Ingin Jadi Yang Pertama

Keesokan harinya.

Aku memutuskan pergi secepatnya dari tempat tinggal suku Gwayan, lelah sekali rasanya ketika aku harus bermain dengan semua wanita di sana dalam satu malam.

Ritual membuat anak yang awalnya ditujukan untukku dan Helena, malah berakhir dengan pesta panas bersama wanita-wanita itu.

Aku pun terpaksa meladeni mereka karena terbawa alur, entah berapa kali aku menembak benih, yang pasti punyaku benar-benar habis hingga tak sanggup berdiri lagi.

Kepala suku dan semua wanita di sana sangat puas akan performaku, mereka pikir aku sangat pandai memenuhi kebutuhan mereka meski hanya pakai tangan saja, terlebih mereka mulai kecanduan dengan punyaku ini.

Karena itu, kepala suku memberiku hadiah berupa cincin ajaib yang bisa menampung kekuatan sihir, serta sebuah ramuan untuk melindungi bendaku dari penyakit kelamin.

Meski semua wanita dari suku Gwayan memiliki lubang yang sangat sempit dan jarang sekali dijamah pria, beberapa dari mereka bahkan masih ada yang perawan.

Namun, kelapa suku masih tetap khawatir akan kesehatanku, makanya ia memberikan ramuan agar aku terhindar dari penyakit yang tak diinginkan.

Untung saja kepala suku tidak banyak menuntut setelah aku berhasil melewati malam ritual itu, ia pun segera membebaskan Catrine dan Leon sesuai janjinya, lalu mengizinkan kami pergi dari hutan.

Cuman, aku malah mendapatkan masalah lain yang sengaja dititipkan khusus oleh kepala suku, masalah yang membuatku harus kerja keras setiap malam.

Yah, kepala suku memberikan Helena padaku sebagai hadiah, ia ingin aku mengurus Helena serta membawanya pergi untuk melihat luasnya dunia.

Kepala suku juga berharap aku akan memberikan banyak anak kepada Helena, agar suku Gwayan tidak punah dari dunia ini.

‘Padahal aku sudah memberikan banyak benih pada mereka. Aku yakin salah satu dari mereka akan memiliki anakku. Tapi, kenapa kepala suku malah menyuruhku membawan Helena? Mungkinkah Helena memiliki kekuatan khsusus yang bisa membantu urusanku nanti?’ Pikirku.

“Aku minta maaf ya, Brian. Aku terpaksa ikut sama kamu karena belum mendapatkan benihmu. Aku baru bisa pulang kembali ke desa setelah melahirkan anakmu nanti,” ucap Helena membuyarkan pikiranku.

Catrine sontak menatapku dengan tajam dari samping, dahinya tiba-tiba mengerut tampak marah kepadaku.

“Tolong jangan bicarakan masalah itu sekarang, aku tak ingin membahasnya,” Aku membalas Helena.

“Tapi, aku tak enak sama kamu, Brian. Aku malah ketiduran saat kita melakukan ritual sangat penting. Aku takut penguasa gunung akan murka dan tidak akan memberkati kita lagi,” ujar Helena.

“Penguasa gunung tak akan murka, justru ia merasa sangat senang dengan ritual kita semalam,” jelasku.

“Kenapa bisa begitu? Kita kan belum melakukannya hingga tuntas.”

“Entahlah, ibumu cuman bilang seperti itu.”

“Hmm, aneh sekali. Biasanya penguasa gunung tidak akan senang bila ritualnya tidak dilakukan benar, akan ada bencana besar yang terus berdatangan ke orang-orang di desa.”

“Percayalah, tak ada bencana besar yang akan datang nanti. Justru orang-orang di desa akan mendapatkan berkah besar.”

Kucoba menjelaskan sebisa mungkin kepada Helena, sebab kepala suku memintaku untuk merahasiakan pesta liar semalam dari Helena.

Kepala suku tak ingin putrinya mengetahui hal-hal tabu semacam itu, atau ia mungkin tak enak karena sudah merebut benih ku dari putrinya.

“Kalian lagi ngomongin apa sih? Ritual apa yang kalian maksud?” Tanya Catrine penasaran.

“Kami lagi ngomongin ritual membuat ….”

“Makanan enak! Kami lagi ngomongin ritual membuat makanan enak! Kepala suku sangat terpikat dengan makanan buatanku, makanya ia ingin belajar resepnya dariku,” ucapku menyela Helena.

Aku juga tak lupa memberikan kedipan mata kepada Helena agar tidak membahas tentang ritual membuat anak di depan Catrine.

Untung saja Helena cepat tanggap, ia mengerti maksudku tanpa banyak berkomentar.

“Oh, ritual membuat makanan enak. Tapi, kenapa aku mendengar banyak suara nikmat tadi malam? Mungkinkah makanan yang kamu buat terlalu enak?” Tanya Catrine.

Kini giliran Helena yang mengerutkan kening padaku, ia sepertinya mulai curiga dengan kejadian yang sudah terjadi tadi malam.

“I-Iya, makanannya sangat enak hingga mereka mendesah tak karuan. Aku akan membuatnya lagi setelah kita tiba di kota nanti,” jelasku sekenanya.

“Pantas saja ibu sampai berkeringat sangat banyak ketika aku melihatnya tadi, ternyata ibu sudah makan makanan sangat enak. Cuman, aku agak bingung sama keringan yang terus-terusan menetes dari selangkangan ibu, apa mungkin makanan bisa membuat keringat di bagian itu?” Tanya Helena curiga.

“Bisa, tentu saja bisa. Kamu juga harus mencobanya nanti,” balasku sembari mengusap lembut rambut Helena, aku harus bisa meyakinkan gadis yang satu ini biar Catrine tidak curiga.

“Omong-omong, kamu belum memperkenalkan aku sama wanita ini. Kenapa kamu bisa bersikap baik sama wanita yang ingin membunuhmu sebelumnya?” Tanya Catrine.

“Aku istrinya Brian, namaku Helena Rasgul,” sahut Helena.

“Kamu siapa? Hubungan apa yang kamu miliki dengan suamiku?” Lanjut Helena.

“Istri? Kamu bilang istri Brian barusan?!” Pekik Catrine tak percaya, matanya medelik tajam padaku.

“Aku belum menikah sama Helena, tolong jangan salah paham dulu,” tukasku.

“Kita sudah menikah Brian, masa kamu lupa sih? Saat kita mengikrarkan sumpah, saat itu pula kita resmi menikah. Terlebih kamu juga sudah mengambil keperawananku,” jelas Helena.

DAR!

Aku serasa disambar petir usai mendengarnya, kepolosan gadis ini ternyata sangat berbahaya.

Kuyakin Catrine akan marah begitu tahu aku menyetubuhi wanita lain, ia jelas tak ingin aku menambah wanita lagi.

“Benarkah begitu, Brian? Kamu sudah membuat ikrar sama Helena?” Tanya Catrine memastikan.

“Aku memang sudah membuatnya, tapi aku tak tahu kalau ikrar itu tentang pernikahan,” jelasku.

“Jangan bohong! Cepat bilang yang sebenarnya!” Desak Catrine, seketika kemarahannya meledak-ledak.

Aneh memang wanita kucing yang satu ini, ia tidak menunjukan emosi apapun saat aku menyetubuhi Laura, tapi kini ia langsung meledak-ledak saat tahu aku sudah memiliki ikatan dengan Helena.

“Sumpah, aku tak tahu tentang masalah pernikahan. Aku hanya diberitahu untuk melakukan ritual bersama Helena,” ujarku.

“Kupikir kamu sudah setuju menikahiku ketika kamu mengucapkan ikrar,” balas Helena.

“Aku terpaksa setuju karena ibumu mengancam nyawaku serta orang-orangku,” jelasku apa adanya.

“Maaf, aku belum siap bila harus menjadi suami kamu sekarang, jadi jangan pernah anggap aku sebagai suami kamu,” pintaku.

Helena langsung menundukan kepala, raut wajahnya terlihat menyedihkan.

“Tapi, kamu sudah mengambil keperawananku, terus kamu juga sudah memberiku kenikmatan tiada tara. Aku barus membalas semua itu dengan benar sebagai putri dari suku Gwayan. Kalau tidak, aku akan selalu merasa bersalah di sepanjang hidupku,” tutur Helena dengan suara berat.

Catrine sontak mencubitku, lalu membidikan sesuatu yang di luar dugaan.

“Tanggung jawab! Jangan biarkan Helena bersedih karena ulahmu!” Ucap Catrine.

“Aku belum mau menikah, Catrine. Terus, aku juga tak enak sama kamu,” balasku.

“Aku tak keberatan asalkan kamu mau bicara jujur dengan kejadian tadi malam,” ujar Catrine.

“Kamu yakin mau mendengar kejadian yang sebenarnya?” Tanyaku memastikan.

“Ya,” Catrine mengangguk kecil sebagai tanggapan.

Aku lalu menceritakan semuanya dengan jujur kali ini, termasuk pesta gairah yang sudah aku lakukan dengan semua wanita dari suku Gwayan.

Kulihat wajah Catrine merah padam karena marah dan malu, tangannya juga terkepal kuat seakan ingin memukulku.

Namun, Catrine tidak berani berbuat kasar padaku, ia hanya berucap dengan suara dingin di telingaku, “Sejujurnya aku sangat kecewa padamu, tapi aku tak bisa marah karena kamu melakukannya demi menyelamatkan aku. Hanya saja, aku ingin menegaskan satu hal, bahwa aku ingin kamu menjadikan aku sebagai istri pertama nanti. Kuharap kamu bisa berjanji dan mengabulkan permintaanku ….”

Terpopuler

Comments

Nuri Maulidia

Nuri Maulidia

ok

2024-12-23

2

lihat semua
Episodes
1 Hidup Kembali
2 Buku Harian
3 Ibu Tiri
4 Tak Marah
5 Wanita Kucing
6 Hidangan Berbeda
7 Jadilah Wanitaku
8 Serangan
9 Pertarungan Pecah
10 Undangan
11 Latihan
12 Sihir Pemikat
13 Tamu Penting
14 Masalah Serius
15 Akan Tanggung Jawab
16 Suku Kanibal
17 Ritual Sesat
18 Ingin Jadi Yang Pertama
19 Masalah Kota River
20 Obat Sihir
21 Kami Akan Pindah
22 Penagih Hutang
23 Biar Gelisah Sendiri
24 Kembali Ke Lunar
25 Sepertinya Hamil
26 Mau Gimana Lagi?
27 Perang Masa Lalu
28 5 Goblin Dari Dunia Lain
29 Ritual Darah
30 Pulang Ke Benua Gelap
31 Serigala Merah
32 Putri Harus Pulang
33 Percaya Laura
34 Malam Terbaik
35 Berangkat ke Ibu kota
36 Hantu Kota Rain
37 Teman Lama
38 Tangan Kanan Raja Iblis
39 Hutan Jura
40 Obat Penambah Daya Tarung?
41 Hewan Mitos
42 Tinju Saitama
43 Jadi Dewa Pelindung?
44 Permintaan Rasti
45 Mainnya Kasar
46 Tiba Di Ibukota
47 Keributan
48 Taruhan Dengan Anna
49 Amukan Aluna
50 Wanita Kucing Lagi?
51 Namanya Clarisa
52 Hak Bangsawan
53 Musuh Bebuyutan
54 Tes Pertama
55 Maunya Kencan
56 Jadi Tukang Pijat
57 Tamu VIP
58 Satu Syarat
59 Alasan Maria
60 Dasar Penjahat
61 Beda Poin
62 Tes Lari
63 Aluna Menang
64 Syarat
65 Guild Petualang
66 Sihir Tingkat Dewa
67 Terlalu Polos
68 Ingin Jadi Pacar
69 Pergi Kencan
70 Kafe Lilian
71 Serangan Tak Terduga
72 Ular Paling Berbahaya
73 Dari Benua Heaven
74 Dua Misteri
75 Malah Begini?
76 Mimpi Buruk
77 Sebelum Duel
78 Jirah Hitam
79 Kemunculan Demon
80 Tak Akan Menggunakannya Lagi
81 Tawaran Kepala Sekolah
82 Hadiah Untuk Pemenang
83 Permintaan Elmar
84 Sebesar Pepaya
85 Berkah Dewi
86 Wanita Kelima
87 Pedang Cahaya
88 Kafe Lilian Lagi
89 Wanita Berjirah Putih
90 Tunggu Saja
91 Keluarga Baru
92 Perpisahan
93 Ada Yang Salah
94 Serangan Sekte Sesat
95 Dunia Khayalan
96 Bertemu Laura
97 Tantangan
98 Teman Baru
99 Potong Lidahmu
100 Menculik Eliza
101 Tawaran Yumina
102 Identitas Ketua Sekte
103 Rencana Kepsek Sejak Awal
104 Panasnya Yumina
105 Tawaran Kerja Sama
106 Antara Aluna dan Yumina
107 Cerita Yumina
108 Main Cepat Bertiga
109 Devon Von Argus
110 Datang Ke Kamar
111 Berburu
112 Keturunan Lain
113 Empat Raja Hewan
114 Tertangkap Basah
115 Isi Hati Isabel
116 Sesuai Gaya Pada Buku
117 Dungeon Kematian
118 Bos Kalajengking
119 Oasis
120 Segarnya Oasis & Isabel
121 Ratu Vampire, Marie Roses.
122 TAMAT S1
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Hidup Kembali
2
Buku Harian
3
Ibu Tiri
4
Tak Marah
5
Wanita Kucing
6
Hidangan Berbeda
7
Jadilah Wanitaku
8
Serangan
9
Pertarungan Pecah
10
Undangan
11
Latihan
12
Sihir Pemikat
13
Tamu Penting
14
Masalah Serius
15
Akan Tanggung Jawab
16
Suku Kanibal
17
Ritual Sesat
18
Ingin Jadi Yang Pertama
19
Masalah Kota River
20
Obat Sihir
21
Kami Akan Pindah
22
Penagih Hutang
23
Biar Gelisah Sendiri
24
Kembali Ke Lunar
25
Sepertinya Hamil
26
Mau Gimana Lagi?
27
Perang Masa Lalu
28
5 Goblin Dari Dunia Lain
29
Ritual Darah
30
Pulang Ke Benua Gelap
31
Serigala Merah
32
Putri Harus Pulang
33
Percaya Laura
34
Malam Terbaik
35
Berangkat ke Ibu kota
36
Hantu Kota Rain
37
Teman Lama
38
Tangan Kanan Raja Iblis
39
Hutan Jura
40
Obat Penambah Daya Tarung?
41
Hewan Mitos
42
Tinju Saitama
43
Jadi Dewa Pelindung?
44
Permintaan Rasti
45
Mainnya Kasar
46
Tiba Di Ibukota
47
Keributan
48
Taruhan Dengan Anna
49
Amukan Aluna
50
Wanita Kucing Lagi?
51
Namanya Clarisa
52
Hak Bangsawan
53
Musuh Bebuyutan
54
Tes Pertama
55
Maunya Kencan
56
Jadi Tukang Pijat
57
Tamu VIP
58
Satu Syarat
59
Alasan Maria
60
Dasar Penjahat
61
Beda Poin
62
Tes Lari
63
Aluna Menang
64
Syarat
65
Guild Petualang
66
Sihir Tingkat Dewa
67
Terlalu Polos
68
Ingin Jadi Pacar
69
Pergi Kencan
70
Kafe Lilian
71
Serangan Tak Terduga
72
Ular Paling Berbahaya
73
Dari Benua Heaven
74
Dua Misteri
75
Malah Begini?
76
Mimpi Buruk
77
Sebelum Duel
78
Jirah Hitam
79
Kemunculan Demon
80
Tak Akan Menggunakannya Lagi
81
Tawaran Kepala Sekolah
82
Hadiah Untuk Pemenang
83
Permintaan Elmar
84
Sebesar Pepaya
85
Berkah Dewi
86
Wanita Kelima
87
Pedang Cahaya
88
Kafe Lilian Lagi
89
Wanita Berjirah Putih
90
Tunggu Saja
91
Keluarga Baru
92
Perpisahan
93
Ada Yang Salah
94
Serangan Sekte Sesat
95
Dunia Khayalan
96
Bertemu Laura
97
Tantangan
98
Teman Baru
99
Potong Lidahmu
100
Menculik Eliza
101
Tawaran Yumina
102
Identitas Ketua Sekte
103
Rencana Kepsek Sejak Awal
104
Panasnya Yumina
105
Tawaran Kerja Sama
106
Antara Aluna dan Yumina
107
Cerita Yumina
108
Main Cepat Bertiga
109
Devon Von Argus
110
Datang Ke Kamar
111
Berburu
112
Keturunan Lain
113
Empat Raja Hewan
114
Tertangkap Basah
115
Isi Hati Isabel
116
Sesuai Gaya Pada Buku
117
Dungeon Kematian
118
Bos Kalajengking
119
Oasis
120
Segarnya Oasis & Isabel
121
Ratu Vampire, Marie Roses.
122
TAMAT S1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!