Jadilah Wanitaku

Tuk! Tuk! Tuk!

Suara ketukan tiba-tiba terdengar dari pintu kamarku pada saat ini.

"Masuk saja, Catrine." sahutku tanpa menoleh ke pintu, mataku masih melihat bayangan malam yang tampak indah dengan hiasan bulan dan bintang dari balik jendela.

Kiiit!

Kudengar suara pintu kamar terbuka tak lama kemudian, diiringi langkah kaki pelan seakan takut mengganggu orang yang ada di dalam kamar.

"Maaf saya terlambat, Tuan Muda. Saya harus mandi dulu biar Tuan Muda tidak merasa risih. Tolong maafkan keterlambatan saya," ucap Catrine takut-takut.

Aku sontak mengenyit usai mendengarnya, agak bingung juga dengan alasan yang diberikan Catrine barusan.

"Kenapa kamu harus mandi dulu? Memangnya kamu nggak kedinginan mandi malam-malam begini?" tanyaku penasaran.

"Saya sebenarnya kedinginan, tapi saya coba menahannya demi Tuan Muda. Saya harap Tuan Muda akan puas dengan pelayanan saya nanti," ujar Catrine.

"HAH?!" pekikku tak percaya, 'Mungkinkah ada yang salah di sini? Catrine mau ngasih pelayanan macam apa memangnya?!' batinku bertanya-tanya.

Catrine tiba-tiba berjalan hingga tepat di belakangku, seketika kurasakan wangi yang sangat khas dari tubuh wanita setengah kucing itu.

Aku mau tak mau membalikan badan kalau sudah begini, tapi aku malah mematung di tempat karena penampilan Catrine terlalu cantik dengan pakaian tidurnya.

Intinya, aku bisa melihat gundukan bukit kembar itu secara langsung, bentuknya memang tidak terlalu besar, tapi kuyakin akan sangat pas bila kuremas pakai tanganku.

"Apa Tuan Muda tidak senang dengan pakaian saya? Atau, haruskah saya langsung membukanya saja?" tanya Catrine, tangannya berniat melepas pakaian tidur itu.

"Suka ... Aku suka banget malahan, kamu tak usah membukanya dulu ya," ujarku, lalu bergegas membawa Caterine duduk di atas ranjang.

"Dengarkan aku baik-baik, Catrine. Kupikir kamu sudah salah paham dengan maksudku sebelumnya, aku ingin kamu datang kesini karena aku punya sesuatu yang ingin dibicarakan secara pribadi, aku tidak berniat melakukan hal-hal yang tidak senonoh sama kamu," lanjutku menjelaskan, takutnya kesalahpahaman ini akan semakin besar.

Catrine sontak memasang wajah kecewa, entah apa maksudnya, yang pasti ia tak terima dengan penolakanku barusan.

Mau gimana lagi? Aku memang tak ingin melakukan hal-hal tak senonoh kepada Catrine meski naluriku sangat menginginkannya. Dan wajar bila aku punya hasrat seperti itu, karena aku pernah menjadi seorang otaku yang menyukai gadis-gadis setengah manusia seperti Catrine.

'Aku harus tahan dulu hasratku untuk sementara waktu, setidaknya sampai aku benar-benar tahu tentang dunia ini,' pikirku.

"Maaf, apa Tuan Muda Membenci saya? Bukankah Anda bilang menginginkan saya tadi, tapi kenapa Anda berubah pikiran sekarang?" tanya Catrine, matanya menatapku dengan sayu.

"Aku tak pernah berubah pikiran, Catrine. Niatku memang hanya ingin bicara berdua sama kamu sejak awal. Tolong jangan salah paham ya," ujarku sembari mengusap lembut kepalanya.

Catrine hanya mengangguk pelan, ia akhirnya mengerti maksudku. Aku lanjut saja menjelaskan kepada Catrine secara perlahan agar ia tidak curiga aku berasal dari dunia lain.

"Jadi begini, Catrine. Sejujurnya semua ingatanku telah hilang sejak terbangun dari koma, aku tak bisa mengingat apapun selain dari buku harian yang telah aku tulis. Karena itu, kuharap kamu bersedia menceritakan situasi yang sedang terjadi di dunia ini," jelasku dengan suara agak memohon.

"Tak mungkin, Tuan Muda ...." Catrine spontan melihatku dengan mata berkaca-kaca, ia jelas tak pernah menduganya sama sekali.

"Aku serius, Catrine. Tolong bantu aku, juga tolong rahasiakan semua ini dari orang lain," pintaku, tak lupa kupegang tangannya untuk menunjukan ketulusan hatiku.

Kulihat Catrine tertegun sejenak, ia mungkin masih ragu untuk membantuku.

"Tolong bantu aku," ucapku mengulang permintaanku, kini kutarik tubuh Catrine agar wajah kami bisa saling berhadapan.

"Baiklah, saya akan menceritakan semuanya kepada Tuan Muda," ujar Catrine lalu mulai bercerita tentang dunia ini.

Singkatnya, Catrine terus mengeluarkan suara selama satu jam ke depan, ia menceritakan semuanya dengan jujur tanpa ada yang ditutupi sama sekali.

Dari cerita Catrine, aku bisa mendapatkan banyak informasi penting, di antaranya tentang keberadaan dua benua, pulau naga, dan pulau kegelapan yang tak bisa dikunjungi manusia dan ras lainnya.

Catrine pun menekankan padaku agar tidak pernah menginjakan kaki di pulau naga dan pulau kegelapan, karena kedua pulau itu sangat berbahaya bagi ras dari kedua benua.

Adapun untuk kedua benua itu sendiri dihuni oleh empat ras, benua pertama bernama Heaven, benua di mana kebanyakan penduduknya berasal dari ras Elf dan Dwarf, ada juga ras lain yang tinggal di sana, tapi hanya akan dianggap sebagai minoritas.

Sedangkan benua yang aku tinggali bernama Roxane, benua yang dihuni oleh ras manusia dan manusia setengah hewan.

Hanya saja ada perbedaan yang kentara dari kedua benua tersebut, yaitu dalam urusan pemerintahan.

Kalau di benua Heaven sistem pemerintahannya sangat sederhana, yakni terpusat pada satu kerajaan saja, baik itu ras Elf atau Dwarf.

Namun, kedua ras itu tak pernah akur meski tinggal berdampingan. Keduanya selalu memiliki konflik, entah itu konflik kecil atau besar.

Hanya saja konflik itu tak pernah menyebar luas dan bisa diselesaikan pada hari itu juga. Kalau tidak, kedua ras itu sudah pasti akan berperang habis-habisan untuk memperebutkan benua Heaven.

Sementara situasi di benua Roxane lebih rumit dari kelihatannya. Di sini, kedua ras memiliki tiga kerajaan yang memiliki aturan masing-masing, dan rakyatnya harus selalu setia pada kerajaan tersebut.

Pasalnya, sifat alami manusia jauh lebih egois dari sifat ras lainnya, sehingga mereka memutuskan untuk membuat kerajaan terpisah dan mengelola pemerintahan dengan cara sendiri.

Hal serupa juga berlaku untuk ras manusia setengah hewan, mereka bahkan sudah memiliki tiga kerajaan sejak dunia ini diciptakan.

Tapi, sistem pemerintahannya jauh berbeda dari sistem kerajaan manusia, karena mereka menganut sistem komunis atau semua aturan mutlak berasal dari mulut sang raja atau ratu.

"Aduh, ternyata cukup rumit juga ya, kupikir kehidupan di kerajaan manusia setengah hewan sangat menyenangkan, ternyata mereka selalu tertekan oleh aturan raja," ujarku.

"Memang seperti itu kenyataannya, Tuan Muda. Terutama kerajaan Bellfast yang masih menganut sistem pemerintahan dari raja pertama. Raja yang sekarang bahkan tak ragu untuk melakukan eksekusi di depan umum bila ada rakyat yang berani melanggar aturan," sahut Catrine.

"Terus gimana dengan nasib rakyat yang tinggal di sana? Apa mereka bisa hidup dengan damai?" tanyaku penasaran.

Catrine tidak langsung menjawab, ia tiba-tiba memalingkan wajahnya seakan ingin menghindari pertanyaanku.

"Catrine?" panggilku masih mencoba mendapatkan jawaban dari gadis itu.

"Ah, iya Tuan Muda. M-Maaf, saya sedikit melamun barusan," jelas Catrine tampak gugup.

Bodoh kalau aku tidak menyadari keanehan Catrine, aku menebak gadis itu sudah pasti memiliki masalah serius di kerajaan Bellfast.

"Catrine, apa kamu punya kerabat yang masih tinggal di kerajaan Bellfast? Terus, kamu sedang merindukan mereka sekarang?" tanyaku.

Catrine hanya menggeleng untuk menanggapi, seketika kepalanya tertunduk sembari meneteskan air mata perlahan.

Entah kenapa hatiku serasa disayat pisau ketika melihat penampilan Catrine saat ini, spontan kubawa saja gadis itu ke dalam pelukanku.

Aku tidak banyak bertanya lagi setelahnya, dan kubiarkan Catrine menangis sesegukan di dada bidangku.

Kucoba mengusap-usap kepalanya selembut mungkin untuk membuatnya lebih tenang dan nyaman. Pokoknya, aku memperlakukan Catrine layaknya kekasihku sendiri, berharap akan ada informasi lain yang bisa aku terima dari mulutnya.

"T-Tuan Muda ... S-Saya benar-benar mohon maaf sebelumnya, karena saya menyembunyikan masalah ini dari Tuan Muda. S-Saya sebenarnya putri dari kerajaan Bellfast, tapi saya terpaksa pergi dari kerajaan itu karena ayah dan ibu sudah dibunuh oleh Raja Bellfast yang sekarang, kedua orang tua saya di bunuh dua tahun yang lalu dan saya dijual ke wilayah perbatasan sebagai seorang budak."

"Di sana, saya selalu diperlakukan buruk oleh majikan sebelumnya, bahkan saya selalu dijadikan alat pemuas nafsu setiap hari."

"Dan saya baru bisa selamat dari rumah majikan itu setelah berhasil kabur ke wilayah kerajaan Narandra dan bertemu Nyonya Laura. Saya pun akhirnya bisa tinggal di kastil ini untuk bersembunyi dari kejaran anak buah majikan itu."

"Saya sungguh minta maaf, Tuan Muda. Kehadiran saya di tempat ini sepertinya akan menyebabkan masalah bagi Tuan Muda. Saya akan pergi secepatnyaa bila Tuan Muda tidak menyukai saya tinggal di sini."

Catrine tiba-tiba mengeluarkan suara yang membuatku sangat tercengang, ceritanya bahkan lebih mencengangkan dari cerita sebelumnya.

Aku pun terdiam untuk waktu yang lama dan hanya bisa memeluk Catrine dengan lembut, kucoba merasakan isi hati gadis itu agar aku lebih mengerti lagi masalahnya.

Selang beberapa saat, kujauhkan tubuh Catrine dari pelukanku perlahan, lalu kutatap wajahnya dengan tajam untuk membuktikan keseriusanku.

"Kamu tak perlu pergi kemana-mana, Catrine. Kamu cukup tinggal di sini dan temani aku selamanya bila kamu mau. Bukankah sudah kubilang sebelumnya, bahwa aku sangat menginginkanmu? Nah, sekarang aku benar-benar ingin kamu berada di sampingku selamanya. Tapi, aku ...." ucapanku terjeda, tiba-tiba ragu untuk menjadikan Catrine sebagai apa dalam hidupku. Batinku jelas tak keberatan bila ia menjadi istriku kelak, tapi logika ku malah berpikir sebaliknya.

"Tapi apa, Tuan?" tanya Catrine dengan wajah takut-takut.

Aku menghela napas sejenak, lalu kutatap Catrine lagi dengan cara yang sama. Kini keraguanku telah menghilang dan bisa memberikan jawaban yang tepat untuk gadis setengah kucing itu, "Jadilah wanitaku, Catrine. Kuharap kamu mau memulainya bersamaku dari awal lagi," pintaku langsung ke intinya.

...

Episodes
1 Hidup Kembali
2 Buku Harian
3 Ibu Tiri
4 Tak Marah
5 Wanita Kucing
6 Hidangan Berbeda
7 Jadilah Wanitaku
8 Serangan
9 Pertarungan Pecah
10 Undangan
11 Latihan
12 Sihir Pemikat
13 Tamu Penting
14 Masalah Serius
15 Akan Tanggung Jawab
16 Suku Kanibal
17 Ritual Sesat
18 Ingin Jadi Yang Pertama
19 Masalah Kota River
20 Obat Sihir
21 Kami Akan Pindah
22 Penagih Hutang
23 Biar Gelisah Sendiri
24 Kembali Ke Lunar
25 Sepertinya Hamil
26 Mau Gimana Lagi?
27 Perang Masa Lalu
28 5 Goblin Dari Dunia Lain
29 Ritual Darah
30 Pulang Ke Benua Gelap
31 Serigala Merah
32 Putri Harus Pulang
33 Percaya Laura
34 Malam Terbaik
35 Berangkat ke Ibu kota
36 Hantu Kota Rain
37 Teman Lama
38 Tangan Kanan Raja Iblis
39 Hutan Jura
40 Obat Penambah Daya Tarung?
41 Hewan Mitos
42 Tinju Saitama
43 Jadi Dewa Pelindung?
44 Permintaan Rasti
45 Mainnya Kasar
46 Tiba Di Ibukota
47 Keributan
48 Taruhan Dengan Anna
49 Amukan Aluna
50 Wanita Kucing Lagi?
51 Namanya Clarisa
52 Hak Bangsawan
53 Musuh Bebuyutan
54 Tes Pertama
55 Maunya Kencan
56 Jadi Tukang Pijat
57 Tamu VIP
58 Satu Syarat
59 Alasan Maria
60 Dasar Penjahat
61 Beda Poin
62 Tes Lari
63 Aluna Menang
64 Syarat
65 Guild Petualang
66 Sihir Tingkat Dewa
67 Terlalu Polos
68 Ingin Jadi Pacar
69 Pergi Kencan
70 Kafe Lilian
71 Serangan Tak Terduga
72 Ular Paling Berbahaya
73 Dari Benua Heaven
74 Dua Misteri
75 Malah Begini?
76 Mimpi Buruk
77 Sebelum Duel
78 Jirah Hitam
79 Kemunculan Demon
80 Tak Akan Menggunakannya Lagi
81 Tawaran Kepala Sekolah
82 Hadiah Untuk Pemenang
83 Permintaan Elmar
84 Sebesar Pepaya
85 Berkah Dewi
86 Wanita Kelima
87 Pedang Cahaya
88 Kafe Lilian Lagi
89 Wanita Berjirah Putih
90 Tunggu Saja
91 Keluarga Baru
92 Perpisahan
93 Ada Yang Salah
94 Serangan Sekte Sesat
95 Dunia Khayalan
96 Bertemu Laura
97 Tantangan
98 Teman Baru
99 Potong Lidahmu
100 Menculik Eliza
101 Tawaran Yumina
102 Identitas Ketua Sekte
103 Rencana Kepsek Sejak Awal
104 Panasnya Yumina
105 Tawaran Kerja Sama
106 Antara Aluna dan Yumina
107 Cerita Yumina
108 Main Cepat Bertiga
109 Devon Von Argus
110 Datang Ke Kamar
111 Berburu
112 Keturunan Lain
113 Empat Raja Hewan
114 Tertangkap Basah
115 Isi Hati Isabel
116 Sesuai Gaya Pada Buku
117 Dungeon Kematian
118 Bos Kalajengking
119 Oasis
120 Segarnya Oasis & Isabel
121 Ratu Vampire, Marie Roses.
122 TAMAT S1
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Hidup Kembali
2
Buku Harian
3
Ibu Tiri
4
Tak Marah
5
Wanita Kucing
6
Hidangan Berbeda
7
Jadilah Wanitaku
8
Serangan
9
Pertarungan Pecah
10
Undangan
11
Latihan
12
Sihir Pemikat
13
Tamu Penting
14
Masalah Serius
15
Akan Tanggung Jawab
16
Suku Kanibal
17
Ritual Sesat
18
Ingin Jadi Yang Pertama
19
Masalah Kota River
20
Obat Sihir
21
Kami Akan Pindah
22
Penagih Hutang
23
Biar Gelisah Sendiri
24
Kembali Ke Lunar
25
Sepertinya Hamil
26
Mau Gimana Lagi?
27
Perang Masa Lalu
28
5 Goblin Dari Dunia Lain
29
Ritual Darah
30
Pulang Ke Benua Gelap
31
Serigala Merah
32
Putri Harus Pulang
33
Percaya Laura
34
Malam Terbaik
35
Berangkat ke Ibu kota
36
Hantu Kota Rain
37
Teman Lama
38
Tangan Kanan Raja Iblis
39
Hutan Jura
40
Obat Penambah Daya Tarung?
41
Hewan Mitos
42
Tinju Saitama
43
Jadi Dewa Pelindung?
44
Permintaan Rasti
45
Mainnya Kasar
46
Tiba Di Ibukota
47
Keributan
48
Taruhan Dengan Anna
49
Amukan Aluna
50
Wanita Kucing Lagi?
51
Namanya Clarisa
52
Hak Bangsawan
53
Musuh Bebuyutan
54
Tes Pertama
55
Maunya Kencan
56
Jadi Tukang Pijat
57
Tamu VIP
58
Satu Syarat
59
Alasan Maria
60
Dasar Penjahat
61
Beda Poin
62
Tes Lari
63
Aluna Menang
64
Syarat
65
Guild Petualang
66
Sihir Tingkat Dewa
67
Terlalu Polos
68
Ingin Jadi Pacar
69
Pergi Kencan
70
Kafe Lilian
71
Serangan Tak Terduga
72
Ular Paling Berbahaya
73
Dari Benua Heaven
74
Dua Misteri
75
Malah Begini?
76
Mimpi Buruk
77
Sebelum Duel
78
Jirah Hitam
79
Kemunculan Demon
80
Tak Akan Menggunakannya Lagi
81
Tawaran Kepala Sekolah
82
Hadiah Untuk Pemenang
83
Permintaan Elmar
84
Sebesar Pepaya
85
Berkah Dewi
86
Wanita Kelima
87
Pedang Cahaya
88
Kafe Lilian Lagi
89
Wanita Berjirah Putih
90
Tunggu Saja
91
Keluarga Baru
92
Perpisahan
93
Ada Yang Salah
94
Serangan Sekte Sesat
95
Dunia Khayalan
96
Bertemu Laura
97
Tantangan
98
Teman Baru
99
Potong Lidahmu
100
Menculik Eliza
101
Tawaran Yumina
102
Identitas Ketua Sekte
103
Rencana Kepsek Sejak Awal
104
Panasnya Yumina
105
Tawaran Kerja Sama
106
Antara Aluna dan Yumina
107
Cerita Yumina
108
Main Cepat Bertiga
109
Devon Von Argus
110
Datang Ke Kamar
111
Berburu
112
Keturunan Lain
113
Empat Raja Hewan
114
Tertangkap Basah
115
Isi Hati Isabel
116
Sesuai Gaya Pada Buku
117
Dungeon Kematian
118
Bos Kalajengking
119
Oasis
120
Segarnya Oasis & Isabel
121
Ratu Vampire, Marie Roses.
122
TAMAT S1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!