Episode 14 : Kerja di Malam Hari

Zea duduk diatas ranjang sambil melihat dengan serius apa yang dilakukan Zio. Zea melihat jam dinding, waktu sudah menunjukan pukul sembilan malam, namun Zio masih berkutat dengan laptopnya diatas sofa.

"Gue gak bisa tidur kalau lampu masih hidup," kata Zea.

"Bentar, kerjaan gue belum selesai," jawab Zio.

"Gue gak nyangka Lo sampai bawa laptop kemari. Lo mau nginap berapa malam sih di sini?" kata Zea.

"Selama kita jadi suami istri," jawab Zio, santai sambil fokus ke pekerjaannya.

Zea mendengus tidak suka mendengar jawaban Zio. Bisa-bisanya mulai malam ini sampai entah kapan dia dan Zio harus sekamar. "Gue gak nyaman ada Lo di sini. Biasanya jam segini gue udah tidur. Tapi gue gak bisa tidur kalau Lo tiap malam begini."

"Ya udah, bilang sama nyokap Lo suruh siapin kamar lain buat gue. Gue malam hari bisa kerja sampai jam sepuluh malam."

"Mana mau nyokap gue kasih Lo kamar lain. Aneh Lo."

"Ya udah, kalau begitu mulai sekarang biasakan tidur dengan lampu masih terang. Karena lampu bakal gue matiin setelah semua pekerjaan gue selesai."

"Lo kan masih SMA, kerja apa sih?"

"Lo lupa gue pewaris Ray Group? Sejak kelas 1 SMA gue udah bantuin kakek dan bokap gue kerja. Lo pikir ngelola perusahaan gampang? Setelah lulus kuliah gue bakal dikasih jabatan CEO, jadi mulai sekarang gue udah mempersiapkan diri."

"Repot amat jadi pewaris. Bukannya pewaris tinggal nikmatin hasilnya doang?"

"Kehidupan nyata gak seperti dunia drama, ngerti?"

"Kalau Lo sibuk, kok Lo masih sempat main band, main basket dan ikut kegiatan di sekolah?"

"Pagi sampai sore gue anak SMA. Malam hari gue pewaris Ray Group. Itu keseimbangan yang gue ciptakan biar hidup gue berkualitas," jawab Zio. "Lagian, kalau gue gak kerja, dan perusahaan bokap gue bermasalah, Lo juga yang repot, karena gue gak bisa nafkahin Lo," sambung Zio.

"Gue masih bisa minta sama Papa dan Mama uang jajan gue."

"Kata kakek, gue yang harus nafkahin Lo mulai sekarang. Jadi jangan minta lagi ke Papa dan Mama Lo. Tahun depan kita harus mulai hidup mandiri di rumah sendiri, setelah kita menikah secara hukum," jawab Zio lagi. Perkataan Zio membuat Zea terdiam. Betapa dewasanya pemikiran Zio, padahal dia hanya remaja 18 tahun. Apa mungkin karena ini efek kecerdasan otak Zio.

"Sebentar!" Zio mengalihkan perhatiannya sebentar dari laptop, dia mengeluarkan sebuah kartu dari dompetnya. "Ini ambil buat Lo. Gue punya dua kartu, kartu ini buat Lo. Isi dalam kartu ini 1 Milyar, ini bukan uang bulanan, tapi Lo gunakan aja seperlunya. Saat isinya habis, nanti gue isi lagi." Zio meletakan kartu itu diatas meja, meminta Zea datang mengambilnya.

Zea bangkit dari posisi duduknya. Dia berjalan mengambil kartu yang Zio letakan diatas meja. "Kalau urusan duit gue gak pernah nolak," kata Zea tersenyum senang.

"Tapi ini gak gratis, ada timbal baliknya," ucap Zio.

"Ada timbal baliknya?"

"Di rumah, gue punya banyak pembantu, di sini gak ada pembantu. Jadi Lo yang harus nyuci baju gue, menyediakan makanan buat gue, lipat baju gue, setrika dan buatin gue minuman juga cemilan waktu gue kerja, oke? Anggaplah Lo gue gajih," jelas Zio.

"Oke, gak papa lah jadi babu Lo, yang penting duit lancar," jawab Zea. "Yee ... dapat 1 Milyar, gue bisa belanja sepuasnya," lanjut Zea lagi dengan senang. "Ya udah, Lo lanjut aja kerja, gue nonton aja sambil nunggu Lo. Besok aja gue siapin minuman dan cemilan buat Lo kerja, malem ini gue males."

Zea duduk di sebelah Zio. Dia tidak mengganggu Zio bekerja. Dia menggunakan handset untuk mendengarkan suara drama korea yang dia tonton. Hanyut dalam alur cerita, kadang ekspresi wajah Zea sedih, tertawa sendiri dan tersenyum seperti orang gila. Zio tidak terlalu memperhatikan Zea karena jika dirinya bekerja tidak ada yang bisa mengalihkan fokusnya.

Dua jam telah berlalu, pekerjaan Zio baru selesai. Zio mematikan laptopnya. Zio baru sadar kalau Zea tertidur pulas disampingnya dengan posisi duduk. Ponsel Zea masih hidup dan kartu yang di berikan Zio masih ada ditangan Zea.

"Katanya gak bisa tidur kalau lampu belum mati? Ini malah ngorok." Zio geleng-geleng kepala melihat kelakuan Zea.

Zio mengambil kartu yang dipegang Zea dan menaruhnya diatas meja. Handset Zea dia lepas. Saat ingin mematikan ponsel Zea, Zio tidak sengaja melihat pesan WA masuk. Zio yang memiliki rasa penasaran tinggi, akhirnya mengintip WhatsApp Zea. Kebetulan sekali WhatsApp Zea tidak memakai kata sandi maupun pola.

Ekspresi wajah Zio berubah kesal setelah melihat banyak sekali pesan masuk dari Robbi. Terlebih nama Robbi diponsel Zea belum Zea ubah. Nama Robbi diponsel Zea adalah "My BF❤️" Entah Zea masih punya perasaan pada Robbi, atau memang Zea jarang buka WhatsApp. Yang jelas melihat nama Robbi diponsel Zea sukses membuat Zio cemburu.

"Ngapain sih nih orang masih ngirim wa segala, udah putus juga."

Zio membaca semua pesan Robbi yang belum terbaca oleh Zea. Rupanya sejak seminggu yang lalu Zea tidak tertarik membaca pesan Robbi. Ratusan pesan yang Robbi kirim hampir setiap hari tidak direspon Zea. Bahkan Robbi sudah memohon dengan sopan.

Terpopuler

Comments

⎯⎯꯭ᷤ💕Sisk𝚊⃤𝐊𝐔ˢ⍣⃟ₛ꙳❂͜͡✯:≛꯭➛

⎯⎯꯭ᷤ💕Sisk𝚊⃤𝐊𝐔ˢ⍣⃟ₛ꙳❂͜͡✯:≛꯭➛

lagiiiiiiiiiii thoorr,,, mau belanjain uang 1M ini... wkwkwkwk 🤭🤭
semangat othor sayang,, sehat slalu yew 💗😘

2024-09-27

2

⎯⎯꯭ᷤ💕Sisk𝚊⃤𝐊𝐔ˢ⍣⃟ₛ꙳❂͜͡✯:≛꯭➛

⎯⎯꯭ᷤ💕Sisk𝚊⃤𝐊𝐔ˢ⍣⃟ₛ꙳❂͜͡✯:≛꯭➛

aku juga mau kalo gitu Zea,, kerjaannya mah gampang itu... wkwkwk 🤣🤣

2024-09-27

1

⎯⎯꯭ᷤ💕Sisk𝚊⃤𝐊𝐔ˢ⍣⃟ₛ꙳❂͜͡✯:≛꯭➛

⎯⎯꯭ᷤ💕Sisk𝚊⃤𝐊𝐔ˢ⍣⃟ₛ꙳❂͜͡✯:≛꯭➛

hahaha 🤣🤣

2024-09-27

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 01 : Kodok dan Keong
2 Episode 02 : Pernikahan Dipercepat
3 Episode 03 : Malu Tapi Mau
4 Episode 04 : Pacar Zea
5 Episode 05 : Lo ganteng, Lo aman
6 Episode 06 : Raja Rimba
7 Episode 07 : Ciuman Pertama
8 Episode 08 : Cemburu
9 Episode 09 : Sahabat
10 Episode 10 : Hari Pernikahan Zea dan Zio
11 Episode 11 : Sah
12 Episode 12 : Bocil Lucu
13 Episode 13 : Lingerie Merah
14 Episode 14 : Kerja di Malam Hari
15 Episode 15 : Perkara Di Blokir
16 Episode 16 : Rencana Study Tour
17 Episode 17 : Akting
18 Episode 18 : Pura-pura atau Nyata?"
19 Episode 19 : Zea Cemburu
20 Episode 20 : Main Band
21 Episode 21 : Tim Cheerleaders
22 Episode 22 : Tentang Ponsel
23 Episode 23 : Pernikahan Rahasia
24 Episode 24 : Kamu Yang Ku Tunggu
25 Episode 25 : Suami dan Mantan Pacar
26 Episode 26 : Insiden Di Panggung
27 Episode 27 : Juara
28 Episode 28 : : Pernyataan Cinta
29 Episode 29 : Konglomerat
30 Episode 30 : Tetap Sahabat
31 Episode 31 : Masalah Perusahaan
32 Episode 32 : Senda Gurau Di Pagi Hari
33 Episode 33 : Gosip Pagi
34 Episode 34 : Perjalanan Jauh
35 Episode 35 : Jebakan
36 Episode 36 : Selamat
37 Episode 37 : I Love You
38 Episode 38 : Berdamai
39 Episode 39 : Masalah
40 Episode 40 : Berpisah Untuk Sementara
41 Episode 41 : Kakek Meninggal
42 Episode 42 : Rahasia Pernikahan
43 Episode 43 : Saling Peduli
44 Episode 44 : Obat Lelah
Episodes

Updated 44 Episodes

1
Episode 01 : Kodok dan Keong
2
Episode 02 : Pernikahan Dipercepat
3
Episode 03 : Malu Tapi Mau
4
Episode 04 : Pacar Zea
5
Episode 05 : Lo ganteng, Lo aman
6
Episode 06 : Raja Rimba
7
Episode 07 : Ciuman Pertama
8
Episode 08 : Cemburu
9
Episode 09 : Sahabat
10
Episode 10 : Hari Pernikahan Zea dan Zio
11
Episode 11 : Sah
12
Episode 12 : Bocil Lucu
13
Episode 13 : Lingerie Merah
14
Episode 14 : Kerja di Malam Hari
15
Episode 15 : Perkara Di Blokir
16
Episode 16 : Rencana Study Tour
17
Episode 17 : Akting
18
Episode 18 : Pura-pura atau Nyata?"
19
Episode 19 : Zea Cemburu
20
Episode 20 : Main Band
21
Episode 21 : Tim Cheerleaders
22
Episode 22 : Tentang Ponsel
23
Episode 23 : Pernikahan Rahasia
24
Episode 24 : Kamu Yang Ku Tunggu
25
Episode 25 : Suami dan Mantan Pacar
26
Episode 26 : Insiden Di Panggung
27
Episode 27 : Juara
28
Episode 28 : : Pernyataan Cinta
29
Episode 29 : Konglomerat
30
Episode 30 : Tetap Sahabat
31
Episode 31 : Masalah Perusahaan
32
Episode 32 : Senda Gurau Di Pagi Hari
33
Episode 33 : Gosip Pagi
34
Episode 34 : Perjalanan Jauh
35
Episode 35 : Jebakan
36
Episode 36 : Selamat
37
Episode 37 : I Love You
38
Episode 38 : Berdamai
39
Episode 39 : Masalah
40
Episode 40 : Berpisah Untuk Sementara
41
Episode 41 : Kakek Meninggal
42
Episode 42 : Rahasia Pernikahan
43
Episode 43 : Saling Peduli
44
Episode 44 : Obat Lelah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!