Bab 12

Sesampainya Anhe di pasar, ia melihat banyak orang yang berjualan disana

"Oh jadi ini pasar di dunia kuno, sama seperti yang ku lihat di film" ucap Anhe pelan

"Tuan kita akan kemana?" tanya Lulu

"Kita akan berkeliling mencari hal menarik dan juga sebuah rumah besar yang di jual" jawab Anhe

"Rumah, untuk apa tuan?" tanya Lulu bingung

"Tentu untuk kita dan orang orang kita kelak, kau tau aku akan bersekolah di di perguruan bulan sabit yang tidak jauh dari pasar ini bukan, dan aku akan berpenampilan seperti ini jadi aku butuh indentitas baru dan aku ingin membuat usaha milik kita sendiri, kau dan orang orang kita yang akan mengurus semuanya disini, tenang aku tidak menginap di asrama jadi aku tetap memantau kalian" jelas Anhe pelan

"Benarkah tuan, aku tidak sabar jika begitu, tuan sepertinya aku tau dimana rumah itu karena aku melihatnya kemari saat di suruh membeli keperluan nona oleh nyonya Anci" jawab Lulu dengan antusias.

"Benarkah, jika begitu ayo kita kesana sekarang lebih cepat lebih baik" jawab Anhe lalu mereka pun pergi menuju tempat yang di maksud oleh Lulu.

Tidak lama kemudian akhirnya mereka sampai di tempat itu karena tidak jauh dari tempat mereka tadi.

"Tuan inilah tempatnya bagaimana menurut tuan" tanya Lulu

"Sangat bagus seperti yang ku inginkan, ayo kita masuk bertanya pada pemiliknya" jawab Anhe

"Sekarang tuan?" tanya Lulu

"Tentu, kenapa apa ada masalah?" tanya Anhe heran

"Bukan begitu tuan tapi yang ku dengar harga rumah ini sangat lah tinggi" jawab Lulu

"Setinggi apa?" tanya Anhe

"Mahal maksudnya tuan, apa bisa kita membayar nya?" tanya Lulu khawatir

"Jika tidak bisa bayar aku akan jual kamu padanya" jawab Anhe dan itu membuat Lulu sangat shock

"Tu... tuan jangan bicara begitu aku jadi takut" ucap Lulu

"Sudah ayo" tarik Anhe pada Lulu

"Permisi tuan apa rumah ini akan di jual dan apa aku bisa berbicara pada pemilik rumah ini?" tanya Anhe

"Benar tuan rumah ini milik saya sendiri, apa anda ingin membeli rumah ini?" tanya pria itu

"Benar tuan saya ingin membeli rumah ini akan kita bisa bicarakan ini semua?" tanya Anhe

"Tentu.... Tentu tuan ayo mari tuan kita bicara di dalam saja" ucap pemilik rumah itu ramah

"Baik tuan mari" jawab Anhe dan lalu mereka pun masuk kerah itu.

"Tuan beginilah keadaan rumah ini, aku menjualnya karena ingin pindah di desa bersama istriku, kedua putra ku meninggal dunia karena sakit dan itu membuat istri ku sedih dan kami memutuskan pindah ke kampung halaman saja agar tidak terlalu sedih karena rumah ini banyak kenangan dengan kedua putra kami" jelas pemilik rumah saat berjalan masuk rumah.

"Jadi tuan apa anda tertarik untuk membelinya?" tanya pemilik

" Baik aku akan beli rumah ini, apa uang ini cukup" tanya Anhe pada si pemilik dengan mengeluarkan satu peti kecil uang

Melihat itu membuat Lulu dan pemilik rumah itu shock.

"Tua ini terlalu banyak" jawab pemilik rumah itu

"Tidak apa ambilah semoga itu bisa membantu hidup barumu kelak di desa" jawab Anhe tanpa expresi tapi sopan

"Tidak tuan saya tidak bisa menerima ini dengan cuma cuma ini terlalu banyak, bagaimana jika aku memberikan satu buah bangunan dulu adalah restoran kami tapi kami bangkrut dan tolong itu terbengkalai jadi aku akan memberikan satu bangunan itu dan rumah ini dengan satu peti uang ini' ucap pemilik toko

Anhe pun berpikir lalu ia pun setuju,

"Baik tuan jika begitu saya setuju" Jawab Anhe dan itu membuat sang pemilik lega.

"Baik tuan jika begitu ini semua surat kepemilikan Tanah berserta bangunan nya dan ini semua kunci kediaman ini dan ini kunci bangunan restoran" ucap pemilik

"Baik tuan terima kasih" jawab Anhe dengan memberi hormat sedikit sekali

"Tidak tuan aku lah yang harus berterima kasih pada anda, jika begitu saya permisi untuk pulang" ujar si pemilik rumah bahagia dan sopan

"Baiklah tuan silahkan dan berhati hatilah" jawab Anhe setelah itu si mantan pemilik pun pergi dari sana.

"Kau kenapa Lulu?" tanya Anhe

"Tuan tolong cubit aku, sepertinya aku sedang bermimpi saat ini" ujar Lulu

plak.... "Aduhhhh.... Sakit tuan" ucap Lulu

"Berarti kau dalam keadaan sadar jadi ayo jalan" ucap Anhe

"Tuan anda dengan mudah mengeluarkan uang sebanyak itu, itu luar biasa" ucap ucap Lulu

"Sudah tenang saja, aku masih ada uang untuk keperluan kita lainya, seperti renovasi rumah dan restoran kita" jawab Anhe

"Ayo kita kepasar budak untuk membeli semua budak" ujar Aneh

"Semua, jika semua ada seribu orang apa tuan akan membelinya?" tanya Lulu

"Lima ribu pun akan ku beli, aku akan membuat agen besar jadi sebelum aku ke perguruan semua sudah selesai " jawab Anhe

"Baik tuan ayo ikut saya" ucap Lulu lalu mereka pun pergi dari sana

Tempat yang di tuju ternyata cukup jauh juga setelah satu jam jika menurut waktu dunia modern, mereka akhirnya Sampai di sebuah pasar yang terlihat sangat aneh.

"Lu pasar apa ini?" tanya Anhe

"Ini pasar gelap tuan, disini semua ada yang tidak ada di tempat lain disini bisa di pastikan ada, nah di ujung sana tuan penjual budak" ucap Lulu

"Ayo kita kesana" ajak Anhe

"Baik tuan" jawab Lulu, lalu mereka pun pergi menuju tempat penjualan budak, tapi saat berjalan tanpa sengaja pandangan nya tertuju pada sebuah toko Senjata yang seakan memiliki aura yang menarik dan seperti memanggil dirinya untuk datang.

Karena penasaran akhirnya Anhe pun berhenti berjalan dan itu membuat Lulu heran

"Ada apa tuan?" tanya Lulu

"Aku ingin ke toko senjata dulu, ayo" ucap Anhe sembari berjalan menuju toko senjata itu. Sesampainya disana ia di sambut ramah dengan penjual nya.

"Selamat datang tamu terhormat apa ada yang bisa saya bantu?" tanya penjual itu

"Aku belum tau apa yang ingin ku beli jadi izinkan aku untuk melihat dulu" jawab Anhe tanpa expresi

"Ah... Begitu, baik tuan silahkan jika anda ingin melihat lihat dulu" jawab penjual itu mengerti

Lalu Anhe dan Lulu pun masuk untuk berkeliling, setelah melihat lihat ternyata tidak ada yang menarik bagi Anhe dan akan pergi dari sana tapi terdengar seruan seseorang.

"Nona, jangan pergi dulu aku merasakan ada sesuatu yang menarik coba nona naik ke lantai dua dan disana anda akan menemukan hal menarik" ucap suara dari Cang Yi melalui fikiran Anhe

"Benarkah awas saja jika tidak menarik" ucap Anhe

"Aku yakin kau menyukai nya nona" ucap Cang Yi lagi

"Baiklah" jawab Anhe

"Lu ayo kelantai atas sebentar" ajak Anhe

"Baik tuan" jawab Lulu

Mereka pun naik dan mengelilingi lantai atas itu tapi tidak ada yang menarik sampai akhir nya pandangan Anhe tertuju pada rak paling pojok dan juga paling bawah.

Benda itu bersinar terang dalam penglihatan Anhe tapi tidak bagi Lulu, Lulu melihat benda itu sangat usang

"Nona selamat anda mendapat nya" seru Cang Yi senang

Bersambung

Terpopuler

Comments

Sania Mahira

Sania Mahira

ini novel ke 9 dari author yg ku baca,smua memuaskn,sukses slalu y kk

2024-11-25

0

Lismawati

Lismawati

cerita bagus lanjuuuut thor , sekarang karakter Anhe jd sangat menarik, 👍💪💪💪💪💪

2024-11-25

0

٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ​᭄

٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ​᭄

pedang untuk pemilik teratai bulan sabit

2024-12-14

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1.Menyelesaikan Misi
2 Bab 2 kegelisahan
3 Bab 3. peristiwa
4 Bab 4. Kematian
5 Bab 5. Kehidupan Baru
6 Bab 6. Ruang dimensi galaxy
7 Bab 7. Selesai Berkultivasi
8 Bab 8.Mencari tau
9 Bab Menyingkirkan
10 Bab 10. Permintaan
11 Bab 11. Setuju
12 Bab 12
13 Bab 13 membeli budak
14 Bab 14 Membantu seseorang
15 Bab 15 Lien Na
16 Bab 16
17 Bab 17, izin
18 Bab. 18 Wei Lu
19 Bab 19 Pertemuan
20 Bab 20 latihan
21 Bab 21
22 Bab. 22
23 Bab 23
24 Bab 24 hukuman
25 Bab 25 lulus ujian
26 Bab 26 ujian ketiga
27 Bab 27, hutan ilusi
28 Bab 28 Chan bersaudara
29 Bab 29 Berlatih
30 Bab 30 Membantu
31 Bab 31 Hukuman
32 Bab 32. Menghukum 2
33 Bab 33 Rencana
34 Bab 34 Keluar Hutan Ilusi
35 Bab 35 Bertemu
36 Bab 36 Bangkit
37 Bab 37 menerima token
38 Bab 38 Pedang Phoenix
39 Bab 39 Wujud Wei Lu
40 Bab 40
41 Bab 41 Cang Tian
42 Bab 42 Kedatangan
43 Bab 43 Bertemu Kembali
44 Bab 44. Membantu dewa tumbuhan
45 Bab 45
46 Bab 46 Undangan
47 Bab 47 Datang ke istana
48 Bab 48 Acara
49 Bab 49 Bertemu Cang Tian
50 Bab 50 Pergi
51 Bab 51 Cambuk Petir Surgawi
52 Bab 52 pecahan jiwa
53 Bab 53 Desa mati
54 Bab 54 sampai
55 Bab 55 pertemuan
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60 perperangan
61 Bab 61 perperangan 2
62 Bab 62 kemenangan dan kembali
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Bab 1.Menyelesaikan Misi
2
Bab 2 kegelisahan
3
Bab 3. peristiwa
4
Bab 4. Kematian
5
Bab 5. Kehidupan Baru
6
Bab 6. Ruang dimensi galaxy
7
Bab 7. Selesai Berkultivasi
8
Bab 8.Mencari tau
9
Bab Menyingkirkan
10
Bab 10. Permintaan
11
Bab 11. Setuju
12
Bab 12
13
Bab 13 membeli budak
14
Bab 14 Membantu seseorang
15
Bab 15 Lien Na
16
Bab 16
17
Bab 17, izin
18
Bab. 18 Wei Lu
19
Bab 19 Pertemuan
20
Bab 20 latihan
21
Bab 21
22
Bab. 22
23
Bab 23
24
Bab 24 hukuman
25
Bab 25 lulus ujian
26
Bab 26 ujian ketiga
27
Bab 27, hutan ilusi
28
Bab 28 Chan bersaudara
29
Bab 29 Berlatih
30
Bab 30 Membantu
31
Bab 31 Hukuman
32
Bab 32. Menghukum 2
33
Bab 33 Rencana
34
Bab 34 Keluar Hutan Ilusi
35
Bab 35 Bertemu
36
Bab 36 Bangkit
37
Bab 37 menerima token
38
Bab 38 Pedang Phoenix
39
Bab 39 Wujud Wei Lu
40
Bab 40
41
Bab 41 Cang Tian
42
Bab 42 Kedatangan
43
Bab 43 Bertemu Kembali
44
Bab 44. Membantu dewa tumbuhan
45
Bab 45
46
Bab 46 Undangan
47
Bab 47 Datang ke istana
48
Bab 48 Acara
49
Bab 49 Bertemu Cang Tian
50
Bab 50 Pergi
51
Bab 51 Cambuk Petir Surgawi
52
Bab 52 pecahan jiwa
53
Bab 53 Desa mati
54
Bab 54 sampai
55
Bab 55 pertemuan
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60 perperangan
61
Bab 61 perperangan 2
62
Bab 62 kemenangan dan kembali
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!