Bab 8.Mencari tau

"Melawan apa... iblis?, ya ampun tidak di dunia dulu hingga sekarang kenapa nasibku selalu harus melawan iblis, dulu iblis hati sekarang iblis sungguhan" ucap Anhe kesal

"Itu sudah takdir anda, dan andalah yang di percaya bisa membuat perdamaian di dunia ini" jawab Cang Yi

"Baiklah tapi aku belum banyak tau dengan dunia ini, aku butuh pengetahuan yang luas agas aku bis menjalankan tugasku nanti" ucap Anhe

"Anda bisa mempelajarinya di perpustakaan istana anda tuan, disana anda bisa mengetahui semua dunia ini dan anda bisa mempelajari ilmu pedang dan ilmu pengobatan, ilmu pendekar pun semua ada" jawab Cang Yi

"Sepertinya menarik, baiklah aku ingin membaca buku buku itu, diama tempatnya, bukanya masih ada waktu aku disini sampai mata hari terbit nanti" ucap Anhe

"Benar tuan, anda masih memiliki waktu 3 jam lagi di dunia luar dan tiga bulan di dunia dimensi, mari tuan ikut saya" ucap Cang Yi

" Tunggu dari awal kau selalu memanggil ku tuan aku ini wanita, ganti panggilan sangat tidak enak di dengar dan seperti ya. Kau ini sudah kakek buyut ku atau kakek moyang ku wajah mu menipu dunia Cang Yi" ucap Anhe santai

Dan itu membuat Cang Yi terkejut, dan kesal. tuan aku ini memang sudah hidup Ratusan tahun tapi itu belum tua dan belum bisa di panggil kakek moyang, aku juga memang tampan seperti ini, kami memiliki umur panjang dan awet muda" jawab Cang Yi

"Oh kau memakai bahan pengawet ya pantas pucat" ucap Anhe tidak mau kalah

" Cang Yi yang mendengar nya hampir terjatuh.

"Nona ini putih bukan pucat, aku adalah pria tertampan di duniaku da aku adalah pangeran tertampan" jelas Cang Yi

"Ya baiklah karena hanya kau yang pria tentu kau yang paling tampan, kita lihat saja jika ada penghuni baru disini kau masih paling tampan atau tidak" ucap Anhe dengan wajah dingin walau terdengar santai saat bicara dan itu membuat Cang Yi kesal

"Menyebalkan sekali memiliki tuan yang pandai bersilat lidah aku selalu kalah" ucap Cang Yi dalam hati

"Aku mendengar nya kakek tua, apa kau ingin aku kurung di dalam gua lagi" ucap Anhe sembari berjalan menyusuri tempat itu.

"Tapi tunggu Karena kau Nn sudah terlalu tua tidak pantas aku memanggil namamu saja itu akan menjadi terlihat tidak sopan dan aku tidak mau kena karma jadi mulai sekarang aku akan memanggil mu, Apa yah... Ayah atau panan atau kakek, atau kakak oh atau sayang" ucap Anhe dengan wajah tanpa expresi nya dan itu sangat mengerikan bagi Cang Yi dan membuat ia hampir tersendat.

"Nona An, jangan memberi pilihan sulit yang pasti aku tidak mau di panggil ayah, kakek dan paman, lebih baik kakak saja" ucap Cang Yi cepat

"Kenapa tidak sayang saja?" tanya Anhe

"Ti... tidak... Nona itu tidak pantas" jawab Cang Yi gugup

"Baik jika begitu, apa ini adalah istana yang kau maksud?" tanya Anhe

"Lumayan besar untuk ukuran. Istana tak berpenghuni" ucap Anhe

"Penghuninya banyak Nona" jawab Cang Yi

"Maksudnya buku dan lainya" ucap Anhe

"Benar Nona" jawab Cang Yi

"Nona mau langsung ke perpustakaan atau berkeliling dulu" tanya Cang Yi

"Aku mau langsung ke perpustakaan dulu saja, nanti makam aku kembali lagi untuk berkeliling, karena aku perlu tau untuk bekal ku saat keluar pagi ini" ucap Anhe

"Baik nona ayo sebelah sini" ajak Cang Yi

Anhe pun mengikuti dengan diam, sesampainya di perpustakaan Anhe pun berbinar karena buku yang ada di sini mungkin tidak bisa di hidung lagi.

"Ini surga buku" ucap Anhe

"Tentu nona buku yang ada di sini tidak ada di dunia luar mungkin hanya beberapa saja " jawab Cang Yi

"Luar biasa aku suka, baiklah aku akan mulai membacanya dari sebelah sana " ucap Anhe lalu membuka buku satu persatu hingga hampir separuh buku di perpustakaan itu ia sentuh dan itu membuat Cang Yi bingung

"Nona senarnya anda sedang mencari buku apa, saya lihat dari tadi anda hanya mengambil ya dan meletakkan nya lagi" tanya Cang Yi

"Apanya yang ku letakkan, aku sudah selesai membaca nya tentu aku kembalikan lagi pada tempatnya, agar saat aku mencarinya aku tidak lupa"Jawab Anhe

Cang Yi yang mendengar itu shock,

"Ma... Maksudnya nona sudah selesai membaca buku kuku di sebelah sana?" tanya Cang Yi

"Iya aku sudah membacanya dan menyerap nya, dan aku masih mengingat nya" jawab Anhe lagi

"Ini tidak mungkin, anda... Anda benar benar monster nona, bagaimana bisa secepat itu... Luar biasa jika orang lain tau mereka pasti mengubur hidup hidup dirinya sendiri Karena malu pada anda" ucap Cang Yi

"Berarti mereka bodoh" jawab Anhe santai dan membaca lagi dan lagi

Sampai di buku terakhir ia menemukan cara menyembunyikan kekuatan nya dan menghilangkan aura elemennya agar tidak menjadi keributan di luar sana.

"Kak Yi, ayo kita keluar aku akan melatih diri ku sebentar sebelum keluar karena aku ingin menyembunyikan semua nya" ucap Anhe

"Baiklah ayo kita keruang latihan" ucap Cang Yi dan di ikuti Anhe

Sesampainya disana Anhe mulai melatih dirinya untuk bisa menyembunyikan aura dan tingkat kultivasi nya.

Anhe berlatih sangat keras, percobaan pertama gagal dan percobaan kedua akhirnya ia berhasil menguasai nya.

Ia juga melatih ilmu bela diri ya, dan kekuatan kaki dan lainya.

Setelah puas melakukan pelatihan ia pun berhenti karena pagi sudah tiba.

"Kak Yi aku ingin mandi dan berganti baju, dimana kamarku karena aku harus keluar, nanti malam aku akan masuk kembali kesini untuk latihan dan membuat pil" ucap Anhe

"Baiklah ayo ikut saya nona" ucap Cang Yi

"Kak aku berasa seperti bebek dari tadi di giring kakak kesana kemari" ucap Anhe dengan seperti biasa wajah tanpa expresi nya

"Hahaha maaf nona saya lakukan karena anda belum tau bukan" ucap Cang Yi

"Ah.... Baiklah induk bebek" ucap Anhe

Dan tidak lama Anhe pun sampai di kamarnya dan lalu masuk, untuk mandi dan berganti baju.

Setelah beberapa saat kemudian akhirnya semua selesai dan Anhe pun mendekati Cang Yi

"Kak aku mau keluar bagaimana caranya?" tanya Cang Yi

"Sama seperti masuk tapi tanpa perlu mengucapkan lagi karena jiwa dan kekuatan disini sudah menyatu dengan nona jadi cukup pikir kan ingin masuk sini atau keluar maka akan terjadi" jawab Cang Yi

"Baiklah jika begitu kak aku keluar dulu, terima kasih, Tampan" ucap Anhe dengan senyum kecilnya lalu menghilang

"Dasar gadis nakal" ucap Cang Yi

"Aku mendengar nya kak" ucap Anhe dari pikiran nya.

Bersambung

Terpopuler

Comments

🌸 Airyein 🌸

🌸 Airyein 🌸

3hr apa 3bln kak di dunia dimensi galaxy nya

2024-11-22

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

kereennn...entah kenapa aku suka banget dg cerita yg seperyi ini..

2025-03-01

0

٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ​᭄

٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ​᭄

si gadis dingin yg bar bar, suka bgt gayanya. badas dan tegas

2024-12-14

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1.Menyelesaikan Misi
2 Bab 2 kegelisahan
3 Bab 3. peristiwa
4 Bab 4. Kematian
5 Bab 5. Kehidupan Baru
6 Bab 6. Ruang dimensi galaxy
7 Bab 7. Selesai Berkultivasi
8 Bab 8.Mencari tau
9 Bab Menyingkirkan
10 Bab 10. Permintaan
11 Bab 11. Setuju
12 Bab 12
13 Bab 13 membeli budak
14 Bab 14 Membantu seseorang
15 Bab 15 Lien Na
16 Bab 16
17 Bab 17, izin
18 Bab. 18 Wei Lu
19 Bab 19 Pertemuan
20 Bab 20 latihan
21 Bab 21
22 Bab. 22
23 Bab 23
24 Bab 24 hukuman
25 Bab 25 lulus ujian
26 Bab 26 ujian ketiga
27 Bab 27, hutan ilusi
28 Bab 28 Chan bersaudara
29 Bab 29 Berlatih
30 Bab 30 Membantu
31 Bab 31 Hukuman
32 Bab 32. Menghukum 2
33 Bab 33 Rencana
34 Bab 34 Keluar Hutan Ilusi
35 Bab 35 Bertemu
36 Bab 36 Bangkit
37 Bab 37 menerima token
38 Bab 38 Pedang Phoenix
39 Bab 39 Wujud Wei Lu
40 Bab 40
41 Bab 41 Cang Tian
42 Bab 42 Kedatangan
43 Bab 43 Bertemu Kembali
44 Bab 44. Membantu dewa tumbuhan
45 Bab 45
46 Bab 46 Undangan
47 Bab 47 Datang ke istana
48 Bab 48 Acara
49 Bab 49 Bertemu Cang Tian
50 Bab 50 Pergi
51 Bab 51 Cambuk Petir Surgawi
52 Bab 52 pecahan jiwa
53 Bab 53 Desa mati
54 Bab 54 sampai
55 Bab 55 pertemuan
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60 perperangan
61 Bab 61 perperangan 2
62 Bab 62 kemenangan dan kembali
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Bab 1.Menyelesaikan Misi
2
Bab 2 kegelisahan
3
Bab 3. peristiwa
4
Bab 4. Kematian
5
Bab 5. Kehidupan Baru
6
Bab 6. Ruang dimensi galaxy
7
Bab 7. Selesai Berkultivasi
8
Bab 8.Mencari tau
9
Bab Menyingkirkan
10
Bab 10. Permintaan
11
Bab 11. Setuju
12
Bab 12
13
Bab 13 membeli budak
14
Bab 14 Membantu seseorang
15
Bab 15 Lien Na
16
Bab 16
17
Bab 17, izin
18
Bab. 18 Wei Lu
19
Bab 19 Pertemuan
20
Bab 20 latihan
21
Bab 21
22
Bab. 22
23
Bab 23
24
Bab 24 hukuman
25
Bab 25 lulus ujian
26
Bab 26 ujian ketiga
27
Bab 27, hutan ilusi
28
Bab 28 Chan bersaudara
29
Bab 29 Berlatih
30
Bab 30 Membantu
31
Bab 31 Hukuman
32
Bab 32. Menghukum 2
33
Bab 33 Rencana
34
Bab 34 Keluar Hutan Ilusi
35
Bab 35 Bertemu
36
Bab 36 Bangkit
37
Bab 37 menerima token
38
Bab 38 Pedang Phoenix
39
Bab 39 Wujud Wei Lu
40
Bab 40
41
Bab 41 Cang Tian
42
Bab 42 Kedatangan
43
Bab 43 Bertemu Kembali
44
Bab 44. Membantu dewa tumbuhan
45
Bab 45
46
Bab 46 Undangan
47
Bab 47 Datang ke istana
48
Bab 48 Acara
49
Bab 49 Bertemu Cang Tian
50
Bab 50 Pergi
51
Bab 51 Cambuk Petir Surgawi
52
Bab 52 pecahan jiwa
53
Bab 53 Desa mati
54
Bab 54 sampai
55
Bab 55 pertemuan
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60 perperangan
61
Bab 61 perperangan 2
62
Bab 62 kemenangan dan kembali
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!