Helen nampak terkejut bukan main ketika secara tiba-tiba ada dua petugas dari kepolisian yang merangsek masuk ke dalam dan langsung memborgol tangannya dan membuat senjata api yang ada di tangannya jatuh ke lantai dan langsung saja diamankan oleh petugas.
"Lepaskan aku! Aku tidak bersalah!"
"Anda bisa jelaskan semua di kantor!"
Helen masih saja meronta dan berusaha melepaskan diri dari petugas kepolisian yang sudah memborgol tangannya. Helen dengan paksa digiring ke dalam mobil petugas sementara di dalam ruangan inap nampak semua orang tak percaya dengan apa yang barusan terjadi karena semua berlangsung begitu cepat hingga Helen bisa segera diringkus oleh kepolisian.
"Siapa yang menelpon polisi?" tanya Alex.
"Bukan aku," jawab Melvin.
"Aku juga tak tahu," ujar Ghea.
Herlin juga menggelengkan kepala karena tadi otaknya tiba-tiba berhenti mendadak karena serangan tak terduga, ia sangat khawatir kalau anak, menantu dan cucunya dalam bahaya namun sekarang Herlin bisa bernapas lega karena pada akhirnya tak terjadi suatu apa pun pada mereka semua.
"Semua baik-baik saja kan?" tanya tuan Dunn yang muncul dari balik pintu.
"Papa? Apakah Papa yang melakukan semua ini?"
"Iya, Papa yang melakukan semua ini. Dia memang harus dipenjara atas apa yang sudah dilakukannya."
Tuan Dunn menghampiri Alex dan menggenggam tangan Alex, tuan Dunn merasa bersalah pada Alex karena sejak dulu ia tak mengungkap siapa dalang di balik kematian mendiang ibunya karena saat itu keluarga Helen masih sangat berkuasa dan posisinya tak cukup kuat untuk melawan pengaruh keluarga wanita itu padahal tuan Dunn sudah tahu sejak awal bahwa Helen yang sudah merencanakan aksi buruk itu. Sekarang Helen dan keluarganya sudah kehilangan pengaruh sedikit demi sedikit hingga tuan Dunn yakin bahwa kali ini Helen tak akan bisa untuk menghindar dari hukuman.
"Maafkan Papa."
"Kenapa Papa minta maaf?"
"Kalau kamu mau tahu kenapa Papa minta maaf maka ayo ikut Papa. Akan Papa jelaskan semuanya."
****
Alex nampak diam dan ta…
Dipanggil Perawan Tua
Kejujuran yang Berujung Penangkapan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 64 Episodes
Comments
Fifid Dwi Ariyani
trussabar
2025-03-13
0
Fifid Dwi Ariyani
trussabar
2025-03-13
0