti. Lalu tidak sengaja melihat rombongan ras ikan lainnya yang baru saja tiba di pantai.

Ada beberapa pria jangkung dan bertubuh kekar, mengawal seorang wanita seksi berambut merah.

Wanita itu sangat cantik. Dua tonjolan lembut di dadanya lebih besar dari miliknya. Tapi kulitnya tidak seputih dirinya.

"Dia cantik sekali, bukan? Apakah kamu menyukainya?"

Nada bicara Mu Lingyao sedikit tidak senang. Bukankah pria ini baru saja mengklaim dirinya sebagai miliknya?

Sekarang ada wanita cantik lain di jalanan, bagaimana mungkin tidak membawanya pulang untuk dikoleksi.

Terpopuler

Comments

ER

ER

kalau baca novel ka risa bawaan nya laper 😭 apalagi ngebayangin masakan yang enak enak

2025-01-16

3

🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84

🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84

tidur apa ya nama nya tuh Mu Lingyao,,Ampe petir aja kaga bangun/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2025-01-15

1

🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84

🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84

minyak cabai yg kata org Chilli oil ya 🤭😅

2025-01-15

1

lihat semua
Episodes
1 Bertransmigrasi
2 SAPAAN PENULIS!
3 Menjalankan Misi
4 Pikiran Long Mujue
5 Kamu Milikku, Pasanganku
6 Tidak Sulit Untuk Dibesarkan
7 Selera Mu Lingyao Sedikit Menakutkan
8 Long Mujue Memikirkan Masa Depan
9 Wanita yang Istimewa
10 Musuh Di Jalan Sempit
11 Predator Di Antara Predator
12 Disukai Para Ikan
13 Naga Biru dari Selatan
14 Pulau Atlantis Selatan
15 Menjadi Leluhur (Dimanja)
16 Kakek Kura-kura Pemarah
17 Misi Mengubah Plot Berdarah
18 Pernikahan Kaisar Duyung Biru
19 Kesayangan Dewa Koi
20 Asal-usul Long Mujue
21 Tanda Kepemilikan Naga Biru
22 Pergi Ke Daratan Luar Pulau
23 Ras Naga Api yang Nakal
24 Kelinci Temperamental
25 Pukulan Palu Keberuntungan
26 Jatuh Cinta Pada Mu Lingyao
27 Pria Duyung Bermata Emas
28 Mimpi Adalah Pertanda
29 Musuh Di Balik Kegelapan
30 You Thie Mengalami Nasib Sial
31 Mengakui Segalanya
32 Memicu Misi Tersembunyi
33 Menyusun Rencana
34 Menganggap Naga Sebagai Rusa
35 Hong Zhaoren Menggoda Yaoyao
36 Mendandani Pria Cantik
37 Orangtua Tidak Normal
38 Akan Ada Badai
39 Rencana Tersembunyi Musuh
40 Kelinci yang Malang
41 Progres Penyelesaian Misi
42 Menjadi Duyung Koi
43 Serangan Di Alam Mimpi
44 Pernikahan yang Berjalan Lancar
45 Penemuan Tidak Terduga
46 Rencana Merebut Harta Karun
47 Perlindungan Hewan Langka Tidak Berlaku
48 Merak yang Tidak Sopan Dan Sombong
49 Mengembalikan Harta Karun
50 Tidak Sengaja Memicu Keberhasilan Misi
51 Menjadi Duyung Koi
52 Harimau Tetaplah Seekor Kucing Besar
53 Sudah Lama Menantikan Kedatanganmu
54 Misi Advance Terpicu
55 Bencana Keluar Dari Mulut
56 Kunjungan Tidak Terduga
57 Keberhasilan Misi Advance
58 Musuh Datang Ke Pintu
59 Mu Lingyao Vs Mo Hualing
60 Diterjang Badai Lautan
61 Kelompok Pemberontak
62 Akan Terjadi Cepat Atau Lambat
63 Pembawa Pesan Dari Utara
64 Menguntungkan Satu Sama Lain
65 Menginjak Alam Para Dewa
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Bertransmigrasi
2
SAPAAN PENULIS!
3
Menjalankan Misi
4
Pikiran Long Mujue
5
Kamu Milikku, Pasanganku
6
Tidak Sulit Untuk Dibesarkan
7
Selera Mu Lingyao Sedikit Menakutkan
8
Long Mujue Memikirkan Masa Depan
9
Wanita yang Istimewa
10
Musuh Di Jalan Sempit
11
Predator Di Antara Predator
12
Disukai Para Ikan
13
Naga Biru dari Selatan
14
Pulau Atlantis Selatan
15
Menjadi Leluhur (Dimanja)
16
Kakek Kura-kura Pemarah
17
Misi Mengubah Plot Berdarah
18
Pernikahan Kaisar Duyung Biru
19
Kesayangan Dewa Koi
20
Asal-usul Long Mujue
21
Tanda Kepemilikan Naga Biru
22
Pergi Ke Daratan Luar Pulau
23
Ras Naga Api yang Nakal
24
Kelinci Temperamental
25
Pukulan Palu Keberuntungan
26
Jatuh Cinta Pada Mu Lingyao
27
Pria Duyung Bermata Emas
28
Mimpi Adalah Pertanda
29
Musuh Di Balik Kegelapan
30
You Thie Mengalami Nasib Sial
31
Mengakui Segalanya
32
Memicu Misi Tersembunyi
33
Menyusun Rencana
34
Menganggap Naga Sebagai Rusa
35
Hong Zhaoren Menggoda Yaoyao
36
Mendandani Pria Cantik
37
Orangtua Tidak Normal
38
Akan Ada Badai
39
Rencana Tersembunyi Musuh
40
Kelinci yang Malang
41
Progres Penyelesaian Misi
42
Menjadi Duyung Koi
43
Serangan Di Alam Mimpi
44
Pernikahan yang Berjalan Lancar
45
Penemuan Tidak Terduga
46
Rencana Merebut Harta Karun
47
Perlindungan Hewan Langka Tidak Berlaku
48
Merak yang Tidak Sopan Dan Sombong
49
Mengembalikan Harta Karun
50
Tidak Sengaja Memicu Keberhasilan Misi
51
Menjadi Duyung Koi
52
Harimau Tetaplah Seekor Kucing Besar
53
Sudah Lama Menantikan Kedatanganmu
54
Misi Advance Terpicu
55
Bencana Keluar Dari Mulut
56
Kunjungan Tidak Terduga
57
Keberhasilan Misi Advance
58
Musuh Datang Ke Pintu
59
Mu Lingyao Vs Mo Hualing
60
Diterjang Badai Lautan
61
Kelompok Pemberontak
62
Akan Terjadi Cepat Atau Lambat
63
Pembawa Pesan Dari Utara
64
Menguntungkan Satu Sama Lain
65
Menginjak Alam Para Dewa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!