Menjalankan Misi

Mu Lingyao sudah mengalami banyak kejutan hari ini. Semuanya di luar nalar. Entah itu burung yang bisa bicara atau kerang raksasa yang ukurannya tidak lazim.

Sekarang seekor ikan koi juga berubah menjadi manusia.

Mu Lingyao curiga jika ia sedang bermimpi. Ya, pasti hanya mimpi. Dia terlalu terobsesi dengan berbagai hal. Jadi terbawa mimpi yang sangat realistis.

Ia menampar pipinya dengan keras. Lalu rasa sakit yang nyata benar-benar datang. Ia berteriak kesakitan.

Seraya mengelus pipinya yang merah dan sakit, ia bergumam. "Ini bukan mimpi."

"...."

Xiao Fu tahu apa yang dipikirkannya dan langsung menghancurkan semua kemungkinan yang dipikirkan Mu Lingyao.

Dia berkata lagi. "Ini memang bukan mimpi. Mengingat kamu benar-benar tidak tahu, aku akan menjelaskannya. Sekarang, kamu berada di Ruang Koi, lautan kesadaran ku. Karena kamu telah membeli buku novel itu, artinya kamu setuju untuk mengikatku sebagai pendukung penyelesaian misi."

"Buku novel? Maksudmu yang tadi siang aku beli?" tanyanya.

Xiao Fu mengangguk. "Buku itu bukanlah novel biasa, tetapi gerbang tersembunyi menuju dunia manusia binatang. Dan aku merupakan salah satu penjaga gerbang time travel terbaik yang dipilih para dewa."

Seberapa enggan nya Mu Lingyao menerima semua ini, ia harus percaya.

"Jadi, aku memasuki novel itu dan isinya akan persis sama?" tanyanya.

Anak kecil itu mengangguk. Dia menjelaskan , "Kamu jatuh ke lautan, tempat asal mula cerita di awal novel. Kamu bukan salah satu tokoh asli dunia novel ini jadi tidak perlu khawatir akan terlibat dalam plot intinya. Tetapi sebagai gantinya, kamulah yang harus berbaur dengan mereka untuk menyelesaikan setiap misi yang ada."

"Misi apa? Apakah kamu masih membutuhkan poin keberuntungan atau sejenisnya untuk melakukan sesuatu dengan menyelesaikan misi?"

Mu Lingyao sering membaca novel serupa jadi tidak terlalu kurang update mengenai hal ini.

Tanpa diduga, Xiao Fu memutar bola matanya. Tatapannya sedikit mengejek.

"Jelas tidak seperti itu. Tidak ada poin atau pertukaran apa pun. Aku hanya membutuhkanmu untuk mengubah alur cerita novel ini agar menjadi lebih baik."

"Bukankah ending novel itu sudah sangat baik?"

Xiao Fu sedikit marah. "Apakah kamu gila?! Jalan cerita berdarah dan akhir yang tak masuk akal disebut ending yang baik? Apakah kamu terobsesi dengan cerita kekerasan rumah tangga?"

Alur novel tentang merman dan mermaid itu jelas tidak bagus. Bukan hanya tentang bencana dan kekacauan antar ras, tetapi perang penghuni air dan daratan telah memakan banyak korban.

Memang isi utamanya adalah perjalanan cinta Hero dan Heroine dalam kekacauan tersebut. Keduanya merupakan pasangan yang penuh kasih sayang.

Tetapi ....

Akhir kisah keduanya tidaklah baik. Tokoh utama wanita terbunuh saat perang.

Tokoh utama pria yang merupakan jenderal perang ras duyung, setia pada pasangannya. Melihat tokoh utama wanita tewas dengan mengenaskan, ia pun mengakhiri hidupnya.

Sama sekali bukan ending yang baik.

Mu Lingyao tidak merasa apa yang dikatakannya salah.

"Semuanya hanya cerita fiksi. Bukankah alur seperti itu dibuat untuk menciptakan emosi naik turun dari pembaca?"

"..." Xiao Fu ingin muntah darah hingga dadanya naik turun.

Wanita itu benar-benar tidak normal. Bukan hanya seorang pencinta makanan, pelit dan sedikit bodoh, tapi juga seekor kelinci berbulu serigala. Tidak, tidak ... Tapi seekor serigala berbulu domba.

Lupakan saja.

Dengan karakter Mu Lingyao, ia yakin misi akan selesai dengan baik. Hanya manusia bodoh yang tidak takut apa pun.

"Kamu mau bekerja sama denganku atau tidak?" tanyanya mengalihkan topik.

"Apakah aku akan mendapat untung?"

"... Tentu saja. Semua yang ada di Ruang Koi adalah milikmu. Keuntungan lain, kamu ... memiliki wajah cantik, tubuh seksi dan bonusnya ... pria tampan."

Mu Lingyao curiga jika leluhur ikan koi itu mesum dan ingin menjualnya demi mendapatkan keuntungan lebih.

"Apakah aku benar-benar tidak bisa kembali?" tanyanya.

"Tidak mungkin, maafkan aku. Tapi aku tahu kamu sangat diberkati oleh Dewa Koi. Tidakkah kamu merasa selalu beruntung sejak kamu masih kecil?"

Mu Lingyao mengangguk. Ia diadopsi dari panti asuhan. Sejak orangtua angkatnya meninggal karena kecelakaan pesawat, Mu Lingyao sendirian. Untungnya dia sudah cukup dewasa untuk hidup sendiri.

"Tapi aku benar-benar tidak bisa membuat orangtua angkatku beruntung," keluhnya sangat sedih.

"Kematian mereka adalah takdir yang ditetapkan dewa. Bahkan jika kamu beruntung, kamu tidak bisa mencegah kematian mutlak seseorang," kata Xiao Fu langsung mengingatkannya.

"Aku tahu." Wanita itu mengangguk.

"Kalau kamu setuju, mari kita berkontrak. Setelah berkontrak, kita akan terhubung satu sama lain."

"Bagaimana caranya?"

"Aku hanya meminta setetes darahmu saja."

Mu Lingyao menatap telapak tangannya. "Tapi aku takut sakit."

Xiao Fu tidak peduli. Dia langsung menggores telapak tangan Mu Lingyao dengan kuku tajamnya hingga darahnya menetas. Tak butuh lama, kontrak akhirnya selesai.

Luka sayatan kecil di telapak tangan Mu Lingyao perlahan sembuh.

"Sangat ajaib?" Ia terkejut.

Xiao Fu berkata dengan nada bangga. "Ini hanya sedikit dari kekuatanku. Masih banyak kejutan lain di masa depan."

Setelah berkontrak, Mu Lingyao mulai terhubung dengan Ruang Koi. Ia bisa tahu apa saja yang ada di dalamnya. Termasuk seberapa kuat Xiao Fu.

Semuanya tampak seperti mimpi.

"Lalu bagaimana cara keluar dari sini?"

"Bayangkan saja kamu keluar dari tempat ini. Jika kamu ingin masuk, tinggal bayangkan saja sebaliknya," jawab Xiao Fu. "Oh, omong-omong, saat ini hanya jiwamu saja yang bisa memasuki Ruang Koi. Jadi tubuhmu masih ada di luar saat ini."

"Apa?" Mu Lingyao kaget. "Apakah aku telah dimakan kerang raksasa?"

Sudut bibir Xiao Fu berkedut. “Lebih tepatnya, kamu terperangkap di dalam mutiara raksasa. Jangan cemas, seseorang dari ras duyung biru akan tiba untuk menyelamatkanmu," jelasnya.

"Bagaimana kamu tahu?"

"Ini merupakan plot kecil yang tidak diceritakan dalam buku aslinya."

"..."

Katakan saja jika itu hanyalah alur yang dibuat-buat.

Benar-benar seperti apa yang dinyatakan oleh Xiao Fu. Seorang pria dari keturunan duyung biru berenang mendekat ke arah kerang raksasa. Ia tampak mengetahui bahwa terdapat sesuatu di dalam kerang tersebut dan dengan paksa membuka cangkangnya.

Kemudian pria tersebut mengambil mutiara raksasa berwarna putih transparan. Di dalamnya terdapat tubuh Mu Lingyao yang meringkuk tanpa sehelai benang.

Tanpa keraguan sedikit pun, pria itu berenang ke permukaan dengan mengayunkan ekor biru nya yang mempesona.

Di dalam Ruang Koi, Mu Lingyao bisa melihat semuanya.

"Rasanya aku familiar dengan wajah pria itu," gumam Mu Lingyao.

"Kamu pasti tahu." Xiao Fu mengangguk.

Setelah berpikir cukup lama, Mu Lingyao akhirnya membelalakkan mata.

"Bukankah dia adalah Kaisar Duyung Biru?! … Long Mujue? Bagaimana bisa menjadi dia?"

Penokohan Long Mujue tidak diceritakan terlalu detail dalam novel aslinya. Hanya muncul cukup sering setelah kematian Hero dan Heroine.

Xiao Fu menghela napas panjang. "Sudah kubilang, ini adalah plot kecil yang tidak diceritakan dalam buku aslinya. Kita sedang mengikuti plot novel dari sudut pandang Kaisar Duyung, Long Mujue."

"Apakah aslinya Long Mujue juga mengambil mutiara raksasa ini?"

"Ya. Tapi isinya berbeda."

"Apa isinya?"

Xiao Fu ragu untuk menjawab. “Sebenarnya ini tidak penting. Lagi pula, tidak akan mengubah apa pun di masa depan. Kamu tidak perlu khawatir.”

Sebelum Mu Lingyao sempat bertanya lebih lanjut, Xiao Fu dengan paksa mengeluarkannya dari Ruang Koi.

Terpopuler

Comments

zylla

zylla

ikan koi emang punya kuku? 🤔

2025-02-02

1

Sonya Kapahang

Sonya Kapahang

Awal ceritanya menarik.. Ditunggu lanjutannya..

2025-01-11

1

_cloetffny

_cloetffny

aiyaaa, ga sabar banget sama kelanjutan ceritanya!!!

2025-01-11

1

lihat semua
Episodes
1 Bertransmigrasi
2 SAPAAN PENULIS!
3 Menjalankan Misi
4 Pikiran Long Mujue
5 Kamu Milikku, Pasanganku
6 Tidak Sulit Untuk Dibesarkan
7 Selera Mu Lingyao Sedikit Menakutkan
8 Long Mujue Memikirkan Masa Depan
9 Wanita yang Istimewa
10 Musuh Di Jalan Sempit
11 Predator Di Antara Predator
12 Disukai Para Ikan
13 Naga Biru dari Selatan
14 Pulau Atlantis Selatan
15 Menjadi Leluhur (Dimanja)
16 Kakek Kura-kura Pemarah
17 Misi Mengubah Plot Berdarah
18 Pernikahan Kaisar Duyung Biru
19 Kesayangan Dewa Koi
20 Asal-usul Long Mujue
21 Tanda Kepemilikan Naga Biru
22 Pergi Ke Daratan Luar Pulau
23 Ras Naga Api yang Nakal
24 Kelinci Temperamental
25 Pukulan Palu Keberuntungan
26 Jatuh Cinta Pada Mu Lingyao
27 Pria Duyung Bermata Emas
28 Mimpi Adalah Pertanda
29 Musuh Di Balik Kegelapan
30 You Thie Mengalami Nasib Sial
31 Mengakui Segalanya
32 Memicu Misi Tersembunyi
33 Menyusun Rencana
34 Menganggap Naga Sebagai Rusa
35 Hong Zhaoren Menggoda Yaoyao
36 Mendandani Pria Cantik
37 Orangtua Tidak Normal
38 Akan Ada Badai
39 Rencana Tersembunyi Musuh
40 Kelinci yang Malang
41 Progres Penyelesaian Misi
42 Menjadi Duyung Koi
43 Serangan Di Alam Mimpi
44 Pernikahan yang Berjalan Lancar
45 Penemuan Tidak Terduga
46 Rencana Merebut Harta Karun
47 Perlindungan Hewan Langka Tidak Berlaku
48 Merak yang Tidak Sopan Dan Sombong
49 Mengembalikan Harta Karun
50 Tidak Sengaja Memicu Keberhasilan Misi
51 Menjadi Duyung Koi
52 Harimau Tetaplah Seekor Kucing Besar
53 Sudah Lama Menantikan Kedatanganmu
54 Misi Advance Terpicu
55 Bencana Keluar Dari Mulut
56 Kunjungan Tidak Terduga
57 Keberhasilan Misi Advance
58 Musuh Datang Ke Pintu
59 Mu Lingyao Vs Mo Hualing
60 Diterjang Badai Lautan
61 Kelompok Pemberontak
62 Akan Terjadi Cepat Atau Lambat
63 Pembawa Pesan Dari Utara
64 Menguntungkan Satu Sama Lain
65 Menginjak Alam Para Dewa
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Bertransmigrasi
2
SAPAAN PENULIS!
3
Menjalankan Misi
4
Pikiran Long Mujue
5
Kamu Milikku, Pasanganku
6
Tidak Sulit Untuk Dibesarkan
7
Selera Mu Lingyao Sedikit Menakutkan
8
Long Mujue Memikirkan Masa Depan
9
Wanita yang Istimewa
10
Musuh Di Jalan Sempit
11
Predator Di Antara Predator
12
Disukai Para Ikan
13
Naga Biru dari Selatan
14
Pulau Atlantis Selatan
15
Menjadi Leluhur (Dimanja)
16
Kakek Kura-kura Pemarah
17
Misi Mengubah Plot Berdarah
18
Pernikahan Kaisar Duyung Biru
19
Kesayangan Dewa Koi
20
Asal-usul Long Mujue
21
Tanda Kepemilikan Naga Biru
22
Pergi Ke Daratan Luar Pulau
23
Ras Naga Api yang Nakal
24
Kelinci Temperamental
25
Pukulan Palu Keberuntungan
26
Jatuh Cinta Pada Mu Lingyao
27
Pria Duyung Bermata Emas
28
Mimpi Adalah Pertanda
29
Musuh Di Balik Kegelapan
30
You Thie Mengalami Nasib Sial
31
Mengakui Segalanya
32
Memicu Misi Tersembunyi
33
Menyusun Rencana
34
Menganggap Naga Sebagai Rusa
35
Hong Zhaoren Menggoda Yaoyao
36
Mendandani Pria Cantik
37
Orangtua Tidak Normal
38
Akan Ada Badai
39
Rencana Tersembunyi Musuh
40
Kelinci yang Malang
41
Progres Penyelesaian Misi
42
Menjadi Duyung Koi
43
Serangan Di Alam Mimpi
44
Pernikahan yang Berjalan Lancar
45
Penemuan Tidak Terduga
46
Rencana Merebut Harta Karun
47
Perlindungan Hewan Langka Tidak Berlaku
48
Merak yang Tidak Sopan Dan Sombong
49
Mengembalikan Harta Karun
50
Tidak Sengaja Memicu Keberhasilan Misi
51
Menjadi Duyung Koi
52
Harimau Tetaplah Seekor Kucing Besar
53
Sudah Lama Menantikan Kedatanganmu
54
Misi Advance Terpicu
55
Bencana Keluar Dari Mulut
56
Kunjungan Tidak Terduga
57
Keberhasilan Misi Advance
58
Musuh Datang Ke Pintu
59
Mu Lingyao Vs Mo Hualing
60
Diterjang Badai Lautan
61
Kelompok Pemberontak
62
Akan Terjadi Cepat Atau Lambat
63
Pembawa Pesan Dari Utara
64
Menguntungkan Satu Sama Lain
65
Menginjak Alam Para Dewa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!