Pertemuan Tak Terencana

Ucapan Ghea barusan yang nampak terdengar terlalu kencang membuat beberapa pengunjung sampai menoleh ke arah mereka. Dinda sampai melirik kesal ke arah Ghea yang sangat tak tahu malu sekali saat berteriak seperti barusan. Ghea yang sudah menyadari aksinya barusan pun meminta maaf pada Dinda karena ia sama sekali tak ada maksud untuk mempermalukan Dinda, ia melakukan semua itu murni karena ia terkejut ketika mendengar cerita Dinda yang mengatakan kalau Alex berusia 25 tahun.

"Jadi Mbak Dinda suka sama Alex?"

"Kok kamu malah tiba-tiba nanya gitu?"

"Habisnya sikap Mbak Dinda ini yang bikin aku jadi berspekulasi. Kayaknya Mbak Dinda shock gitu saat tahu usia Alex lebih muda dari Mbak Dinda padahal kayaknya Mbak Dinda berpikir untuk membuka hati pada Alex.

Dinda melotot pada Ghea yang bicara frontal di depannya namun Ghea sama sekali tak merasa terintimidasi yang ada justru ia malah cengengesan yang makin membuat Dinda jadi naik darah. Setelah acara makan-makan selesai maka Dinda pun segera kembali ke apartemennya, alangkah terkejutnya ia ketika melihat sang bunda saat ini tengah berbincang dengan Alex di koridor depan unit apartemennya.

"Bunda."

"Ini dia yang sejak tadi Bunda tunggu."

Dinda segera menghampiri sang bunda dan mencium tangannya, Dinda membukakan pintu unit apartemennya untuk sang bunda dan kemudian Herlin masuk ke dalam unit apartemen itu namun Dinda belum masuk ke dalam melainkan memandangi Alex dengan tatapan curiga.

"Kenapa menatap saya begitu?"

"Apa yang sudah kamu katakan pada bunda?"

"Saya tidak mengatakan apa pun. Tadi kebetulan kami bertemu di lift dan terlibat percakapan hingga beliau merasa sungkan untuk menunggu di unit apartemen saya sampai kamu kembali dan memilih untuk menunggu saja di luar sampai kamu pulang jadinya saya menemani beliau."

"Kamu gak perlu repot-repot nemenin bunda saya."

"Kenapa memangnya? Saya senang kok."

Seketika Dinda menatap tajam Alex meneliti wajah pria itu dengan tatapan menyelidik.

"Kamu melakukan ini dengan sengaja kan? Kamu pasti tengah merencanakan sesuatu kan?"

****

Dinda masuk ke dalam unit apartemennya dan menemukan sang bunda tengah duduk di sofa sambil menunggunya yang tadi bicara dengan Alex di depan.

"Bunda mau minum apa?"

"Bunda bisa ambil sendiri kalau haus, gimana Kak kerjaan hari ini?"

Dinda seketika langsung tersenyum dan menceritakan pada sang bunda mengenai ia yang menjadi general manager di kantornya. Herlin nampak bahagia dan memeluk Dinda mengucapkan selamat atas pencapaian yang sudah Dinda lakukan.

"Kita harus merayakannya."

"Dinda sih baru mau bilang ke Bunda hari ini dan akan merayakannya nanti hari Sabtu ketika Dinda libur."

"Oh bagus itu, acaranya di rumah Bunda aja. Dan jangan lupa undang nak Alex."

Seketika senyum yang sejak tadi terukir di bibir Dinda luntur kala sang bunda menyebut nama Alex.

"Bunda kenapa meminta Alex untuk diundang?"

"Soalnya dia kan tetangga unit apartemen kamu dan Bunda lihat kalian juga dekat seperti yang Melvin katakan."

"Melvin? Apa yang Melvin bilang pada Ibu?"

"Melvin cuma bilang kalau kamu sekarang sudah punya seseorang yang bisa diandalkan selain Ghea dan dia seorang laki-laki jadi karena ucapan Melvin itu membuat Bunda tertarik datang ke sini untuk melihat langsung seperti apa rupanya laki-laki itu dan setelah lihat langsung Bunda langsung suka."

****

Dinda menjelaskan pada Herlin bahwa di antara dirinya dan Alex sama sekali tidak ada hubungan spesial dan Herlin mengatakan bahwa ia paham.

"Kamu bisa berteman dengan pria saja Bunda sudah senang, kalau pun nanti kamu jatuh cinta pada nak Alex pun Bunda akan lebih senang menerima dia menjadi calon menantu Bunda."

"Bunda apa-apaan sih? Dia itu masih sangat muda, 25 tahun umurnya."

"Oh ya? Tapi dia kayaknya dewasa banget, tata bahasanya bagus bisa berbaur dengan orang yang lebih dewasa kayaknya dia cocok sama kamu."

"Bunda apaan sih? Aku mau fokus sama karir aku dulu."

"Nggak salah kok kamu mau fokus sama karir kamu dulu, Bunda kan mengatakan kalau sekiranya kamu berubah pikiran dan ingin mencari sosok calon suami sepertinya nak Alex bisa jadi pertimbangan."

Setelah obrolan itu berakhir, Herlin pamit pulang meninggalkan Dinda yang masih termenung memikirkan apa yang tadi menjadi bahan obrolan di antara bundanya dan dirinya soal Alex.

"Melvin itu mulutnya terlalu sembrono. Kalau kayak gini kan kayaknya bunda malah berharap banget kalau aku bisa sama Alex."

Dinda memutuskan mandi dan berganti pakaian sebelum ia membuka pintu balkon dan berdiri di tepi balkon itu menikmati suasana malam ini ditemani semilir angin yang menerpa wajahnya.

****

Keesokan harinya saat hendak berangkat kerja, Dinda secara tak sengaja bertemu dengan Alex yang juga sepertinya hendak pergi karena mengenakan pakaian rapih.

"Mau berangkat kerja?" tanyanya.

"Kalo udah tahu kenapa harus tanya lagi?" jawab Dinda ketus.

Alex hanya tersenyum tipis dan mereka kini berdiri bersisian menunggu pintu lift terbuka dan tak lama kemudian akhirnya pintu lift pun terbuka dan mereka gegas masuk ke dalam.

"Akhir pekan ini kamu ada acara?" tanya Dinda memecah keheningan di antara mereka.

"Ada apa memangnya?" tanya Alex heran.

"Kalau kamu tidak ada acara, bunda mengundang kamu untuk datang ke acara syukuran kecil-kecilan di rumahnya."

"Oh begitu, aku pasti akan datang. Kita bisa ke sana bersama kan?"

Seketika Dinda menoleh ke arah Alex dengan raut wajah bingung, Alex kemudian menjelaskan bahwa ia tidak tahu di mana rumah bundanya Dinda maka akan jauh lebih baik kalau mereka jalan bersama saja.

"Aku bisa mengirimkan alamatnya."

"Pokoknya kita jalan bersama titik."

Dinda terperangah mendengar ucapan Alex barusan yang nadanya seperti sebuah perintah. Tidak lama kemudian pintu lift terbuka dan mereka sudah sampai di lantai basement di mana parkiran berada. Alex sempat menoleh ke arah Dinda sebelum pria itu memasuki mobilnya dan ia melambaikan tangannya.

****

Dinda sedang makan siang di sebuah restoran seorang diri karena Ghea saat ini sedang bertemu dengan pacarnya. Dinda masih memikirkan apa yang dikatakan oleh Alex soal mereka yang bisa berangkat bersama dan hanya mengingat kata-kata pria itu saja sudah membuat Dinda mengulas senyum kecil namun buru-buru ia menepis hal itu.

"Ya ampun, aku ini kenapa?"

Dinda menggelengkan kepalanya, ia tak boleh terlalu terbawa perasaan seperti ini. Saat itu tiba-tiba saja muncul seorang pria yang waktu itu pernah bertemu dengannya di bandara secara tak sengaja.

"Halo Dinda."

Sontak saja Dinda yang mengenali suara itu menoleh dan ia mendapati sosok pria bernama Afif itu tengah berdiri di dekat mejanya bahkan pria itu langsung duduk di kursi yang berhadapan dengan Dinda.

"Dinda aku ...."

"Saya pergi."

Dinda baru saja bangkit dan hendak pergi namun tangannya langsung dicekal oleh Afif.

"Lepaskan aku!"

"Dinda, aku merindukanmu. Aku menyesali perbuatanku di masa lalu. Tolong berikan aku kesempatan kedua."

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

lah mantan rupanya pen balikan

2025-04-02

0

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

trussemamgat

2025-03-13

1

lihat semua
Episodes
1 Tuduhan dan Sebutan Perawan Tua
2 Seleranya Sama Bule?
3 Foto Ketika Sunset di Pantai
4 Apakah Saya Tampan?
5 Tetangga Apartemen
6 25 Tahun
7 Pertemuan Tak Terencana
8 Bujukan Sang Mantan
9 Calon Suami
10 Tawaran Untuk Menikah
11 Acara (yang seharusnya) Bahagia Justru Tidak Kesampaian
12 Batal Nikah
13 Jujur Pada Bunda
14 Mantan Itu Tetangga Rumah Baru Tante
15 Tante yang Kepo
16 Menikah
17 Malam Pertama dan Merajuk
18 Masih Ada Rasa Untuk Sang Mantan?
19 Keputusan Suami
20 Mulut Pedas Sang Tante
21 Tiba Di Rumah Mertua
22 Mengulik Masa Lalu
23 Peringatan Bunda
24 Pelukan Hangat
25 Pindah Ke Hotel
26 Musim Gugur
27 Tawaran Dari Mertua
28 Pelukan Dari Bunda
29 Minta Pesta Ulang
30 Membalas Hinaan Tante
31 Pamit Pada Rekan Kerja
32 Wakil Presdir
33 Musuh yang Nyata
34 Peringatan yang Datang
35 Sikap Manis
36 Perlahan Cinta Itu Tumbuh
37 Jadian
38 Maaf Dan Terima Kasih
39 Lamaran
40 Menjaga Jarak
41 Kondisi yang Menyedihkan
42 Kabar Bahagia yang Dinanti
43 Siasat Licik dan Ancaman
44 Hari Pernikahan Tiba
45 Butuh Penyesuaian
46 Bulan Madu di Rumah Ipar
47 Kejujuran Pada Mertua
48 Memilih Untuk Percaya
49 Takut Ketahuan
50 Bom yang Meledak
51 Lahir Ke Dunia
52 Dia Anakku?
53 Kejujuran yang Berujung Penangkapan
54 Hukuman Bagi yang Pantas Mendapatkannya
55 Mulai Kepo yang Membuat Resah
56 Menolak Tipu Muslihat
57 Tak Terima dan Marah
58 Sikap Aneh Suami
59 Semua Hancur
60 Berpisah Lebih Baik
61 Pergi Dari Rumah
62 Hidup yang Baru
63 Pekerjaanku
64 Akhir Cerita
Episodes

Updated 64 Episodes

1
Tuduhan dan Sebutan Perawan Tua
2
Seleranya Sama Bule?
3
Foto Ketika Sunset di Pantai
4
Apakah Saya Tampan?
5
Tetangga Apartemen
6
25 Tahun
7
Pertemuan Tak Terencana
8
Bujukan Sang Mantan
9
Calon Suami
10
Tawaran Untuk Menikah
11
Acara (yang seharusnya) Bahagia Justru Tidak Kesampaian
12
Batal Nikah
13
Jujur Pada Bunda
14
Mantan Itu Tetangga Rumah Baru Tante
15
Tante yang Kepo
16
Menikah
17
Malam Pertama dan Merajuk
18
Masih Ada Rasa Untuk Sang Mantan?
19
Keputusan Suami
20
Mulut Pedas Sang Tante
21
Tiba Di Rumah Mertua
22
Mengulik Masa Lalu
23
Peringatan Bunda
24
Pelukan Hangat
25
Pindah Ke Hotel
26
Musim Gugur
27
Tawaran Dari Mertua
28
Pelukan Dari Bunda
29
Minta Pesta Ulang
30
Membalas Hinaan Tante
31
Pamit Pada Rekan Kerja
32
Wakil Presdir
33
Musuh yang Nyata
34
Peringatan yang Datang
35
Sikap Manis
36
Perlahan Cinta Itu Tumbuh
37
Jadian
38
Maaf Dan Terima Kasih
39
Lamaran
40
Menjaga Jarak
41
Kondisi yang Menyedihkan
42
Kabar Bahagia yang Dinanti
43
Siasat Licik dan Ancaman
44
Hari Pernikahan Tiba
45
Butuh Penyesuaian
46
Bulan Madu di Rumah Ipar
47
Kejujuran Pada Mertua
48
Memilih Untuk Percaya
49
Takut Ketahuan
50
Bom yang Meledak
51
Lahir Ke Dunia
52
Dia Anakku?
53
Kejujuran yang Berujung Penangkapan
54
Hukuman Bagi yang Pantas Mendapatkannya
55
Mulai Kepo yang Membuat Resah
56
Menolak Tipu Muslihat
57
Tak Terima dan Marah
58
Sikap Aneh Suami
59
Semua Hancur
60
Berpisah Lebih Baik
61
Pergi Dari Rumah
62
Hidup yang Baru
63
Pekerjaanku
64
Akhir Cerita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!