Masih Ada Rasa Untuk Sang Mantan?

Melvin pada siang ini hendak makan siang di sebuah restoran yang letaknya memang agak jaih dari kantornya. Entah kenapa Melvin ingin makan di tempat ini dengan alasan ingin ganti suasana yang monoton kala makan siang. Melvin awalnya tak menyadari sesuatu hal yang ganjil hingga pada akhirnya di tengah-tengah ia menikmati makan siangnya seorang diri, seseorang yang sangat ia kenali turun dari dalam sebuah mobil mewah dan tak lama kemudian disusul oleh pria tua yang mungkin usianya seumuran dengan mendiang sang ayah. Melvin nampak tak dapat mengalihkan pandangan dari sosok yang tengah berjalan mesra itu, tentu saja Melvin sangat mengenali siapa sosok itu dan dia adalah Icha yang harusnya menikah dengannya 3 minggu yang lalu namun karena tiba-tiba rencana berubah maka di sini Melvin masih sendiri sementara wanita itu sudah menikah.

"Rasanya sakit sekali," gumam Melvin saat melihat Icha dan pria tua itu masuk ke dalam restoran. Rasanya Melvin ingin marah namun setelah akal sehatnya kembali, rasanya ia tak perlu sampai menghabiskan waktu untuk marah-marah pada Icha.

"Barang kali memang dia bukan jodohku."

Melvin kemudian gegas bangkit dari kursinya dan menuju pintu keluar, ia sudah bersiap untuk pergi hingga secara mengejutkan saat hendak masuk ke dalam mobil, seseorang menahan tangannya.

"Mau apa lagi kamu? Bukannya kamu datang ke sini dengan suamimu? Jangan buat aku dianggap mencuri istri orang."

"Melvin, aku minta maaf. Semua ini bukanlah keinginanku. Orang tuaku bangkrut dan suamiku saat ini adalah penyelamat bagi orang tuaku hingga aku dipaksa untuk menikah dengannya. Aku sama sekali gak mencintai dia, yang aku cintai adalah kamu."

Namun Melvin sudah terlanjur sakit hati, ia menolak penjelasan apa pun dari Icha dan mengatakan dengan tegas pada wanita itu untuk jangan pernah mencoba untuk mengusiknya lagi.

"Kita berdua sudah tak ada hubungan apa-apa jadi tolong jaga sikap kamu supaya tidak ada fitnah dikemudian hari."

****

Dinda menghela napasnya panjang, semalam lagi-lagi ia dan Alex bertengkar perihal soal pernikahan mereka. Alex tidak suka kalau Dinda mengungkit soal nikah kontrak yang mereka jalani namun Alex mengatakan bahwa pernikahan ini ia jalani bukan hanya sekedar ingin menikah kontrak saja. Alex mengatakan bahwa ia mencintai Dinda dengan tulus dan ucapan pria itu Dinda anggap sebagai angin lalu saja dan rupanya Alex murka dan memilih tidur di luar kamar.

"Kamu udah makan?" tanya Dinda saat melihat di meja makan sudah tersaji hidangan untuk sarapannya namun hanya satu piring saja.

Alex hanya berdehem sebagai jawaban kalau dia sudah makan, Dinda sendiri kemudian meminta Alex untuk duduk sekarang dan selesaikan masalah ini.

"Aku gak suka kalau masalah seperti ini jadi berlarut-larut."

"Aku juga gak suka tapi kamu duluan yang memulai."

"Jujur aku gak ngerti gimana jalan pikiranmu, kenapa sih kamu gak bisa nganggep ini layaknya pernikahan normal pada umumnya? Kenapa harus selalu ungkit soal pernikahan kontrak? Aku tahu kalau ada hitam di atas putih namun gak harus kan kamu ungkit terus mengenai itu?"

"Jadi kamu maunya kita menikah tanpa perlu ungkit masalah kontrak itu? Fine, aku akan berusaha tapi tolong kenalkan aku sama keluarga kamu."

Raut wajah Alex nampak berubah kala Dinda mengatakan itu.

****

Dinda mengamati wajah sang suami yang berubah mendadak kala ia meminta Alex mengenalkannya pada keluarga besarnya sebagai istri pria itu. Alex sendiri bingung apa yang harus ia katakan pada Dinda, ia sama sekali tak menyangka kalau permintaan Dinda seperti itu.

"Kenapa? Kamu gak bisa memenuhi permintaan dariku?"

"Bukannya gak bisa, mungkin belum saatnya aku memperkenalkan kamu dengan keluargaku sekarang namun bukannya aku gak mau mengenalkan kamu kepada keluargaku hanya saja saat ini bukan waktu yang tepat."

"Kalau sekarang bukan waktu yang tepat, lantas kapan?"

Lagi-lagi Alex tak bisa menjawab dengan pasti yang menjadi pertanyaan Dinda barusan. Sikap Alex yang seperti ini sungguh membuat Dinda jadi curiga kalau sang suami sebenarnya tengah menyembunyikan sesuatu darinya.

"Apa sih yang kamu sedang sembunyikan dariku?"

"Aku gak menyembunyikan apa pun darimu."

"Bohong! Jelas-jelas kamu sedang menyembunyikan sesuatu dariku. Kenapa gak mau jujur sama aku?!"

"Dinda aku--"

Namun Dinda sudah bangkit dari duduknya dan masuk ke dalam kamarnya dengan air mata yang tadi sudah ia tahan di pelupuk mata supaya tidak tumpah. Barulah saat ia sudah masuk ke dalam kamar dan menutup pintu serta menguncinya, ia membenamkan wajahnya di bantal sementara Alex menggedor pintu dan memanggil nama Dinda.

****

Dada Melvin bergemuruh semenjak tadi siang bertemu dengan Icha, perasaan Melvin berkecamuk dan ia merasakan banyak perasaan yang campur aduk hingga Melvin bingung apa yang sebenarnya ia rasakan. Bayangan Icha digandeng dengan pria yang usianya kurang lebih seperti mendiang sang ayah sungguh membuat Melvin jadi jijik.

"Utang katanya?" lirih Melvin.

Melvin melirik ke arah ponsel yang ia letakan di sebelahnya, di layar ponsel itu tertera nama Icha di sana namun Melvin sama sekali tidak ada niatan untuk menjawab telepon dari wanita itu. Melvin sudah terlanjur sakit hati dan kemudian ia memutuskan memblokir bukan hanya nomor namun semua akses sosial media yang terhubung dengan Icha.

"Aku harus segera move on, lupakan dia."

Melvin menarik napas panjang dan kemudian memutuskan untuk merebahkan diri di atas kasur dan perlahan mulai menutup kedua matanya hingga tak lama kemudian ponselnya kembali berdering dan Melvin tanpa melihat layar ponselnya langsung menjawab.

"Hiks."

Melvin langsung melihat siapa yang menelponnya saat ini di layar ponselnya dan rupanya sang kakak yang menelponnya, namun kenapa sang kakak menangis?

"Kak, kamu kenapa?"

"Vin, hiks."

"Alex ngapain kamu sampai kamu nangis? Bilang sama aku."

"Alex dia nggak mau mengenalkan aku sama keluarganya. Aku ngerasa kalau dia menyembunyikan banyak hal dari aku."

****

Melvin pagi ini hendak pergi menuju apartemen sang kakak, ia ingin mendengar secara langsung apa yang akan Alex katakan untuk membela diri. Selama ia mengenal sang kakak, baru semalam Melvin mendengar kakaknya menangis dan hal itu membuat hati Melvin jadi tak tenang. Melvin sudah tiba di apartemen sang kakak dan baru saja memarkirkan mobilnya namun langkah kakinya menuju lift terhenti kala melihat sosok Icha yang tersenyum padanya di depan lift. Wanita itu jelas sudah melihat Melvin jadi tak mungkin baginya balik badan dan pura-pura tak melihat.

"Melvin, aku gak nyangka kalau kita akan bertemu lagi di sini."

"Kenapa kamu bisa di sini?"

"Aku punya tempat tinggal di apartemen ini. Di lantai 24. Kamu sendiri?"

"Bukan urusan kamu."

Melvin masuk ke dalam lift dan Icha pun demikian, di dalam lift itu tak ada pembicaraan di antara keduanya hingga akhirnya tangan Icha menyentuh tangan Melvin.

"Tolong lepaskan."

"Apakah kamu gak memercayaiku, Vin? Aku sudah mengatakan yang sejujurnya padamu."

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

lahhhhh icha bs bgtu

2025-04-03

0

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

truseria

2025-03-13

0

lihat semua
Episodes
1 Tuduhan dan Sebutan Perawan Tua
2 Seleranya Sama Bule?
3 Foto Ketika Sunset di Pantai
4 Apakah Saya Tampan?
5 Tetangga Apartemen
6 25 Tahun
7 Pertemuan Tak Terencana
8 Bujukan Sang Mantan
9 Calon Suami
10 Tawaran Untuk Menikah
11 Acara (yang seharusnya) Bahagia Justru Tidak Kesampaian
12 Batal Nikah
13 Jujur Pada Bunda
14 Mantan Itu Tetangga Rumah Baru Tante
15 Tante yang Kepo
16 Menikah
17 Malam Pertama dan Merajuk
18 Masih Ada Rasa Untuk Sang Mantan?
19 Keputusan Suami
20 Mulut Pedas Sang Tante
21 Tiba Di Rumah Mertua
22 Mengulik Masa Lalu
23 Peringatan Bunda
24 Pelukan Hangat
25 Pindah Ke Hotel
26 Musim Gugur
27 Tawaran Dari Mertua
28 Pelukan Dari Bunda
29 Minta Pesta Ulang
30 Membalas Hinaan Tante
31 Pamit Pada Rekan Kerja
32 Wakil Presdir
33 Musuh yang Nyata
34 Peringatan yang Datang
35 Sikap Manis
36 Perlahan Cinta Itu Tumbuh
37 Jadian
38 Maaf Dan Terima Kasih
39 Lamaran
40 Menjaga Jarak
41 Kondisi yang Menyedihkan
42 Kabar Bahagia yang Dinanti
43 Siasat Licik dan Ancaman
44 Hari Pernikahan Tiba
45 Butuh Penyesuaian
46 Bulan Madu di Rumah Ipar
47 Kejujuran Pada Mertua
48 Memilih Untuk Percaya
49 Takut Ketahuan
50 Bom yang Meledak
51 Lahir Ke Dunia
52 Dia Anakku?
53 Kejujuran yang Berujung Penangkapan
54 Hukuman Bagi yang Pantas Mendapatkannya
55 Mulai Kepo yang Membuat Resah
56 Menolak Tipu Muslihat
57 Tak Terima dan Marah
58 Sikap Aneh Suami
59 Semua Hancur
60 Berpisah Lebih Baik
61 Pergi Dari Rumah
62 Hidup yang Baru
63 Pekerjaanku
64 Akhir Cerita
Episodes

Updated 64 Episodes

1
Tuduhan dan Sebutan Perawan Tua
2
Seleranya Sama Bule?
3
Foto Ketika Sunset di Pantai
4
Apakah Saya Tampan?
5
Tetangga Apartemen
6
25 Tahun
7
Pertemuan Tak Terencana
8
Bujukan Sang Mantan
9
Calon Suami
10
Tawaran Untuk Menikah
11
Acara (yang seharusnya) Bahagia Justru Tidak Kesampaian
12
Batal Nikah
13
Jujur Pada Bunda
14
Mantan Itu Tetangga Rumah Baru Tante
15
Tante yang Kepo
16
Menikah
17
Malam Pertama dan Merajuk
18
Masih Ada Rasa Untuk Sang Mantan?
19
Keputusan Suami
20
Mulut Pedas Sang Tante
21
Tiba Di Rumah Mertua
22
Mengulik Masa Lalu
23
Peringatan Bunda
24
Pelukan Hangat
25
Pindah Ke Hotel
26
Musim Gugur
27
Tawaran Dari Mertua
28
Pelukan Dari Bunda
29
Minta Pesta Ulang
30
Membalas Hinaan Tante
31
Pamit Pada Rekan Kerja
32
Wakil Presdir
33
Musuh yang Nyata
34
Peringatan yang Datang
35
Sikap Manis
36
Perlahan Cinta Itu Tumbuh
37
Jadian
38
Maaf Dan Terima Kasih
39
Lamaran
40
Menjaga Jarak
41
Kondisi yang Menyedihkan
42
Kabar Bahagia yang Dinanti
43
Siasat Licik dan Ancaman
44
Hari Pernikahan Tiba
45
Butuh Penyesuaian
46
Bulan Madu di Rumah Ipar
47
Kejujuran Pada Mertua
48
Memilih Untuk Percaya
49
Takut Ketahuan
50
Bom yang Meledak
51
Lahir Ke Dunia
52
Dia Anakku?
53
Kejujuran yang Berujung Penangkapan
54
Hukuman Bagi yang Pantas Mendapatkannya
55
Mulai Kepo yang Membuat Resah
56
Menolak Tipu Muslihat
57
Tak Terima dan Marah
58
Sikap Aneh Suami
59
Semua Hancur
60
Berpisah Lebih Baik
61
Pergi Dari Rumah
62
Hidup yang Baru
63
Pekerjaanku
64
Akhir Cerita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!