Bab 17, izin

"Salam kakek, ayah, ibu, bibi , paman dan Kakak serta sepupu, maaf aku datang terlambat" ucap Anhe

"Tidak terlambat, duduk lah ayo mulai makan" ucap kakek Dwei

Setelah itu tidak ada pembicaraan apapun lagi, jadi mereka makan dengan tenang.

Setelah makan mereka membubarkan diri dari sana untuk melaksanakan pekerjaan Meraka masing masing,.

"Ibu ayah dan kakak, nanti Anhe akan kekamar ibu ada yang ingin An'er bicarakan, tapi Anhe ingin menemui kakek dulu" ucap Anhe

"Baiklah nak kami menunggu mu di kamar" ucap ibu dan ayah ya.

"Terima kasih ayah ibu" jawab Anhe lalu mengundurkan diri dari sana menuju kamar sang kakek.

"Lulu" ucap Anhe lalu mereka pergi

"Suamiku sejak kapan putri kita mau memiliki pelayanan pribadi dan dari mana ia mendapatkan nya?" tanya Nyonya Anci.

"Aku juga tidak tau istri ku, dia telah berubah" ucap tuan Gui Fang

"Tapi aku lebih suka adikku yang sekarang dia bisa melihat keadaan dan berani" ucap Feng cun

Sedangkan Anhe saat ini sudah berada di dalam ruang kerja sang kakek.

"An'er ada apa kau mencari kakek?" tanya Kakek Dwei

"Kek ada yang ingin aku beri tahukan pada kakek dan sebuah permintaan" ucap Anhe

"Apa itu nak katakanlah pada kakek" ucap kakek Dwei

"Kek aku ingin memberi tau kakek jika jatuhnya aku ke sungai saat itu atas perbuatan siapa" ucap Anhe

"Siapa yang melakukan nya, kakek sudah menunggu ya sejak lama soal ini" ucap kakek Dwei

Akhirnya Anhe pun menceritakan awal ajakan sepupunya dan penghinaan semua orang lalu datangnya Suan lalu mendorong nya kesungai, dan kiriman racun yang di kirim oleh bibi Ruo padanya dan soal kebencian bibi Ruo terhadap ibunya Anci

Kakek yang mendengar itu sangat marah besar, dan ingin menghukum semuanya tapi di cegah Anhe

"Jangan kek, biarkan saja dulu mereka, aku akan menghukumnya nya sendiri aku hanya ingin kakek mendukung dan menjaga ibu ku saja, permintaan ku selama aku masuk perguruan aku ingin tinggal di luar agar mereka bertiga tidak curiga, kakek bisa bilang aku pergi ke kaisaran lain untuk belajar, jadi penyamaran ku akan baik baik saja" ucap Anhe

"Kau akan tinggal dimana jika bukan disini dan asrama?" tanya kakek Dwei

"An'er sudah membeli rumah kek, nanti jika semua sudah selesai akan An'er beri tau alamat nya, jadi bagaimana kek apa boleh" tanya Anhe

Mendengar itu kakek pun berpikir dengan benar tidak lama kakek pun setuju

"Baik kakek akan mengizinkan mu pergi tapi nanti berikan alamat rumah mu, tapi dari mana kau membeli rumah bukanya selama ini kau selalu tidak mau kakek beri uang?" tanya kakek heran

"Suatu saat kakek akan tau dari mana aku mendapatkan nya sekarang yang terpenting adalah izin dari kakek" ucap Anhe

"Baiklah kakek percaya padamu dan kakek memberi izin untuk itu" ucap kakek Dwei

"Terima kasih kek dan tolong rahasia dulu semua ini dari siapa pun" ucap Anhe

"Baik, kakek mengerti" ucap kakek Dwei

"Terima kasih kek jika begitu An'er pamit untuk bicara pada ayah ibu" ucap Anhe

"Baik pergilah, oh iya ini surat pendaftaran mu, kakek buyut mu sudah memberikan izin dan ini undangan langsung dari nya" ucap kakek Dwei

"Baik kek terima kasih banyak" jawab Anhe lalu pergi dari sana.

"Ayo kita ke tempat ibu dan ayah" ajak Anhe pada Lulu

Mereka pun berjalan menuju kamar sang ibu sesampainya disana Lulu menjaga di luar, Anhe masuk kedalam disana sudah ada ayah dan juga sang kakak.

"Maaf menunggu lama," ucap Anhe

"Tidak sayang, tapi sebenarnya ada apa, apa yang ingin An'er Katakan pada kami semua?" tanya sang ibu

"Bu sebelumnya aku ingin memberi tau sesuatu dan meminta izin juga" ucap Anhe

"Baiklah mulailah bercerita" ucap sang ibu yang mengerti lalu mulailah Anhe menceritakan hal sama pada keluarga nya dan juga meminta izin untuk pindah.

Ibu ayah serta sang kakak sangat kaget dan shock mendengar itu semua serta kemarahan yang sangat besar.

"Kurang ajar berani kesali dasar wanita iblis, aku Ajan menghabisi nya" ucap sang ayah

"Jangan ayah biar aku saja, aku juga tidak mau membuat paman sakit hati dan ribut pada ayah, aku akan mencari bukti tentang siapa bibi dan kedua putri nya itu, yang ku tau kedua nya bukan anak paman" ucap Anhe

"Apa... Benarkah?, ini tidak bisa di biarkan kita harus membantu kak Hong ini pasti menyakitkan baginya" ucap ayah Gui Fang.

"Benar suamiku, tapi An'er kau akan tinggal dimana?" tanya sang ibu

"Aku sudah memiliki rumah ibu, jika tidak percaya kakak bisa ikut dengan ku sekarang untuk melihat semuanya" ucap Anhe

"Kau punya rumah, dari mana kau membelinya nak?" tanya ayah dan ibu shock

"Suatu saat akan ku beri tau ibu ayah maaf tapi tidak sekarang tapi yang pasti itu rumahku tidak merampok atau uang kotor" jelas Anhe

"Baiklah sayang ayah dan ibu percaya padamu, dan kau Feng pergilah bersama adikmu untuk melihat dimana rumahnya agar kau tau saat ingin menemui nya" ucap sang ayah

"Baik ayah" Jawab Feng

"Ibu ayah aku juga akan membawa semua pelayanku untuk pindah kesana" ucap Anhe

"Baiklah ibu setuju, tapi seringlah pulang" ucap sang ibu

"Tentu ibu dan satu lagi berhati hatilah, minumlah pil ini ibu untuk menjaga ayah dan ibu dari racun dan ini untuk kakak" ucap Anhe

P

Saat ayah dan sang kakak melihat obat itu betapa kagetnya mereka.

"Pil Fu tingkat tinggi... Bagaimana bisa kau memiliki nya putriku?" tanya sang ayah

"Kenapa yah itu buatan ku sendiri" ucap Anhe santai

"Apa buatan mu sendiri, tidak mungkin kau bisa memurnikan pil, bagaimana bisa ?" ragu sang ayah.

"Ayah datanglah besok malam kerumah ku bersama kakak aku akan memurnikan pil di depan kalian" jawab Anhe

Sang ayah yang mendengar itu sangat shock bagaimana bisa putri nya seorang alkemis.

"Baiklah ayah ibu kami pamit dulu Ku harus mengurus sesuatu di rumah baru ku, kakak datang lah nanti ke kediaman ku aku ingin ganti baju dulu" ucap Anhe lalu undur diri dari sana

mereka bertiga masih shock melihat perubahan putri mereka.

"Aku seakan bukan melihat putriku tapi melihat seorang pengusaha disana" ucap ibu Anci

"Ibu benar" jawab Feng

Sedangkan dari kejauhan tampak bayangan hitam selalu mengikuti Kemanapun Anhe pergi hingga membuat Anhe jengah dan menangkap nya tanpa di ketahui oleh siapa pun selain Lulu dan dirinya.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Lismawati

Lismawati

itu pasti grandong suruhan mak lampir ruo , musnahkan saja Anhe mereka sll menindasmu lanjuuuuut thor 👍👍💪💪💪❤️❤️🔥

2024-11-29

1

🍃🦂 Nurliana 🦂🍃

🍃🦂 Nurliana 🦂🍃

😂🤣🤣 Ketangkep kau, dikirana ga tau apa, selama ini di kuntit terus 🤣 kira2 di apain yaah...

2024-11-28

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

bayangan hitam itu suruhan suaminya..hanya anhe blm.ingat aja

2025-03-01

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1.Menyelesaikan Misi
2 Bab 2 kegelisahan
3 Bab 3. peristiwa
4 Bab 4. Kematian
5 Bab 5. Kehidupan Baru
6 Bab 6. Ruang dimensi galaxy
7 Bab 7. Selesai Berkultivasi
8 Bab 8.Mencari tau
9 Bab Menyingkirkan
10 Bab 10. Permintaan
11 Bab 11. Setuju
12 Bab 12
13 Bab 13 membeli budak
14 Bab 14 Membantu seseorang
15 Bab 15 Lien Na
16 Bab 16
17 Bab 17, izin
18 Bab. 18 Wei Lu
19 Bab 19 Pertemuan
20 Bab 20 latihan
21 Bab 21
22 Bab. 22
23 Bab 23
24 Bab 24 hukuman
25 Bab 25 lulus ujian
26 Bab 26 ujian ketiga
27 Bab 27, hutan ilusi
28 Bab 28 Chan bersaudara
29 Bab 29 Berlatih
30 Bab 30 Membantu
31 Bab 31 Hukuman
32 Bab 32. Menghukum 2
33 Bab 33 Rencana
34 Bab 34 Keluar Hutan Ilusi
35 Bab 35 Bertemu
36 Bab 36 Bangkit
37 Bab 37 menerima token
38 Bab 38 Pedang Phoenix
39 Bab 39 Wujud Wei Lu
40 Bab 40
41 Bab 41 Cang Tian
42 Bab 42 Kedatangan
43 Bab 43 Bertemu Kembali
44 Bab 44. Membantu dewa tumbuhan
45 Bab 45
46 Bab 46 Undangan
47 Bab 47 Datang ke istana
48 Bab 48 Acara
49 Bab 49 Bertemu Cang Tian
50 Bab 50 Pergi
51 Bab 51 Cambuk Petir Surgawi
52 Bab 52 pecahan jiwa
53 Bab 53 Desa mati
54 Bab 54 sampai
55 Bab 55 pertemuan
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60 perperangan
61 Bab 61 perperangan 2
62 Bab 62 kemenangan dan kembali
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Bab 1.Menyelesaikan Misi
2
Bab 2 kegelisahan
3
Bab 3. peristiwa
4
Bab 4. Kematian
5
Bab 5. Kehidupan Baru
6
Bab 6. Ruang dimensi galaxy
7
Bab 7. Selesai Berkultivasi
8
Bab 8.Mencari tau
9
Bab Menyingkirkan
10
Bab 10. Permintaan
11
Bab 11. Setuju
12
Bab 12
13
Bab 13 membeli budak
14
Bab 14 Membantu seseorang
15
Bab 15 Lien Na
16
Bab 16
17
Bab 17, izin
18
Bab. 18 Wei Lu
19
Bab 19 Pertemuan
20
Bab 20 latihan
21
Bab 21
22
Bab. 22
23
Bab 23
24
Bab 24 hukuman
25
Bab 25 lulus ujian
26
Bab 26 ujian ketiga
27
Bab 27, hutan ilusi
28
Bab 28 Chan bersaudara
29
Bab 29 Berlatih
30
Bab 30 Membantu
31
Bab 31 Hukuman
32
Bab 32. Menghukum 2
33
Bab 33 Rencana
34
Bab 34 Keluar Hutan Ilusi
35
Bab 35 Bertemu
36
Bab 36 Bangkit
37
Bab 37 menerima token
38
Bab 38 Pedang Phoenix
39
Bab 39 Wujud Wei Lu
40
Bab 40
41
Bab 41 Cang Tian
42
Bab 42 Kedatangan
43
Bab 43 Bertemu Kembali
44
Bab 44. Membantu dewa tumbuhan
45
Bab 45
46
Bab 46 Undangan
47
Bab 47 Datang ke istana
48
Bab 48 Acara
49
Bab 49 Bertemu Cang Tian
50
Bab 50 Pergi
51
Bab 51 Cambuk Petir Surgawi
52
Bab 52 pecahan jiwa
53
Bab 53 Desa mati
54
Bab 54 sampai
55
Bab 55 pertemuan
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60 perperangan
61
Bab 61 perperangan 2
62
Bab 62 kemenangan dan kembali
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!