Long Mujue Memikirkan Masa Depan

Saat malam tiba, Mu Lingyao mendekatkan diri ke api unggun karena kedinginan. Ia mengeluarkan selimut, tikar dan bantal dari dalam Ruang Koi.

Meski semua barang ini bukan dari zaman modern, Mu Lingyao mengenali bahannya sekilas. Pasti dari zaman kuno. Bantalnya empuk dan selimutnya hangat. Pemilik sebelumnya harus sangat kaya.

"Apakah kamu juga tidur dengan menggunakan barang-barang aneh ini?" tanya Zhu Yu ketika melihat Mu Lingyao tikar dan meletakkan bantal.

"Tentu saja. Aku tidak mungkin tidur di tanah begitu saja. Lalu bagaimana kamu tidur?" tanya balik Mu Lingyao.

"Kami biasanya akan menumpuk ilalang atau rerumputan kering lain untuk dijadikan alas."

"Kulitku pasti akan gatal dan iritasi." Mu Lingyao menyentuh kulitnya yang halus dan mulus.

Long Mujue melihat kulit Mu Lingyao yang tidak memiliki bekas luka apa pun. Merasa sedikit kasihan.

Sepertinya saat kembali ke istana nanti, ia harus mempersiapkan banyak hal yang disukai oleh ras manusia.

Beberapa manusia binatang di daratan memiliki kapas, bulu hewan dan produksi kain sutra yang lembut. Ia harus memesannya dari ras laba-laba. Dengan begitu, Mu Lingyao akan senang dengan perhatiannya.

Sudah menjadi kewajiban para manusia binatang jantan untuk menyenangkan pasangan mereka.

"Aku mengantuk. Aku akan tidur lebih dulu." Mu Lingyao menguap.

"Tidurlah." Long Mujue mengangguk.

Mu Lingyao berbaring dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut hangat. Mungkin karena lelah atau efek memakan makanan laut, kantuknya lebih cepat datang.

Dalam sekejap, Mu Lingyao tertidur nyenyak.

Xiao Fu yang ada di Ruang Koi tidak menyeretnya masuk untuk mengobrol. Ikan koi itu juga harus pergi ke suatu tempat untuk melakukan urusan lain.

Melihat wanita itu tidur, Long Mujue memikirkan apa yang harus dia lakukan di masa depan. Ada banyak yang berubah setelah kelahirannya kembali.

"Aku akan berenang lebih dulu. Kalian berjagalah di sini. Jangan sampai ada serangga atau ular berbisa yang masuk gua," ucapnya pada Zhu Yu dan Yue Yu.

Keduanya mengangguk. "Jangan khawatir, Yang Mulia."

Long Mujue meninggalkan gua dan pergi ke pantai. Embusan angin membuat helaian rambut panjangnya berkibar.

Saat terjun ke laut, tubuhnya berubah menjadi manusia setengah ikan. Ekor ikan biru besarnya yang cantik berenang dengan lihai di dalam air.

Di dalam air memang gelap. Tetapi dia bisa melihat dengan jelas.

Teringat dengan Mu Lingyao yang ingin makan lobster, pria itu bergerak lebih jauh ke bawah hingga mencapai dasar berpasir dan banyak bebatuan.

Long Mujue melihat beberapa lobster sepanjang lengan bawahnya yang sedang mencoba bersembunyi. Tanpa ragu, dia mengambil beberapa lobster dan kembali ke permukaan.

Tubuh setengah ikannya kembali ke wujud manusia saat mencapai pantai. Setelah membuat tubuhnya basah kembali, ia kembali ke gua.

"Yang Mulia, Anda akhirnya kembali," kata Zhu Yu tampak tergesa-gesa.

"Ada apa?"

Long Mujue meletakkan lobster yang telah diikat nya ke dalam panci yang ada di dekat dinding gua. Udang besar itu tidak akan mati sampai besok, jadi tidak perlu khawatir sama sekali.

Melihat ke tempat Mu Lingyao tidur, Long Mujue sangat terkejut. Wajahnya menggelap.

"Di mana dia?" tanyanya dengan nada dingin.

"Itu ..." Yue Yu cukup ragu untuk menjelaskan. "Nona Mu terbangun dan ingin buang air kecil. Dia tidak ingin kita pergi mengikutinya dan pergi sendiri. Tetapi dia belum kembali sampai sekarang—"

Sebelum Yue Yu menjelaskan lebih jauh, Long Mujue memotongnya. "Bodoh!"

Mereka juga tahu bahwa tidak aman di alam liar saat siang hari karena banyak binatang buas. Apa lagi malam hari.

Yue Yu terkulai lemas. Dia dan Zhu Yu tahu bahwa tidak tepat untuk membiarkan Mu Lingyao pergi sendiri.

Dan sekarang wanita itu belum kembali.

Tetapi mereka tidak mendengar Mu Lingyao berteriak. Ada kemungkinan besar jika manusia itu baik-baik saja.

Long Mujue tidak banyak berkata-kata lagi dan segera keluar untuk mencari Mu Lingyao. Karena belum memberikan status kepemilikan di tubuh Mu Lingyao, ia kesulitan untuk mencari keberadaannya.

Setiap manusia binatang jantan akan memberikan status kepemilikan di tubuh pasangan mereka. Hal ini selain bertujuan untuk pelacak, juga bisa menghindari jantan lain menginginkan betina yang telah dimilikinya.

"Yaoyao!" Long Mujue sedikit berteriak setelah berjalan cukup jauh.

Karena wanita itu ingin buang air kecil, harusnya pergi ke sungai. Tetapi tidak ada siapa pun di setiap sisi sungai.

Long Mujue sedikit khawatir. Dia mulai mencari dengan panik. Zhu Yu dan Yue Yu tak terkecuali.

"Yaoyao, di mana kamu?" Long Mujue berteriak lagi.

Masih tidak ada pergerakan atau suara sahutan. Pria itu mengerutkan kening.

Apakah ada ras lain yang membawa Mu Lingyao? Tetapi wanita itu terhubung dengan ras ikan koi. Keberuntungannya pasti besar.

Sampai akhirnya, mereka mendengar percikan air di hilir sungai.

"Suara apa itu? Mungkinkah Nona Mu ada di sana?" Zhu Yu menggaruk kepalanya.

Yue Yu yang terkulai lemas setelah ditegur Long Mujue sebelumnya, tidak berpikir terlalu banyak.

"Seberapa jauh nya dari sini ke hilir? Di sini sangat gelap. Apakah ras manusia tidak takut gelap?"

Zhu Yu memikirkan kemungkinan lainnya. Dia sedikit menggigil. "Mungkinkah Nona Mu masih lapar dan diam-diam pergi ke sungai untuk berburu ikan?"

"Bukankah dia tidak suka ikan mentah?

"..." Zhu Yu berpikir lagi ... Sepertinya memang begitu.

Long Mujue terlalu malas untuk mendengarkan berbagai kemungkinan yang dipikirkan kedua pengawalnya.

Dia berjalan cepat ke arah suara tanpa memikirkan kemungkinan besar adanya binatang buas di sana.

Semakin dekat, ia melihat cahaya dari tepi sungai serta sosok yang dicarinya sejak tadi.

Wanita itu memegang sesuatu yang mengeluarkan cahaya dan tampak bicara dengan seekor ikan di sungai.

"Yaoyao!" panggilnya.

Mu Lingyao terkejut dan menoleh ke arah suara. Ia baru saja ditarik oleh Xiao Fu ke Ruang Koi setelah selesai buang air kecil.

Koi kecil itu memutuskan untuk keluar ruang agar lebih mudah berkomunikasi dengan Mu Lingyao.

"Long Mujue? Kenapa dia ke sini?" gumam Mu Lingyao bingung.

Ikan koi di air sungai itu ingin sekali memutar bola matanya. Sayangnya tidak bisa.

"Kamu pergi terlalu lama dan pria itu panik."

"Ini salahmu!" Mu Lingyao menuduhnya.

"Baiklah, baiklah, ini salahku. Sekarang pikirkan cara agar kamu bisa membawaku dari sini."

"Bukankah kamu bisa berubah menjadi manusia?" Mu Lingyao mengeluh.

Kenapa dia merasa jika ikan koi begitu merepotkan untuk dirawat?

Tidak lama kemudian, Long Mujue berhasil menghampirinya.

"Yaoyao, kenapa kamu pergi ke sini? Di sini sangat berbahaya," kata pria itu dengan lembut memberinya nasihat.

Mu Lingyao sedikit bersalah. Ia menunjuk ikan koi yang menyembul ke permukaan air sungai.

"Ikan gemuk ini yang memanggilku ke sini. Aku baik-baik saja," jelasnya seraya menunjuk Xiao Fu.

"..."

Xiao Fu yang terfitnah ingin membela diri. Tetapi demi kelancaran misi, lebih baik mengalah saja. Toh, tidak masalah jika disalahkan. Ia hanya seekor ikan.

"Ikan?"

Long Mujue melirik ke sungai. Ia melihat seekor ikan koi kecil yang cukup gemuk dan memiliki corak indah. Mau tidak mau terkejut.

Terpopuler

Comments

Hasna 💙

Hasna 💙

q kasih secangkir kopi ka risa, dsini lg hujan dri pagi /Coffee//Coffee/⛈️⛈️

2025-01-14

1

Sonya Kapahang

Sonya Kapahang

Ciiieeeehhhhh... Udh punya panggilan sayang.. "Yaoyao" 😍😍😍

2025-01-14

1

lihat semua
Episodes
1 Bertransmigrasi
2 SAPAAN PENULIS!
3 Menjalankan Misi
4 Pikiran Long Mujue
5 Kamu Milikku, Pasanganku
6 Tidak Sulit Untuk Dibesarkan
7 Selera Mu Lingyao Sedikit Menakutkan
8 Long Mujue Memikirkan Masa Depan
9 Wanita yang Istimewa
10 Musuh Di Jalan Sempit
11 Predator Di Antara Predator
12 Disukai Para Ikan
13 Naga Biru dari Selatan
14 Pulau Atlantis Selatan
15 Menjadi Leluhur (Dimanja)
16 Kakek Kura-kura Pemarah
17 Misi Mengubah Plot Berdarah
18 Pernikahan Kaisar Duyung Biru
19 Kesayangan Dewa Koi
20 Asal-usul Long Mujue
21 Tanda Kepemilikan Naga Biru
22 Pergi Ke Daratan Luar Pulau
23 Ras Naga Api yang Nakal
24 Kelinci Temperamental
25 Pukulan Palu Keberuntungan
26 Jatuh Cinta Pada Mu Lingyao
27 Pria Duyung Bermata Emas
28 Mimpi Adalah Pertanda
29 Musuh Di Balik Kegelapan
30 You Thie Mengalami Nasib Sial
31 Mengakui Segalanya
32 Memicu Misi Tersembunyi
33 Menyusun Rencana
34 Menganggap Naga Sebagai Rusa
35 Hong Zhaoren Menggoda Yaoyao
36 Mendandani Pria Cantik
37 Orangtua Tidak Normal
38 Akan Ada Badai
39 Rencana Tersembunyi Musuh
40 Kelinci yang Malang
41 Progres Penyelesaian Misi
42 Menjadi Duyung Koi
43 Serangan Di Alam Mimpi
44 Pernikahan yang Berjalan Lancar
45 Penemuan Tidak Terduga
46 Rencana Merebut Harta Karun
47 Perlindungan Hewan Langka Tidak Berlaku
48 Merak yang Tidak Sopan Dan Sombong
49 Mengembalikan Harta Karun
50 Tidak Sengaja Memicu Keberhasilan Misi
51 Menjadi Duyung Koi
52 Harimau Tetaplah Seekor Kucing Besar
53 Sudah Lama Menantikan Kedatanganmu
54 Misi Advance Terpicu
55 Bencana Keluar Dari Mulut
56 Kunjungan Tidak Terduga
57 Keberhasilan Misi Advance
58 Musuh Datang Ke Pintu
59 Mu Lingyao Vs Mo Hualing
60 Diterjang Badai Lautan
61 Kelompok Pemberontak
62 Akan Terjadi Cepat Atau Lambat
63 Pembawa Pesan Dari Utara
64 Menguntungkan Satu Sama Lain
65 Menginjak Alam Para Dewa
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Bertransmigrasi
2
SAPAAN PENULIS!
3
Menjalankan Misi
4
Pikiran Long Mujue
5
Kamu Milikku, Pasanganku
6
Tidak Sulit Untuk Dibesarkan
7
Selera Mu Lingyao Sedikit Menakutkan
8
Long Mujue Memikirkan Masa Depan
9
Wanita yang Istimewa
10
Musuh Di Jalan Sempit
11
Predator Di Antara Predator
12
Disukai Para Ikan
13
Naga Biru dari Selatan
14
Pulau Atlantis Selatan
15
Menjadi Leluhur (Dimanja)
16
Kakek Kura-kura Pemarah
17
Misi Mengubah Plot Berdarah
18
Pernikahan Kaisar Duyung Biru
19
Kesayangan Dewa Koi
20
Asal-usul Long Mujue
21
Tanda Kepemilikan Naga Biru
22
Pergi Ke Daratan Luar Pulau
23
Ras Naga Api yang Nakal
24
Kelinci Temperamental
25
Pukulan Palu Keberuntungan
26
Jatuh Cinta Pada Mu Lingyao
27
Pria Duyung Bermata Emas
28
Mimpi Adalah Pertanda
29
Musuh Di Balik Kegelapan
30
You Thie Mengalami Nasib Sial
31
Mengakui Segalanya
32
Memicu Misi Tersembunyi
33
Menyusun Rencana
34
Menganggap Naga Sebagai Rusa
35
Hong Zhaoren Menggoda Yaoyao
36
Mendandani Pria Cantik
37
Orangtua Tidak Normal
38
Akan Ada Badai
39
Rencana Tersembunyi Musuh
40
Kelinci yang Malang
41
Progres Penyelesaian Misi
42
Menjadi Duyung Koi
43
Serangan Di Alam Mimpi
44
Pernikahan yang Berjalan Lancar
45
Penemuan Tidak Terduga
46
Rencana Merebut Harta Karun
47
Perlindungan Hewan Langka Tidak Berlaku
48
Merak yang Tidak Sopan Dan Sombong
49
Mengembalikan Harta Karun
50
Tidak Sengaja Memicu Keberhasilan Misi
51
Menjadi Duyung Koi
52
Harimau Tetaplah Seekor Kucing Besar
53
Sudah Lama Menantikan Kedatanganmu
54
Misi Advance Terpicu
55
Bencana Keluar Dari Mulut
56
Kunjungan Tidak Terduga
57
Keberhasilan Misi Advance
58
Musuh Datang Ke Pintu
59
Mu Lingyao Vs Mo Hualing
60
Diterjang Badai Lautan
61
Kelompok Pemberontak
62
Akan Terjadi Cepat Atau Lambat
63
Pembawa Pesan Dari Utara
64
Menguntungkan Satu Sama Lain
65
Menginjak Alam Para Dewa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!