Pangeran Gila

"Jadi, kalian ingin main, tapi tidak bisa lewat karena terlalu ramai?"

Alexa segera mengangguk, bibirnya sedikit melengkung kecewa ketika mengingat kembali rencananya yang gagal.

"Kenapa tidak menghubungi sutradara dan menawarkan diri jadi salah satu figuran di taman bermain? Kalian kan, bisa berperan sebagai pengunjung biasa. Lalu, karena seluruh tempat memang sudah disewa, kalian bisa main sepuasnya tanpa membeli tiket lagi."

Terdengar menggiurkan, tapi jelas tidak akan dilakukan oleh Alena dan Alexa. Mereka tidak mungkin bisa bersikap apa adanya dan menikmati kebebasan saat ada banyak kamera serta ratusan pasang mata.

"Kami ke sini ingin menjernihkan otak, Paman. Kalau ikut syuting, meski hanya sebagai salah satu pengunjung taman bermain, tetap saja ada tekanan yang akan membuat stres semakin meningkat."

Edgar terkekeh pelan mendengar perkataan Alena. "Sepertinya Vincent memberimu banyak pekerjaan, ya?"

Alena mengangguk cepat. "Iya, aku jadi mengerti rasanya dijajah dan melakukan pekerjaan terus menerus tanpa istirahat."

Edgar kembali tertawa cukup keras melihat wajah merengut wanita di hadapannya. "Kalian benar-benar menggemaskan," ucapnya tanpa sadar.

"Eh, apa?"

"Menggemaskan? Maksudnya ... imut?"

Alena dan Alexa bertanya bersamaan, netra kedua wanita itu tampak berbinar. Edgar yang sebelumnya hampir meminta maaf karena mengatakan sesuatu yang mungkin membuat wanita-wanita di hadapannya tidak nyaman, tidak bisa menahan senyumnya melihat cahaya seperti kunang-kunang di tatapan Alexa dan Alena.

"Ya, kalian benar-benar manis dan menggemaskan. Aku tidak tahu rasanya punya anak perempuan, tapi Vincent beruntung sekali memiliki kalian."

Senyum kelewat lebar tercetak di bibir Alexa dan Alena. Dipuji oleh Edgar, tetangga baru yang sangat tampan, berwibawa dan seksi, sudah sangat cukup untuk membuat mereka lupa akan kekesalan terhadap taman bermain yang tidak bisa digunakan.

"Terima kasih," ucap Alexa malu-malu, pipinya merona. "Kalau Paman mau menganggapku sebagai putri juga tidak apa-apa, aku ikhlas, kebetulan aku juga belum punya Papa."

"Sepertinya kalau Alexa agak sulit untuk dijadikan anak angkat, Paman. Sudah jelas aku yang lebih cocok." Alena ikut bicara, tiba-tiba menawarkan dirinya untuk diadopsi.

"Astaga, kalian ini!" Edgar kembali tertawa melihat reaksi dua wanita di hadapannya. Mereka benar-benar tampak seperti wanita biasa yang tumbuh di tengah keluarga yang hangat dan penuh cinta. Sesuatu yang diam-diam membuat Edgar iri.

Alena dan Alexa ikut tersenyum melihat wajah tampan yang sedang tertawa, benar-benar tidak menyembunyikan kekaguman di binar mereka.

"Paman juga sangat tampan, apalagi ketika tertawa seperti itu." Alexa berterus terang, menatap penuh minat pada Edgar yang sedang menghapus air mata di sudut matanya akibat terlalu keras tertawa.

"Haah ... benar-benar deh! Sudah lama aku tidak tertawa lepas seperti ini. Terima kasih untuk kalian berdua." Edgar kembali memasang senyum tampan, membuat dua wanita di hadapannya menahan napas.

"Kami juga senang bertemu Paman di sini, benar-benar menyegarkan otak." Alena berucap sembari menautkan dua tangannya di depan dada dengan tatapan penuh kekaguman.

"Kupikir ada masalah serius hingga tempat pertemuan kita berubah, tapi ternyata kau sibuk menggoda para wanita."

Alena dan Alexa cukup terkejut saat seorang pria tiba-tiba sudah berdiri di dekat meja dan menarik salah satu kursi, duduk di samping Edgar dengan wajah tidak bersalah.

'Kenapa orang gila ini ada di sini? Ugh, lagi-lagi aku lupa hubungan mereka.' Alexa membatin, kesal dengan kehadiran Raymond.

Sejak bertemu dengan Edgar di depan taman bermain, mereka memutuskan untuk mengobrol di salah satu kafe kecil tidak jauh dari sana sambil menikmati semangkuk es krim. Alena dan Alexa tidak sempat berpikir bahwa kedatangan Edgar ke tempat yang dekat dengan lokasi syuting adalah untuk menemui putranya.

Dua wanita itu hanya sibuk mengagumi ketampanan Edgar tanpa memikirkan hal lain.

'Haah ... benar-benar wajah yang sangat berbahaya!' Alena dan Alexa membatin bersamaan.

"Bagaimana kalian bisa bertemu?" Entah Raymond menanyakan itu pada siapa, tapi tatapannya terkunci pada Alexa.

"Aku melihat mereka hampir menangis di depan taman bermain karena tidak bisa memasuki tempat yang sedang dijadikan lokasi syuting." Edgar menjawab seraya tersenyum simpul.

Pria bersurai gelap itu menautkan alis. "Kenapa tidak masuk saja? Aku yakin sutradara akan membiarkan kalian menjadi ekstra yang berperan sebagai pengunjung biasa."

Saran yang sama persis! Entah Alexa harus kagum atau tidak, meski cara mengatakannya berbeda, tapi Raymond melontarkan hal yang sama seperti Edgar. Sepertinya mereka memang memiliki hubungan darah.

"Kami tidak nyaman kalau harus bermain di tengah suasana syuting. Bukannya liburan, yang ada malah tambah depresi nanti." Alena menjawab sopan saat wanita di sisinya terlihat tidak punya niat mengatakan apa-apa.

"Hmm ... coba lihat cermin, pasti tidak akan depresi." Raymond tersenyum, menatap terang-terangan pada Alexa. "Aku juga biasanya melihat sesuatu yang indah saat pikiran sedang kusut," katanya sembari meletakkan tangan di bawah dagu, tidak mengalihkan pandangannya dari wajah cantik Alexa.

'Apa, sih, yang sedang dikatakan orang sok tampan ini?!' Alexa membatin jengkel, berusaha mengabaikan tatapan Raymond dan fokus pada es krim di mangkuknya yang masih tersisa setengah.

"Maksudnya Anda juga bercermin untuk menghilangkan stres, dengan menatap wajah sendiri? Itu cara yang tidak pernah terpikir oleh saya." Alena berucap antusias, heran kenapa ide seperti itu tidak pernah muncul di kepalanya. Padahal ia hanya perlu bercermin dan melihat wajah cantiknya untuk menghilangkan stres!

"Kau percaya itu? Bercermin dan menatap wajah sendiri akan membuat sakit kepalamu hilang? Kalau kau begadang berhari-hari, ada lingkaran hitam di bawah mata, lelah secara fisik dan mental, saat bercermin, memangnya akan membuat perasaan membaik? Yang ada malah tambah stres melihat penampilan sendiri!" Alexa tidak tahan, gemas dengan cara berpikir Alena.

Tiba-tiba Alena menjadi bodoh, itu pasti akibat terlalu banyak angka memasuki kepalanya.

Raymond terkekeh pelan, terhibur melihat tingkah dua wanita di hadapannya. Pantas saja tadi ayahnya juga tertawa sangat lebar ketika mengobrol dengan mereka.

Padahal tadi Raymond berniat menggoda sang aktris figuran dengan menyuruhnya bercermin untuk menghilangkan stres, bahkan terang-terangan menatapnya sambil mengatakan bahwa Raymond juga suka melihat sesuatu yang indah. Pemuda itu mengatakan bahwa wajah Alexa sangat cantik secara tidak langsung, tapi malah menerima komentar polos dan tidak terduga dari Alena.

"Mengobrol dengan kalian sepertinya sangat menyenangkan. Kenapa kita tidak bertukar nomor ponsel?"

Serangan mendadak Raymond membuat Alexa terhenyak, apalagi setelah melihat benda persegi panjang yang disodorkan di hadapannya.

"Siapa tahu setelah saling bertukar pesan, kita bisa lanjut bertukar cincin." Raymond memasang senyum lebar, mengedipkan sebelah mata pada Alexa yang wajahnya terlihat pucat.

'Dia benar-benar gila! Bagaimana orang gila ini lolos casting dan diterima sebagai aktor utama?'

Terpopuler

Comments

Vtree Only

Vtree Only

modus terus ya bang

2025-02-10

0

dee zahira

dee zahira

hahahA

2025-02-05

0

lihat semua
Episodes
1 Hanya Seorang Figuran
2 Adegan Tambahan
3 Perebut Posisi
4 Bukan Pria Terseksi
5 Dunia yang Kotor
6 Improvisasi Dalam Akting
7 Sutradara Bilang, 'CUT'!
8 Hukuman Tengah Malam
9 Mimpi yang Mustahil
10 Paman Tampan
11 Sampai Jumpa, Paman!
12 Tetangga Baru
13 Taman Bermain Sang Putri
14 Ayo Berlibur!
15 Pangeran Gila
16 Topik Panas Sepanjang Tahun
17 Kejutan
18 Permata yang Hancur
19 Membuat Skandal
20 Kemarahan Alena
21 Skandal
22 Putri Waxton Grup
23 Rencana Bantahan
24 Pasangan Sempurna
25 Semakin Kacau
26 Menemui Si Gila
27 Lupa Tujuan
28 Memulai Kekacauan
29 Menemui Direktur
30 Skenario Dadakan
31 Hingga Badai Mereda
32 Tamu Pagi Hari
33 Hukuman Mengerikan
34 Sebuah Fakta
35 Aku Cemburu
36 Bertemu
37 Kacau
38 Obrolan Orang Dewasa
39 Dia Putriku!
40 Mimpi Buruk
41 Tamu Tak Diundang
42 Projek Baru
43 Pertemuan Rahasia
44 Gerimis
45 Bunga Anyelir
46 Pengunjung Tak Terduga
47 Mawar Kuning
48 Terima Kasih
49 Jangan Berpikir Rumit
50 Pesta yang Melelahkan
51 Bunga Meja
52 Apatis
53 Mantan Seorang Idola
54 Hari Pertama Syuting
55 Tatapan Penuh Cinta
56 Wanita Bernama Agnia
57 Syuting Pertama Selesai
58 Tanggung Jawab
59 Gagal Syuting
60 Dunia Hiburan
61 Perusak Suasana
62 Nona Larisha
63 Musuh atau Teman?
64 Tamu Dadakan
65 Salah Jadwal
66 Bertemu Keluarga
67 Tersesat
68 Gang Belakang
69 Di Balik Topeng
70 Sekarat
71 Perempuan Gila
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Hanya Seorang Figuran
2
Adegan Tambahan
3
Perebut Posisi
4
Bukan Pria Terseksi
5
Dunia yang Kotor
6
Improvisasi Dalam Akting
7
Sutradara Bilang, 'CUT'!
8
Hukuman Tengah Malam
9
Mimpi yang Mustahil
10
Paman Tampan
11
Sampai Jumpa, Paman!
12
Tetangga Baru
13
Taman Bermain Sang Putri
14
Ayo Berlibur!
15
Pangeran Gila
16
Topik Panas Sepanjang Tahun
17
Kejutan
18
Permata yang Hancur
19
Membuat Skandal
20
Kemarahan Alena
21
Skandal
22
Putri Waxton Grup
23
Rencana Bantahan
24
Pasangan Sempurna
25
Semakin Kacau
26
Menemui Si Gila
27
Lupa Tujuan
28
Memulai Kekacauan
29
Menemui Direktur
30
Skenario Dadakan
31
Hingga Badai Mereda
32
Tamu Pagi Hari
33
Hukuman Mengerikan
34
Sebuah Fakta
35
Aku Cemburu
36
Bertemu
37
Kacau
38
Obrolan Orang Dewasa
39
Dia Putriku!
40
Mimpi Buruk
41
Tamu Tak Diundang
42
Projek Baru
43
Pertemuan Rahasia
44
Gerimis
45
Bunga Anyelir
46
Pengunjung Tak Terduga
47
Mawar Kuning
48
Terima Kasih
49
Jangan Berpikir Rumit
50
Pesta yang Melelahkan
51
Bunga Meja
52
Apatis
53
Mantan Seorang Idola
54
Hari Pertama Syuting
55
Tatapan Penuh Cinta
56
Wanita Bernama Agnia
57
Syuting Pertama Selesai
58
Tanggung Jawab
59
Gagal Syuting
60
Dunia Hiburan
61
Perusak Suasana
62
Nona Larisha
63
Musuh atau Teman?
64
Tamu Dadakan
65
Salah Jadwal
66
Bertemu Keluarga
67
Tersesat
68
Gang Belakang
69
Di Balik Topeng
70
Sekarat
71
Perempuan Gila

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!