Tak Marah

'Buset, wangi bener tubuh wanita ini, belum lagi lekukan tubuhnya sangat indah dengan ukuran dada yang mungkin tak bisa kugenggam pakai telapak tanganku. Kacau-kacau, aku bisa khilaf kalau terus dipeluk kayak gini, tak mungkin juga aku bakal lakuin sesuatu yang aneh-aneh sama Ibu tiri si Brian, kan?' pikiranku sangat tak karuan ketika Mama Laura memberikan pelukan erat pada tubuhku. Dan akan naif rasanya bila aku tidak membayangkan hal-hal jorok tetang Mama Laura.

Bagaimanapun, aku sudah berusia 27 tahun di dunia sebelumnya, dan aku sudah sangat berpengalaman dalam urusan ranjang meski belum menikah. Jadi, wajar sekali bila aku memiliki hasrat pada wanita yang sedang memeluk tubuhku saat ini.

"Mama menyesal sudah memaksa kamu untuk melakukan hal sehina itu, Mama janji tak akan pernah mengulanginya lagi dan akan berusaha sekuat tenaga untuk menekan kekuatan Mama dengan segala cara, Mama bahkan tak keberatan bila harus kamu kurung di ruang bawah tanah bila Mama sudah tak bisa dikendalikan lagi. Mama mohon jangan marah ya, Brian. Mama sayang banget sama kamu dan tak ingin kehilangan kamu," ucap Mama Laura getir, kurasakan air matanya menetes di baju tidurku.

Jujur saja aku paling tak tega ketika melihat seorang wanita menangis, terlebih wanita itu sangat cantik seperti Mama Laura. Aku spontan membalas pelukan Mama Laura dengan begitu lembut, tak lupa juga kuusap-usap rambut panjangnya yang terurai hingga ke punggung.

"B-Brian nggak marah kok mah, kemarin tuh Brian hanya iseng minum racun untuk mengetes ilmu kebal yang baru Brian pelajari dari Pak Gray sebelumnya. Pak Gray bilang kekuatan sihir Brian akan semakin meningkat bila berhasil melewati proses kematian," ujarku sekenanya, bahkan sampai kubawa-bawa nama guru olahraga Brian untuk meyakinkan Mama Laura

"Terima kasih, Brian. Mama senang sekali mendengarnya," balas Mama Lara sembari mendongak kepalanya ke arah wajahku, aku pun memerah seketika karena wajah Mama Laura terlihat sangat cantik dari jarak sedekat ini.

'Bibir Mama Laura sungguh tipis dan merah sekali, pasti manis rasanya bila aku cium perlahan, belum lagi bila kumainkan lidahku di dalamnya. Astaga, aku bayangin apa sih? Dia ibu tiriku sekarang, aku tak mungkin memiliki hubungan semacam itu, kan? Tapi, aku ingin sekali menciumnya, tak apa kali kalau cuman sedikit?' pikiran ku benar-benar tak karuan gara-gara wanita setengah rubah ini.

Aku tak bisa menebak pasti usianya sekarang, karena penampilannya tampak seperti seorang gadis di dunia ku sebelumnya.

Dan entah karena aku terlalu banyak mengkhayal atau gimana, aku merasa ada sosok setan kecil dan malaikat kecil di sekitar kepalaku. Setan bilang tak apa bila aku ingin mencium Mama Laura, tapi malaikat bersikeras melarangku sekuat tenaga.

"Brian, bisakah Mama minta tolong sama kamu nanti? Tapi, kamu jangan salah paham dulu ya, soalnya permintaan Mama agak sedikit memalukan," ucap Mama Laura lagi.

"Memangnya Mama butuh bantuan apa? Brian pasti bantuin Mama kok," balasku, masih belum kulepaskan pelukan dari tubuh Mama Laura, biar saja aku mengobrol pakai cara ini biar suasananya terkesan romantis.

'Kalau hanya pelukan saja tak apa, kan? Asalkan aku tidak terhasut oleh birahiku sendiri, hehehe.' pikirku.

"Mama ingin kamu melakukan itu lagi nanti malam, kekuatan rubah sepertinya belum hilang sepenuhnya dari tubuh ini. Mama janji tak akan memintanya lagi bila kamu sudah melakukannya nanti," pinta Mama Laura tak terduga.

Aku hampir menyemburkan darah segar usai mendengarnya, padahal Mama Laura baru saja menyesal dan berjanji tak akan mengulanginya. Namun kini ia malah memintanya lagi seakan penyesalannya barusan hanya kiasan belaka.

'Pantas saja si Brian bunuh diri, ternyata wanita ini benar-benar meminta terlalu banyak. Aku jadi ragu bisa menahan hasratku kalau sudah begini,' gumamku di dalam hati.

"B-Brian nggak janji ya, Ma. Tubuh Brian belum benar-benar pulih soalnya. Brian takut tak bisa memberikan kepuasan untuk Mama nanti," ucapku tanpa sadar.

"Jadi, kamu beneran mau ngasih kepuasan sama Mama? Kamu serius nih?" tanya Mama Laura tampak sangat senang.

'Oh sial, aku malah keceplosan barusan, pikiran dewasaku benar-benar tak selaras dengan kondisi Brian saat ini. Aku harusnya langsung menolak tegas permintaan Mama Laura, dan melarangnya untuk meminta lagi hal tabu semacam itu. Tapi, kenapa aku malah menjanjikannya? Aku bahkan berjanji akan memberinya kepuasan. Bodoh, aku beneran bodoh sekali,' pikirku memaki diri sendiri. Lalu kulepaskan pelukan dari tubuh Mama Laura dan lanjut berucap dengan sangat hati-hati, "M-Maksud Brian bukan seperti itu, Ma. Ada kepuasan lain yang bisa Mama dapatkan dari Brian nanti. Intinya, Brian pasti bisa menekan kekuatan rubah itu tanpa harus melakukan persetubuhan," ungkapku apa adanya.

Aku kepalang tanggung kalau sudah begini, jadi aku bicara blak-blakan saja biar Mama Laura tak senang padaku.

"Oh Dewa Agung, sejak kapan kamu tahu bahasa sevulgar itu, Brian? Siapa yang sudah mengajari kamu tentang persetubuhan? Padahal Mama tak pernah ngasih tahu kamu nama dari perbuatan Mama waktu itu," ucap Mama Laura sedikit terkejut.

"Ini ...." Aku mandek, pandanganku spontan melihat ke sekeliling untuk mencari jawaban. Tak mungkin juga kalau aku ngasih tahu semuanya dengan jujur.

"Ini apa, Brian? Coba kamu jelaskan sama Mama," pinta Mama Laura, kini malah semakin berani saja dengan menempelkan dadanya di dada bidangku.

'Sial, rasanya sungguh menggemaskan sekali, ingin aku grepe-grepe saja dada besar itu.' bantiku benar-benar menjerit.

"Kita bahas nanti saja ya, Ma? Brian ngantuk banget karena kurang tidur. Hoaaam, Brian juga masih butuh istirahat yang cukup biar racun dari tubuh Brian hilang sepenuhnya," ucapku, hanya bisa menghindar pada akhirnya.

Pikiran dewasaku benar-benar membuat kacau segala rupa di dalam tempat ini. Kalau aku salah ambil keputusan sedikit saja, aku mungkin sudah menyetubuhi Mama Laura sekarang.

"Ya sudah, kamu tidur dulu saja. Tapi, Mama ingin temani kamu sampai tertidur," ucap Mama Laura seraya menarikku ke atas ranjang dengan begitu lembutnya.

Aku nurut saja dan tak banyak bicara, segera kurebahkan tubuhku di atas ranjang dan Mama Laura menarik selimut besar untuk menutupi tubuhku.

"Istirahat yang baik ya, pria kesayangan Mama," ucap Mama Laura lagi, bibirnya mengecup mesra keningku.

"Iya, Ma." sahutku, yang penting kutanggapi saja meski tak tahu maksud ucapan Mama Laura. Suka-suka dia saja yang penting aku bisa istirahat.

Aku pun menutup mata tak lama kemudian, rasa kantuk ini sudah tak sanggup ku tahan lagi sekarang. Hanya saja aku samar-samar merasa ada tangan lembut yang menyentuh dadaku, lalu turun ke perut hingga berhenti tepat di selangkanganku. Tapi, aku tak mau menanggapi apapun, karena aku sudah sangat mengantuk.

Intinya, aku benar-benar tak tahu harus memakai logika mana untuk menghadapi Mama Laura nanti. Sebab, semua ingatanku dari dunia sebelumnya masih tertanam jelas di kepala Brian.

Yah, semoga saja tak ada hubungan aneh-aneh yang terjadi di antara aku dan Mama Laura, meski sebenarnya tak apa bila aku ingin memilikinya, karena aku bukan Brian Von Argus melainkan Dimas Baskara. Namun, aku belum siap masuk ke tahap seperti itu untuk saat ini, setidaknya aku ingin mempelajari dulu tentang semua hal yang ada di dunia baruku.

...

Episodes
1 Hidup Kembali
2 Buku Harian
3 Ibu Tiri
4 Tak Marah
5 Wanita Kucing
6 Hidangan Berbeda
7 Jadilah Wanitaku
8 Serangan
9 Pertarungan Pecah
10 Undangan
11 Latihan
12 Sihir Pemikat
13 Tamu Penting
14 Masalah Serius
15 Akan Tanggung Jawab
16 Suku Kanibal
17 Ritual Sesat
18 Ingin Jadi Yang Pertama
19 Masalah Kota River
20 Obat Sihir
21 Kami Akan Pindah
22 Penagih Hutang
23 Biar Gelisah Sendiri
24 Kembali Ke Lunar
25 Sepertinya Hamil
26 Mau Gimana Lagi?
27 Perang Masa Lalu
28 5 Goblin Dari Dunia Lain
29 Ritual Darah
30 Pulang Ke Benua Gelap
31 Serigala Merah
32 Putri Harus Pulang
33 Percaya Laura
34 Malam Terbaik
35 Berangkat ke Ibu kota
36 Hantu Kota Rain
37 Teman Lama
38 Tangan Kanan Raja Iblis
39 Hutan Jura
40 Obat Penambah Daya Tarung?
41 Hewan Mitos
42 Tinju Saitama
43 Jadi Dewa Pelindung?
44 Permintaan Rasti
45 Mainnya Kasar
46 Tiba Di Ibukota
47 Keributan
48 Taruhan Dengan Anna
49 Amukan Aluna
50 Wanita Kucing Lagi?
51 Namanya Clarisa
52 Hak Bangsawan
53 Musuh Bebuyutan
54 Tes Pertama
55 Maunya Kencan
56 Jadi Tukang Pijat
57 Tamu VIP
58 Satu Syarat
59 Alasan Maria
60 Dasar Penjahat
61 Beda Poin
62 Tes Lari
63 Aluna Menang
64 Syarat
65 Guild Petualang
66 Sihir Tingkat Dewa
67 Terlalu Polos
68 Ingin Jadi Pacar
69 Pergi Kencan
70 Kafe Lilian
71 Serangan Tak Terduga
72 Ular Paling Berbahaya
73 Dari Benua Heaven
74 Dua Misteri
75 Malah Begini?
76 Mimpi Buruk
77 Sebelum Duel
78 Jirah Hitam
79 Kemunculan Demon
80 Tak Akan Menggunakannya Lagi
81 Tawaran Kepala Sekolah
82 Hadiah Untuk Pemenang
83 Permintaan Elmar
84 Sebesar Pepaya
85 Berkah Dewi
86 Wanita Kelima
87 Pedang Cahaya
88 Kafe Lilian Lagi
89 Wanita Berjirah Putih
90 Tunggu Saja
91 Keluarga Baru
92 Perpisahan
93 Ada Yang Salah
94 Serangan Sekte Sesat
95 Dunia Khayalan
96 Bertemu Laura
97 Tantangan
98 Teman Baru
99 Potong Lidahmu
100 Menculik Eliza
101 Tawaran Yumina
102 Identitas Ketua Sekte
103 Rencana Kepsek Sejak Awal
104 Panasnya Yumina
105 Tawaran Kerja Sama
106 Antara Aluna dan Yumina
107 Cerita Yumina
108 Main Cepat Bertiga
109 Devon Von Argus
110 Datang Ke Kamar
111 Berburu
112 Keturunan Lain
113 Empat Raja Hewan
114 Tertangkap Basah
115 Isi Hati Isabel
116 Sesuai Gaya Pada Buku
117 Dungeon Kematian
118 Bos Kalajengking
119 Oasis
120 Segarnya Oasis & Isabel
121 Ratu Vampire, Marie Roses.
122 TAMAT S1
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Hidup Kembali
2
Buku Harian
3
Ibu Tiri
4
Tak Marah
5
Wanita Kucing
6
Hidangan Berbeda
7
Jadilah Wanitaku
8
Serangan
9
Pertarungan Pecah
10
Undangan
11
Latihan
12
Sihir Pemikat
13
Tamu Penting
14
Masalah Serius
15
Akan Tanggung Jawab
16
Suku Kanibal
17
Ritual Sesat
18
Ingin Jadi Yang Pertama
19
Masalah Kota River
20
Obat Sihir
21
Kami Akan Pindah
22
Penagih Hutang
23
Biar Gelisah Sendiri
24
Kembali Ke Lunar
25
Sepertinya Hamil
26
Mau Gimana Lagi?
27
Perang Masa Lalu
28
5 Goblin Dari Dunia Lain
29
Ritual Darah
30
Pulang Ke Benua Gelap
31
Serigala Merah
32
Putri Harus Pulang
33
Percaya Laura
34
Malam Terbaik
35
Berangkat ke Ibu kota
36
Hantu Kota Rain
37
Teman Lama
38
Tangan Kanan Raja Iblis
39
Hutan Jura
40
Obat Penambah Daya Tarung?
41
Hewan Mitos
42
Tinju Saitama
43
Jadi Dewa Pelindung?
44
Permintaan Rasti
45
Mainnya Kasar
46
Tiba Di Ibukota
47
Keributan
48
Taruhan Dengan Anna
49
Amukan Aluna
50
Wanita Kucing Lagi?
51
Namanya Clarisa
52
Hak Bangsawan
53
Musuh Bebuyutan
54
Tes Pertama
55
Maunya Kencan
56
Jadi Tukang Pijat
57
Tamu VIP
58
Satu Syarat
59
Alasan Maria
60
Dasar Penjahat
61
Beda Poin
62
Tes Lari
63
Aluna Menang
64
Syarat
65
Guild Petualang
66
Sihir Tingkat Dewa
67
Terlalu Polos
68
Ingin Jadi Pacar
69
Pergi Kencan
70
Kafe Lilian
71
Serangan Tak Terduga
72
Ular Paling Berbahaya
73
Dari Benua Heaven
74
Dua Misteri
75
Malah Begini?
76
Mimpi Buruk
77
Sebelum Duel
78
Jirah Hitam
79
Kemunculan Demon
80
Tak Akan Menggunakannya Lagi
81
Tawaran Kepala Sekolah
82
Hadiah Untuk Pemenang
83
Permintaan Elmar
84
Sebesar Pepaya
85
Berkah Dewi
86
Wanita Kelima
87
Pedang Cahaya
88
Kafe Lilian Lagi
89
Wanita Berjirah Putih
90
Tunggu Saja
91
Keluarga Baru
92
Perpisahan
93
Ada Yang Salah
94
Serangan Sekte Sesat
95
Dunia Khayalan
96
Bertemu Laura
97
Tantangan
98
Teman Baru
99
Potong Lidahmu
100
Menculik Eliza
101
Tawaran Yumina
102
Identitas Ketua Sekte
103
Rencana Kepsek Sejak Awal
104
Panasnya Yumina
105
Tawaran Kerja Sama
106
Antara Aluna dan Yumina
107
Cerita Yumina
108
Main Cepat Bertiga
109
Devon Von Argus
110
Datang Ke Kamar
111
Berburu
112
Keturunan Lain
113
Empat Raja Hewan
114
Tertangkap Basah
115
Isi Hati Isabel
116
Sesuai Gaya Pada Buku
117
Dungeon Kematian
118
Bos Kalajengking
119
Oasis
120
Segarnya Oasis & Isabel
121
Ratu Vampire, Marie Roses.
122
TAMAT S1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!