Episode 18 : Pura-pura atau Nyata?"

"Pokoknya kakek tidak mau operasi kalau kalian berdua tidak memberikan kakek cicit," ucap Adi berakting sebaik mungkin. Nada suaranya sengaja dia pelankan, seolah sedang sekarat. Perkataan kakek Adi membuat Zea dan Zio sedih.

Sesaat Zio terdiam, namun Zio memiliki ide. Jangan remehkan Zio, dia selalu bisa membujuk kakeknya.

"Zio dan Zea akan memberikan kakek cicit. Zio janji," jawab Zio.

Perkataan Zio membuat mata Zea membulat. "Kok dia bilang gitu?" batin Zea penuh tanya.

"Kalau menunggu cicit kakek lahir paling cepat membutuhkan waktu setahun. Zio tidak mau dalam waktu itu kakek pergi meninggalkan kami. Jadi Zio mohon agar kakek cepat sembuh, kakek mau kan operasi? Nanti kalau cicit kakek lahir setahun kemudian, kakek gak bisa gendong karena sakit," bujuk Zio lagi.

"Zea dan Zio juga sebenarnya mau cepat punya anak, ya kan Zea?" tanya Zio pada Zea. Zio memberikan kode lewat matanya agar Zea mengiyakan ucapannya.

"Iya, kek," jawab Zea, setelah mengerti kode Zio.

"Kalian tidak bohong kan sama kakek?" tanya kakek Adi untuk meyakinkan dirinya.

"Kakek bisa pegang janji Zio dan Zea," jawab Zio dengan lembut, agar kakeknya percaya.

"Pa, aku percaya sama anakku. Papa juga harus percaya. Dengan begitu Papa bisa sehat dan cucuku bisa lahir dengan cepat," jawab Rangga. Olivia mengangguk mengiyakan ucapannya.

"Baiklah, jika Zio dan Zea ingkar janji, walau kakek sudah operasi, kakek tidak mau makan obat lagi," ancam kakek Adi.

"Aku dan Zea pasti menepati janji, kek," ucap Zio lagi untuk meyakinkan kakeknya.

"Baik, kakek setuju operasi. Kalau kakek dengar kalian tidak akur dan sengaja menjaga jarak yang akhirnya membuat cicit kakek tidak jadi lahir, mending kakek mati aja," ancam Adi Ray lagi.

"Kakek jangan bilang mati lagi. Malu dong kek sama Zea. Kalau Zea jadi kakek, Zea mau hidup sampai 100 tahun, bila perlu sampai ketemu tujuh generasi sekaligus," jawab Zea.

Kakek Adi tersenyum mendengar perkataan Zea. Karena Kakek Adi senang karena membujuk Zio dan Zea untuk akur segampang itu.

"Zio, Zea, Papi dan Mami mau berangkat ke Prancis ada urusan bisnis hari ini, besok sore baru pulang, bagaimana kalau kalian bermalam di sini saja menemani kakek? Nanti Papi telepon mertuamu untuk memberitahu mereka," pinta Rangga.

"Iya, Pi," jawab Zio.

"Ya sudah, kakek pasti baik-baik saja selama setuju operasi. Kalian istirahatlah dikamar. Kakek kalian juga mau istirahat. Nanti dokter pribadi kakek yang akan mengurus semua prosedur operasi kakek kalian," kata Olivia.

"Iya, Mi," jawab Zio dan Zea. Keduanya pun keluar. Saat pintu tertutup Adi Ray, Rangga dan Olive tersenyum lebar.

"Kok gampang sekali membujuk mereka?" tanya Rangga.

"Seharusnya Mas Rangga bersyukur karena membujuk mereka sangat gampang," jawab Olivia.

"Mereka kan sayang sama kakeknya, jadi apapun kata kakeknya akan mereka turuti," kata Adi Ray.

Mereka tidak tau saja apa yang ada dipikiran Zio.

Setelah Zio dan Zea masuk ke kamar, Zea langsung mencerca Zio dengan banyak pertanyaan.

"Maksud Lo apa tadi? Punya anak? Ngasih kakek cicit, ada-ada aja Lo!" ucap Zea.

"Kalau gue gak bilang gitu gimana kakek mau sembuh. Lo tenang aja, gue udah punya rencana supaya mereka percaya. Pokoknya selama dua bulan ke depan, operasi kakek harus berhasil, dan kakek harus sembuh total dulu. Jadi kita harus berakting dengan baik. Kalau kakek sembuh, baru Lo bebas dan gak usah berakting lagi."

"Maksudnya ini hanya pura-pura?"

"Emangnya Lo mau punya anak beneran sama gue?"

Zea terdiam mendengar perkataan Zio. Dia bingung harus menjawab apa.

"Di depan mereka kita harus berakting sebaik mungkin. Kita harus mesra. Di belakang mereka, terserah Lo mau galak kek, mau caci maki gue kek, terserah Lo. Dua bulan ke depan Lo harus hamil pura-pura. Setelah itu, Lo keguguran, paham?" jelas Zio lagi.

"Ya sudah, oke, gue setuju," jawab Zea tidak bersemangat. Entah kenapa mendengar rencana Zio Zea jadi sedih, terlebih semua kemesraan dan keakuran yang akan mereka tunjukan nanti, hanya akting belaka.

"Sebenarnya gue mau semua itu nyata, bukan akting, tapi gue tau betul betapa bencinya Lo sama gue. Apa gue manfaatin aja ya momen berpura-pura nanti buat bikin hati Lo luluh?" batin Zio.

"Kok gue sedih saat tau itu hanya akting. Apa sih yang sebenarnya gue harap dari Zio?" batin Zea.

Terpopuler

Comments

范妮·廉姆

范妮·廉姆

lama bener Zea yakin mau hidup 100 thn..

2024-10-16

0

Mrs.Riozelino Fernandez

Mrs.Riozelino Fernandez

tuh kaaaaan sama2 ingin berumah tangga yang sesungguhnya...
makanya harus jujur Zio Zea...
Zio nih laki2 harus nurunin sedikit aja ego nya ,coba untuk mendekati Zea ngambil hatinya...

2024-10-02

1

yuning

yuning

makan tu gengsi 😏

2024-09-29

2

lihat semua
Episodes
1 Episode 01 : Kodok dan Keong
2 Episode 02 : Pernikahan Dipercepat
3 Episode 03 : Malu Tapi Mau
4 Episode 04 : Pacar Zea
5 Episode 05 : Lo ganteng, Lo aman
6 Episode 06 : Raja Rimba
7 Episode 07 : Ciuman Pertama
8 Episode 08 : Cemburu
9 Episode 09 : Sahabat
10 Episode 10 : Hari Pernikahan Zea dan Zio
11 Episode 11 : Sah
12 Episode 12 : Bocil Lucu
13 Episode 13 : Lingerie Merah
14 Episode 14 : Kerja di Malam Hari
15 Episode 15 : Perkara Di Blokir
16 Episode 16 : Rencana Study Tour
17 Episode 17 : Akting
18 Episode 18 : Pura-pura atau Nyata?"
19 Episode 19 : Zea Cemburu
20 Episode 20 : Main Band
21 Episode 21 : Tim Cheerleaders
22 Episode 22 : Tentang Ponsel
23 Episode 23 : Pernikahan Rahasia
24 Episode 24 : Kamu Yang Ku Tunggu
25 Episode 25 : Suami dan Mantan Pacar
26 Episode 26 : Insiden Di Panggung
27 Episode 27 : Juara
28 Episode 28 : : Pernyataan Cinta
29 Episode 29 : Konglomerat
30 Episode 30 : Tetap Sahabat
31 Episode 31 : Masalah Perusahaan
32 Episode 32 : Senda Gurau Di Pagi Hari
33 Episode 33 : Gosip Pagi
34 Episode 34 : Perjalanan Jauh
35 Episode 35 : Jebakan
36 Episode 36 : Selamat
37 Episode 37 : I Love You
38 Episode 38 : Berdamai
39 Episode 39 : Masalah
40 Episode 40 : Berpisah Untuk Sementara
41 Episode 41 : Kakek Meninggal
42 Episode 42 : Rahasia Pernikahan
43 Episode 43 : Saling Peduli
44 Episode 44 : Obat Lelah
Episodes

Updated 44 Episodes

1
Episode 01 : Kodok dan Keong
2
Episode 02 : Pernikahan Dipercepat
3
Episode 03 : Malu Tapi Mau
4
Episode 04 : Pacar Zea
5
Episode 05 : Lo ganteng, Lo aman
6
Episode 06 : Raja Rimba
7
Episode 07 : Ciuman Pertama
8
Episode 08 : Cemburu
9
Episode 09 : Sahabat
10
Episode 10 : Hari Pernikahan Zea dan Zio
11
Episode 11 : Sah
12
Episode 12 : Bocil Lucu
13
Episode 13 : Lingerie Merah
14
Episode 14 : Kerja di Malam Hari
15
Episode 15 : Perkara Di Blokir
16
Episode 16 : Rencana Study Tour
17
Episode 17 : Akting
18
Episode 18 : Pura-pura atau Nyata?"
19
Episode 19 : Zea Cemburu
20
Episode 20 : Main Band
21
Episode 21 : Tim Cheerleaders
22
Episode 22 : Tentang Ponsel
23
Episode 23 : Pernikahan Rahasia
24
Episode 24 : Kamu Yang Ku Tunggu
25
Episode 25 : Suami dan Mantan Pacar
26
Episode 26 : Insiden Di Panggung
27
Episode 27 : Juara
28
Episode 28 : : Pernyataan Cinta
29
Episode 29 : Konglomerat
30
Episode 30 : Tetap Sahabat
31
Episode 31 : Masalah Perusahaan
32
Episode 32 : Senda Gurau Di Pagi Hari
33
Episode 33 : Gosip Pagi
34
Episode 34 : Perjalanan Jauh
35
Episode 35 : Jebakan
36
Episode 36 : Selamat
37
Episode 37 : I Love You
38
Episode 38 : Berdamai
39
Episode 39 : Masalah
40
Episode 40 : Berpisah Untuk Sementara
41
Episode 41 : Kakek Meninggal
42
Episode 42 : Rahasia Pernikahan
43
Episode 43 : Saling Peduli
44
Episode 44 : Obat Lelah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!