Kamu Milikku, Pasanganku

Tiba-tiba saja suara gemuruh menggelegar di langit berawan gelap. Mu Lingyao terkejut. Tidak heran dia merasa kedinginan meski sudah ada api unggun di dekatnya.

Zhu Yu melihat ke luar gua. "Sepertinya hujan badai benar-benar akan datang ke pulau ini. Haruskah kita mencari tempat yang lebih aman?" tanyanya.

"Badai? Bukankah ini hanya hujan badai? Akan segera berlalu." Mu Lingyao tidak terlalu menganggap serius.

Di zaman modern, hujan badai dianggap biasa. Meski pun selalu ada pohon tumbang dan lain sebagainya.

"Betina, apa yang kamu tahu?" Yue Yu kurang setuju. "Ketika hujan badai turun, ombak ganas di laut akan menghantam batu karang dan air laut menggenangi daratan pulau. Tak jarang juga bagi sebagian manusia duyung yang hilang terseret arus ombak."

"Sangat serius?" Mu Lingyao terkejut. "Bisakah udang karang muncul karena terbawa arus ombak?"

Dan tolong, jangan panggil dengan sebutan betina lagi!

"..."

Serius, apakah kamu memikirkan makanan di saat seperti ini?

Tetapi mereka semua mendengar suara perut Mu Lingyao yang keroncongan. Wanita itu mengeluh. Dia bahkan belum makan apa pun. Jadi tidak heran jika lapar.

Long Mujue berkata, "Kita harus pindah ke tempat yang lebih tinggi dulu."

"Ada gua lain di atas bukit bebatuan. Sepertinya aman." Zhu Yu mengangguk.

Mereka bersiap untuk pergi. Tetapi Mu Lingyao tidak mau keluar dari cangkang.

"Tidak! Sebelum aku berpakaian, aku tidak akan pergi!" tolaknya ketika Long Mujue mengulurkan tangan.

Xiao Fu yang ada di Ruang Koi akhirnya berkata dalam pikir Mu Lingyao. "Ada gaun di dalam ruang yang ditinggalkan oleh pemilik terdahulu. Kamu bisa memakainya."

Lagi pula, tidak masalah jika Mu Lingyao mengeluarkan sesuatu dari dalam ruang. Ras ikan koi memiliki ini sebagai salah satu keberuntungan.

Sebelum Mu Lingyao menolak, sebuah gaun zaman kuno muncul dari udara kosong dan menghantam wajahnya.

Kejadian ini dilihat langsung oleh ketiganya. Dan tidak ada satu pun dari mereka yang terkejut.

"Betina ini juga memiliki ruang seperti Yang Mulia. Pasti sangat kuat, bukan?" gumam Yue Yu.

Long Mujue tidak banyak bicara. Dia meminta Mu Lingyao untuk memakai pakaiannya lebih dulu.

Karena wanita itu sangat pemalu, ketiganya hanya membelakangi saat Mu Lingyao memakai gaun berwarna biru langit yang indah tapi ringan ketika dikenakan.

Setelah itu, mereka bersiap pergi.

"Pegangan yang erat," kata Long Mujue ketika membopong Mu Lingyao tanpa permisi.

Mu Lingyao merangkul leher pria itu. Ia sedikit takut hingga memejamkan mata. Yang ia rasakan hanyalah embusan angin kencang disertai hujan deras. Sangat dingin.

Kenapa cuacanya begitu dingin di zaman ini?

Xiao Fu yang sedang bersantai di dalam Ruang Koi, menjawab kebingungan Mu Lingyao.

"Ini musim gugur. Wajar saja cuacanya dingin."

Tidak heran ....

Mu Lingyao sedikit menggigil saat ini.

Setelah tiba di cua yang dimaksud Zhu Yu, api unggun baru kembali dibuat. Long Mujue menurunkan Mu Lingyao dan memintanya untuk menghangatkan diri di dekat api.

Sebelum pergi, dia menggunakan kekuatan magisnya untuk mengeringkan pakaian dan tubuh Mu Lingyao.

Dalam sekejap, wanita itu kembali kering. Di bawah keterkejutan Mu Lingyao, pria itu berniat untuk pergi sebentar.

"Aku akan mencari udang karang yang kamu maksud. Tunggulah sebentar dan tahan laparmu dulu."

"Bukankah cuacanya buruk di luar sana? Kenapa tidak nanti saja untuk mencarinya?” Mu Lingyao lapar tapi bukan orang yang kejam.

Satu jam berlalu sejak badai berlangsung, Mu Lingyao benar-benar ingin makan sesuatu. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.

Kini, gemuruh besar kembali menggelegar.

Seperti yang dijelaskan Yue Yu, air laut mulai naik ke pantai. Mu Lingyao melihat dari bibir gua. Lautan luas yang biasanya tenang kini mulai bergelombang hebat.

Dalam sekejap, pantai bebatuan dan rerumputan rendah terendam sepenuhnya.

Hanya melihatnya saja membuat Mu Lingyao menggigil. Zaman manusia binatang ini memang berbeda.

Gelombang laut pada saat ini mungkin setara dengan tantangan yang dihadapi saat mencari kepiting raja Alaska di tengah badai.

Lalu perlahan, air mulai surut kembali saat badai mereda. Sungguh ajaib.

Saat ada ombak tinggi lain menghantam batu karang besar yang ada di dekat tebing batu, Mu Lingyao langsung berseru.

“Itu! Itu! Ada banyak kepiting terdampar di pantai!”

Dari kejauhan saja sudah terlihat pergerakan kepiting yang bergerak menyamping. Pasti ukurannya juga besar.

“Kalau begitu kami akan mengambilnya untukmu,” kata Zhu Yu.

Ini hanya kelompok kepiting yang terbawa ombak. Tetapi wanita itu sungguh kegirangan.

“Tidak! Aku ingin mengambilnya sendiri. Tunggu saja badai reda sepenuhnya. Badainya pasti akan segera berakhir,” ucap Mu Lingyao yakin.

Sebagai orang yang selalu beruntung sejak kecil, ia tahu bagaimana cara meminta pada Dewa Koi. Jika ia bilang badai akan segera reda, pasti akan reda.

Belum beberapa menit berlalu, badai di luar sana memang reda sepenuhnya dan hanya menyisakan hujan biasa.

Mu Lingyao bersiap melangkah ke luar gua tanpa berpikir bahwa dia baru saja menggigil akibat kedinginan. Namun Long Mujue langsung menarik kerah gaunnya dengan santai.

“Tunggulah di sini sebentar.” Dia pergi sebelum Mu Lingyao bisa protes.

Karena wanita itu ingin mengambilnya sendiri, ia tidak bisa memaksanya tinggal di gua. Jadi Long Mujue memotong gagang daun talas besar yang ada di hutan untuk dijadikan sebagai payung.

“Gunakan ini dan jangan biarkan dirimu kehujanan,” ujarnya seraya menyerahkan daun talas pada Mu Lingyao.

“Besar sekali.”

Mu Lingyao cukup terkejut dengan ukuran daun talas di sini. Sungguh seukuran payung pada umumnya.

Keduanya turun dari bukit dengan hati-hati lalu pergi ke pantai untuk memungut kepiting besar.

Long Mujue sudah membuat tali dari serat kulit pohon tertentu untuk mengikat kepiting yang berhasil ditangkap. Jika tidak, capit kepiting akan menyerangnya.

Di bibir gua, Zhu Yu dan Yue Yu kebingungan seraya menatap langit, lalu sekitar pantai.

Zhu Yu memiringkan kepalanya sedikit. “Bukankah badai biasanya berlangsung lama sekali? Kenapa kali ini begitu singkat?” tanyanya.

Alih-alih menjawab pertanyaan itu, Yue Yu justru berlutut dengan menangkupkan kedua tangan.

“Dewa Laut, tolong berkahi ras duyung biru kami. Jika betina itu dikirim untuk menjadi pasangan hidup Kaisar, maka berikanlah kami berkahmu.”

“...”

Sejak kapan kamu begitu percaya keberadaan dewa? Batin Zhu Yu.

Keduanya lupa jika Mu Lingyao bukan betina, tapi wanita, ras manusia. Tapi bagi keduanya, entah itu manusia atau manusia binatang, tidak ada bedanya.

......................

Sementara itu di pantai, Mu Lingyao dengan senang hati mengambil kepiting yang mencoba melarikan diri. Dan Long Mujue mengekorinya untuk mengikat kepiting. Tidak ada udang karang, kepiting pun jadi.

“Ngomong-ngomong, aku belum tahu namamu,” kata Long Mujue.

Mu Lingyao hampir melupakan ini. Ia mungkin tahu siapa Long Mujue, tapi bukan berarti pihak lain tahu siapa namanya. Tentu saja dia memperkenalkan dirinya dengan baik.

“Namaku Mu Lingyao. Usiaku 23 tahun.”

“Sangat muda?” Long Mujue menaikkan alisnya. “Namaku Long Mujue, Kaisar Duyung Biru dari wilayah Atlantis Selatan. Karena aku menyelamatkanmu, maka kamu adalah milikku.”

“Milikmu? Status apa? Budak atau pelayan?”

“... Pasangan hidup. Kamu suka atau tidak, itu tidak penting. Yang jelas aku tertarik padamu.”

Beranikah dia menjadikan Mu Lingyao sebagai pelayan atau budak?

Dia khawatir jika keberuntungan klan koi diusik, ras duyung biru akan terkena sial.

Terpopuler

Comments

Sonya Kapahang

Sonya Kapahang

Sat set lah Kaisar Long Mujue nih.. Lgs klaim pasangan hidup si betina ras manusia ini.. 😂😂😂

2025-01-12

2

Molly

Molly

next kak ditunggu update selanjutnya semangattt 💪🌹

2025-01-13

2

Wulan

Wulan

aku mampir thor 😌😌 cerita nya seru

semangat Thor up nya 🤗🤗

2025-01-13

1

lihat semua
Episodes
1 Bertransmigrasi
2 SAPAAN PENULIS!
3 Menjalankan Misi
4 Pikiran Long Mujue
5 Kamu Milikku, Pasanganku
6 Tidak Sulit Untuk Dibesarkan
7 Selera Mu Lingyao Sedikit Menakutkan
8 Long Mujue Memikirkan Masa Depan
9 Wanita yang Istimewa
10 Musuh Di Jalan Sempit
11 Predator Di Antara Predator
12 Disukai Para Ikan
13 Naga Biru dari Selatan
14 Pulau Atlantis Selatan
15 Menjadi Leluhur (Dimanja)
16 Kakek Kura-kura Pemarah
17 Misi Mengubah Plot Berdarah
18 Pernikahan Kaisar Duyung Biru
19 Kesayangan Dewa Koi
20 Asal-usul Long Mujue
21 Tanda Kepemilikan Naga Biru
22 Pergi Ke Daratan Luar Pulau
23 Ras Naga Api yang Nakal
24 Kelinci Temperamental
25 Pukulan Palu Keberuntungan
26 Jatuh Cinta Pada Mu Lingyao
27 Pria Duyung Bermata Emas
28 Mimpi Adalah Pertanda
29 Musuh Di Balik Kegelapan
30 You Thie Mengalami Nasib Sial
31 Mengakui Segalanya
32 Memicu Misi Tersembunyi
33 Menyusun Rencana
34 Menganggap Naga Sebagai Rusa
35 Hong Zhaoren Menggoda Yaoyao
36 Mendandani Pria Cantik
37 Orangtua Tidak Normal
38 Akan Ada Badai
39 Rencana Tersembunyi Musuh
40 Kelinci yang Malang
41 Progres Penyelesaian Misi
42 Menjadi Duyung Koi
43 Serangan Di Alam Mimpi
44 Pernikahan yang Berjalan Lancar
45 Penemuan Tidak Terduga
46 Rencana Merebut Harta Karun
47 Perlindungan Hewan Langka Tidak Berlaku
48 Merak yang Tidak Sopan Dan Sombong
49 Mengembalikan Harta Karun
50 Tidak Sengaja Memicu Keberhasilan Misi
51 Menjadi Duyung Koi
52 Harimau Tetaplah Seekor Kucing Besar
53 Sudah Lama Menantikan Kedatanganmu
54 Misi Advance Terpicu
55 Bencana Keluar Dari Mulut
56 Kunjungan Tidak Terduga
57 Keberhasilan Misi Advance
58 Musuh Datang Ke Pintu
59 Mu Lingyao Vs Mo Hualing
60 Diterjang Badai Lautan
61 Kelompok Pemberontak
62 Akan Terjadi Cepat Atau Lambat
63 Pembawa Pesan Dari Utara
64 Menguntungkan Satu Sama Lain
65 Menginjak Alam Para Dewa
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Bertransmigrasi
2
SAPAAN PENULIS!
3
Menjalankan Misi
4
Pikiran Long Mujue
5
Kamu Milikku, Pasanganku
6
Tidak Sulit Untuk Dibesarkan
7
Selera Mu Lingyao Sedikit Menakutkan
8
Long Mujue Memikirkan Masa Depan
9
Wanita yang Istimewa
10
Musuh Di Jalan Sempit
11
Predator Di Antara Predator
12
Disukai Para Ikan
13
Naga Biru dari Selatan
14
Pulau Atlantis Selatan
15
Menjadi Leluhur (Dimanja)
16
Kakek Kura-kura Pemarah
17
Misi Mengubah Plot Berdarah
18
Pernikahan Kaisar Duyung Biru
19
Kesayangan Dewa Koi
20
Asal-usul Long Mujue
21
Tanda Kepemilikan Naga Biru
22
Pergi Ke Daratan Luar Pulau
23
Ras Naga Api yang Nakal
24
Kelinci Temperamental
25
Pukulan Palu Keberuntungan
26
Jatuh Cinta Pada Mu Lingyao
27
Pria Duyung Bermata Emas
28
Mimpi Adalah Pertanda
29
Musuh Di Balik Kegelapan
30
You Thie Mengalami Nasib Sial
31
Mengakui Segalanya
32
Memicu Misi Tersembunyi
33
Menyusun Rencana
34
Menganggap Naga Sebagai Rusa
35
Hong Zhaoren Menggoda Yaoyao
36
Mendandani Pria Cantik
37
Orangtua Tidak Normal
38
Akan Ada Badai
39
Rencana Tersembunyi Musuh
40
Kelinci yang Malang
41
Progres Penyelesaian Misi
42
Menjadi Duyung Koi
43
Serangan Di Alam Mimpi
44
Pernikahan yang Berjalan Lancar
45
Penemuan Tidak Terduga
46
Rencana Merebut Harta Karun
47
Perlindungan Hewan Langka Tidak Berlaku
48
Merak yang Tidak Sopan Dan Sombong
49
Mengembalikan Harta Karun
50
Tidak Sengaja Memicu Keberhasilan Misi
51
Menjadi Duyung Koi
52
Harimau Tetaplah Seekor Kucing Besar
53
Sudah Lama Menantikan Kedatanganmu
54
Misi Advance Terpicu
55
Bencana Keluar Dari Mulut
56
Kunjungan Tidak Terduga
57
Keberhasilan Misi Advance
58
Musuh Datang Ke Pintu
59
Mu Lingyao Vs Mo Hualing
60
Diterjang Badai Lautan
61
Kelompok Pemberontak
62
Akan Terjadi Cepat Atau Lambat
63
Pembawa Pesan Dari Utara
64
Menguntungkan Satu Sama Lain
65
Menginjak Alam Para Dewa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!