Episode 12 : Bocil Lucu

Pesta pernikahan Zio dan Zea sudah berakhir. Mulai hari ini Zea dan Zio akan tinggal di rumah orangtua Zea dan sesekali nanti akan menginap di rumah orangtua Zio. Mereka baru boleh tinggal di rumah sendiri setelah mereka lulus SMA.

"Zea, gue pulang dulu, ya, selamat berjuang nanti malam," ucap Nina. Nina menjadi orang terakhir yang pulang diantara tamu lain. Tadi pagi dia datang dengan tangan kosong, sore ini dia pulang membawa banyak kotak makanan.

"Apaan sih?" Zea tidak mengerti.

"Sekarang Lo udah jadi seorang istri, jadi jangan terlalu polos, oke?"

"Ih gak jelas. Udah sana pulang, bosen gue liat muka Lo."

"Siap-siap nikmati waktu bulan madu kalian ya, lagian Lo kan izin gak masuk sekolah seminggu."

"Aduh Nina, gak usah banyak omong, pulang sana!"

"Iya, Iya. Gak usah Lo usir juga gue bakal pulang. Bye ..." Nina akhirnya pulang, dengan menaiki motor maticnya.

"Zea ..." panggil ibunya, menyuruh Zea masuk. Setelah melihat Nina keluar melewati gerbang rumah, Zea pun masuk.

"Kenapa, Ma?" tanya Zea, yang baru saja masuk rumah.

"Ini buat kamu. Pakai nanti depan Zio," kata Murni, menyodorkan sebuah kotak pada putrinya.

"Apa isinya, Ma?" tanya Zea panasaran.

"Nanti di kamar baru kamu buka," jawab Murni.

"Ya udah. Aku ke kamar dulu, Ma. Aku mau mandi, gerah," kata Zea.

"Mandi yang wangi. Di kamar mandi kamu masih banyak shampo kan?" kata Murni lagi.

"Ya elah Ma, aku kan mau mandi, belum tentu aku keramas."

"Ih, apanya yang belum tentu keramas. Besok pagi harus keramas, dan jangan lupa baca niat mandi wajibnya."

"Maksud Mama apaan sih? Zea gak ngerti."

"Nanti kamu juga ngerti. Zio bakal ngajarin kamu, karena dia lebih pinter dari kamu." Murni pun berlalu pergi, dia juga lelah, jadi Murni masuk ke kamar untuk istirahat. Dia tidak ingin mengganggu aktivitas anak dan menantunya untuk menikmati malam pertama dan menghasilkan cucu-cucu lucu untuk mereka.

Setelah Murni masuk ke kamarnya, Zea pun juga masuk ke kamarnya.

"Aaa ..." teriak Zea terkejut. Dia terkejut melihat Zio keluar dari kamar mandi hanya dengan berbalut handuk dipinggangnya. Kotak hadiah yang diberikan ibunya sampai terlepas jatuh ke bawah.

"Apaan sih? Lebay," ucap Zio.

Mata Zea tidak sengaja menangkap perut sixpack Zio. Sempat berpikiran mesum sesaat, Zea langsung menyadarkan dirinya. "Ngapain Lo mandi dikamar mandi gue?" tanya Zea, mengalihkan perhatiannya sendiri, agar berhenti melihat tubuh Zio.

"Kamar mandi Lo? Kita udah nikah, kamar mandi Lo ya kamar mandi gue."

"Benar juga," sahut Zea, saat baru ingat dirinya sudah menikah dengan Zio.

Zio geleng-geleng kepala, kemudian dia kembali berjalan menuju lemari.

"Eh Lo ngapain buka lemari gue? Mana ada baju Lo di sini," cerca Zea.

"Tuh ada," jawab Zio.

"Kok baju Lo tiba-tiba ada di sini?"

"Kepala pelayan rumah gue yang bawa dan langsung menatanya di lemari. Oh ya, tuh hadiah buat Lo," kata Zio lagi. Kemudian dia membuka lemari bawah. Isi lemari itu adalah aksesoris dan perhiasan emas, banyak sekali.

Zea senang dan langsung melihat aksesoris-aksesoris dilemari itu. "Ini semua buat gue? Lo kan udah kasih hantaran ke gue, ngapain Lo ngasih hadiah lagi?" tanya Zea kegirangan. Dia hanya berbasa-basi, dan sebenarnya dia sangat senang.

"Hantaran itu dari Papi dan Mami, bukan dari gue. Ini semua baru dari gue. Kata kakek, gue harus kasih hadiah untuk istri gue. Akhirnya kepala pelayan menyarankan gue kasih Lo perhiasan," jelas Zio.

"Kepala pelayan di rumah Lo emang top."

"Lo masih di sini? Gue mau ganti baju, sebaiknya nanti lagi Lo timang perhiasan ini," kata Zio.

"Ganti aja, siapa juga yang mau ngintip. Gak ada yang diliat juga."

"Oh ya? Gak ada yang dilihat? Kalau begitu, gak masalah dong gue lepas handuk gue di sini, dan Lo bakal liat ..." Zio mendekatkan bibirnya ke telinga Zea. Dia membisikan sesuatu.

Seketika mata Zea membulat sempurna mendengar ucapan pelan Zio di telinganya. "Oke, oke, oke, gue bakal masuk ke kamar mandi, sekalian gue mau mandi. Lo ganti baju aja dulu sepuasnya. Gue gak mau liat punya Lo, sumpah." Zea langsung melepas perhiasan yang dia pegang. Dia kemudian dengan cepat mengambil handuknya dan lari seribu langkah menuju kamar mandi. Zio tertawa kecil melihat tingkah lucu Zea.

"Gini amat ya punya istri Bocil lucu." Zio masih tertawa kecil, tingkah Zea sangat menghiburnya.

Zea langsung menutup pintu kamar mandi. "Sialan tuh orang, ngapain dia ngomong gitu? Hampir aja gue menyaksikan siaran langsung. Bego banget sih Lo, Zea." Zea akhirnya memaksa otaknya melupakan apa yang dibisikan Zio tadi. Zea langsung fokus ke ritual mandinya.

Terpopuler

Comments

fsf

fsf

ya ampun mereka masih bocil mau bikin bocil ngak bahaya tuh...🤭

2024-10-21

0

~ziaaa~

~ziaaa~

emang si zio bisikin apa ya zea?? 😅😅🤭

2024-10-08

0

⎯⎯꯭ᷤ💕Sisk𝚊⃤𝐊𝐔ˢ⍣⃟ₛ꙳❂͜͡✯:≛꯭➛

⎯⎯꯭ᷤ💕Sisk𝚊⃤𝐊𝐔ˢ⍣⃟ₛ꙳❂͜͡✯:≛꯭➛

hihihi 🤭🤭🤭
masa polos Zea akan segera berakhir,,, bentar lagi kan jadi suhu... wkwkwk
sekalian bisa ngajarin Nina... Hahaha 🤣🤣

2024-09-26

2

lihat semua
Episodes
1 Episode 01 : Kodok dan Keong
2 Episode 02 : Pernikahan Dipercepat
3 Episode 03 : Malu Tapi Mau
4 Episode 04 : Pacar Zea
5 Episode 05 : Lo ganteng, Lo aman
6 Episode 06 : Raja Rimba
7 Episode 07 : Ciuman Pertama
8 Episode 08 : Cemburu
9 Episode 09 : Sahabat
10 Episode 10 : Hari Pernikahan Zea dan Zio
11 Episode 11 : Sah
12 Episode 12 : Bocil Lucu
13 Episode 13 : Lingerie Merah
14 Episode 14 : Kerja di Malam Hari
15 Episode 15 : Perkara Di Blokir
16 Episode 16 : Rencana Study Tour
17 Episode 17 : Akting
18 Episode 18 : Pura-pura atau Nyata?"
19 Episode 19 : Zea Cemburu
20 Episode 20 : Main Band
21 Episode 21 : Tim Cheerleaders
22 Episode 22 : Tentang Ponsel
23 Episode 23 : Pernikahan Rahasia
24 Episode 24 : Kamu Yang Ku Tunggu
25 Episode 25 : Suami dan Mantan Pacar
26 Episode 26 : Insiden Di Panggung
27 Episode 27 : Juara
28 Episode 28 : : Pernyataan Cinta
29 Episode 29 : Konglomerat
30 Episode 30 : Tetap Sahabat
31 Episode 31 : Masalah Perusahaan
32 Episode 32 : Senda Gurau Di Pagi Hari
33 Episode 33 : Gosip Pagi
34 Episode 34 : Perjalanan Jauh
35 Episode 35 : Jebakan
36 Episode 36 : Selamat
37 Episode 37 : I Love You
38 Episode 38 : Berdamai
39 Episode 39 : Masalah
40 Episode 40 : Berpisah Untuk Sementara
41 Episode 41 : Kakek Meninggal
42 Episode 42 : Rahasia Pernikahan
43 Episode 43 : Saling Peduli
44 Episode 44 : Obat Lelah
Episodes

Updated 44 Episodes

1
Episode 01 : Kodok dan Keong
2
Episode 02 : Pernikahan Dipercepat
3
Episode 03 : Malu Tapi Mau
4
Episode 04 : Pacar Zea
5
Episode 05 : Lo ganteng, Lo aman
6
Episode 06 : Raja Rimba
7
Episode 07 : Ciuman Pertama
8
Episode 08 : Cemburu
9
Episode 09 : Sahabat
10
Episode 10 : Hari Pernikahan Zea dan Zio
11
Episode 11 : Sah
12
Episode 12 : Bocil Lucu
13
Episode 13 : Lingerie Merah
14
Episode 14 : Kerja di Malam Hari
15
Episode 15 : Perkara Di Blokir
16
Episode 16 : Rencana Study Tour
17
Episode 17 : Akting
18
Episode 18 : Pura-pura atau Nyata?"
19
Episode 19 : Zea Cemburu
20
Episode 20 : Main Band
21
Episode 21 : Tim Cheerleaders
22
Episode 22 : Tentang Ponsel
23
Episode 23 : Pernikahan Rahasia
24
Episode 24 : Kamu Yang Ku Tunggu
25
Episode 25 : Suami dan Mantan Pacar
26
Episode 26 : Insiden Di Panggung
27
Episode 27 : Juara
28
Episode 28 : : Pernyataan Cinta
29
Episode 29 : Konglomerat
30
Episode 30 : Tetap Sahabat
31
Episode 31 : Masalah Perusahaan
32
Episode 32 : Senda Gurau Di Pagi Hari
33
Episode 33 : Gosip Pagi
34
Episode 34 : Perjalanan Jauh
35
Episode 35 : Jebakan
36
Episode 36 : Selamat
37
Episode 37 : I Love You
38
Episode 38 : Berdamai
39
Episode 39 : Masalah
40
Episode 40 : Berpisah Untuk Sementara
41
Episode 41 : Kakek Meninggal
42
Episode 42 : Rahasia Pernikahan
43
Episode 43 : Saling Peduli
44
Episode 44 : Obat Lelah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!