Perebut Posisi

“Ada jaminan mereka tidak akan menonton?” Alexa bertanya ragu, pasalnya projek film yang sedang berjalan ini merupakan karya dari sutradara ternama dunia, belum lagi ditambah para aktor dan aktris yang terkenal profesional di bidangnya.

“Mereka, kan, sibuk. Saat filmnya tayang, Bibi Valisha akan repot dengan koleksi musim panas terbaru, Papa juga tidak akan punya waktu untuk datang ke bioskop dan menonton film.”

Wanita yang masih mengenakan wig pirang itu mengangguk, membenarkan hal yang dikemukakan manajernya.

“Oh, tapi bagaimana kalau Bibi Serra yang mengajak Paman untuk nonton? Papamu kan, cinta mati dengan Bibi Serra. Apa pun yang Mamamu itu minta, pasti dikabulkan.”

Alena tersenyum miring, terlihat seperti penjahat dalam novel. “Jangan lupa kalau Mama juga cinta mati dengan kita, Alexa. Mudah untuk melobi Mama,” ucapnya seraya menaik turunkan alis.

Mau tidak mau Alexa terkekeh. Benar, di tengah kesibukan ibu kandungnya, Alexa lebih sering dititipkan dan dirawat oleh Serra dan menjadi salah satu kesayangan wanita itu juga.

“Oke, sudah diputuskan! Sekarang, ayo pulang, kesayanganku pasti sudah sampai, kan?” Binar di netra coklat Alexa membuat suasana langsung terasa cerah seketika.

“Kita ke rumah sakit dulu!”

Ugh!

***

Alexa menyesali keputusannya. Wajah wanita itu tampak kesal, belum lagi tatapan yang dipenuhi api di netra coklatnya.

Ia baru selesai mandi, rambutnya masih agak basah ketika wanita itu mulai membuka kotak berisi light stick edisi spesial yang ditunggunya selama tiga bulan sejak pembelian. Alexa juga tersenyum sangat lebar setelah benda itu terkoneksi sempurna dengan bluetooth di ponselnya.

Kebahagiaan wanita itu runtuh saat televisi di ruang tengah sedang menampilkan berita tentang seseorang. Acara gosip yang cukup terkenal itu sedang membandingkan popularitas seorang aktor dan salah satu grup idola dari negeri ginseng.

Alexa keluar dari kamar, menatap penuh permusuhan pada wajah tampan di layar televisi. Keningnya berkerut tidak suka melihat sebuah kalimat yang terpampang.

“RAYMOND DEVANO, AKTOR TAMPAN YANG BERHASIL MERAIH JULUKAN SEBAGAI PRIA TERSEKSI DI DUNIA, MENGGESER POSISI KEY BXS.”

Apa-apaan! Alexa mendelik jengkel, berjalan ke arah meja, meraih remote tv dan mematikan benda persegi itu.

“Duh, kenapa mengganggu, sih?” Alena menatap jengkel, mulutnya terlihat mengembung dipenuhi makanan.

Alexa duduk di sisi wanita bersurai panjang yang tengah melahap mie instan, meraih mangkuk dari tangan Alena dan menyeruput makanan pedas yang tidak pernah membuat bosan itu.

Alena memutar bola mata, jengah dengan tingkah kekanakkan wanita di sampingnya. Ia, kan, bisa memindahkan saluran televisi kalau tidak suka dengan acara yang ditampilkan, bukannya langsung mematikannya tanpa izin dan mengganggu waktu istirahat orang lain!

“Kenapa berita tidak masuk akal seperti itu ditonton? Menggeser posisi Key dari mana, jauh sekali perbedaannya, bagai langit dan bumi!”

Wow! Alena hanya bisa menggeleng, sudah terbiasa dengan segala omelan dan kekesalan Alexa ketika idolanya dibandingkan dengan orang lain. Apalagi posisi sebagai Pria Terseksi di Dunia sudah menjadi langganan salah satu member idol grup BXS sejak tiga tahun terakhir.

“Lagipula berita itu sudah lama, sudah basi, kenapa masih diulang-ulang–-aduh!” Alexa mengaduh saat Alena menyentil dahinya cukup keras.

“Berita itu juga tayangan ulang, bodoh!” ujar Alena gemas. “Kembalikan makananku!”

Alena menatap penuh dendam saat mangkuk yang berhasil ia rampas kembali dari tangan Alexa, sudah kosong, bersih. Sisa baunya pun tidak ada.

“Argh, makananku!” teriak Alena kesal, kakinya menghentak lantai sebelum menatap tajam wanita di sebelahnya.

“Aku tidak mau tahu, pokoknya ganti–” Alena semakin merengut, tidak bisa melanjutkan perkataannya saat melihat perban yang melingkar di pergelangan kaki Alexa. Ia bahkan tidak bisa meminta ganti rugi karena Alexa sedang terluka.

“Bagaimana kalau kita pesan makanan lain saja? Tante Serra bilang tidak boleh makan mie instan terlalu sering,” ucap Alexa seraya terkekeh, menggaruk kepala yang tidak gatal.

“Sudahlah, aku kenyang hanya dengan melihat wajahmu!” ketus Alena, beranjak dari sofa sambil membawa mangkuk kosong menuju dapur.

Alexa yang tidak merasa bersalah sama sekali, kembali meraih remote televisi dan menyalakan benda persegi di hadapannya. Sudah tidak ada lagi berita tentang aktor sok tampan yang sialnya akan menjadi seseorang yang akan bergumul di atas ranjang bersamanya, meski hanya akting.

“Haruskah aku membatalkan persetujuan penambahan adegan? Toh, belum tanda tangan kontrak juga!”

“Sangat tidak profesional,” ucap wanita yang baru kembali dari dapur, suaranya menajam setelah mendengar gumaman Alexa. “Aku akan mengadukannya pada BXS saat fan meeting nanti,” ancam Alena serius.

Alexa berdecih, ancaman yang selalu mampu meluluhkannya. “Lalu, bagaimana? Sepertinya aku akan menatap orang itu dengan dendam membara, di saat yang harus kulakukan adalah menatapnya penuh gairah. Wah, membayangkannya saja sudah membuatku merinding!”

Alexa mengusap kedua lengan, bergidik ngeri hanya dengan membayangkan tubuhnya disentuh pemuda yang mengambil alih posisi pangerannya.

“Kalau begitu bayangkan kau sedang menjadi seorang pembunuh bayaran,” ucap Alena seraya menyeruput teh hangat yang tadi dibawanya. “Seseorang yang mendekati pemuda kaya raya, menghabiskan malam yang memabukkan bersama, sebelum paginya kamu meracuninya melalui secangkir kopi.”

Netra coklat Alexa mengerjab beberapa kali, menatap penuh binar pada sepupu, sahabat, manajer sekaligus penasihat hukumnya.

“Uang yang kau dapatkan sebagai bayaran atas kerja keras itu bisa digunakan untuk membeli album baru atau merchandise lain, kan?” Alena menambahkan, memberi alasan lain agar wanita di sisinya bisa mendapat ide. Sejujurnya ia keceplosan saat mengatakan tentang 'pembunuh bayaran'.

Daripada memberi ide konyol seperti meminta Alexa membayangkan sedang menjadi pembunuh bayaran, sudah pasti lebih baik mengarahkannya ke hal yang lebih positif seperti mencari uang demi beli album baru.

“Aku kan, tidak punya masalah keuangan. Masalahnya adalah membangun perasaan terhadap lawan main yang tidak bisa kusukai.”

Terlahir sebagai sendok emas, Alexa memang tidak pernah memiliki masalah keuangan. Satu-satunya masalah wanita itu adalah suka mencari gara-gara dengan tambang berlian–maksudnya ibunya.

“Kau bahkan belum pernah benar-benar mengobrol atau berjarak cukup dekat dengan Raymond, bagaimana begitu yakin tidak bisa menyukainya? Jangan-jangan sekali kamu merasakan sentuhannya, kamu malah ketagihan, seperti menemukan oasis di tengah padang pasir.”

“Ini bukan novel, tahu! Jangan samakan dunia nyata dengan khayalan tidak masuk akal yang sering ada di novel online, dong!”

“Padahal kau yang sering baca novel dengan jalan cerita seperti itu!”

Alexa kembali merengut, tidak bisa menyangkal saat yang dikatakan Alena adalah fakta yang tidak bisa dipisahkan darinya. Alexa, novel romantis, BXS, komik dan anime adalah satu kesatuan yang mustahil berpisah.

“Hal yang masuk akal adalah mencari uang untuk membeli segala pernak pernik idolamu, kan? Kamu juga bisa beli novel, komik dan hal lainnya, dengan uang hasil kerja kerasmu sendiri.”

Alasan yang disampaikan Alena memang sangat masuk akal, mereka juga menggunakan itu untuk meyakinkan wanita yang telah melahirkan Alexa agar ia diizinkan mengintip sedikit ke dunia entertain.

Tapi, alasan agar–memaksa–diberi izin memasuki dunia hiburan, tidak bisa digunakan untuk menimbulkan perasaan pada seseorang yang membuat Alexa jengkel setiap kali wajahnya tampil di televisi.

“Bagaimana dengan menantang kemampuan aktingmu sendiri? Kesempatan seperti ini, bermain di projek besar, di bawah besutan sutradara yang beberapa kali mendapat penghargaan dunia, juga bersama seorang aktor yang kemampuannya tidak bisa diremehkan, mungkin tidak akan datang dua kali.”

Dulu, Raymond merupakan salah satu aktor kesukaan Alexa, setidaknya sampai beberapa bulan lalu setelah pemuda itu menggeser posisi idolanya. Bukannya tidak terima, wanita itu kesal karena media terus saja membanding-bandingkan, sampai ada kalimat bahwa grup idola kesayangan Alexa itu tidak lagi dikenal dunia alias tenggelam, kalah oleh sang aktor dengan sejuta pesona.

Yang salah adalah medianya, tapi Alexa jadi jengkel dan marah dengan aktornya. Kekanakkan memang, Alena juga sudah sering memperingatinya untuk mengabaikan saja semua berita yang jelas sekali dibuat-buat heboh entah untuk apa, saat bidang pekerjaan yang dilakoni Raymond dan BXS jauh berbeda.

Entah Alena harus bersyukur atau tidak saat Alexa bisa mengendalikan ekspresi wajahnya dan menyelesaikan pekerjaannya tanpa masalah.

“Baiklah, ayo tantang diriku! Akan kubuat orang sok tampan itu kehilangan kepercayaan diri setelah melihat aktingku yang menakjubkan!”

Yah, terserah sajalah!

Episodes
1 Hanya Seorang Figuran
2 Adegan Tambahan
3 Perebut Posisi
4 Bukan Pria Terseksi
5 Dunia yang Kotor
6 Improvisasi Dalam Akting
7 Sutradara Bilang, 'CUT'!
8 Hukuman Tengah Malam
9 Mimpi yang Mustahil
10 Paman Tampan
11 Sampai Jumpa, Paman!
12 Tetangga Baru
13 Taman Bermain Sang Putri
14 Ayo Berlibur!
15 Pangeran Gila
16 Topik Panas Sepanjang Tahun
17 Kejutan
18 Permata yang Hancur
19 Membuat Skandal
20 Kemarahan Alena
21 Skandal
22 Putri Waxton Grup
23 Rencana Bantahan
24 Pasangan Sempurna
25 Semakin Kacau
26 Menemui Si Gila
27 Lupa Tujuan
28 Memulai Kekacauan
29 Menemui Direktur
30 Skenario Dadakan
31 Hingga Badai Mereda
32 Tamu Pagi Hari
33 Hukuman Mengerikan
34 Sebuah Fakta
35 Aku Cemburu
36 Bertemu
37 Kacau
38 Obrolan Orang Dewasa
39 Dia Putriku!
40 Mimpi Buruk
41 Tamu Tak Diundang
42 Projek Baru
43 Pertemuan Rahasia
44 Gerimis
45 Bunga Anyelir
46 Pengunjung Tak Terduga
47 Mawar Kuning
48 Terima Kasih
49 Jangan Berpikir Rumit
50 Pesta yang Melelahkan
51 Bunga Meja
52 Apatis
53 Mantan Seorang Idola
54 Hari Pertama Syuting
55 Tatapan Penuh Cinta
56 Wanita Bernama Agnia
57 Syuting Pertama Selesai
58 Tanggung Jawab
59 Gagal Syuting
60 Dunia Hiburan
61 Perusak Suasana
62 Nona Larisha
63 Musuh atau Teman?
64 Tamu Dadakan
65 Salah Jadwal
66 Bertemu Keluarga
67 Tersesat
68 Gang Belakang
69 Di Balik Topeng
70 Sekarat
71 Perempuan Gila
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Hanya Seorang Figuran
2
Adegan Tambahan
3
Perebut Posisi
4
Bukan Pria Terseksi
5
Dunia yang Kotor
6
Improvisasi Dalam Akting
7
Sutradara Bilang, 'CUT'!
8
Hukuman Tengah Malam
9
Mimpi yang Mustahil
10
Paman Tampan
11
Sampai Jumpa, Paman!
12
Tetangga Baru
13
Taman Bermain Sang Putri
14
Ayo Berlibur!
15
Pangeran Gila
16
Topik Panas Sepanjang Tahun
17
Kejutan
18
Permata yang Hancur
19
Membuat Skandal
20
Kemarahan Alena
21
Skandal
22
Putri Waxton Grup
23
Rencana Bantahan
24
Pasangan Sempurna
25
Semakin Kacau
26
Menemui Si Gila
27
Lupa Tujuan
28
Memulai Kekacauan
29
Menemui Direktur
30
Skenario Dadakan
31
Hingga Badai Mereda
32
Tamu Pagi Hari
33
Hukuman Mengerikan
34
Sebuah Fakta
35
Aku Cemburu
36
Bertemu
37
Kacau
38
Obrolan Orang Dewasa
39
Dia Putriku!
40
Mimpi Buruk
41
Tamu Tak Diundang
42
Projek Baru
43
Pertemuan Rahasia
44
Gerimis
45
Bunga Anyelir
46
Pengunjung Tak Terduga
47
Mawar Kuning
48
Terima Kasih
49
Jangan Berpikir Rumit
50
Pesta yang Melelahkan
51
Bunga Meja
52
Apatis
53
Mantan Seorang Idola
54
Hari Pertama Syuting
55
Tatapan Penuh Cinta
56
Wanita Bernama Agnia
57
Syuting Pertama Selesai
58
Tanggung Jawab
59
Gagal Syuting
60
Dunia Hiburan
61
Perusak Suasana
62
Nona Larisha
63
Musuh atau Teman?
64
Tamu Dadakan
65
Salah Jadwal
66
Bertemu Keluarga
67
Tersesat
68
Gang Belakang
69
Di Balik Topeng
70
Sekarat
71
Perempuan Gila

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!