Adegan Tambahan

“Tunggu!” Alexa berseru, tangannya terangkat, menghentikan sutradara di hadapannya untuk menjelaskan lebih lanjut. Terlihat sangat tidak sopan memang, tapi bukankah tujuan pembicaraan ini semakin menakutkan?

“Ada baiknya mendengarkan penjelasan sutradara sampai selesai sebelum menyela.”

Sindiran tajam dari pemuda di sisinya membuat Alexa hampir memutar bola mata. Meski begitu, ia tidak bisa merasa kesal karena memang salahnya memotong pembicaraan orang lain.

“Maaf, silakan dilanjutkan.”

Pria paruh baya yang merasa bahwa Alexa akan menolak tawarannya mengetukkan jemari di pegangan kursi. Wanita di hadapannya sangat terkenal dengan julukan Aktris Figuran. Semua peran yang dimainkan Alexa hanyalah sebatas figuran. Ia memerankan karakter tambahan hampir di setiap serial televisi, bahkan sudah tidak terhitung berapa kali Alexa hanya muncul di layar sebagai orang yang ditanyai arah jalan.

Mungkin ini pertama kali bagi Alexa bermain sebagai figuran di sebuah projek besar, dengan para aktor dan aktris dunia. Sutradara, produser serta rumah produksi yang menaungi projek ini juga bukan main-main.

Jujur saja awalnya pria itu tidak berharap banyak dari seseorang yang dipanggil untuk menggantikan pemeran figuran pilihannya yang tiba-tiba mengalami kecelakaan seminggu lalu, tapi akting wanita di hadapannya benar-benar di luar ekspektasi. Kenapa aktris berbakat seperti Alexa hanya berkeliaran sebagai seorang figuran?

Sebenarnya ia sangat ingin mengganti pemeran utama wanitanya menjadi Alexa, tapi jelas itu sangat tidak profesional. Jadi, satu-satunya yang bisa ia lakukan adalah menambah adegan demi melihat lebih lanjut akting wanita di hadapannya.

“Seperti yang saya sebut sebelumnya, kami ingin menambah beberapa adegan yang akan ditampilkan di awal film, sebagai penguat kehidupan malam Damian sebelum bertemu pemeran utama wanita.”

Sebuah ketukan di pintu membuat semua orang menoleh. Wanita yang berdiri di belakang Alexa berjalan menuju pintu, mengambil beberapa kertas dari salah seorang staff.

Alexa menerima kertas-kertas berisi kontrak baru yang disodorkan sang manajer. Keningnya berkerut cukup dalam saat membaca beberapa poin tambahan.

“Apa tidak bisa menggunakan pemeran tambahan lain? Kalau untuk menguatkan karakter Damian sebelum bertemu pemeran utama wanita, bukankah lebih bagus kalau diperlihatkan bahwa Damian tidak hanya bermain dengan satu wanita?” Alexa meletakkan kertas di meja, menatap pada sutradara dan produser yang tampak terkejut dengan perkataannya.

“Maksudku, wanita asing yang melakukan hubungan satu malam bersama Damian dan wanita yang datang untuk minta dinikahi, bisa dibuat menjadi dua orang berbeda. Kurasa hal itu justru bisa lebih menguatkan betapa brengsek Damian, kan? Apalagi kalau ditambah figuran lain yang datang dan mengaku hamil anaknya.”

Wanita yang masih mengenakan gaun hitam ketat yang mencetak lekat bentuk tubuhnya itu mengulum bibir, berusaha untuk tidak tersenyum lebar meski sudut-sudut bibirnya bergetar.

Alexa mengabaikan helaan napas manajer di belakangnya, fokus pada reaksi dua orang yang sepertinya tidak pernah berpikir ia akan mengatakan sesuatu di luar dugaan.

Di lihat dari sisi mana pun, ide cerita yang dilontarkan Alexa sangat masuk akal dan terdengar lebih menarik.

‘Tidak sia-sia aku menghabiskan waktu berjam-jam membaca novel romansa dewasa,’ batin wanita itu bangga.

“Idenya bagus, tapi sepertinya tidak bisa diterapkan.”

Bukan sutradara atau produser di hadapan Alexa yang memberi respon, melainkan pemuda yang duduk tegak di sebelahnya. Alexa menoleh, netra coklat madu yang biasa menjerat dengan pesona alami itu tampak bertanya.

“Sepertinya Tuan Raymond memiliki ide lain? Katakan saja, akan kami dengarkan.”

“Saya lebih setuju dengan ide dari sutradara, meski bukan berarti masukan Nona Alexa tidak bagus. Tapi, kalau harus mencari pemeran figuran lainnya hanya untuk menjadi teman tidur Damian, ditambah wanita yang datang dan mengaku hamil, kita akan kehabisan waktu. Mencari seseorang yang cocok untuk mengisi peran-peran itu saya rasa tidak bisa hanya dalam waktu satu dua hari. Proses syuting akan terhambat dan tidak sesuai jadwal, hal ini bisa merugikan banyak pihak.”

Penjelasan yang masuk akal itu! Alexa menahan diri untuk tetap memasang ekspresi tenang, meski sebenarnya ia ingin menggebrak meja dan menyatakan ketidaksetujuan. Bagaimana ia akan keluar dari situasi menakutkan seperti ini?

‘Mama akan mendepakku dari kartu keluarga kalau sampai memiliki adegan lebih banyak, apalagi di projek sebesar ini.’ Alexa membatin sedih, mengingat Black Card yang mungkin akan lenyap dari dompetnya.

“Seperti yang dikatakan Tuan Raymond, lebih baik menambah satu adegan dengan pemeran yang sudah ada agar tidak membuang banyak waktu dan terkesan tidak profesional.”

Kalimat yang dilontarkan produser di hadapannya membuat Alexa semakin tersudut.

“Aku tidak bisa mengambil keputusan ini sendiri,” ucap Alexa pada akhirnya. “Aku harus membicarakannya dengan manajerku dulu,” lanjutnya sembari menoleh ke belakang, menatap dengan netra berembun pada seseorang yang sepertinya berniat mengatakan sesuatu.

Ayolah, serangan mata memelas! Alexa menatap wanita yang memegang kendali atas tali kehidupannya dengan mata berkaca-kaca, berharap manajernya mau menurutinya dan menjaga sikap, tidak mengatakan sesuatu dengan lidahnya yang setajam belati.

Helaan napas dan anggukan pelan dari sang manajer membuat Alexa tersenyum puas. Wanita itu kembali menatap dua orang penting yang duduk di hadapannya.

“Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu. Sore nanti akan saya kabari hasil diskusi kami,” ucap wanita itu sopan, berdiri dan membungkuk pada orang-orang di ruangan itu sebelum menarik manajernya untuk keluar.

“Terima kasih karena sudah membantu memberikan alasan yang masuk akal, Tuan Raymond. Setidaknya Nona Alexa akan memikirkan ulang, tidak seperti sebelumnya yang terlihat sekali berusaha menolak.”

Perkataan sutradara ternama di hadapannya membuat pemuda yang dipanggil Raymond tersenyum kecil. “Aku hanya memberi masukan berdasarkan logika,” katanya tenang.

*** 

“Aduh! Pelan-pelan, dong!” Alexa meringis ketika handuk yang baru direndam ke dalam air hangat kuku ditempelkan ke pergelangan kakinya. Bibir merah muda wanita itu merengut saat wanita yang berlutut di hadapannya menekan handuk dengan cukup keras, sepertinya punya dendam pribadi.

“Salahmu sendiri mengabaikannya terlalu lama. Kalau ada yang sakit, kau harusnya minta izin untuk langsung beristirahat dan mengobati lukamu dulu, bukannya sok jadi jagoan!”

Pergelangan kakinya bengkak dan memerah, sakit, tapi Alexa masih harus mendengarkan omelan manajernya. Sudah begitu nadanya ketus sekali.

“Kita akan langsung ke dokter setelah kau bisa berjalan lebih baik karena kita tidak punya kursi roda.”

Alexa menatap kakinya yang dibungkus handuk agak panas sebelum mengalihkan tatapnya pada wanita bersurai panjang yang meraih kursi dan duduk di hadapannya, tangan wanita itu kembali terulur untuk menekan pelan handuk.

“Maaf,” ucap Alexa lirih, merasa bersalah setelah melihat ekspresi khawatir yang coba ditutupi wanita di hadapannya. “Alena tidak mau memaafkanku? Wah, aku jadi sedih!”

“Aku terlalu sering mendengarmu meminta maaf,” ucap Alena cukup ketus.

Alexa semakin memasang wajah sedih, bibirnya melengkung ke bawah dengan mata yang mulai mengembun, sebuah telaga terbentuk di netra coklat wanita itu.

“Oke, cukup, aku memaafkanmu! Berhenti memasang wajah sok sedih seperti itu bisa, kan?”

Senyum lebar yang langsung terpasang di bibir tipis Alexa membuat Alena memutar mata jengah. Kalau tidak terbiasa melihat wanita itu berakting, Alena mungkin akan terperangkap pada ekspresi sedih Alexa.

“Tapi, aku benar-benar minta maaf dengan tulus, lho! Rasa bersalahku bukanlah akting,” ucap Alexa.

Alena kembali menghela napas. “Iya, Tuan Putri, aku tahu. Kau pikir berapa lama kita saling mengenal? Aku bahkan bisa menebak semalam kamu memimpikan apa.”

Alexa terkekeh lucu. Benar, mereka berteman sejak zaman zigot, lebih tepatnya mereka adalah sepupu yang lahir di tanggal, bulan dan tahun yang sama. Alena adalah saudara sekaligus sahabat yang pasti akan selalu membela Alexa kapan pun dan di mana pun.

“Nah, Nona Manajer, sekarang kita harus bagaimana untuk tawaran dari sutradara?”

“Sudah jelas harus ditolak, kan? Selain kau yang amat sangat tidak suka dengan Raymond, kita juga harus menyelamatkan leher agar tidak ditebas Papa dan Bibi Valisha.”

“Aku memang tidak suka orang sok tampan itu, tapi kalau ditolak dan mereka terpaksa mencari figuran yang lain dengan jalan cerita tidak berubah, maka adegan yang menyebabkan kakiku terkilir tadi juga akan dihapus. Rasanya aku tidak rela pekerjaan yang kulakukan sampai terluka begini tiba-tiba tidak jadi tayang.”

Benar-benar dilema! Alena menatap wanita di hadapannya dengan tatapan kasihan. Ia yang paling tahu betapa Alexa sangat menyukai karirnya sebagai aktris. Wanita itu akan sangat bahagia meski hanya bisa mengambil peran ekstra figuran.

Alena pun tahu betapa Alexa sangat berbakat dalam akting, tapi situasi tidak memihak wanita itu untuk menekuni bidang yang dicintainya.

“Kalau begitu kita terima saja! Peranmu di sini hanyalah figuran, jadi sudah pasti wajahmu tidak akan ada di poster utama. Selama Papa dan Bibi Valisha tidak menonton filmnya, maka nyawa kita selamat.”

Episodes
1 Hanya Seorang Figuran
2 Adegan Tambahan
3 Perebut Posisi
4 Bukan Pria Terseksi
5 Dunia yang Kotor
6 Improvisasi Dalam Akting
7 Sutradara Bilang, 'CUT'!
8 Hukuman Tengah Malam
9 Mimpi yang Mustahil
10 Paman Tampan
11 Sampai Jumpa, Paman!
12 Tetangga Baru
13 Taman Bermain Sang Putri
14 Ayo Berlibur!
15 Pangeran Gila
16 Topik Panas Sepanjang Tahun
17 Kejutan
18 Permata yang Hancur
19 Membuat Skandal
20 Kemarahan Alena
21 Skandal
22 Putri Waxton Grup
23 Rencana Bantahan
24 Pasangan Sempurna
25 Semakin Kacau
26 Menemui Si Gila
27 Lupa Tujuan
28 Memulai Kekacauan
29 Menemui Direktur
30 Skenario Dadakan
31 Hingga Badai Mereda
32 Tamu Pagi Hari
33 Hukuman Mengerikan
34 Sebuah Fakta
35 Aku Cemburu
36 Bertemu
37 Kacau
38 Obrolan Orang Dewasa
39 Dia Putriku!
40 Mimpi Buruk
41 Tamu Tak Diundang
42 Projek Baru
43 Pertemuan Rahasia
44 Gerimis
45 Bunga Anyelir
46 Pengunjung Tak Terduga
47 Mawar Kuning
48 Terima Kasih
49 Jangan Berpikir Rumit
50 Pesta yang Melelahkan
51 Bunga Meja
52 Apatis
53 Mantan Seorang Idola
54 Hari Pertama Syuting
55 Tatapan Penuh Cinta
56 Wanita Bernama Agnia
57 Syuting Pertama Selesai
58 Tanggung Jawab
59 Gagal Syuting
60 Dunia Hiburan
61 Perusak Suasana
62 Nona Larisha
63 Musuh atau Teman?
64 Tamu Dadakan
65 Salah Jadwal
66 Bertemu Keluarga
67 Tersesat
68 Gang Belakang
69 Di Balik Topeng
70 Sekarat
71 Perempuan Gila
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Hanya Seorang Figuran
2
Adegan Tambahan
3
Perebut Posisi
4
Bukan Pria Terseksi
5
Dunia yang Kotor
6
Improvisasi Dalam Akting
7
Sutradara Bilang, 'CUT'!
8
Hukuman Tengah Malam
9
Mimpi yang Mustahil
10
Paman Tampan
11
Sampai Jumpa, Paman!
12
Tetangga Baru
13
Taman Bermain Sang Putri
14
Ayo Berlibur!
15
Pangeran Gila
16
Topik Panas Sepanjang Tahun
17
Kejutan
18
Permata yang Hancur
19
Membuat Skandal
20
Kemarahan Alena
21
Skandal
22
Putri Waxton Grup
23
Rencana Bantahan
24
Pasangan Sempurna
25
Semakin Kacau
26
Menemui Si Gila
27
Lupa Tujuan
28
Memulai Kekacauan
29
Menemui Direktur
30
Skenario Dadakan
31
Hingga Badai Mereda
32
Tamu Pagi Hari
33
Hukuman Mengerikan
34
Sebuah Fakta
35
Aku Cemburu
36
Bertemu
37
Kacau
38
Obrolan Orang Dewasa
39
Dia Putriku!
40
Mimpi Buruk
41
Tamu Tak Diundang
42
Projek Baru
43
Pertemuan Rahasia
44
Gerimis
45
Bunga Anyelir
46
Pengunjung Tak Terduga
47
Mawar Kuning
48
Terima Kasih
49
Jangan Berpikir Rumit
50
Pesta yang Melelahkan
51
Bunga Meja
52
Apatis
53
Mantan Seorang Idola
54
Hari Pertama Syuting
55
Tatapan Penuh Cinta
56
Wanita Bernama Agnia
57
Syuting Pertama Selesai
58
Tanggung Jawab
59
Gagal Syuting
60
Dunia Hiburan
61
Perusak Suasana
62
Nona Larisha
63
Musuh atau Teman?
64
Tamu Dadakan
65
Salah Jadwal
66
Bertemu Keluarga
67
Tersesat
68
Gang Belakang
69
Di Balik Topeng
70
Sekarat
71
Perempuan Gila

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!