Latihan

Hat!

Hat!

Hat!

Bam!

Bam!

Bam!

“Huh ... Huh ... Huh ....”

“Huh ... Huh ... Huh ....”

“Huh ... Huh ... Huh ....”

“Huh ... Huh ... Huh ....”

Aku kini sedang berlatih bersama Mama Laura di halaman kastil, tak kusangka wanita rubah itu ternyata memiliki kekuatan fisik yang sangat hebat. Kekuatan tangan sakti saja tak mampu mengimbangai kekuatan Mama Laura, membuatku harus berusaha keras untuk bertahan dari serangannya.

“Jurus bola api,” teriak Mama Laura seraya melompat-lompat ke segala arah, bola api kecil datang menyerangku pada saat bersamaan.

“Belah semuanya, tebasan memutar,” balasku sembari membuat gerakan memutar untuk melawan bola api.

Dar!

Dar!

Dar!

Ledakan kecil pun tercipta di sekelilingku, hawa panas juga mulai terasa di sekujur tubuhku hingga aku mengeluarkan keringat cukup banyak.

“Itu sudah cukup bagus, Brian. Tapi kamu harus coba menahan serangan yang satu ini,” ujar Mama Laura masih belum berhenti melompat-lompat.

“Jurus sihir pemikat,” lanjut Mama Laura, lalu mengeluarkan sebuah gelombang serangan berbentuk hati.

Aku spontan menebas ke arah serangan itu, berpikir akan bisa membelahnya seperti bola api barusan. Tapi, sayangnya aku tak bisa membelahnya sama sekali, dan jurus itu melesat tepat menuju dadaku.

“Argghhh,” aku reflek berteriak, mengira jurus mama Laura akan melukaiku.

“Eh ... Apa yang terjadi? Kenapa tubuhku bergerak sendiri? Eh, Eh, Eh ....” aku berteriak lagi begitu tubuhku tertarik ke arah Mama Laura.

“Kesinilah, pria tampan. Biarkan rubah cantik ini menikmatimu,” ucap Mama Laura tampak sangat menggoda, ia juga mejilat bibirnya sendiri dengan lidahnya.

Entah apa yang akan dilakukan ibu tiri si Brian itu, yang pasti aku samar-samar merasakan sesuatu yang buruk dari arah burungku. Ia sepertinya sudah tak tahan lagi dan ingin segera menikmati tubuhku layaknya makanan enak.

Hap!

Dan benar saja, Mama Laura langsung mendaratkan gigitan manja di leherku begitu aku sampai di depan matanya, tangannya juga begerak ke arah burungku tapi aku masih bisa menahannya pakai kekuatan tangan sakti.

“Serius dong Ma. Masa Mama mau cabulin aku di sini? Apa Mama nggak malu dilihatin sama Catrine?” protesku atas gelagat mesum Mama Laura.

“Hehehe, ini efek samping dari jurus penggoda barusan. Mama biasanya akan menggigit leher musuh sampai berdarah-darah sembari mencengkram burungnya hingga patah,” jelas Mama Laura tanpa merasa berdosa sama sekali.

“Tapi aku anakmu, Ma. Masa Mama punya ....”

“Mama memang punya nafsu sama kamu, Brian. Salahkan dirimu sendiri karena terlalu menggoda bagi wanita dewasa seperti Mama,” bisik Mama Laura menyela ucapanku.

Aku langsung tersentak di tempat usai mendengarnya, lama-lama aku bisa kehilangan akal sehat bila Mama Laura terus bersikap seperti ini. Aku juga seorang pria normal dan akan naif rasanya bila aku selalu mengabaikan rayuan dari wanita cantik di depanku.

“A-Ayo kita lanjutkan dulu latihannya, Ma. Aku masih belum belajar jurus sihir apapun dari Mama,” pintaku sembari beringsut mundur dari Mama Laura.

“Kamu benar sekali, Brian. Mama terlalu asik bertarung sama kamu sampai lupa mengajari kamu ilmu sihir,” sahut Mama Laura.

“Ya sudah, sekarang kamu berdiri di sana dan biarkan Mama mengajari kamu dari belakang,” lanjut Mama Laura, kini bergegas lagi ke belakangku.

‘Astaga, mau ngapain lagi wanita rubah ini? Aku tak akan bisa fokus bila dada montoknya terlalu menempel di punggungku. Dia sebenarnya mau ngajarin aku sihir atau mau ngajak aku bercinta sih?’ batinku protes akan gelagat Mama Laura.

“Tunggu sebentar, Brian. Kenapa Mama tak bisa merasakan kekuatan sihir apapun dari tubuhmu? Apa yang sudah terjadi?” tanya Mama Laura, sepertinya ia baru sadar aku tak punya kekuatan sihir.

“Ini ... Aku ...” suaraku mandek, bingung harus menjelaskan apa kepada Mama Laura.

“Biar Mama periksa dulu,” ucap Mama Laura, tiba-tiba tangannya berusaha masuk ke dalam celanaku.

“Ma ... Mama mau ngapain? Astaga ... Kenapa Mama mainin punya ku ... Aduh ... Ma, itu geli sekali ....” Aku hanya bisa berdiri di tempat sembari menahan rasa geli luar biasa.

“Sssst ... Kamu jangan banyak merengek, Brian. Ini cara Mama untuk mengetahui kapasitas sihir seseorang, tapi cuman kamu saja sih yang pernah Mama perlakukan seperti ini, soalnya Mama tak mau melakukannya kepada orang lain,” ujar Mama Laura, semakin gencar saja mengocok batang kulitku.

“Tapi, aku bisa keluar sesuatu jika kita terus seperti itu.” Aku masih protes.

Sebenarnya perbuatan dari tangan Mama Laura terasa sangat nikmat, rasanya sungguh berbeda sekali dari tangan Anggie atau Catrine.

Wanita rubah itu mungkin punya banyak pengalaman tentang hal semacam ini, makanya ia terlihat sangat lihai saat menangani seorang pria.

Beruntung sekali ayah si Brian bisa menemukan wanita seperti itu, cuman sayang sekali dia malah keburu meninggal tanpa bisa menikmatinya lebih lama.

Kalau aku jadi ayah si Brian, aku pasti akan melakukannya dengan Mama Laura setiap hari, tak akan pernah ku sia-sia kan wanita yang selalu haus akan gairah ini.

“Justru Mama ingin kamu mengeluarkannya, biar Mama bisa menikmati cairan cinta punya kamu. Lagi pula, cairan punya kamu memiliki kekuatan sihir spesial, makanya Mama sangat candu.”

“Maaf ya, Brian. Mama bukannya bermaksud berbuat tak senonoh lagi sama kamu, tapi ini benar-benar diperlukan untuk memastikan kekuatan sihir pada tubuhmu.”

Mama Laura menjelaskan semuanya padaku dengan suara meyakinkan, aku terpaksa percaya kalau sudah begini dan membiarkan Mama Laura mengeluarkan cairan cintaku.

Untung saja, posisi kami membelakangi Catrine sehingga ia tak bisa melihat perbuatan kami di sini. Kalau tidak, aku pasti akan merasa sangat malu karena sudah melakukan hal-hal cabul bersama Mama Laura.

“Ini ... Ini sudah tak bisa di tahan lagi ... Ma ....” Aku keenakan.

“Tahan dulu, kamu keluarkan saja di dalam mulutku,” cegah Mama Laura, bergegas berjongkok di depanku.

“Gi-Gimana kalau Catrine melihatnya? Aduh ... Jangan begitu ... Aku sudah tak tahan lagi ... Tolong menjauh dari punyaku ....”

Sayangnya Mama Laura sudah tak peduli dengan semua ucapanku, ia terus saja mempermainkan benda pusakaku yang sangat besar dan panjang ini pakai tangan kanan, sementara mulutnya sudah melahap habis bagian kepalanya.

‘Sial, aku sudah tak bisa menahannya lagi. Tolong maafkan aku. Kamu sendiri yang sudah buat aku jadi seperti ini,’ lirihku di dalam hati, lalu kutarik saja kepala Mama Laura sekuat tenaga agar benda pusaka masuk ke mulutnya, penuh.

Sembari digoyangkan dengan kasar, aku akhirnya mendapatkan pelepasan yang sangat nikmat di mulut wanita rubah itu.

Cairan cinta pun menyembur sangat banyak, rasanya sungguh nikmat sekali sampai-sampai sekujur tubuhku gemetar tak karuan.

Dan ternyata kenikmatan yang aku rasakan belum selesai sampai di sini, kulihat Mama Laura bergegas menjilati sisanya, bahkan ia terlihat sangat menikmati sekali.

“Terima kasih, Brian. Cairan kamu sungguh nikmat sekali, jiwa Mama seakan sudah disucikan oleh air Nirwana,” ucap Mama Laura usai memasukan kembali si benda pusaka ke dalam celana.

“I-Iya, Ma. Syukurlah kalau Mama menyukainya,” sahutku sekenanya.

Jujur saja aku bingung antara harus senang atau sedih, sebab perbuatan Mama Laura barusan benar-benar di luar dugaanku.

Spontan ku tengok Catrine di belakangku, kulihat wajahnya sangat memerah bagai tomat dengan telapak tangan yang menutupi mulutnya.

‘Sial! Catrine pasti sudah melihat perbuatanku dan Mama Laura barusan. Aduh, aku sepertinya harus memberikan penjelasan dengan benar biar Catrine tak salah paham,’ pikirku.

“Kamu tak usah pikirkan Catrine dulu, dia pasti tak akan keberatan bila Mama meminta sedikit jatah darimu. Lagi pula, sudah menjadi hal lumrah bagi wanita setengah hewan ketika melihat hal-hal semacam ini. Selain itu, Mama ingin kamu ngasih tahu dengan jujur tentang kondisi tubuhmu sekarang,” ucap Mama Laura menyela pikiranku.

Aku tak bisa memberikan jawaban apapun kepada Mama Laura, karena aku tak mungkin mengakui kalau aku berasal dari dunia lain. Takutnya Mama Laura tak terima dengan keberadaanku dan akan langsung mengusirku dari kastil ini.

“Kamu tinggal bilang saja, Brian. Mama pasti akan terima semua kondisimu, dan tak akan pernah membencimu. Tolong jangan merahasiakannya lagi dari Mama ya, biar kita cari solusinya bersama-sama nanti,” ucap Mama Laura sembari membawaku ke dalam pelukannya.

“Maaf, Mama baru menyadarinya sekarang, Brian. Kamu seharusnya merasa sangat putus asa karena sudah tidak memiliki kekuatan sihir, kan? Makanya kamu memutuskan mengakhiri hidupmu menggunakan racun,” lanjut Mama Laura.

“HAH?!” Aku memekik tak percaya, ternyata ini yang ada di dalam benak Mama Laura. Tapi, aku merasa sangat beruntung karena masih bisa menyembunyikan identitas asliku dari Mama Laura untuk sementara waktu.

Pasalnya, akan sangat gawat jadinya bila Mama Laura tahu aku bukan Brian yang asli, bisa saja Mama Laura akan semakin liar merayuku dan ingin memiliki tubuhku seutuhnya.

...

Episodes
1 Hidup Kembali
2 Buku Harian
3 Ibu Tiri
4 Tak Marah
5 Wanita Kucing
6 Hidangan Berbeda
7 Jadilah Wanitaku
8 Serangan
9 Pertarungan Pecah
10 Undangan
11 Latihan
12 Sihir Pemikat
13 Tamu Penting
14 Masalah Serius
15 Akan Tanggung Jawab
16 Suku Kanibal
17 Ritual Sesat
18 Ingin Jadi Yang Pertama
19 Masalah Kota River
20 Obat Sihir
21 Kami Akan Pindah
22 Penagih Hutang
23 Biar Gelisah Sendiri
24 Kembali Ke Lunar
25 Sepertinya Hamil
26 Mau Gimana Lagi?
27 Perang Masa Lalu
28 5 Goblin Dari Dunia Lain
29 Ritual Darah
30 Pulang Ke Benua Gelap
31 Serigala Merah
32 Putri Harus Pulang
33 Percaya Laura
34 Malam Terbaik
35 Berangkat ke Ibu kota
36 Hantu Kota Rain
37 Teman Lama
38 Tangan Kanan Raja Iblis
39 Hutan Jura
40 Obat Penambah Daya Tarung?
41 Hewan Mitos
42 Tinju Saitama
43 Jadi Dewa Pelindung?
44 Permintaan Rasti
45 Mainnya Kasar
46 Tiba Di Ibukota
47 Keributan
48 Taruhan Dengan Anna
49 Amukan Aluna
50 Wanita Kucing Lagi?
51 Namanya Clarisa
52 Hak Bangsawan
53 Musuh Bebuyutan
54 Tes Pertama
55 Maunya Kencan
56 Jadi Tukang Pijat
57 Tamu VIP
58 Satu Syarat
59 Alasan Maria
60 Dasar Penjahat
61 Beda Poin
62 Tes Lari
63 Aluna Menang
64 Syarat
65 Guild Petualang
66 Sihir Tingkat Dewa
67 Terlalu Polos
68 Ingin Jadi Pacar
69 Pergi Kencan
70 Kafe Lilian
71 Serangan Tak Terduga
72 Ular Paling Berbahaya
73 Dari Benua Heaven
74 Dua Misteri
75 Malah Begini?
76 Mimpi Buruk
77 Sebelum Duel
78 Jirah Hitam
79 Kemunculan Demon
80 Tak Akan Menggunakannya Lagi
81 Tawaran Kepala Sekolah
82 Hadiah Untuk Pemenang
83 Permintaan Elmar
84 Sebesar Pepaya
85 Berkah Dewi
86 Wanita Kelima
87 Pedang Cahaya
88 Kafe Lilian Lagi
89 Wanita Berjirah Putih
90 Tunggu Saja
91 Keluarga Baru
92 Perpisahan
93 Ada Yang Salah
94 Serangan Sekte Sesat
95 Dunia Khayalan
96 Bertemu Laura
97 Tantangan
98 Teman Baru
99 Potong Lidahmu
100 Menculik Eliza
101 Tawaran Yumina
102 Identitas Ketua Sekte
103 Rencana Kepsek Sejak Awal
104 Panasnya Yumina
105 Tawaran Kerja Sama
106 Antara Aluna dan Yumina
107 Cerita Yumina
108 Main Cepat Bertiga
109 Devon Von Argus
110 Datang Ke Kamar
111 Berburu
112 Keturunan Lain
113 Empat Raja Hewan
114 Tertangkap Basah
115 Isi Hati Isabel
116 Sesuai Gaya Pada Buku
117 Dungeon Kematian
118 Bos Kalajengking
119 Oasis
120 Segarnya Oasis & Isabel
121 Ratu Vampire, Marie Roses.
122 TAMAT S1
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Hidup Kembali
2
Buku Harian
3
Ibu Tiri
4
Tak Marah
5
Wanita Kucing
6
Hidangan Berbeda
7
Jadilah Wanitaku
8
Serangan
9
Pertarungan Pecah
10
Undangan
11
Latihan
12
Sihir Pemikat
13
Tamu Penting
14
Masalah Serius
15
Akan Tanggung Jawab
16
Suku Kanibal
17
Ritual Sesat
18
Ingin Jadi Yang Pertama
19
Masalah Kota River
20
Obat Sihir
21
Kami Akan Pindah
22
Penagih Hutang
23
Biar Gelisah Sendiri
24
Kembali Ke Lunar
25
Sepertinya Hamil
26
Mau Gimana Lagi?
27
Perang Masa Lalu
28
5 Goblin Dari Dunia Lain
29
Ritual Darah
30
Pulang Ke Benua Gelap
31
Serigala Merah
32
Putri Harus Pulang
33
Percaya Laura
34
Malam Terbaik
35
Berangkat ke Ibu kota
36
Hantu Kota Rain
37
Teman Lama
38
Tangan Kanan Raja Iblis
39
Hutan Jura
40
Obat Penambah Daya Tarung?
41
Hewan Mitos
42
Tinju Saitama
43
Jadi Dewa Pelindung?
44
Permintaan Rasti
45
Mainnya Kasar
46
Tiba Di Ibukota
47
Keributan
48
Taruhan Dengan Anna
49
Amukan Aluna
50
Wanita Kucing Lagi?
51
Namanya Clarisa
52
Hak Bangsawan
53
Musuh Bebuyutan
54
Tes Pertama
55
Maunya Kencan
56
Jadi Tukang Pijat
57
Tamu VIP
58
Satu Syarat
59
Alasan Maria
60
Dasar Penjahat
61
Beda Poin
62
Tes Lari
63
Aluna Menang
64
Syarat
65
Guild Petualang
66
Sihir Tingkat Dewa
67
Terlalu Polos
68
Ingin Jadi Pacar
69
Pergi Kencan
70
Kafe Lilian
71
Serangan Tak Terduga
72
Ular Paling Berbahaya
73
Dari Benua Heaven
74
Dua Misteri
75
Malah Begini?
76
Mimpi Buruk
77
Sebelum Duel
78
Jirah Hitam
79
Kemunculan Demon
80
Tak Akan Menggunakannya Lagi
81
Tawaran Kepala Sekolah
82
Hadiah Untuk Pemenang
83
Permintaan Elmar
84
Sebesar Pepaya
85
Berkah Dewi
86
Wanita Kelima
87
Pedang Cahaya
88
Kafe Lilian Lagi
89
Wanita Berjirah Putih
90
Tunggu Saja
91
Keluarga Baru
92
Perpisahan
93
Ada Yang Salah
94
Serangan Sekte Sesat
95
Dunia Khayalan
96
Bertemu Laura
97
Tantangan
98
Teman Baru
99
Potong Lidahmu
100
Menculik Eliza
101
Tawaran Yumina
102
Identitas Ketua Sekte
103
Rencana Kepsek Sejak Awal
104
Panasnya Yumina
105
Tawaran Kerja Sama
106
Antara Aluna dan Yumina
107
Cerita Yumina
108
Main Cepat Bertiga
109
Devon Von Argus
110
Datang Ke Kamar
111
Berburu
112
Keturunan Lain
113
Empat Raja Hewan
114
Tertangkap Basah
115
Isi Hati Isabel
116
Sesuai Gaya Pada Buku
117
Dungeon Kematian
118
Bos Kalajengking
119
Oasis
120
Segarnya Oasis & Isabel
121
Ratu Vampire, Marie Roses.
122
TAMAT S1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!