Masalah Serius

"Maaf membuat Anda menunggu terlalu lama, Putri Maria, Nona Aluna. Saya memerlukan waktu cukup lama untuk mempersiapkan diri sebelum menghadap ke sini," ucapku sangat hormat kepada Putri Maria dan Aluna begitu tiba di depan mereka.

Aku memutuskan untuk menemui kedua wanita itu bersama Catrine, karena kupikir mereka datang dengan niat tidak baik, makanya aku harus berjaga-jaga agar tidak salah mengambil langkah.

Belum lagi Putri Maria sempat mengincar ayah si Brian waktu itu, dan takutnya ia masih memiliki dendam kepada Laura atau keluarga Argus.

"Santai saja, Brian. Kami tidak menunggu terlalu lama kok, lagian kami juga tidak keberatan bila memang harus menunggu lebih lama lagi," balas Maria dengan senyum ramah.

"Aduh, saya jadi tak enak bila Putri Maria berucap seperti itu, saya jadi semakin merasa bersalah karena sudah membuat Anda menunggu," ujarku sembari tersenyum canggung.

Aku juga masih belum berani duduk di kursi sebelum Putri Maria mengizinkan, padahal aku pemilik kasti ini alias Tuan Rumah, tapi aku harus mematuhi etika dengan benar di depan anggota keluarga kerajaan.

"Ibu memaafkan kamu karena kue kering dan teh ini terasa sangat enak, kamu harusnya mendapatkan hukuman seratus cambukan karena sudah berani mengabaikan kedatangan Putri Kerajaan Narandra," ucap Aluna, ada kue yang masih dikunyah di dalam mulutnya.

"Terima kasih atas kebaikan Putri Maria, saya akan mengingat hal ini sampai mati," balasku sengaja merendahkan diri agar tidak terlihat sombong di depan Putri Maria.

"Tak usah berlebihan seperti itu, Brian. Bukankah kita sudah saling mengenal untuk waktu yang lama? Kamu bahkan selalu memanggilku Tante Maria ketika sedang mengobrol pribadi seperti ini," jelas Maria.

Aku jelas terkejut usai mendengarnya, tak kusangka si Brian ini ternyata sangat disukai oleh Putri Maria. Hal semacam ini lagi-lagi tidak tertulis di buku hariannya, yang jelas merupakan informasi sangat penting bagiku.

'Sialan kau, Brian. Apa gunanya kau menulis buku harian bila isinya tentang penderitaanmu saja. Kau bahkan tidak menuliskan hal sangat penting tentang informasi Putri Maria dan anaknya. Kau bikin susah saja Brian, benar-benar anak tak berguna.'

Aku  mengutuk Brian di dalam hati karena saking kesalnya, andai saja ia lebih cerdas lagi, aku mungkin tak akan kelabak informasi seperti ini.

"Duduklah, Brian. Kami punya sesuatu yang harus dibicarakan sama kamu," titah Aluna, masih dengan sikap arogan.

"Baik, Nona Aluna," sahutku seraya, tapi tidak segera duduk.

Kulihat Maria mengerutkan kening ke arahku, sepertinya mereka tidak terlalu senang dena sikap yang sudah aku tunjukan.

"Kenapa kamu diam saja, Brian? Ayo duduk," ucap Maria.

"Saya akan duduk bila wanita saya diperkenankan duduk, mohon maaf bila permintaan saya ini terlalu lancang," ujarku masih dengan sikap sopan, lalu aku bergeser sedikit agar Maria dan Aluna bisa meliha sosok Catrine yang sedang berdiri di belakangku sedari tadi.

"Wanitamu? Sejak kapan kamu menjalin hubungan dengan wanita, apalagi wanita itu berasal dari ras manusia kucing, kan?" tanya Maria penasaran, matanya melihat Catrine dengan penuh selidik.

"Saya menjalin hungan dengan Catrine belum lama ini, kebetulan kami saling suka dan terjadi ikatan begitu saja, terlebih Catrine selalu mengurusku dengan baik di rumah ini, sehingga saya berani memutuskan untuk memilikinya," jelasku jujur, lagian hubunganku dengan Catrine bisa terjadi karena sebuah kebetulan saja.

"Tunggu sebentar, Brian. Tidakkah kamu sangat lancang dengan melakukan hal semacam itu? Apa kamu sudah lupa dengan aturan kerajaan kita?" tanya Aluna, nadanya terdengar tidak senang.

"Saya tidak pernah lupa aturan itu, Nona Aluna. Hanya saja saya memang menyukai Catrine lebih dari apapun, dan saya sudah terbiasa menjalani kehidupan bersama manusia hewan semenjak tinggal di wilayah ini. Jadi, tolong jangan salahkan saya bila saya ingin memiliki hubungan dekat dengan Catrine," ucapku memberikan alasan, sengaja sengaja kubuat seperti itu agar mereka merasa bersalah karena sudah mengusir keluarga Argus ke wilayah ini.

"Kamu ...." Aluna mandek, kemarahan seketika mencuat di dalam hatinya.

Sedangkan Maria langsung mengerutkan kening kepadaku dan Catrine, aku tahu ia juga sudah merasa kesal akibat kelancanganku.

Bagaimanapun, ada hukum yang mengatur hubungan antara manusia dengan manusia hewan. Ras manusia di kerajaan ini dilarang keras memiliki ikatan serius dengan ras manusia hewan, apalagi hingga jenjang pernikahan.

Karena itu, keluarga Argus harus terusir ke wilayah perbatasan gara-gara pernikahan palsu yang sudah dilakukan ayah Brian dengan Laura. Hal tersebut tidak hanya membuat Maria kecewa, bahkan baginda Ratu sampai murka selama beberapa hari.

Aku tahu hal semacam itu karena tertulis di dalam buku harian si Brian, ada banyak sekali curhatan tentang masalah itu yang kutemukan dari buku harian. Dan tulisan itu juga sepertinya merupakan bentuk kekecewan si Brian kepada ayahnya.

"Tolong jangan marah dulu, Nona Aluna. Bukankah ayah saya juga sudah menikahi seorang wanita rubah? Lalu apa masalahnya bila aku ingin menapaki jejak ayah saya?" tanyaku kepada Aluna.

"Ayahmu bisa menikahi wanita rubah itu karena baginda Ratu ingin menghargai jasanya, sayangnya ayahmu telah membohongi kami dengan menyembunyikan identitas asli wanita rubah itu. Sejujurnya perbuatan ayahmu telah menodai nama baik keluarga Argus, makanya ia kami asingkan ke wilayah perbatasan ini untuk menebus kesalahannya," jelas Maria.

Aku langsung terbahak-bahak di dalam hati usai mendengarnya, jelas-jelas wanita ini cemburu kepada Laura karena tak bisa menikahi ayah si Brian, tapi ia masih saja bisa berdalih dengan alasan menebus kesalahan.

Keluarga kerajaan ini sepertinya berisikan orang-orang munafik yang haus akan kepentingan sendiri. Mereka bisa memberikan hukuman dengan begitu mudahnya menggunakan asalan bijaksana.

Jujur saja aku merasa sifat semacam ini jauh lebih berbahaya dari sifat sekelompok bandit, sebab aku tidak bisa mengalahkan mereka menggunakan kekerasan, dan memerlukan rencana matang agar tidak salah ambil langkah.

Meski begitu, aku tidak berminat berurusan dengan keluarga kerajaan sama sekali. Aku pikir sudah cukup menikmati hidup menjadi seorang tuan muda di wilayah perbatasan. Di sini, aku bisa melakukan apa saja sesuka hatiku, bahkan aku bisa bercinta tanpa takut ada orang yang akan menegurku.

Jadi, aku tak perlu bersikap terlalu baik di depan dua wanita ini. Aku hanya perlu bersikap acuh tak acuh hingga mereka pulang kembali ke ibukota kerajaan.

"Saya mengerti, Putri Maria. Maaf bila perbuatan saya terlihat sangat lancang, tapi saya benar-benar tak bisa memutuskan hubungan dengan Catrine, karena ia wanita yang sangat berharga di dalam hidup saya," ucapku memberikan alasan kuat, kuyakin Maria tidak akan terlalu mengejar masalah ini bila sudah tahu alasanku.

Benar saja, Maria langsung menunjukan senyum ramah kembali padaku, ia juga memiliki pikiran sama denganku dan tak ingin membahas masalah ini lagi.

Aku lalu duduk bersama Catrine tak lama kemudian, aku memberanikan diri setelah melihat sikap ramah yang ditunjukan Maria dan Aluna.

"Kita lupakan masalah ini sejenak, sekarang kita bahas masalah lain yang tak kalah penting dari urusan wanita setengah hewan," ujar Maria membukan obrolan serius.

"Apakah itu masalah yang sangat serius?" tanyaku penasaran.

"Ya, masalah ini berasal dari kerajaan Bellfast. Keluarga kerajaan mendapatkan surat peringatan keras dari raja Bellfast atas tuduhan penculikan putri kerajaan, dan tuduhan itu tujukan kepada keluarga Argus," jawab Maria langusng ke intinya.

"Penculikan putri kerajaan? Kenapa ada hal semacam ini?" tanyaku lagi, pura-pura bodoh di depan Maria.

"Di dalam surat itu tertulis kalau Laura telah menculik pewaris satu-satunya tahta kerajaan Bellfast dari tangan keluarga Luke, dan Laura sengaja menyembunyikannya di dalam kastil ini agar kerajaan Narandra bisa melindunginya."

"Karena itu, aku ingin kamu menjelaskan masalah ini dengan jujur, jangan sampai kerajaan kita memiliki masalah serius dengan kerajaan Bellfast. Aku takut mereka akan menyatakan perang terbuka gara-gara masalah ini."

Spontan kulirik Catrine di sebelahku, dan gadis itu memiliki wajah pias setelah mendapatkan kabar tersebut. Seketika aku pun paham bahwa ia masih memiliki rahasia yang disembunyikan dariku.

...

Episodes
1 Hidup Kembali
2 Buku Harian
3 Ibu Tiri
4 Tak Marah
5 Wanita Kucing
6 Hidangan Berbeda
7 Jadilah Wanitaku
8 Serangan
9 Pertarungan Pecah
10 Undangan
11 Latihan
12 Sihir Pemikat
13 Tamu Penting
14 Masalah Serius
15 Akan Tanggung Jawab
16 Suku Kanibal
17 Ritual Sesat
18 Ingin Jadi Yang Pertama
19 Masalah Kota River
20 Obat Sihir
21 Kami Akan Pindah
22 Penagih Hutang
23 Biar Gelisah Sendiri
24 Kembali Ke Lunar
25 Sepertinya Hamil
26 Mau Gimana Lagi?
27 Perang Masa Lalu
28 5 Goblin Dari Dunia Lain
29 Ritual Darah
30 Pulang Ke Benua Gelap
31 Serigala Merah
32 Putri Harus Pulang
33 Percaya Laura
34 Malam Terbaik
35 Berangkat ke Ibu kota
36 Hantu Kota Rain
37 Teman Lama
38 Tangan Kanan Raja Iblis
39 Hutan Jura
40 Obat Penambah Daya Tarung?
41 Hewan Mitos
42 Tinju Saitama
43 Jadi Dewa Pelindung?
44 Permintaan Rasti
45 Mainnya Kasar
46 Tiba Di Ibukota
47 Keributan
48 Taruhan Dengan Anna
49 Amukan Aluna
50 Wanita Kucing Lagi?
51 Namanya Clarisa
52 Hak Bangsawan
53 Musuh Bebuyutan
54 Tes Pertama
55 Maunya Kencan
56 Jadi Tukang Pijat
57 Tamu VIP
58 Satu Syarat
59 Alasan Maria
60 Dasar Penjahat
61 Beda Poin
62 Tes Lari
63 Aluna Menang
64 Syarat
65 Guild Petualang
66 Sihir Tingkat Dewa
67 Terlalu Polos
68 Ingin Jadi Pacar
69 Pergi Kencan
70 Kafe Lilian
71 Serangan Tak Terduga
72 Ular Paling Berbahaya
73 Dari Benua Heaven
74 Dua Misteri
75 Malah Begini?
76 Mimpi Buruk
77 Sebelum Duel
78 Jirah Hitam
79 Kemunculan Demon
80 Tak Akan Menggunakannya Lagi
81 Tawaran Kepala Sekolah
82 Hadiah Untuk Pemenang
83 Permintaan Elmar
84 Sebesar Pepaya
85 Berkah Dewi
86 Wanita Kelima
87 Pedang Cahaya
88 Kafe Lilian Lagi
89 Wanita Berjirah Putih
90 Tunggu Saja
91 Keluarga Baru
92 Perpisahan
93 Ada Yang Salah
94 Serangan Sekte Sesat
95 Dunia Khayalan
96 Bertemu Laura
97 Tantangan
98 Teman Baru
99 Potong Lidahmu
100 Menculik Eliza
101 Tawaran Yumina
102 Identitas Ketua Sekte
103 Rencana Kepsek Sejak Awal
104 Panasnya Yumina
105 Tawaran Kerja Sama
106 Antara Aluna dan Yumina
107 Cerita Yumina
108 Main Cepat Bertiga
109 Devon Von Argus
110 Datang Ke Kamar
111 Berburu
112 Keturunan Lain
113 Empat Raja Hewan
114 Tertangkap Basah
115 Isi Hati Isabel
116 Sesuai Gaya Pada Buku
117 Dungeon Kematian
118 Bos Kalajengking
119 Oasis
120 Segarnya Oasis & Isabel
121 Ratu Vampire, Marie Roses.
122 TAMAT S1
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Hidup Kembali
2
Buku Harian
3
Ibu Tiri
4
Tak Marah
5
Wanita Kucing
6
Hidangan Berbeda
7
Jadilah Wanitaku
8
Serangan
9
Pertarungan Pecah
10
Undangan
11
Latihan
12
Sihir Pemikat
13
Tamu Penting
14
Masalah Serius
15
Akan Tanggung Jawab
16
Suku Kanibal
17
Ritual Sesat
18
Ingin Jadi Yang Pertama
19
Masalah Kota River
20
Obat Sihir
21
Kami Akan Pindah
22
Penagih Hutang
23
Biar Gelisah Sendiri
24
Kembali Ke Lunar
25
Sepertinya Hamil
26
Mau Gimana Lagi?
27
Perang Masa Lalu
28
5 Goblin Dari Dunia Lain
29
Ritual Darah
30
Pulang Ke Benua Gelap
31
Serigala Merah
32
Putri Harus Pulang
33
Percaya Laura
34
Malam Terbaik
35
Berangkat ke Ibu kota
36
Hantu Kota Rain
37
Teman Lama
38
Tangan Kanan Raja Iblis
39
Hutan Jura
40
Obat Penambah Daya Tarung?
41
Hewan Mitos
42
Tinju Saitama
43
Jadi Dewa Pelindung?
44
Permintaan Rasti
45
Mainnya Kasar
46
Tiba Di Ibukota
47
Keributan
48
Taruhan Dengan Anna
49
Amukan Aluna
50
Wanita Kucing Lagi?
51
Namanya Clarisa
52
Hak Bangsawan
53
Musuh Bebuyutan
54
Tes Pertama
55
Maunya Kencan
56
Jadi Tukang Pijat
57
Tamu VIP
58
Satu Syarat
59
Alasan Maria
60
Dasar Penjahat
61
Beda Poin
62
Tes Lari
63
Aluna Menang
64
Syarat
65
Guild Petualang
66
Sihir Tingkat Dewa
67
Terlalu Polos
68
Ingin Jadi Pacar
69
Pergi Kencan
70
Kafe Lilian
71
Serangan Tak Terduga
72
Ular Paling Berbahaya
73
Dari Benua Heaven
74
Dua Misteri
75
Malah Begini?
76
Mimpi Buruk
77
Sebelum Duel
78
Jirah Hitam
79
Kemunculan Demon
80
Tak Akan Menggunakannya Lagi
81
Tawaran Kepala Sekolah
82
Hadiah Untuk Pemenang
83
Permintaan Elmar
84
Sebesar Pepaya
85
Berkah Dewi
86
Wanita Kelima
87
Pedang Cahaya
88
Kafe Lilian Lagi
89
Wanita Berjirah Putih
90
Tunggu Saja
91
Keluarga Baru
92
Perpisahan
93
Ada Yang Salah
94
Serangan Sekte Sesat
95
Dunia Khayalan
96
Bertemu Laura
97
Tantangan
98
Teman Baru
99
Potong Lidahmu
100
Menculik Eliza
101
Tawaran Yumina
102
Identitas Ketua Sekte
103
Rencana Kepsek Sejak Awal
104
Panasnya Yumina
105
Tawaran Kerja Sama
106
Antara Aluna dan Yumina
107
Cerita Yumina
108
Main Cepat Bertiga
109
Devon Von Argus
110
Datang Ke Kamar
111
Berburu
112
Keturunan Lain
113
Empat Raja Hewan
114
Tertangkap Basah
115
Isi Hati Isabel
116
Sesuai Gaya Pada Buku
117
Dungeon Kematian
118
Bos Kalajengking
119
Oasis
120
Segarnya Oasis & Isabel
121
Ratu Vampire, Marie Roses.
122
TAMAT S1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!