Bab 2 kegelisahan

"Kenapa aku merasa kita akan pergi jauh" ucap Liana pelan sembari menatap kedua orang kepercayaan nya itu.

Tapi karena tidak mau pusing memikirkan nya ia pun pergi dari sana menuju ruang bos besar

untuk melaporkan semuanya yang tak lain adalah pamannya sendiri yang selama ini merawatnya dari kecil dan melindungi nya.

Sesampainya ia di lantai atas, Liana sudah di sambut oleh sang paman yang berwajah kesal.

"Liana... dari mana saja kamu paman khawatir sekali, kamu itu kalau pergi kasih kabar dulu pada paman agar tidak bingung, dasar anak bandel" ucap sang paman kesal sembari menjewer telinga Liana tidak keras

"Aduh paman maaf iya iya Liana salah dan tidak akan mengulangi nya lagi" ucap Liana meminta maaf

"Dasar gadis nakal kamu, baiklah karena paman menyayangi mu paman maafkan awas saja jika kau ulangi lagi" ucap sang paman dengan sayang

"Iya paman maaf ya, gak ulangi lagi" ucap Liana Tan

"Baiklah pulanglah istirahat besok kita akan berkumpul disini ada yang harus di bicarakan dengan yang lain, tapi siang hari saja" ucap sang paman sembari mengusap kepala Liana Tan

"Paman jangan begitu nanti ada yang cemburu pada ku, walau aku keponakan paman tapi orang yang cinta buta pada paman akan tetap cemburu walau tau aku ini siapa" ucap Liana yang merasa akan ada bahaya

"Paman tidak peduli dengan gadis gadis bodoh itu, mereka tidak tau apa paman itu mengurus mu dari kau bayi dan kau seperti putriku sendiri jadi wajar kan aku menyayangimu, jika ada yang tidak suka akan ku habisi dia" ucap sang paman

Lian Tan adalah pria berusia 35 tahun dan belum memiliki istri karena terlalu fokus bekerja dan mengurus sang keponakan Liana Tan yang sangat dia sayangi.

Orang tua Liana meninggal karena kecelakaan mereka pun tidak memiliki saudara lain jadi saat sang Kakak meninggal dan meninggal kan putrinya dengan baik Lian merawat keponakannya ini dari ia berusia 15 tahu

Untung saja sang kakak sudah menyiapkan tabungan untuk mereka berdua jadi mereka tidak begitu sulit dalam keuangan karena itulah Lian sangat menyayangi Liana, siapa pun yang mengganggu atau menyakiti Liana mereka akan musnah.

"Baiklah paman Liana pulang dulu sudah gerah ingin mandi, paman jangan malam malam pulangnya nanti Liana akan masak untuk makan malam kita" ucap Liana dengan senyum kecilnya

"Jika kamu lelah biar bibi ru saja yang masak, baiklah sana pulang sebentar lagi paman akan pulang juga" ucap Lian

"Iya paman" ucap Mei Lin dan pergi dari sana

Mereka tidak tau jika dari jauh ada seorang wanita yang sangat cemburu melihat kedekatan Liana pada bos mereka.

Gadis ini tidak tau jika Liana adalah keponakan bos besar mereka dan tadi dia pun tidak bisa mendengar pembicaraan mereka karena itulah gadis ini dendam dan marah

"Liana kau sudah merebut pria yang ku cintai, lihat saja kau akan lenyap besok" ucap gadis itu marah dengan penuh dendam

****************

Keesokan harinya

Liana bangun pagi seperti biasa setelah selesai bersih bersih tubuhnya ia pergi keluar seperti biasa untuk olah raga hingga pukul 07: 00 pagi.

Setelah selesai berolahraga ia pun pulang lalu mandi dan bersiap siap untuk pergi keluar.

Saat sampai meja makan ternyata disana sudah ada sangat paman, ya g sedang duduk melamun.

Melihat itu membuatnya bingung, karena tidak biasanya sang paman seperti ini.

"Selamat pagi paman, ada apa... apa ada masalah?" tanya Liana.

"Tidak ada sayang, oh ya Liana paman bisa titip ini padamu?" tanya paman Lian

"Apa ini paman?" tanya Liana

"Paman juga tidak tau, dulu ada yang memberikannya pada paman dan paman tidak boleh membukanya, karena tidak akan bisa terbuka jika bukan kamu yang membuka, tapi papan juga tidak mengerti jadi simpan saja, mungkin suatu hari akan berguna untuk kita" jawab paman Lian

"Baik paman aku mengerti, ayo paman kita sarapan dulu setelah itu kita berangkat kemarkas" ucap Liana

"Untuk apa kemarkas pagi pagi, bukannya kita ada pertemuan siang" tanya paman Lian

"Aku ingin bertemu rekan rekan ku, entah kenapa aku takut tidak bisa bertemu mereka lagi, aku juga mau mengambil obat obatan di laboratorium ku" jawab Liana

"Kau bicara apa Liana, jangan berpikir macam macam paman tidak suka" ucap paman Lian kesal

"Iya iya maaf" jawab Liana lalu mereka pun makan bersama.

Setelah selesai makan mereka pergi menuju markas mereka, tidak lama kemudian mereka pun sampai dan kedatangan mereka di lihat oleh seseorang dengan marah dan benci.

Tapi bagi anggota lain ini hal bisa, tidak untuknya.

Sore harinya Liana merasa sangat malas untuk keluar rumah tapi ia sangat bosa juga.

Akhirnya ia berniat ingin pergi ke mall untuk melihat lihat barang yang mungkin dia butuhkan.

Setelah siap Liana pun pergi menuju mall terdekat, sesampainya di mall Liana pun menuju arah toko pakaian, setelah selesai ia pergi menuju supermarket membeli apa yang Ia butuhkan.

Puas berbelanja ia pun pulang kerumahnya nya, di sepanjang jalan ia selalu merasa resah,

"Sebenarnya aku ini kenapa ya, apa yang sebenarnya akan terjadi padaku, aku selalu merasa tubuhku tertarik sesuatu hingga aku merasa seperti jiwaku akan lepas" ucap Liana resah

"Sudahlah lupakan saja semoga ini hanya perasaan ku saja" ucannya lagi. Lalu tidak lama Liana pun sampai rumah

Di rumah karena ia merasa bosan ia pun pergi menuju ruang senjata yang ia punya di ruang rahasianya.

"Senjata senjata ini sangat banyak, Bagaimana cara membawanya kelak" ucap Liana lalu ia mendengar suara sangat lirih dari dalam pikiran nya untuk membawa nya kedalam cincin yang ia punya.

Iya untuk memejamkan matanya dan memikirkan untuk memasukkan semua barangnya kedalam cincin itu.

Dan benar saja semua kosong, semua senjata dari pisau dan senapan serta pistol, granat dan peluru masuk dalam cincinnya

"Luar biasa aku kira Cang yi bohong ternyata benar, maafkan aku dan terima kasih" ucap Liana senang sedangkan Cang Li yang mendengar itu sempat kesal karena di kira bohong

"Dasar tuan tidak punya perasaan, aku sakit hati di kir bohong, dasar gadis nakal" ucap Cang Li

"Oh iya kenapa paman belum pulang sudah malam seperti ini, apa ada masalah di markas?" bingung Liana

Saat ia akan menelpon sang paman ia terlebih dahulu mendapatkan pesan dari nomer yang tidak di kenal.

"Datanglah ke jl xxx sebuah rumah tua, jika tidak bos mu akan mati saat ini juga dan satu lagi tidak ada yang boleh tau soal ini jika tidak kau akan kehilangan hal berharga mu" ucap orang tersebut

Saat Liana akan menelpon orang itu sudah tidak aktif.

"kurang ajar... Berani sekali dia" ucap Liana lalu bersiap pergi menuju lokasi

Bersambung

Terpopuler

Comments

mecca

mecca

huwaaaa.....😭😭😭😭😭kebiasaan yg hakiki selalu aja dpt gantungan semangat semangat semangat makkkkk🦾🦾🦾🦾🦾

2024-11-17

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

kl Liana Tan meninggal kasihan donk pamannya Lian yg dah ngasuh dia dr kecil

2025-01-24

0

Alan Banghadi

Alan Banghadi

Astaga 😱 ternyata Liana di jebak oleh gadis busuk itu dasar bodoh 🤦🏻

2025-01-27

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1.Menyelesaikan Misi
2 Bab 2 kegelisahan
3 Bab 3. peristiwa
4 Bab 4. Kematian
5 Bab 5. Kehidupan Baru
6 Bab 6. Ruang dimensi galaxy
7 Bab 7. Selesai Berkultivasi
8 Bab 8.Mencari tau
9 Bab Menyingkirkan
10 Bab 10. Permintaan
11 Bab 11. Setuju
12 Bab 12
13 Bab 13 membeli budak
14 Bab 14 Membantu seseorang
15 Bab 15 Lien Na
16 Bab 16
17 Bab 17, izin
18 Bab. 18 Wei Lu
19 Bab 19 Pertemuan
20 Bab 20 latihan
21 Bab 21
22 Bab. 22
23 Bab 23
24 Bab 24 hukuman
25 Bab 25 lulus ujian
26 Bab 26 ujian ketiga
27 Bab 27, hutan ilusi
28 Bab 28 Chan bersaudara
29 Bab 29 Berlatih
30 Bab 30 Membantu
31 Bab 31 Hukuman
32 Bab 32. Menghukum 2
33 Bab 33 Rencana
34 Bab 34 Keluar Hutan Ilusi
35 Bab 35 Bertemu
36 Bab 36 Bangkit
37 Bab 37 menerima token
38 Bab 38 Pedang Phoenix
39 Bab 39 Wujud Wei Lu
40 Bab 40
41 Bab 41 Cang Tian
42 Bab 42 Kedatangan
43 Bab 43 Bertemu Kembali
44 Bab 44. Membantu dewa tumbuhan
45 Bab 45
46 Bab 46 Undangan
47 Bab 47 Datang ke istana
48 Bab 48 Acara
49 Bab 49 Bertemu Cang Tian
50 Bab 50 Pergi
51 Bab 51 Cambuk Petir Surgawi
52 Bab 52 pecahan jiwa
53 Bab 53 Desa mati
54 Bab 54 sampai
55 Bab 55 pertemuan
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60 perperangan
61 Bab 61 perperangan 2
62 Bab 62 kemenangan dan kembali
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Bab 1.Menyelesaikan Misi
2
Bab 2 kegelisahan
3
Bab 3. peristiwa
4
Bab 4. Kematian
5
Bab 5. Kehidupan Baru
6
Bab 6. Ruang dimensi galaxy
7
Bab 7. Selesai Berkultivasi
8
Bab 8.Mencari tau
9
Bab Menyingkirkan
10
Bab 10. Permintaan
11
Bab 11. Setuju
12
Bab 12
13
Bab 13 membeli budak
14
Bab 14 Membantu seseorang
15
Bab 15 Lien Na
16
Bab 16
17
Bab 17, izin
18
Bab. 18 Wei Lu
19
Bab 19 Pertemuan
20
Bab 20 latihan
21
Bab 21
22
Bab. 22
23
Bab 23
24
Bab 24 hukuman
25
Bab 25 lulus ujian
26
Bab 26 ujian ketiga
27
Bab 27, hutan ilusi
28
Bab 28 Chan bersaudara
29
Bab 29 Berlatih
30
Bab 30 Membantu
31
Bab 31 Hukuman
32
Bab 32. Menghukum 2
33
Bab 33 Rencana
34
Bab 34 Keluar Hutan Ilusi
35
Bab 35 Bertemu
36
Bab 36 Bangkit
37
Bab 37 menerima token
38
Bab 38 Pedang Phoenix
39
Bab 39 Wujud Wei Lu
40
Bab 40
41
Bab 41 Cang Tian
42
Bab 42 Kedatangan
43
Bab 43 Bertemu Kembali
44
Bab 44. Membantu dewa tumbuhan
45
Bab 45
46
Bab 46 Undangan
47
Bab 47 Datang ke istana
48
Bab 48 Acara
49
Bab 49 Bertemu Cang Tian
50
Bab 50 Pergi
51
Bab 51 Cambuk Petir Surgawi
52
Bab 52 pecahan jiwa
53
Bab 53 Desa mati
54
Bab 54 sampai
55
Bab 55 pertemuan
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60 perperangan
61
Bab 61 perperangan 2
62
Bab 62 kemenangan dan kembali
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!