Sutradara Bilang, 'CUT'!

“Ehm … Tuan … .”

Wanita bersurai pirang mendesah panjang tatkala pria yang baru ditemuinya di lounge hotel itu semakin ganas memainkan lidahnya di leher jenjang wanita itu.

Kedua insan yang sedang dimabuk gairah itu sedang bergulat di atas ranjang berukuran luas setelah memasuki kamar dalam keadaan tergesa, mereka bahkan tidak tahu apakah pintu kamarnya sudah tertutup dengan benar atau belum.

Tangan Alexa yang mengalung di leher pria bersurai gelap di atasnya lantas meremat rambut yang ada di sela jemarinya, mendesah semakin keras saat lidah Raymond kembali mengintimidasi cuping telinganya. Sapuan hangat dengan napas memburu Raymond di telinganya membuat Alexa menggigit bibir, berusaha mengingat bahwa mereka sedang syuting, bahwa semuanya hanyalah akting.

Sejak Raymond mulai menyentuhnya dengan liar ketika mereka memasuki kamar, Alexa tahu bahwa tubuhnya tidak bisa menolak saat sentuhan pria itu membuat kepalanya mendadak kosong. Ada sengatan di setiap sentuhan, juga ada api yang seolah membakar seluruh tubuhnya di tengah napas yang memburu.

Raymond mengangkat sedikit kepalanya, menatap wanita yang terbaring di bawah kungkungannya. Netra sedalam lautan itu terbakar ketika melihat Alexa menggigit bibir dengan wajah memerah dan mata berair.

‘Ke-kenapa dia menatapku seperti itu?’ Alexa membatin panik. Cara pemuda di atas menatap seolah ia akan menelan Alexa hidup-hidup. Gairah yang terpancar jelas di netra langit pria itu membuat Alexa sedikit menciut. Padahal sedang akting, tapi tatapan Raymond benar-benar hidup, seolah pria itu memang sedang bersiap membawa Alexa terbang tinggi malam ini. Ugh!

“Damian,” panggil Alexa lemah, suaranya sedikit gemetar bersamaan dengan setetes cairan bening lolos dari sudut matanya. Jujur saja ia takut dengan cara pemuda di atasnya menatap, jadi Alexa memanggil nama karakternya agar Raymond sadar bahwa mereka sedang syuting dan ada banyak orang di sekitar mereka.

“Sial!”

Pria itu mengumpat sebelum meraup bibir merah muda Alexa, menyusupkan lidahnya di sela bibir wanita itu sebelum menerobos dan menyapa daging tak bertulang milik Alexa. Tangan kiri pria itu turun, menyentuh setiap jengkal tubuh wanita di bawahnya hingga tangan kasar itu menyusup ke dalam gaun.

Alexa yang terlalu kaget dan tidak sempat menolak pagutan Raymond, hanya bisa melenguh kecil di sela tautan lidah mereka. Jemari lentik itu memegang rahang sang dominan, memperdalam pagutan mereka sebelum berpindah, menelusuri bahu lebar hingga dada bidang pria itu, membuka kancing kemeja satu per satu.

Gerakan yang lambat membuat Raymond menghentikan tangan wanita itu, sebelum ia sendiri yang membuka kemejanya dengan gerakan kasar. Suara kancing yang terlepas memenuhi indera pendengar Alexa, tapi wanita itu lebih fokus pada tubuh Raymond yang kini bagian atasnya polos, menunjukkan bentuk tubuhnya yang sempurna.

Raymond menyibak rambutnya yang basah akibat keringat setelah melempar asal kemeja putihnya. Pria itu kembali mendekat dan langsung memagut bibir Alexa, gerakannya cepat, terkesan terburu-buru, tapi rasanya sangat luar biasa.

Alexa tidak punya perbandingan karena ini pertama kali ada pria yang menjamah bibirnya, tapi jelas wanita itu harus mengakui bahwa Raymond sangat ahli dalam hal ini. Rasanya seperti Raymond adalah ssseorang yang bisa memuaskan teman ranjangnya hanya dengan saling melilitkan lidah.

‘Aku kehabisan napas!’ Alexa yang hampir mendorong pria yang tengah menikmati bibirnya, menghentikan tangannya ketika Raymond melepas tautan bibir mereka.

Bola mata sewarna langit itu menatap Alexa yang sedang terengah, berusaha meraup udara sebanyak mungkin. Bibir yang biasa membentuk garis lurus terhadap setiap wanita yang datang seperti lintah ke kamarnya itu menyeringai, menampilkan senyum yang seketika membuat Alexa menggigil.

“OKE, CUT! WAH, LUAR BIASA!!!” Zayn Miller berteriak dari balik kamera, membuat suasana yang sebelumnya sangat hening itu langsung ramai dengan tepukan tangan dari semua orang.

“Su-sudah selesai,” ucap Alexa gugup. Wanita itu berusaha keluar dari kungkungan Raymond, tapi tidak ada tanda-tanda pemuda itu akan melepaskannya. “Syutingnya sudah selesai, Tuan Raymond.”

“Coba panggil lagi namaku,” ucap Raymond berbisik.

Nama?

“Tuan Raymond?” Alexa memiringkan kepala, bingung dengan tingkah pria di atasnya. Kenapa tiba-tiba ingin dipanggil?

“Bukan. Panggil namaku seperti tadi.”

Alexa mengerutkan kening. Apa sih, yang sedang diinginkan Raymond? Alexa, kan, sudah memanggil seperti keinginannya, lalu apa lagi yang salah?

“Berhenti bermain-main, Tuan. Syutingnya sudah selesai dan saya harus pulang.” Alexa kembali memberontak, berusaha membebaskan diri. Di tengah usahanya untuk lepas dari kungkungan lawan mainnya, lutut yang berada di sela kaki Raymond tidak sengaja menyentuh bagian pusat tubuh pria itu.

Hanya sekilas, Alexa buru-buru meluruskan lagi kakinya. Wajahnya kembali memerah sempurna saat menyadari sesuatu di bawah tubuh Raymond sedang terbangun.

“Panggil namaku,” ucap Raymond lagi setelah berusaha keras agar tidak kembali menjamah bibir wanita di bawahnya.

Alexa kembali menghela napas, padahal ia sudah memanggil, tapi sepertinya terus saja salah. Memangnya dia mau dipanggil dengan nama apa selain Raymond? Tidak mungkin pria itu mau dipanggil Damian–Alexa menghentikan keluhannya saat nama karakter yang sedang dimainkan Raymond terlintas di pikirannya.

Eeyy, mana mungkin!

“Damian,” panggil Alexa pelan, menatap iris biru yang terlihat sangat memesona.

Raymond tersenyum miring, “Tidak buruk,” katanya seraya beranjak dari atas tubuh Alexa.

Pria itu duduk di tepi ranjang. Alexa yang mendapatkan kebebasannya langsung terduduk, bersiap untuk melangkah turun dari ranjang sebelum Raymond tiba-tiba mendekat, berbisik di telinganya.

“Aku tahu kau tidak sabar bertemu ‘adik kecil’ di bawah sana, tapi bertahanlah sampai waktunya tepat.”

Dasar gila! Alexa langsung menjauhkan wajahnya setelah mendengar kalimat tidak senonoh yang dibisikkan Raymond. Alexa bersiap untuk mengumpati pria itu ketika seseorang menghampiri mereka.

“Sutradara bilang, Cut! Tidakkah kalian mendengarnya?” Nada ketus dan tatapan tajam seorang pria berkaca mata yang baru datang itu terasa menusuk.

“Maafkan aku,” ucap Alexa seraya membungkuk, menyampaikan permintaan maaf meski ia tidak membuat kesalahan apa pun.

Pria yang merupakan manajer Raymond itu mengabaikan perkataan Alexa, lebih fokus melototi pria yang terlihat tidak peduli.

Raymond menghela napas setelah beberapa saat. Pria itu menatap Alexa sekali lagi, tersenyum miring sebelum beranjak, meninggalkan wanita itu dengan tanda tanya besar.

‘Apa yang sebenarnya terjadi?’ Alexa membatin, masih merasakan dingin di belakang leher sejak Raymond tersenyum dan menatapnya dengan mata menakutkan.

“Aku sudah memesan pizza, burger, ayam goreng pedas, minuman bersoda juga beberapa snack yang akan menjadi camilan pendamping.”

Alexa mendongak, menatap Alena yang datang sambil bersedekap dan mengatakan hal-hal aneh. Mereka hanya memesan makanan instan sebanyak itu saat sedang merayakan sesuatu. Tapi, tidak ada perayaan apa pun hari ini. Atau Alexa yang tidak ingat?

“Kita akan merayakan dan memberi selamat kepada bibirmu yang sudah tidak suci lagi,” ucap Alena santai, memberitahu alasannya memesan begitu banyak makanan pada wanita yang melotot horor.

“Haa … Raymond sialan!” umpat Alexa lirih, menyadari bahwa ia baru saja kehilangan keperawanan bibirnya. Padahal pria itu sendiri yang meminta agar tidak ada adegan saling menautkan bibir itu!

Terpopuler

Comments

Anawahyu Fajrin

Anawahyu Fajrin

ceritanya bagus banget Thor,,bikin nagih

2024-12-24

1

dee zahira

dee zahira

waw...

2025-02-05

0

lihat semua
Episodes
1 Hanya Seorang Figuran
2 Adegan Tambahan
3 Perebut Posisi
4 Bukan Pria Terseksi
5 Dunia yang Kotor
6 Improvisasi Dalam Akting
7 Sutradara Bilang, 'CUT'!
8 Hukuman Tengah Malam
9 Mimpi yang Mustahil
10 Paman Tampan
11 Sampai Jumpa, Paman!
12 Tetangga Baru
13 Taman Bermain Sang Putri
14 Ayo Berlibur!
15 Pangeran Gila
16 Topik Panas Sepanjang Tahun
17 Kejutan
18 Permata yang Hancur
19 Membuat Skandal
20 Kemarahan Alena
21 Skandal
22 Putri Waxton Grup
23 Rencana Bantahan
24 Pasangan Sempurna
25 Semakin Kacau
26 Menemui Si Gila
27 Lupa Tujuan
28 Memulai Kekacauan
29 Menemui Direktur
30 Skenario Dadakan
31 Hingga Badai Mereda
32 Tamu Pagi Hari
33 Hukuman Mengerikan
34 Sebuah Fakta
35 Aku Cemburu
36 Bertemu
37 Kacau
38 Obrolan Orang Dewasa
39 Dia Putriku!
40 Mimpi Buruk
41 Tamu Tak Diundang
42 Projek Baru
43 Pertemuan Rahasia
44 Gerimis
45 Bunga Anyelir
46 Pengunjung Tak Terduga
47 Mawar Kuning
48 Terima Kasih
49 Jangan Berpikir Rumit
50 Pesta yang Melelahkan
51 Bunga Meja
52 Apatis
53 Mantan Seorang Idola
54 Hari Pertama Syuting
55 Tatapan Penuh Cinta
56 Wanita Bernama Agnia
57 Syuting Pertama Selesai
58 Tanggung Jawab
59 Gagal Syuting
60 Dunia Hiburan
61 Perusak Suasana
62 Nona Larisha
63 Musuh atau Teman?
64 Tamu Dadakan
65 Salah Jadwal
66 Bertemu Keluarga
67 Tersesat
68 Gang Belakang
69 Di Balik Topeng
70 Sekarat
71 Perempuan Gila
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Hanya Seorang Figuran
2
Adegan Tambahan
3
Perebut Posisi
4
Bukan Pria Terseksi
5
Dunia yang Kotor
6
Improvisasi Dalam Akting
7
Sutradara Bilang, 'CUT'!
8
Hukuman Tengah Malam
9
Mimpi yang Mustahil
10
Paman Tampan
11
Sampai Jumpa, Paman!
12
Tetangga Baru
13
Taman Bermain Sang Putri
14
Ayo Berlibur!
15
Pangeran Gila
16
Topik Panas Sepanjang Tahun
17
Kejutan
18
Permata yang Hancur
19
Membuat Skandal
20
Kemarahan Alena
21
Skandal
22
Putri Waxton Grup
23
Rencana Bantahan
24
Pasangan Sempurna
25
Semakin Kacau
26
Menemui Si Gila
27
Lupa Tujuan
28
Memulai Kekacauan
29
Menemui Direktur
30
Skenario Dadakan
31
Hingga Badai Mereda
32
Tamu Pagi Hari
33
Hukuman Mengerikan
34
Sebuah Fakta
35
Aku Cemburu
36
Bertemu
37
Kacau
38
Obrolan Orang Dewasa
39
Dia Putriku!
40
Mimpi Buruk
41
Tamu Tak Diundang
42
Projek Baru
43
Pertemuan Rahasia
44
Gerimis
45
Bunga Anyelir
46
Pengunjung Tak Terduga
47
Mawar Kuning
48
Terima Kasih
49
Jangan Berpikir Rumit
50
Pesta yang Melelahkan
51
Bunga Meja
52
Apatis
53
Mantan Seorang Idola
54
Hari Pertama Syuting
55
Tatapan Penuh Cinta
56
Wanita Bernama Agnia
57
Syuting Pertama Selesai
58
Tanggung Jawab
59
Gagal Syuting
60
Dunia Hiburan
61
Perusak Suasana
62
Nona Larisha
63
Musuh atau Teman?
64
Tamu Dadakan
65
Salah Jadwal
66
Bertemu Keluarga
67
Tersesat
68
Gang Belakang
69
Di Balik Topeng
70
Sekarat
71
Perempuan Gila

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!