Ritual Sesat

“Hu ha hu ha hu ha … Na na na na na … Hu ha hu ha hu ha … Na na na na ….”

Aku terbangun saat kudengar suara ribut-ribut di sekitarku, lalu kulihat sekeliling dengan waspada dan ternyata aku sedang berada di tengah-tengah sebuah desa.

Sementara para wanita kanibal itu tampak duduk melingkar di sekitar ku sembari terus mengelurkan suara-suara aneh.

‘Astaga, apa yang terjadi? Mungkinkah mereka sedang berdoa sebelum makan?’ Batinku menebak-nebak.

“Catrine! Leon!” Aku lanjut berteriak memanggil kedua orang itu, tapi aku tak bisa menemukannya meski sudah ku cari di mana-mana.

‘Jangan bilang mereka sudah menjadi hidangan untuk makan malam? Tidak, aku tidak boleh membiarkan mereka terbunuh di tempat ini,’ pikirku, spontan berontak melepaskan tali yang menjeratku.

“Berhentilah memberontak, kedua temanmu baik-baik saja di dalam penjara.”

Sebuah suara lembut dari seroang wanita tiba-tiba terdengar di belakangku.

“Kalian siapa? Cepat lepaskan aku!” Ucapku masih dengan suara keras.

“Maaf, kami tak bisa melepaskanmu sebelum kamu menyelesaikan ritual membuat anak. Aku sebagai kepala suku mengizinkanmu untuk menyentuh tubuh putriku,” ucap wanita yang mengaku sebagai kepala suku.

Seorang gadis cantik muncul di dari arah depan tak lama kemudian, ternyata ia gadis yang sudah menghentikan gerakan wanita jangkung tadi siang.

“Apa yang harus aku lakukan sekarang? Ritual membut anak apa yang kamu maksud?” Tanyaku kepada kepala suku.

“Berapa usiamu anak muda? Apa kamu belum paham cara membuat anak?” Kepala suku bertanya balik.

“Usiaku lima belas tahun, aku belum paham tentang hal seperti itu,” alasanku, padahal aku sangat mahir kalau urusan begituan.

Seorang wanita jangkung bernama Zola tiba-tiba membisikan sesuatu kepada kepala suku sembari menatapku dengan sinis.

Kepala langsung menghampiriku, ia membuka tali yang mengikat sekujur tubuhku.

“Kamu jangan berpura-pura polos, anak muda. Aku tahu kamu sangat berpengalaman dalam hal seperti itu. Kalau tidak, kamu tak mungkin berani berbuat cabul saat melewati wilayah kami,” bisik kepala suku.

“Kamu benar, aku memang sangat berpengalaman. Tapi, apa masalahnya? Aku tak mungkin bersetubuh dengan orang yang baru saja aku temui, kan?” Tanyaku agak bingung.

“Tak masalah, karena ini adalah ritual tahunan suku kami. Sekarang kamu hanya perlu menyemburkan benih sebanyak mungkin hingga pagi nanti,” jelas kepala suku.

Aku tertegun sejenak usai mendengarnya, masa aku harus bersetubuh sampai pagi? Belum lagi aku harus melakukannya di depan semu wanita ini?

“Kamu yakin ingin aku melakukannya dengan putrimu di sini? Tidakkah ini terlihat sangat memalukan?” Tanyaku memastikan.

“Tidak memalukan sama sekali, justru ini sebuah kesenangan bagi suku kami karena bisa melihatnya secara langsung. Kami pasti akan ikut menikmatinya bila kamu bisa membahagiakan putriku. Namun, kami akan langsung membunuhmu serta kedua temanmu bila kamu tak mampu bertahan sampai pagi,” ungkap kepala suku.

Glup!

Aku menelan salivaku, spontan kutengok putri kepala suku. Dan harus kuakui kalau gadis itu memang sangat cantik meski berasal dari suku aneh ini. Dia juga mungkin masih perawan dan tidak pernah dijamah pria manapun.

Sejujurnya ini sebuah keuntungan kalau situasinya normal, tapi situasiku sekarang bisa dibilang jauh dari kata normal.

“Apa kamu bisa berjanji akan melepaskan kami setelah aku membahagiakan putrimu?” Tanyaku meminta kepastian.

“Aku bisa menjanjikan itu selama kamu memenuhi syarat kami,” sahut kepala suku.

“Baiklah, aku bersedia melakukannya. Tapi, aku ingin makan dulu sekarang, perutku sudah sangat lapar soalnya,” pintaku.

“Tenang saja, kami sudah menyiapkan makanan terbaik untuk peserta ritual malam ini,” ujar kepala suku sembari menjentikan jarinya.

Beberapa wanita tanpa busana atas segera muncul dengan sebuah wadah di tangan masing-masing, mereka sepertinya membawa makanan untuk aku santap sebelum melakukan persetubuhan.

“Itu bukan daging manusia, 'kan?” Tanyaku tanpa sadar.

“Daging manusia? Kenapa kami harus memberimu daging manusia?” Kepala suku bertanya balik.

“Bukankah kalian suku kanibal? Kudengar kalian paling suka makan daging manusia,” ujarku.

“Hahaha! Siapa bilang kami suku kanibal? Kami bukan orang-orang seperti itu, kami adalah suku Gwayan, penduduk asli dari gunung gelap ini,” jelas kepala suku.

“Oh, ternyata kalian penduduk asli gunung ini. Syukurlah, aku bisa merasa tenang kalau begitu,” ujarku sembari menghembuskan nafas panjang.

“Tapi kami akan langsung membunuh siapa saja yang tidak mematahui aturan di gunung ini, termasuk perbuatan cabul seperti yang sudah kamu lakukan sebelumnya,” balas kepala suku.

Aku hanya bisa menundukan kepala, tak berani lagi berkomentar apapun tentang suku ini.

“Silakan dimakan dulu, kita akan makan bersama di sini,” ucap putri kepala suku sembari memberiku makanan di atas sebuah wadah.

“Terima kasih,” sahutku, lalu kuambil beberapa daging dari wadah itu.

‘Enak! Rasanya sungguh enak sekali! Ini sepertinya daging kambing!’ Aku berseru di dalam hati.

“Apa kamu sangat menyukai torpedo kambing itu? Kamu lahap sekali ketika memakannya,” tanya putri kepala suku.

“Eh? Ini torpedo kambing?” Tanyaku, spontan berhenti memakan daging itu.

“Ya, itu sup torpedo kambing, kalau ini sate torpedo kambing.” Jawab putri kepala suku, melahap daging di tangannya tanpa ragu.

Aku jadi ragu untuk meneruskan makan kalau sudah begini, tapi tak enak juga bila harus mengabaikan kebaikan kepala suku.

Singkatnya, aku menghabiskan semu makanan itu dalam waktu kurang dari sepuluh menit, seketika kurasakan hawa panas naik hingga ke ubun-ubun.

“Ayo kita mulai ritualnya,” teriak kepala suku, semua wanita di sekitar menyanyi lagi setelahnya.

‘Hei, tangan sakti. Kau harus membantuku memuaskan gadis itu, berikan aku kekuatan agar bisa bersetubuh sampai pagi,’ pintaku di dalam hati, tangan kananku langsung kesemutan seperti biasanya.

Aku berjalan perlahan ke tempat putri kepala suku, yang kini sudah terbaring pasrah di atas sebuah singgasana kecil terbuat dari anyaman rotan. Kemudian kulepas seluruh pakaian ku di depan semua orang tanpa ragu sama sekali.

“Wow!”

Semua wanita itu langsun terbelalak saat melihat kemaluanku yang sudah berdiri tegak menantang. Mereka terpana dengan ukuran dan panjang dari benda pusaka milikku.

“Senjatamu sepertinya sangat kuat, anak muda. Kuharap durasinya sesuai dengan ukurannya,” ucap kepala suku.

“Tentu saja, senjataku juga bisa mengalahkan kalian semua sekaligus,” balasku sekenanya. Lagi pula, aku tak keberatan bila mereka ingin merasakan hantaman dari benda pusaka ini, sekalian saja kupuaskan mereka biar tidak menggangguku lagi nanti.

Putri kepala suku tiba-tiba bergerak ke depanku, disentuhnya bena itu dengan sangat lembut seakan ia baru saja melihat benda antik.

“Sungguh perkasa sekali,” ucap putri kepala suku seraya mencium kepala benda pusaka ku.

“Apa kamu menyukainya?” Tanyaku, kuusap lembut rambut putri kepala suku.

“Aku sangat menyukainya, punya kamu ternyata lebih besar dari yang aku bayangkan,” sahut putri kepala suku.

“Baguslah kalau kamu menyukainya, apa kita bisa langsung memulainya sekarang?”

“Boleh, tapi kita harus mengikrarkan sebuah janji sebelum masuk ke acara utama,” sahut putri kepala suku.

“Maksud kamu gimana ya?” Aku beneran heran, kenapa pula harus membuat sebuah janji sebelum bersetubuh?

Putri kepala suku tidak langsung menjawab pertanyaanku, ia malah melucuti seluruh pakaiannya di depan mataku hingga benar-benar telanjang.

Glup!

Gila memang, tubuh gadis ini sangat bagus sekali, mungkin setara dengan tubuh Laura. Terlebih sikapnya sangat lembut seperti Catrine.

Hawa panas ini semakin naik saja setelah melihat pemandangan indah dari tubuh putri kepala suku. Dan akan naif rasanya bila aku tidak memiliki nafsu.

“Ayo kita teteskan darah di wadah ini, setelahnya kita bisa memulai acara utama,” ujar putri kepala suku sembari menusukan jarum ke telunjuknya, lalu meneteskan darah itu ke sebuah wadah berisi air.

“Baiklah,” sahutku, kemudian melakukan hal serupa seperti putri kepala suku.

“Berikan kami berkah wahai penguasa gunung gelap! Berikan kami keturunan yang bisa memimpin suku kami hingga ribuan tahun ke nanti!” Teriak kepala desa memimpin ritual.

Para wanita bertelanjang dada di sekitarku ikut menggemakan suara seperti kepala desa, lalu mereka bernyanyi lagi untuk mengiringi persetubuhanku dengan putri kepala suku.

“Aku Helena Rashgul akan memberikan tubuh suciku kepada pemuda ini, aku harap penguasa gunung bersedia memberiku seorang anak laki-laki,” ucap putri kepala suku bernama Helena.

“Sekarang giliranmu, ucapkan hal yang sama seperti aku ucapkan barusan,’ ujar Helena.

Aku mengangguk, kemudian kuturuti ucapan Helena.

“Aku Brian Von Argus akan memberikan tubuh suciku kepada gadis ini, aku harap penguasa gunung bersedia memberiku seorang anak laki-laki,” ucapku.

Entah apa maksudnya, yang penting aku ucapkan saja. Lagian aku akan pergi dari tempat ini nanti, jadi tak ada salahnya bila aku mengikuti keinginan daris suku Gwayan ini.

Air di dalam wadah tiba-tiba memancarkan sinar berwarna kemerahan, darah kami tampak menyatuh sepenuhnya seakan mengambulkan permintaan kami.

“Ayo diminum selagi kekuatan sihirnya masih terkumpul,” ucap Helena sembari memberikan wadah itu.

“Oke,” balasku, langsung keteguk saja semua air di dalam wadah.

Aneh sekali, aku merasa kekuatan tubuhku meningkat hingga sepuluh kali lipat usai meminum air bercampur darah itu. Benda ku juga terasa semakin keras seperti pipa besi.

“Berhasil! Penguasa gunung telah menjawab permohonan kita!” Seru kepala suku usai melihat itu.

Aku benar-benar bingung akan situasi ini, tak tahu lagi harus menanggapinya dengan cara apa.

Mungkin, hanya ini satu-satunya cara agar aku keluar dari situasi aneh ini — dengan melakulan ritual sesat bersama putri kepala suku.

Episodes
1 Hidup Kembali
2 Buku Harian
3 Ibu Tiri
4 Tak Marah
5 Wanita Kucing
6 Hidangan Berbeda
7 Jadilah Wanitaku
8 Serangan
9 Pertarungan Pecah
10 Undangan
11 Latihan
12 Sihir Pemikat
13 Tamu Penting
14 Masalah Serius
15 Akan Tanggung Jawab
16 Suku Kanibal
17 Ritual Sesat
18 Ingin Jadi Yang Pertama
19 Masalah Kota River
20 Obat Sihir
21 Kami Akan Pindah
22 Penagih Hutang
23 Biar Gelisah Sendiri
24 Kembali Ke Lunar
25 Sepertinya Hamil
26 Mau Gimana Lagi?
27 Perang Masa Lalu
28 5 Goblin Dari Dunia Lain
29 Ritual Darah
30 Pulang Ke Benua Gelap
31 Serigala Merah
32 Putri Harus Pulang
33 Percaya Laura
34 Malam Terbaik
35 Berangkat ke Ibu kota
36 Hantu Kota Rain
37 Teman Lama
38 Tangan Kanan Raja Iblis
39 Hutan Jura
40 Obat Penambah Daya Tarung?
41 Hewan Mitos
42 Tinju Saitama
43 Jadi Dewa Pelindung?
44 Permintaan Rasti
45 Mainnya Kasar
46 Tiba Di Ibukota
47 Keributan
48 Taruhan Dengan Anna
49 Amukan Aluna
50 Wanita Kucing Lagi?
51 Namanya Clarisa
52 Hak Bangsawan
53 Musuh Bebuyutan
54 Tes Pertama
55 Maunya Kencan
56 Jadi Tukang Pijat
57 Tamu VIP
58 Satu Syarat
59 Alasan Maria
60 Dasar Penjahat
61 Beda Poin
62 Tes Lari
63 Aluna Menang
64 Syarat
65 Guild Petualang
66 Sihir Tingkat Dewa
67 Terlalu Polos
68 Ingin Jadi Pacar
69 Pergi Kencan
70 Kafe Lilian
71 Serangan Tak Terduga
72 Ular Paling Berbahaya
73 Dari Benua Heaven
74 Dua Misteri
75 Malah Begini?
76 Mimpi Buruk
77 Sebelum Duel
78 Jirah Hitam
79 Kemunculan Demon
80 Tak Akan Menggunakannya Lagi
81 Tawaran Kepala Sekolah
82 Hadiah Untuk Pemenang
83 Permintaan Elmar
84 Sebesar Pepaya
85 Berkah Dewi
86 Wanita Kelima
87 Pedang Cahaya
88 Kafe Lilian Lagi
89 Wanita Berjirah Putih
90 Tunggu Saja
91 Keluarga Baru
92 Perpisahan
93 Ada Yang Salah
94 Serangan Sekte Sesat
95 Dunia Khayalan
96 Bertemu Laura
97 Tantangan
98 Teman Baru
99 Potong Lidahmu
100 Menculik Eliza
101 Tawaran Yumina
102 Identitas Ketua Sekte
103 Rencana Kepsek Sejak Awal
104 Panasnya Yumina
105 Tawaran Kerja Sama
106 Antara Aluna dan Yumina
107 Cerita Yumina
108 Main Cepat Bertiga
109 Devon Von Argus
110 Datang Ke Kamar
111 Berburu
112 Keturunan Lain
113 Empat Raja Hewan
114 Tertangkap Basah
115 Isi Hati Isabel
116 Sesuai Gaya Pada Buku
117 Dungeon Kematian
118 Bos Kalajengking
119 Oasis
120 Segarnya Oasis & Isabel
121 Ratu Vampire, Marie Roses.
122 TAMAT S1
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Hidup Kembali
2
Buku Harian
3
Ibu Tiri
4
Tak Marah
5
Wanita Kucing
6
Hidangan Berbeda
7
Jadilah Wanitaku
8
Serangan
9
Pertarungan Pecah
10
Undangan
11
Latihan
12
Sihir Pemikat
13
Tamu Penting
14
Masalah Serius
15
Akan Tanggung Jawab
16
Suku Kanibal
17
Ritual Sesat
18
Ingin Jadi Yang Pertama
19
Masalah Kota River
20
Obat Sihir
21
Kami Akan Pindah
22
Penagih Hutang
23
Biar Gelisah Sendiri
24
Kembali Ke Lunar
25
Sepertinya Hamil
26
Mau Gimana Lagi?
27
Perang Masa Lalu
28
5 Goblin Dari Dunia Lain
29
Ritual Darah
30
Pulang Ke Benua Gelap
31
Serigala Merah
32
Putri Harus Pulang
33
Percaya Laura
34
Malam Terbaik
35
Berangkat ke Ibu kota
36
Hantu Kota Rain
37
Teman Lama
38
Tangan Kanan Raja Iblis
39
Hutan Jura
40
Obat Penambah Daya Tarung?
41
Hewan Mitos
42
Tinju Saitama
43
Jadi Dewa Pelindung?
44
Permintaan Rasti
45
Mainnya Kasar
46
Tiba Di Ibukota
47
Keributan
48
Taruhan Dengan Anna
49
Amukan Aluna
50
Wanita Kucing Lagi?
51
Namanya Clarisa
52
Hak Bangsawan
53
Musuh Bebuyutan
54
Tes Pertama
55
Maunya Kencan
56
Jadi Tukang Pijat
57
Tamu VIP
58
Satu Syarat
59
Alasan Maria
60
Dasar Penjahat
61
Beda Poin
62
Tes Lari
63
Aluna Menang
64
Syarat
65
Guild Petualang
66
Sihir Tingkat Dewa
67
Terlalu Polos
68
Ingin Jadi Pacar
69
Pergi Kencan
70
Kafe Lilian
71
Serangan Tak Terduga
72
Ular Paling Berbahaya
73
Dari Benua Heaven
74
Dua Misteri
75
Malah Begini?
76
Mimpi Buruk
77
Sebelum Duel
78
Jirah Hitam
79
Kemunculan Demon
80
Tak Akan Menggunakannya Lagi
81
Tawaran Kepala Sekolah
82
Hadiah Untuk Pemenang
83
Permintaan Elmar
84
Sebesar Pepaya
85
Berkah Dewi
86
Wanita Kelima
87
Pedang Cahaya
88
Kafe Lilian Lagi
89
Wanita Berjirah Putih
90
Tunggu Saja
91
Keluarga Baru
92
Perpisahan
93
Ada Yang Salah
94
Serangan Sekte Sesat
95
Dunia Khayalan
96
Bertemu Laura
97
Tantangan
98
Teman Baru
99
Potong Lidahmu
100
Menculik Eliza
101
Tawaran Yumina
102
Identitas Ketua Sekte
103
Rencana Kepsek Sejak Awal
104
Panasnya Yumina
105
Tawaran Kerja Sama
106
Antara Aluna dan Yumina
107
Cerita Yumina
108
Main Cepat Bertiga
109
Devon Von Argus
110
Datang Ke Kamar
111
Berburu
112
Keturunan Lain
113
Empat Raja Hewan
114
Tertangkap Basah
115
Isi Hati Isabel
116
Sesuai Gaya Pada Buku
117
Dungeon Kematian
118
Bos Kalajengking
119
Oasis
120
Segarnya Oasis & Isabel
121
Ratu Vampire, Marie Roses.
122
TAMAT S1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!