Suku Kanibal

“Hoaaam, sungguh melelahkan sekali kegiatan tadi pagi sampai-sampai aku tertidur di sini,” gumamku setelah membuka mata, kuregangkan sekujur tubuhku agar lebih terasa rileks.

Sebelumnya aku sudah menyelesaikan semua urusan dengan Maria, Aluna, dan Laura. Kami sempat berdebat sengit tentang masalah Catrine, terutama masalah tentang sumpahku yang ingin menjadi ksatria sihir demi melindungi Catrine.

Bagaimanapun, mereka tidak percaya aku akan menjadi ksatria sehebat itu, karena mereka pikir aku anak lemah yang hanya ingin membual saja.

Namun, aku langsung membungkam mulut mereka menggunakan sihir ledakan kuat untuk menumbangkan satu pohon besar sekaligus.

Mereka pun tercengang dan tak bisa berkata-kata lagi tentang keinginanku untuk menjadi ksatria sihir terkuat.

Sayangnya aku langsung kehabisan mana usai mengeluarkan sihir sebesar itu, padahal aku sudah susah payah mengumpulkannya dari tubuh Laura selama kami bersetubuh, tapi aku malah menghabiskan semuanya di depan Maria dan Aluna.

Karena itu, aku langsung tertidur saat masuk ke dalam kereta kuda, tubuhku benar-benar lelah serta dilanda kantuk luar biasa.

Aku kini sedang dalam perjalanan menuju kota tetangga alias kota River. Katanya sih kota tetangga, tapi aku masih harus menempuh perjalanan dua belas jam untuk tiba di sana.

Sungguh jauh sekali jarak antar kota yang ada di dalam kerajaan Narandra ini, belum lagi akses jalan yang sulit sehingga akan memperlambat perjalanan.

“Kita sudah sampai mana, Leon? Kenapa jalannya menanjak begini?” Tanyaku kepada Leon, yang kini sedang menjadi kusir.

“Kita terpaksa naik ke gunung Gelap, Tuan Muda. Soalnya jembatan yang menghubungkan antara kota kita dengan kota River masih belum beres diperbaiki gara-gara ulah kelompok bandit kemarin,” sahut Leon.

“Gunung Gelap? Apa kita akan baik-baik saja bila lewat jalan ini? Katanya ada manusia kanibal yang tinggal di gunung ini?” Tanyaku agak khawatir, lalu kulihat Catrine di atas pahaku. Wanita kucing itu masih tidur lelap dengan wajah cantik yang sangat menggemaskan.

Terkadang aku merasa sikap Catrine seperti kucing persia milik Anggie di dunia ku sebelumnya. Tingkah lembut dan manjanya benar-benar membuatku candu hingga aku tak ingin melepaskannya.

Sungguh beruntung sekali diriku ini, karena bisa memiliki wanita secantik Catrine. Aku pun sangat ingin membahagiakannya lebih dari apapun.

Kiiit!

Kereta kuda tiba-tiba berhenti, Leon segera membuka papan kayu penutup lubang agar bisa melihat situasi di tempatku duduk bersama Catrine.

“Ada apa? Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku barusan?” Tanyaku sembari mengerutkan kening.

“Begini, Tuan Muda. Saya lupa mengingatkan  sebelumnya, bahwa kita jangan asal sebut tentang manusia kanibal di gunung ini. Saya takut mereka akan mendatangi kita nanti,” jelas Leon.

“Berarti mereka memang hidup di gunung ini?” Tanyaku lagi.

Leon hanya mengangguk kecil untuk menanggapinya, wajahnya tampak pias seakan ia sudah mendengar hal yang sangat mengerikan.

“Apa mereka sekuat itu?” Tanyaku untuk kesekian kalinya, habisnya aku benar-benar penasaran dengan sosok manusia kanibal ini.

“Sangat kuat, katanya kekutan mereka sudah setara dengan kekuatan ksatria sihir,” sahut Leon.

“Bahaya dong kalau begitu, gimana kalau kita kembali saja selagi masih sempat?” Saranku, lagian kekutan sihirku belum terisi kembali dan akan bahaya jadinya bila aku terus memaksakan perjalanan di gunung ini.

“Tak perlu, Tuan Muda. Mereka tak akan mendatangi kita bila kita tidak banyak bicara selama melewati gunung ini. Akan lebih baik bila kita tidak mengeluarkan suara sama sekali,” ujar Leon.

“Baiklah, aku tak akan banyak bicara lagi kalau begitu,” sahutku patuh.

Leon menutup kembali papan kayu itu, kemudian melanjutkan perjalanan.

Dan entah kenapa hatiku selalu merasa gelisah setelah mengetahui fakta tersebut, bayang-bayang manusia kanibal pun terus berkeliaran di dalam benakku.

“Bangun, Catrine. Bangun ….” Aku terpaksa membangunkan Catrine kalau sudah begini.

“Meow,” sahut Catrine, tapi masih belum membuka matanya.

Wanita kucing ini malah tidur lagi, mana pose tidurnya sangat lucu dan semakin menggemaskan.

Pasalnya, setiap gelagat Catrine murni berasal dari kebisaannya sehari-seharinya, dia tidak seperti cosplayer yang suka berakting menjadi manusia kucing.

Aku benar-benar tak tahan lagi dengan wanita kucing yang satu ini, segera saja ku dekatkan wajahku untuk mengecup bibirnya yang merah merona itu.

Cup!

Aku melakukannya dengan lembut, kurasakan kehangatan dan rasa manis dari bibir Catrine.

Catrine akhirnya membuka matanya, tapi ia tidak banyak protes dan langsung membalas ciumanku dengan begitu liarnya.

“Astaga, saya lupa mengingatkan hal yang paling penting, bahwa manusia kanibal itu bisanya akan langsung datang bila ada orang yang berbuat mesum di gunung ini.”

“Sial! Apa-apaan ini? Kenapa banyak sekali wanita telanjang dada berlarian ke sini?”

“Hei, jangan ganggu perjalanan kami! Kami hanya numpang lewat saja! Hei!!!”

“Arghhh! Lari, Tuan Muda!!! Manusia kanibal ada di sini!!!”

Aku spontan menghentikan perbuatanku dengan Catrine usai mendengar teriakan Leon, bergegas ku ambil pedang di sebelahku untuk menyelamatkan Leon.

“Tunggu di sini, Catrine. Aku akan melihat situasinya dulu,” ucapku seraya keluar dari kereta kuda.

Seeeet!

Trang!

Sebuah tebasan pedang langsung menyambutku, tapi aku masih bisa memblokirnya.

Aku melihat ke sekeliling dan ternyata manusia kanibal itu benar-benar ada di gunung ini.

Namun, mereka semua berjenis kelamin wanita dengan paras yang lumayan cantik, belum lagi mereka tidak mengenakan pakaian selain secarik kain yang menutupi ranah kewanitaannya.

Mereka sengaja membiarkan buah dada mereka bergelantungan dengan begitu bebasnya, sontak membuatku tidak fokus saat menghadapi mereka.

“Pergilah! Aku tak ingin menyakiti kalian,” teriakku mengusir mereka.

“Tidak! Orang cabul harus dihukum mati,” tukas salah satu wanita kanibal.

Aku pun tersentak usai mendengarnya, tak kuduga mereka bisa bahasa manusia seperti pada umumnya.

“Aku bukan orang cabul, aku hanya orang romantis yang ingin membahagiakan wanitaku. Tolong jangan salah paham dulu, oke?” Jelasku, lalu kubuka pintu kereta kuda agar mereka bisa melihat Catrine.

“Wanitaku ini bernama Catrine, kami sudah menjalin hubungan sangat dekat layaknya suami istri. Jadi, perbuatan kami tidak termasuk perbuatan cabul,” jelasku lagi.

“Itu benar, aku dan Brian tidak berbuat cabul. Kami melakukannya karena saling menginginkan, dan kebutuhan kami sebagai pasangan,” sambung Catrine, sengaja tak pakai bahasa formal untuk membuktikan ucapannya di depan wanita kanibal.

“Kami tak peduli dengan hubungan kalian, intinya kalian tak boleh berbuat cabul di wilayah kami,” ujar seorang wanita cantik bertubuh jangkung, ia tiba-tiba muncul dari belakang kerumunan manusia kanibal.

Ada semacam mahkota yang dikenakan oleh wanita itu, dia mungkin kepala suku dari manusia kanibal.

“Maaf, aku tak tahu dengan aturan itu, soalnya aku baru pertama kali melewati jalan ini,” ucapku meminta maaf dengan tulus.

“Tidak ada alasan! Cepat bunuh pemuda cabul itu,” titah wanita jangkung tak mau tahu.

Aku terpaksa bertarung melawan mereka kalau situasinya sudah begini, segera kuhunuskan pedang ke arah mereka, serta ku gunakan gerakan Lancelot untuk memulai serangan.

Sat!

Set!

Sat!

Set!

Tebasan pedangku sangat cepat, aku berhasil melukai beberapa wanita kanibal di sekitarku.

Harusnya sih seperti itu, tapi nyatanya mereka tidak terluka sama sekali.

“Hah? Apa yang terjadi? Kenapa seranganku tidak berhasil?” Gumamku kebingungan, kemudian kuserang lagi mereka menggunakan gerakan Benedetta dan Alucard.

Omong-omong, setiap gerakanku sama seperti ketika aku membantai kelompok bandit, kekuatannya juga tidak aku kurangi sama sekali.

Namun, aku masih saja gagal melukai mereka, malah aku yang kelelahan sendiri gara-gara kehabisan tenaga.

“Hentikan, anak muda. Atau aku akan membunuh wanita kucing ini,” ucap wanita jangkung mengancamku.

Aku spontan menoleh ke arah suara, kulihat Catrine sedang dicekik oleh wanita jangkung itu.

“CATRINE!!!” Aku berteriak sekeras-kerasnya, lalu kubayangkan sosok Kenshin dari anime Samurai X di dalam benakku.

“Menyingkir dari wanitaku,” teriakku lagi seraya menebaskan pedang ke arah wanita jangkung itu.

Trang!

Sayangnya serangan terkuatku berhasil ditahan oleh belati wanita jangkung itu.

Bam!

Sebuah pukulan kuat mendarat di perutku setelahnya.

Ugh!

Aku menyemburkan darah segar usai menerima pukulan dari wanita jangkung itu, kesadaranku juga perlahan menghilang.

‘Sial! Masa aku akan mati di tempat ini? Sungguh memalukan sekali,’ batinku meringis getir.

Spontan kulihat wanita kanibal lain di sekitarku, dan ternyata mereka sudah bersiap mengeksekusiku dengan belati.

Aku benar-benar pasrah saat ini, kekuatan tangan sakti juga sudah tak berguna lagi untuk melindungiku.

‘Apanya ksatria sihir terkuat? Melawan wanita kanibal saja aku tak mampu!’ Pikirku mengeluh akan kondisiku sendiri.

Tepat seperti itu, kulihat sosok wanita cantik berlari ke arahku. Tapi, wanita itu tidak telanjang dada seperti wanita kanibal lainnya, ada semacam gaun berbahan daun yang dikenakan pada tubuhnya.

“Hentikan, Zola. Kita tak boleh membunuh orang di tempat terbuka seperti ini. Mari kita bawa mereka ke desa, lalu interogasi dengan benar di sana. Bagaimanapun, kita masih membutuhkan seorang pemuda tampan untuk melakukan ritual membuat anak. Kupikir pemuda ini sangat cocok untuk melakukannya,” ujar wanita cantik itu.

“Saya mengerti, putri Helena.” Sahut wanita jangkung, lalu membawaku dan Catrine di pundaknya.

Leon juga dibawa oleh wanita kanibal lain, termasuk kereta kuda yang aku pakai sebelumnya.

Kini aku tak tahu lagi dengan nasib yang akan mendatangiku nanti, semoga saja ritual membuat anak itu bukan hal berbahaya yang akan menuntunku ke jalan kematian.

Episodes
1 Hidup Kembali
2 Buku Harian
3 Ibu Tiri
4 Tak Marah
5 Wanita Kucing
6 Hidangan Berbeda
7 Jadilah Wanitaku
8 Serangan
9 Pertarungan Pecah
10 Undangan
11 Latihan
12 Sihir Pemikat
13 Tamu Penting
14 Masalah Serius
15 Akan Tanggung Jawab
16 Suku Kanibal
17 Ritual Sesat
18 Ingin Jadi Yang Pertama
19 Masalah Kota River
20 Obat Sihir
21 Kami Akan Pindah
22 Penagih Hutang
23 Biar Gelisah Sendiri
24 Kembali Ke Lunar
25 Sepertinya Hamil
26 Mau Gimana Lagi?
27 Perang Masa Lalu
28 5 Goblin Dari Dunia Lain
29 Ritual Darah
30 Pulang Ke Benua Gelap
31 Serigala Merah
32 Putri Harus Pulang
33 Percaya Laura
34 Malam Terbaik
35 Berangkat ke Ibu kota
36 Hantu Kota Rain
37 Teman Lama
38 Tangan Kanan Raja Iblis
39 Hutan Jura
40 Obat Penambah Daya Tarung?
41 Hewan Mitos
42 Tinju Saitama
43 Jadi Dewa Pelindung?
44 Permintaan Rasti
45 Mainnya Kasar
46 Tiba Di Ibukota
47 Keributan
48 Taruhan Dengan Anna
49 Amukan Aluna
50 Wanita Kucing Lagi?
51 Namanya Clarisa
52 Hak Bangsawan
53 Musuh Bebuyutan
54 Tes Pertama
55 Maunya Kencan
56 Jadi Tukang Pijat
57 Tamu VIP
58 Satu Syarat
59 Alasan Maria
60 Dasar Penjahat
61 Beda Poin
62 Tes Lari
63 Aluna Menang
64 Syarat
65 Guild Petualang
66 Sihir Tingkat Dewa
67 Terlalu Polos
68 Ingin Jadi Pacar
69 Pergi Kencan
70 Kafe Lilian
71 Serangan Tak Terduga
72 Ular Paling Berbahaya
73 Dari Benua Heaven
74 Dua Misteri
75 Malah Begini?
76 Mimpi Buruk
77 Sebelum Duel
78 Jirah Hitam
79 Kemunculan Demon
80 Tak Akan Menggunakannya Lagi
81 Tawaran Kepala Sekolah
82 Hadiah Untuk Pemenang
83 Permintaan Elmar
84 Sebesar Pepaya
85 Berkah Dewi
86 Wanita Kelima
87 Pedang Cahaya
88 Kafe Lilian Lagi
89 Wanita Berjirah Putih
90 Tunggu Saja
91 Keluarga Baru
92 Perpisahan
93 Ada Yang Salah
94 Serangan Sekte Sesat
95 Dunia Khayalan
96 Bertemu Laura
97 Tantangan
98 Teman Baru
99 Potong Lidahmu
100 Menculik Eliza
101 Tawaran Yumina
102 Identitas Ketua Sekte
103 Rencana Kepsek Sejak Awal
104 Panasnya Yumina
105 Tawaran Kerja Sama
106 Antara Aluna dan Yumina
107 Cerita Yumina
108 Main Cepat Bertiga
109 Devon Von Argus
110 Datang Ke Kamar
111 Berburu
112 Keturunan Lain
113 Empat Raja Hewan
114 Tertangkap Basah
115 Isi Hati Isabel
116 Sesuai Gaya Pada Buku
117 Dungeon Kematian
118 Bos Kalajengking
119 Oasis
120 Segarnya Oasis & Isabel
121 Ratu Vampire, Marie Roses.
122 TAMAT S1
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Hidup Kembali
2
Buku Harian
3
Ibu Tiri
4
Tak Marah
5
Wanita Kucing
6
Hidangan Berbeda
7
Jadilah Wanitaku
8
Serangan
9
Pertarungan Pecah
10
Undangan
11
Latihan
12
Sihir Pemikat
13
Tamu Penting
14
Masalah Serius
15
Akan Tanggung Jawab
16
Suku Kanibal
17
Ritual Sesat
18
Ingin Jadi Yang Pertama
19
Masalah Kota River
20
Obat Sihir
21
Kami Akan Pindah
22
Penagih Hutang
23
Biar Gelisah Sendiri
24
Kembali Ke Lunar
25
Sepertinya Hamil
26
Mau Gimana Lagi?
27
Perang Masa Lalu
28
5 Goblin Dari Dunia Lain
29
Ritual Darah
30
Pulang Ke Benua Gelap
31
Serigala Merah
32
Putri Harus Pulang
33
Percaya Laura
34
Malam Terbaik
35
Berangkat ke Ibu kota
36
Hantu Kota Rain
37
Teman Lama
38
Tangan Kanan Raja Iblis
39
Hutan Jura
40
Obat Penambah Daya Tarung?
41
Hewan Mitos
42
Tinju Saitama
43
Jadi Dewa Pelindung?
44
Permintaan Rasti
45
Mainnya Kasar
46
Tiba Di Ibukota
47
Keributan
48
Taruhan Dengan Anna
49
Amukan Aluna
50
Wanita Kucing Lagi?
51
Namanya Clarisa
52
Hak Bangsawan
53
Musuh Bebuyutan
54
Tes Pertama
55
Maunya Kencan
56
Jadi Tukang Pijat
57
Tamu VIP
58
Satu Syarat
59
Alasan Maria
60
Dasar Penjahat
61
Beda Poin
62
Tes Lari
63
Aluna Menang
64
Syarat
65
Guild Petualang
66
Sihir Tingkat Dewa
67
Terlalu Polos
68
Ingin Jadi Pacar
69
Pergi Kencan
70
Kafe Lilian
71
Serangan Tak Terduga
72
Ular Paling Berbahaya
73
Dari Benua Heaven
74
Dua Misteri
75
Malah Begini?
76
Mimpi Buruk
77
Sebelum Duel
78
Jirah Hitam
79
Kemunculan Demon
80
Tak Akan Menggunakannya Lagi
81
Tawaran Kepala Sekolah
82
Hadiah Untuk Pemenang
83
Permintaan Elmar
84
Sebesar Pepaya
85
Berkah Dewi
86
Wanita Kelima
87
Pedang Cahaya
88
Kafe Lilian Lagi
89
Wanita Berjirah Putih
90
Tunggu Saja
91
Keluarga Baru
92
Perpisahan
93
Ada Yang Salah
94
Serangan Sekte Sesat
95
Dunia Khayalan
96
Bertemu Laura
97
Tantangan
98
Teman Baru
99
Potong Lidahmu
100
Menculik Eliza
101
Tawaran Yumina
102
Identitas Ketua Sekte
103
Rencana Kepsek Sejak Awal
104
Panasnya Yumina
105
Tawaran Kerja Sama
106
Antara Aluna dan Yumina
107
Cerita Yumina
108
Main Cepat Bertiga
109
Devon Von Argus
110
Datang Ke Kamar
111
Berburu
112
Keturunan Lain
113
Empat Raja Hewan
114
Tertangkap Basah
115
Isi Hati Isabel
116
Sesuai Gaya Pada Buku
117
Dungeon Kematian
118
Bos Kalajengking
119
Oasis
120
Segarnya Oasis & Isabel
121
Ratu Vampire, Marie Roses.
122
TAMAT S1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!