Di dunia Azkadina, terdapat satu dataran yang sangat luas yang lebih di kenal dengan sebutan benua Bolivia.
di ikuti pulau-pulau kecil di sekitar nya, dataran luas itu di pimpinan oleh seorang kaisar dan kaisar itu memimpin 3 wilayah kerjaan yang ia bagi dari luasnya dataran itu.
Istana milik kaisar berada di bagian utara dataran itu, wilayah timur di bagi menjadi 2 bagian di pimpinan oleh kerajaan voculia dan Asheta.
lalu wilayah barat di pimpinan oleh kerajaan Nurenth, dan di bagian selatan adalah wilayah hutan terlarang yang membentang dari kerajaan Asheta menuju kerajaan Nurenth.
Kaisar Atlas memutuskan membangun sebuah academy besar yang berdiri di tengah-tengah perbatasan wilayah ke 3 kerajaan.
lalu setelah rapat berkepanjangan, kaisar memutuskan membangun sebuah ibu kota untuk seluruh kerjaan yang ia pimpinan yang di letakan di kerjaan Nurenth.
Sinar mentari menyambut pagi yang indah, namun di ibukota Kekaisaran zivia yang terletak di kerajaan nurenth.
sudah di sibukan dengan para pedagang yang menjajakan dagangan mereka di depan ruko masing-masing.
Shaqueena sampai pada pagi hari di ibukota setelah menempuh perjalanan nya yang cukup panjang tadi malam.
ia hanya beristirahat sebentar dan melanjutkan perjalanan nya, shaqueena menatap sekitar.
Ibukota zivia ,satu kata yang ada di benak Shaqueena yaitu ramai, karena bukan karena apa, di sinilah tempat banyak manusia mencari nafkah.
banyak pedagang dari berbagai wilayah, menjual dagangan mereka di pasar ibukota ini.
Bukan hanya karena pasar, ibukota ini begitu ramai, karena letak semua bagunan penting yang ada di benua Bolivia.
kebanyakan ada di ibukota, seperti gerbang masuk menuju academy, dan lebih banyak lagi.
kerajaan Nurenth termasuk yang paling besar dari tiga wilayah kekuasaan Emperor Atlas, pun karena bagian terdalam hutan ilusi berada di kerjaan ini.
Namun hal itu tidak mengakibatkan kerugian untuk wilayah kerja Nurenth, karena di perbatasan hutan, tanamkan obat langka tumbuh lebat di sana.
di pinggiran hutan ilusi juga terdapat beberapa desa yang menjadi pengekspor bahan baku makanan, contoh nya seperti desa tumi dan dumi yang di lewati shaqueena.
dan ada juga beberapa desa di dekat nya, namun tidak Shaqueena lewati, desa2 itu juga mengekspor hasil panen mereka untuk di jual di ibukota.
Letak pasar berada di jalan utama kerajaan Nurenth, sedang kan perumahan warga tepat di belakang nya, perumahan di sini sudah ada kemajuan, dari segi estetika nya.
Bentuk rumah yang besar2 tentu nya, dari pada rumah2 para penduduk desa yang pernah shaqueena kunjungi.
Bangunan perumahan berjejer rapi, dengan desain kuno yang menambah ke Estetika an nya, jalan yang bersih, dan alas jalan nya yang sudah memakai bebatuan yang di ratakan.
Bagunan di sini banyak yang bertingkat, banyak juga tempat makan, bar tempat para pedagang kaya menghabiskan uang nya untuk minum, butik tempat para putri dan nona dari pedagang kaya mencari gaun terkini, dll.
Wilayah kerajaan Nurenth, juga terbagi menjadi beberapa wilayah, milik para bangsawan dan petinggi kerajaan.
namun dari semua wilayah,terdapat satu wilayah kerajaan Nurenth yang paling luas,yaitu wilayah kediaman Duke adya.
bukan hanya terkenal karena kekuatan nya Duke adya terkenal juga karena kekayaannya, dia memiliki kebun, pertanian yang luas, ternak, pertambangan dan juga aktif di bidang perdagangan.
kediaman Duke adya sangat luas dan subur, semua itu juga merupakan hadiah dari kaisar Atlas atas kerja keras Duke adya, yang berjasa besar dalam peperangan dasyat yang pernah terjadi di dunia Azkadina.
Shaqueena pun turun dari kudanya, menitipkan kudanya pada saudagar penjaga kuda, di dekat gerbang masuk ibukota, Setalah menitipkan kudanya.
shaqueena melangkah kan kakinya menuju kerumunan orang yang sedang melakukan transaksi perdagangan .
Tujuan utama shaqueena adalah mencari tempat jual beli barang langka, yaitu tempat pergelangan, yang terkenal di ibukota bernama vietato.
tempat para kolektor dan kalangan bangsawan kuat mencari barang langka dan unik di sana.
Shaqueena mendekati salah satu pedagang makanan, di sana menyajikan dagangan seperti sate namun beragam macam bentuk nya.
shaqueena sengaja memilih gerai itu karena, di sana banyak orang yang sedang berkumpul dan berbincang, mungkin saja shaqueena bisa mengetahui sedikit tentang vietato.
"Mari nona silahkan di pilih. " ujar penjual sate itu.
"Saya ingin ini, ini dan itu tolong di buatkan. " ujar Shaqueena.
'Kesempatan mencicipi makanan yang di masak setelah sekian abad aku tidak merasakan nya. 'Batin shaqueena bahagia.
Shaqueena menatap sekitar dan menajamkan pendengaran nya saat melihat orang-orang itu sedang berbincang.
dan saat mendengar kata vietato dari mulut salah satu pemuda di sana shaqueena semakin menajamkan pendengaran nya.
"Aku dengar vietato, mendatangkan barang langka dari wilayah timur. " ujar salah satu pemuda.
"Benar, pasti banyak para bangsawan berburu barang langka di sana. "ucapan yang lain.
"Tentu, apalagi para nona yang selalu menanti kan pil kecantikan untuk mereka gunakan. " ujar nya lagi.
"Benar-benar." seru para pemuda di sana.
Dan seterusnya, para pemuda itu terus berbicara, tentang vietato itu, shaqueena tersentak saat penjual sate mengatakan sate nya telah siap.
"Silahkan nona. " ucap penjual itu ramah.
"Terimakasih paman, tapi saya tidak memiliki uang, apakah saya bisa menukar nya dengan ini. " ucap shaqueena.
Ia mengeluarkan pil penyembuhan tingkat tinggi pada penjual sate itu, terlihat sangat penjual yang terkejut ia mengambil pil penyembuhan yang shaqueena berikan.
"Nona! Ini lebih dari cukup, di tempat lelang pil ini sangat tinggi harganya. " ucap sang penjual.
"Ah saya ingin menjual ini di tempat pelelangan, apakah saya bisa tau di mana tempat itu berada. " ucap shaqueena.
"Saya kebetulan tahu dan Karena nona sangat baik, ambil ini-" ucap sang penjual memberikan sebuah kartu yang terbuat dari kayu.
Terdapat desain unik di atas katu tersebut, terdapat kata kata yang membuat shaqueena sedikit menyerit heran, scelta vietato.
"Nak kartu ini adalah, kartu khusus pelanggan di tempat lelang vietato, tidak mudah mendapat kan kartu itu, paman juga harus berlangganan selama berbulan-bulan agar bisa mendapatkan itu, kartu itu juga hanya di miliki beberapa orang saja, untuk kalangan biasa. " jelas kakek penjualan sate.
"Lalu kenapa kakek memberikan kartu ini kepada saya? " tanya shaqueena penasaran.
"Kakek memberikan ini karena, kamu telah memberikan kakek obat,untuk anak kakek yang sedang sakit parah saat ini. " ucap sang kakek sambil tersenyum lembut.
"Kebetulan saya dengan akan ada pelelangan barang-barang langka yang datang dari wilayah timur, jika nona ingin menjual pil ke sana, ini adalah kesempatan bagus, karena kemungkinan banyak saudagar kaya yang akan datang ke sana. " jelas paman penjual sate itu.
"Terima kasih paman, saya akan segera bergegas ke sana kalau begitu, sekali lagi terimakasih, sampai jumpa. " ucap shaqueena antusias.
Ia berjalan mengikuti rombongan orang yang berkata akan pergi ke tempat pelelangan vietato itu, shaqueena menatap kartu yang di berikan paman pedang tadi, lalu tersenyum.
***
Next?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Tiara Bella
lanjut petualangannya Shaqueena...
2024-09-08
3