Mengingat hal itu membuat Bella tersenyum tipis, tidak ada yang tau bahwa bella mencintai sang atasan tidak lain adalah Aarav.
Ia selalu memperhatikan sang atasan secara diam-diam, dan berhasil tidak ada yang tau perasaan, terutama sang tuan itu sendiri 'mungkin'.
Setelah kembali, ke dari dunia halu nya, Bella membaca dengan seksama, denah lokasi yang akan ia datangi dengan sang rekan.
Bella dan Raka, adalah salah satu pasukan khusus yang sangat bisa di andalkan oleh organisasi ini, karna kecekatan, dan kerja sama yang baik, mereka selalu menjadi garda terdepan jika akan ada penyerangan seperti sekarang ini.
"Malam ini bergerak dan tuntaskan! " tegas Aarav.
"Laksanakan tuan!! " ucap Bella dan Raka.
Setelah keluar dari ruangan itu. Bella dan Raka, berjalan menuju markas utama mafia mereka, yang berada di tengah hutan belantara , dengan sistem khusus tempat itu di jaga dengan ketat.
Setelah sampai mereka segera menemui pasukan yang akan mengikuti mereka menyerang nanti malam, telihat hampir 50 orang terlatih ada di hadapan mereka.
"Kalian semua pasti sudah tau, apa yang akan kita lakukan malam nanti!! " tegas Bella mengawali pembicaraan.
"Pasukan kita bagi menjadi dua. " kata Raka.
"Garda kanan, ikut dengan saya dan garda kiri ikut dengan rekan Bella. " tegas Raka menjelaskan.
"Penyerangan akan di lakukan sesuai koordinasi yang tuan berikan! Jangan gegabah dan lengah. " kata Bella memberi wewenang.
"Baik!! " ucap serempak mereka.
***
Malam pun tiba, mereka semua bergerak cepat menuju tempat tujuan, berada di sebuah tempat terpencil, markas organisasi 'lemah' itu yang mengganggu ketenangan mereka.
Setelah sampai mereka mengamati dalam diam sebuah bangunan yang terlihat tidak terlalu mewah, kemudian saling menatap.
Bella dan Raka melakukan kontak mata, lalu mengangguk menatap ke belakang memberi arahan, pada pasukan untuk mengikuti koordinasi yang telah mereka tentukan.
Garda kanan yang di pimpinan oleh Raka bergerak ke sisi kanan gedung, memblokir setengah dari bagian wilayah di sana.
Dan sisanya mengikuti Bella, lalu memblokir sisanya, dengan alat khusus yang terpasang di telinga mereka semua,Raka dan Bella memberi arahan pada Sniper yang mereka bawa untuk bersiap menembak.
Bella memberi arahan pada salah satu pasukan untuk melemparkan bom asap di halaman bagunan itu.
"Lempar! " komando Bella tegas.
Satu
Dua
Tiga
Domm
Sebuah ledakan tidak terlalu keras terdengar di halaman depan bangun itu, tak lama datang banyak pasukan lawan yang membawa senjata mendatangi tempat kejadian.
"Sial , ada penyusup, bersiap!! " teriak salah satu pasukan lawan.
Bella memperhatikan situasi memberi komando, pada Sniper untuk menembak para pasukan lawan.
"Saya hitung sampai 3,semua bersiap menembak!! " tegas Bella.
Ia telah mengamati semua, ia melihat pemimpin organisasi itu akan keluar dari bangun itu, dengan segera ia bertindak.
"Satu" ucap Bella memberi aba2.
"Dua" para pasukan bersiap.
"Tiga! " teriak Bella.
"Serang !! " komandonya.
Pertarungan tak terelakkan, suara tembakan terdengar memekakkan telinga, teriakan2 pasukan lawan yang kewalahan terdengar nyaring .
"Kak Raka lewat pintu belakang, pemimpin mereka hendak melarikan diri!! Aku akan mengejar dia, bereskan semua ini!! " teriak Bella di alat khusus yang ada d telinga.
"Baiklah!! Hati2 Bella! " tegas Raka di sana yang sedang menembaki lawan.
Tanpa menunggu lama Bella berlari dengan tembakan yang ada di genggaman nya, melihat sang pemimpin mafia lemah itu sedang berlari.
Dengan sigap Bella menembak kaki nya, hingga ia terjatuh terjerembab ke depan.
"Sial" kata yang pemimpin organisasi lemah itu.
"Fly drak, organisasi lemah yang begitu beraninya menantang blac moon hoho, cih lihat sekarang pemimpin nya terjatuh ke tanah!" Ejek Bella.
"Cih, blac moon organisasi bodoh! " wah wah tidak sayang nyawa.
"ingin segera menghadapi kematian tuan! " sarkas Bella dengan terkekeh mengerikan.
"Hahahah memang nya apa shh bodoh, organisasi blac moon harus musnah, cih menjijikkan, sok mengatur dan sok kuat, " tawa orang itu terdengar menjijikkan.
"Jika aku mati, maka kau juga harus mati sialan! " teriak nya, dan...
Dor
Dor
Kejadian itu terlalu cepat untuk Bella memproses semua nya, pria itu sudah terbujur kaku dengan tembak an yang entah dari mana bersarang di dadanya.
Bruk
Bella tidak dapan menahan tubuhnya lagi, semua nya terasa lemas, sial! tepat di dadanya peluru juga bersarang.
Saat Bella akan meluruh, tubuhnya terjatuh dalam dekapan seseorang, ia mendongak dan terlihat rahang tegas di sana.
Dia sang pujaan hatinya, yang selalu ia nanti kan secara diam-diam keberadaan nya, Aarav, tuan nya.
"Tua-an" ucap Bella lirih.
Sial, ini seperti akhir hidup nya, pasti si tua bangka itu menaruh racun di peluru nya, ah kenapa di saat terakhir nya, ia baru berada dalam dekapan cinta nya.
"Jangan berbicara, lukamu akan semakin sakit. " ucap Aarav.
"Uuhuk~ hah -tuaan sial kenapa huh di saat seperti i-ni hiks , aku bera-da di deka-pan mu uhuk. " ucap Bella susah payah karna darah mulai keluar dari rongga mulut nya.
"Hiks sial sekali. " isak nya menyakitkan.
Saat Aarav hendak mengendongnya, Bella menahan nya dan menggeleng lemah.
"Tidak se-semua akan hah~ segera berakhir,tuan hiks, i-ini sa-kit sekali hiks" ucap Bella terisak.
"Sebelum uhuk aku ma-ti, tolong sampai kan maaf ku uhuk pada keluarga ku hiks, karna telah merepotkan mereka hiks" ucap Bella sambil menangis.
Ia melihat aarav yang menatap datar dirinya, dan dapat ia lihat juga kak Raka dan para pasukan nya mulai mendekati mereka.
"Kak huh raka uhuk,Semuanya, huh selamat, aku bahagia~" lirih Bella.
"King, huh uhuk ak-u hiks men-n cintai-mu hiks Mencintai mu, selamat tinggal semua hah~" ucap Bella untuk terakhir kali nya.
Deg
Aarav menatap datar jasad bella, namun bila di lihat dari dekat ia tersenyum dan menitikan air mata.
"Bella hikss, kenapa kamu ninggalin kakak! " Tangis kak Raka meraung-raung di samping jasad Bella.
Para pasukan pun bersedih dan menangisi sosok Bella, mereka seperti keluarga dengan bella karena sikap dan sifat nya yang membuat mereka nyaman.
Dengan pelan Aarav membawa jasad bella di gendong nya, bejalan membelah pasukan yang memandang sendu jasad Bella.
Di ikuti Raka di belakang sana, mereka berjalan meninggal kan tempat kejadian.
'Kamu akan kembali, ke tempat yang seharusnya, hidup bersama ku berjalan dan melawan takdir bersama' batin seseorang di sana
'Kehidupan yang penuh teka teki dan pertualangan, sampai jumpa di kehidupan nyata kita' lanjut batin orang itu
Bukan lain adalah AARAV 'KING DE MOONSTONE'
***
Next
Tandai jika ada typo
Sapa sapa buat Aarav nih
😎👑
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ᭄
selama ini aarav bisa melintasi waktu sendiri nya gitu dan bisa balik dgn sendiri ke dunia asal nya lagi
2024-12-02
0
queen angelista
kalau dia kata di kehidupan nyata terus hidup yg mereka jalani selama itu nggak nyata /Shame/
2024-09-23
1
Grey
bentar, aku kok ga asing sama cerita ini🙄 pernah rilis di app lain ga sih kak ini ceritanya?
2024-09-14
1