Zio baru saja selesai memakai pakaiannya. Zio tidak sengaja melihat kotak yang dijatuhkan Zea. Penasaran, Zio langsung membukanya. Mata Zio membulat melihat isi kotak itu.
Sementara di dalam kamar mandi, Zea baru selesai mandi. Zea pun sudah mengganti pakaian basahnya dengan handuk.
"Aduh, bego banget sih gue. Harusnya gue bawa baju ganti tadi. Kenapa gue malah ambil handuk?" kesal Zea pada dirinya. Zea belum terbiasa menunjukan tubuhnya tanpa hijab pada seseorang, selain ayah dan ibunya.
"Bodo amat ah, awas aja kalau Zio ngejek badan gue. Dia kan orangnya suka ngejek. Dulu aja gue dibilang kurus, jelek, hitam. Ya walaupun sekarang badan gue udah agak berisi tapi masih langsing, gue juga gak jelek-jelek amat. Kulit gue udah putih dan glowing. Wajar aja dulu gue jelek plus bau ketek, namanya juga baru remaja, belum bisa rawat diri," gumam Zea.
Zea menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya. Setelah merasa cukup tenang, Zea perlahan membuka pintu kamar mandi.
Cklek
Zea terkejut dan mematung di tempat, melihat pemandangan pertama yang dia lihat setelah membuka pintu.
"Lo liar juga ternyata. Lo mau pake ini buat merayu gue nanti malam?" ucap Zio tersenyum sambil memegang sebuah lingerie merah ditangannya.
"Dari mana Lo dapet itu?" tanya Zea.
"Dari sini, ini kotak yang Lo bawa tadi kan? Wah, istriku dirumah memang sholehot," puji Zio, tapi pujiannya terdengar sebagai ejekan di telinga Zea.
"Kembalikan, itu bukan punya gue. Mama yang ngasih itu ke gue tadi. Gue gak tau ternyata isinya baju kurang bahan." Zea langsung merebut lingerie itu dari tangan Zio.
"Ets, gak bisa," jawab Zio. Dia sengaja menggenggam lingerie itu dan menaikan tangannya. Karena tubuh Zea tidak setinggi tubuh Zio, tangan Zea kesulitan meraih lingerie itu.
"Kembalikan gak?" kata Zea.
"Ambil aja sendiri kalau Lo sampai," kata Zio, mempermainkan Zea. Sekuat apapun Zea meraih lingerie itu, tetap tidak bisa.
"Dasar rese," umpat Zea kesal, dia masih berusaha meraih lingerie dari tangan Zio.
"Mama mertua jail juga, ngasih itu ke Lo," kata Zio lagi.
"Awas ya, Lo!" ancam Zea. Kemudian Zea membenturkan kepalanya sedikit keras ke kepala Zio.
"Au," rintih Zio. Badan Zio oleng karena kesakitan. Saat hendak jatuh, Zio langsung menarik tubuh Zea agar ikut jatuh bersamanya.
"Hei, apaan sih?" Zea ikut terjatuh di atas tubuh Zio.
Zio membuka matanya, dia baru sadar kalau Zea tidak memakai jilbab. Zea hanya membaluti tubuhnya dengan handuk. Zio terpesona pada kecantikan istrinya. Rambut Zea terurai basah, berwarna hitam dan baunya harum.
"Kok ada yang gerak-gerak di bawah sana?" tanya Zea dengan polos.
Zio juga baru sadar. "Minggir!" dorong Zio pada tubuh Zea.
"Au," rintih Zea kesakitan karena di dorong Zio.
"Ini ambil punya Lo!" Zio langsung melempar lingerie itu pada Zea. Lalu dia bangkit. Secepat kilat Zio langsung masuk ke kamar mandi.
"Ih, tuh orang apaan sih? Tadi dia mempermainkan gue, terus tingkahnya aneh gitu, dasar gak jelas. Tapi tadi itu apa ya? Kok ada yang gerak?" Zea bertanya-tanya karena memang tidak tau.
"Oh iya, lingerie ini harus gue singkirkan. Dasar Mama, malu-maluin aja," kesal Zea. Kemudian Zea memasukan lingerie itu ke kotaknya lagi dan kotaknya dia masukan ke lemari lalu dia kunci.
"Ogah gue pakai baju kurang bahan gitu. Emangnya gue cewek gak bener?" ucap Zea lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
hehe dasar anak ABG...
2024-09-26
1
⎯⎯꯭ᷤ💕Sisk𝚊⃤𝐊𝐔ˢ⍣⃟ₛ꙳❂͜͡✯:≛꯭➛
hahaha 🤣🤣🤣🙈🙈
2024-09-26
1
⎯⎯꯭ᷤ💕Sisk𝚊⃤𝐊𝐔ˢ⍣⃟ₛ꙳❂͜͡✯:≛꯭➛
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
2024-09-26
0