Akan Tanggung Jawab

“Apa kerajaan kerajaan kita tak akan mampu memenangkan peperangan melawan kerjaan Bellfast?” Tanyaku penasaran.

“Ya, kita pasti akan kalah bila perang melawan mereka, bahkan kerajaan kita mungkin akan dijajah untuk beberapa periode ke depan,” jelas Maria.

“Kenapa bisa seperti itu?” Tanyaku lagi.

“Karena kekuatan kerajaan kita tidak sebanding, terutama dalam hal jumlah. Hal semacam ini juga merupakan kondisi krisis yang sedang dihadapi kerajaan kita, di mana angka kelahiran sangat sedikit, sementara angka kematian terus bertambah,” ujar Maria, ekspresinya tampak tak berdaya.

Aku langsung memikirkan sesuatu usai mendengarnya, karena kejadian semacam ini sangat aneh sekali.

Seharusnya ras manusia akan memiliki angka kelahiran sangat tinggi dibanding dengan ras lainnya, teori itu sudah terbukti di dunia ku sebelumnya dengan berkembang pesatnya jumlah penduduk di setiap negara. Mungkin hanya negara Jepang yang menjadi satu-satunya negara dengan angka kelahiran rendah.

“Tapi, kita masih bisa menang kualitas bila kalah kuantitas. Semua ksatria sihir sudah pasti memiliki kekuatan bertarung sangat kuat, kan?”

“Sayangnya hanya ada beberapa ksatria sihir  yang memiliki kemampuan seperti itu, terlebih ksatria sihir terkuat sudah meninggal dua tahun yang lalu.”

“Siapa ksatria sihir terkuat itu?”

“Tentu saja ayahmu, apa kamu belum mengetahuinya, atau kamu ingin berpura-pura bodoh di depan kami?” Aluna yang menjawab pertanyaanku kali ini, gadis itu sengaja menyela obrolanku dengan Maria.

“Lantas kenapa ayahku bisa mati kalau ia memiliki kekuatan sehebat itu? Apa kalian sengaja tidak menyelamatkannya?” Nada suaraku tiba-tiba berubah seakan Brian yang sedang berbicara dengan Maria dan Aluna.

Kedua wanita itu sontak saling pandang dengan ekspresi bersalah, mereka sepertinya  sudah mengetahui alasan kematian ayah si Brian.

“Ayahmu mati karena masalah cinta, ia terlalu mencintai ibumu hingga memutuskan untuk menantang penyihir yang sudah mengutuk ibumu. Sayangnya, ayahmu kalah dalam duel melawan penyihir itu, ia pun harus mati gara-gara kutukan yang sama,” suara Laura tiba-tiba menggema dari belakang. Dia lalu duduk di sebelahku tanpa permisi sama sekali, ia bahkan masih memakai baju tidur di depan sang putri dan anaknya.

“Cepat menjauh dari Putri Maria! Jangan sampai kami menyerangmu, wanita rubah!” Teriak seorang ksatria pelindung sembari menghunuskan perangnya kepada Laura.

“Tenanglah, wanita rubah ini masih kenalan lama,” cegah Maria dengan lambaian tangan.

“Hahaha, kau sudah mendengarnya? Kita masih kenalan lama, jadi kau jangan coba-coba melarangku untuk duduk di sini,” sambung Laura.

“Tolong jaga sikap Anda penyihir rubah, Anda harus bersikap lebih sopan di depan putri kerajaan ini,” tegur Aluna tidak senang.

“Astaga, gadis kecil ini sudah berani bicara padaku, apa kau sudah tak takut padaku sekarang?” Balas Laura, sengaja menunjukan gigi taringnya di depan Aluna.

“Hentikan, Laura. Kamu jangan terlalu usil kepada putriku,” pinta Maria, seketika terpancar aura menyeramkan dari tubuhnya.

“Hehehe, kamu jangan marah dulu, Maria. Kamu bisa cepat tua nanti,” balas Laura cekikian sendiri.

Kuperhatikan hubungan Laura dan Maria tampak sangat akrab seolah mereka teman lama, atau mungkin mereka baru akrab setelah kematian ayah si Brian.

“Ehem! Bisakah kita fokus kembali ke masalah utama? Tak enak kalau kita bercanda kerika sedang bicara hal serius semacam ini,” ujarku menghentikan gelagat kedua wanita itu.

“Baiklah, mari kita bahas lagi urusan putri dari kerajaan Bellfast,” sahut Maria setuju.

“Hmm, membosankan sekali. Kamu terlalu bertele-tele, Maria. Kenapa kamu tidak bertanya langsung kepada orang yang bersangkutan?” Tukas Laura sembari melirik Catrine.

“K-Kamu … Apa kamu putri dari kerjaan Bellfast?” Tanya Aluna dengan mata terbelalak.

“Dulu saya pernah menjadi putri kerajaan Bellfast, tapi sekarang saya hanya seorang wanita biasa untuk Brian,” jawab Catrine.

Aku diam-diam mengacungkan jempol kepada Catrine, tak kusangka gadis itu akan cepat tanggap dalam menghadapi situasi saat ini.

“Benarkah itu, Brian?” Tanya Aluna memastikan.

“Ya, Catrine El Rantel sudah menjadi wanitaku sekarang, dan ia sudah tak ada hubungannya lagi dengan kerajaan Bellfast. Aku juga berniat menikahinya setelah lulus sekolah nanti agar keamanan Catrine lebih terjaga di kastil ini,” jelasku jujur.

Catrine sontak mencubit perutku dari samping, ia sepertinya sangat terkejut atas pengakuanku barusan.

“Kamu jangan bercanda, Brian. Bukankah kamu sudah berjanji akan menikahiku setelah lulus sekolah? Lantas kenapa kamu tiba-tiba berpaling kepada wanita kucing itu?!” Tanya Aluna dengan tangan menopang meja. Kemarahannya mungkin sudah tak bisa dibendung lagi.

Aku langsung berpikir lagi setelahnya, memang sempat kubaca tentang janji yang pernah Brian berikan untuk Aluna tepat ketika hari pindah sekolah. Namun, kupikir janji itu hanya bualan antar bocah saja, dan tidak penting sama sekali.

Sungguh naif, ternyata tak ada hal semacam itu di dunia ini. Setiap orang harus memenuhi janji yang yang telah diucapkan dari mulutnya, terutama janji tentang pernikahan.

“Karena aku menginginkan Catrine sebagai wanitaku, maka aku akan melakukan segala cara untuk melindunginya,” ucapku jujur.

“Apa kamu sadar akan perbuatanmu?” Tanya Maria.

“Aku sangat sadar, Tante Maria. Perasaanku kepada Catrine benar-benar tulus tidak seperti ayahku yang hanya bisa berpura-pura membuat pernikahan palsu demi menghindari pernikahan politik.” Jelasku, sengaja kusisipkan sindiran halus untuk mengorek luka di hati Maria.

“Aku tak pernah bermaksud melakukan pernikahan politik dengan ayahmu, aku juga memiliki perasaan sangat tulus kepada ayahmu. Hanya saja ayahmu tidak pernah melirik ku meski ibumu telah tiada. Parahnya, ayahmu malah pura-pura menikah dengan wanita rubah itu demi menghindari pernikahan denganku.”

“Jujur saja aku masih mengharapkan cinta ayahmu hingga sekarang, apa lagi statusku sudah tidak memiliki seorang suami. Aku benar-benar tak bisa menahan perasaanku lagi sehingga aku nekat menjerat ayahmu dalam pernikahan politik.”

“Namun, aku tak bisa melakukannya karena ayahmu lebih memilihi mati demi mempertahankan cintanya kepada ibumu.”

Maria menjeda ucapannya, perhatiannya beralih kepada Aluna.

“Maafkan ibu, Luna. Ibu tak ingin memiliki penyesalan di dalam hidup ibu. Karena itu, ibu berusaha mengejar cinta pertama ibu dan melupakan sosok ayahmu begitu saja.”

Maria memaparkan isi hatinya dengan jujur di depan kami, ia tak mungkin terus menutupi perasaannya dari Aluna.

“Aku sudah tahu sejak lama, Bu. Jadi, ibu tak perlu meminta maaf. Lagi pula, ibu memang pantas mendapatkan kebahagiaan karena ayah tak mampu memberikannya,” ujar Aluna sembari tersenyum, ingatan buruk tentang ayahnya seketika masuk ke dalam benaknya.

Suasana di meja ini berubah sangat hening untuk sementara waktu, semua orang malah terlarut dalam pikiran masing-masing sehingga lupa dengan topik utama dari masalah yang sedang dibicarakan.

Aku mau tak mau harus memutuskan dengan tegas untuk mengakhiri kekhawatiran orang-orang ini, artinya aku akan memiliki tanggung jawab besar yang harus kupikul nanti.

“Aku akan bertanggung jawab atas semua masalah yang telah aku perbuat bersama Catrine. Tolong berikan aku kepercayaan penuh untuk membuktikannya.”

“Selain itu, aku juga ingin meminta bantuan agar kalian mau merahasiakan keberadaan Catrine di kastil ini sampai aku benar-benar memiliki kekuatan untuk melindunginya. Aku janji akan memberikan yang terbaik dengan menjadi ksatria sihir terkuat dari kerajaan Narandra.”

Maria, Aluna, Laura dan Catrine spontan melihatku dengan mata terbelalak. Mereka jelas terkejut atas ucapanku yang terkesan sangat sembrono itu.

Aku sendiri tidak banyak berpikir saat berucap di depan mereka, karena aku percaya sepenuhnya dengan kemampuan tangan sakti yang serba bisa ini.

Episodes
1 Hidup Kembali
2 Buku Harian
3 Ibu Tiri
4 Tak Marah
5 Wanita Kucing
6 Hidangan Berbeda
7 Jadilah Wanitaku
8 Serangan
9 Pertarungan Pecah
10 Undangan
11 Latihan
12 Sihir Pemikat
13 Tamu Penting
14 Masalah Serius
15 Akan Tanggung Jawab
16 Suku Kanibal
17 Ritual Sesat
18 Ingin Jadi Yang Pertama
19 Masalah Kota River
20 Obat Sihir
21 Kami Akan Pindah
22 Penagih Hutang
23 Biar Gelisah Sendiri
24 Kembali Ke Lunar
25 Sepertinya Hamil
26 Mau Gimana Lagi?
27 Perang Masa Lalu
28 5 Goblin Dari Dunia Lain
29 Ritual Darah
30 Pulang Ke Benua Gelap
31 Serigala Merah
32 Putri Harus Pulang
33 Percaya Laura
34 Malam Terbaik
35 Berangkat ke Ibu kota
36 Hantu Kota Rain
37 Teman Lama
38 Tangan Kanan Raja Iblis
39 Hutan Jura
40 Obat Penambah Daya Tarung?
41 Hewan Mitos
42 Tinju Saitama
43 Jadi Dewa Pelindung?
44 Permintaan Rasti
45 Mainnya Kasar
46 Tiba Di Ibukota
47 Keributan
48 Taruhan Dengan Anna
49 Amukan Aluna
50 Wanita Kucing Lagi?
51 Namanya Clarisa
52 Hak Bangsawan
53 Musuh Bebuyutan
54 Tes Pertama
55 Maunya Kencan
56 Jadi Tukang Pijat
57 Tamu VIP
58 Satu Syarat
59 Alasan Maria
60 Dasar Penjahat
61 Beda Poin
62 Tes Lari
63 Aluna Menang
64 Syarat
65 Guild Petualang
66 Sihir Tingkat Dewa
67 Terlalu Polos
68 Ingin Jadi Pacar
69 Pergi Kencan
70 Kafe Lilian
71 Serangan Tak Terduga
72 Ular Paling Berbahaya
73 Dari Benua Heaven
74 Dua Misteri
75 Malah Begini?
76 Mimpi Buruk
77 Sebelum Duel
78 Jirah Hitam
79 Kemunculan Demon
80 Tak Akan Menggunakannya Lagi
81 Tawaran Kepala Sekolah
82 Hadiah Untuk Pemenang
83 Permintaan Elmar
84 Sebesar Pepaya
85 Berkah Dewi
86 Wanita Kelima
87 Pedang Cahaya
88 Kafe Lilian Lagi
89 Wanita Berjirah Putih
90 Tunggu Saja
91 Keluarga Baru
92 Perpisahan
93 Ada Yang Salah
94 Serangan Sekte Sesat
95 Dunia Khayalan
96 Bertemu Laura
97 Tantangan
98 Teman Baru
99 Potong Lidahmu
100 Menculik Eliza
101 Tawaran Yumina
102 Identitas Ketua Sekte
103 Rencana Kepsek Sejak Awal
104 Panasnya Yumina
105 Tawaran Kerja Sama
106 Antara Aluna dan Yumina
107 Cerita Yumina
108 Main Cepat Bertiga
109 Devon Von Argus
110 Datang Ke Kamar
111 Berburu
112 Keturunan Lain
113 Empat Raja Hewan
114 Tertangkap Basah
115 Isi Hati Isabel
116 Sesuai Gaya Pada Buku
117 Dungeon Kematian
118 Bos Kalajengking
119 Oasis
120 Segarnya Oasis & Isabel
121 Ratu Vampire, Marie Roses.
122 TAMAT S1
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Hidup Kembali
2
Buku Harian
3
Ibu Tiri
4
Tak Marah
5
Wanita Kucing
6
Hidangan Berbeda
7
Jadilah Wanitaku
8
Serangan
9
Pertarungan Pecah
10
Undangan
11
Latihan
12
Sihir Pemikat
13
Tamu Penting
14
Masalah Serius
15
Akan Tanggung Jawab
16
Suku Kanibal
17
Ritual Sesat
18
Ingin Jadi Yang Pertama
19
Masalah Kota River
20
Obat Sihir
21
Kami Akan Pindah
22
Penagih Hutang
23
Biar Gelisah Sendiri
24
Kembali Ke Lunar
25
Sepertinya Hamil
26
Mau Gimana Lagi?
27
Perang Masa Lalu
28
5 Goblin Dari Dunia Lain
29
Ritual Darah
30
Pulang Ke Benua Gelap
31
Serigala Merah
32
Putri Harus Pulang
33
Percaya Laura
34
Malam Terbaik
35
Berangkat ke Ibu kota
36
Hantu Kota Rain
37
Teman Lama
38
Tangan Kanan Raja Iblis
39
Hutan Jura
40
Obat Penambah Daya Tarung?
41
Hewan Mitos
42
Tinju Saitama
43
Jadi Dewa Pelindung?
44
Permintaan Rasti
45
Mainnya Kasar
46
Tiba Di Ibukota
47
Keributan
48
Taruhan Dengan Anna
49
Amukan Aluna
50
Wanita Kucing Lagi?
51
Namanya Clarisa
52
Hak Bangsawan
53
Musuh Bebuyutan
54
Tes Pertama
55
Maunya Kencan
56
Jadi Tukang Pijat
57
Tamu VIP
58
Satu Syarat
59
Alasan Maria
60
Dasar Penjahat
61
Beda Poin
62
Tes Lari
63
Aluna Menang
64
Syarat
65
Guild Petualang
66
Sihir Tingkat Dewa
67
Terlalu Polos
68
Ingin Jadi Pacar
69
Pergi Kencan
70
Kafe Lilian
71
Serangan Tak Terduga
72
Ular Paling Berbahaya
73
Dari Benua Heaven
74
Dua Misteri
75
Malah Begini?
76
Mimpi Buruk
77
Sebelum Duel
78
Jirah Hitam
79
Kemunculan Demon
80
Tak Akan Menggunakannya Lagi
81
Tawaran Kepala Sekolah
82
Hadiah Untuk Pemenang
83
Permintaan Elmar
84
Sebesar Pepaya
85
Berkah Dewi
86
Wanita Kelima
87
Pedang Cahaya
88
Kafe Lilian Lagi
89
Wanita Berjirah Putih
90
Tunggu Saja
91
Keluarga Baru
92
Perpisahan
93
Ada Yang Salah
94
Serangan Sekte Sesat
95
Dunia Khayalan
96
Bertemu Laura
97
Tantangan
98
Teman Baru
99
Potong Lidahmu
100
Menculik Eliza
101
Tawaran Yumina
102
Identitas Ketua Sekte
103
Rencana Kepsek Sejak Awal
104
Panasnya Yumina
105
Tawaran Kerja Sama
106
Antara Aluna dan Yumina
107
Cerita Yumina
108
Main Cepat Bertiga
109
Devon Von Argus
110
Datang Ke Kamar
111
Berburu
112
Keturunan Lain
113
Empat Raja Hewan
114
Tertangkap Basah
115
Isi Hati Isabel
116
Sesuai Gaya Pada Buku
117
Dungeon Kematian
118
Bos Kalajengking
119
Oasis
120
Segarnya Oasis & Isabel
121
Ratu Vampire, Marie Roses.
122
TAMAT S1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!