Dengan perlahan mata yang lama tertutup itu kembali terbuka, menampilkan iris mata berwarna amber yang begitu memukau, pandang langsung melihat lingkungan yang tidak asing di pengelihatan nya itu.
Hutan ilusi, shaqueena kembali dengan selamat, ia melihat sekeliling, masih tidak berubah, tempat ini masih sangat indah.
perlahan ia turun dari daun Teratai itu dan melangkah kan kakinya menuju dataran dengan rerumputan hijau yang memanjakan mata.
Ia berjalan di atas air danau, dan melihat ke dasarnya ikan ikan ikut mengiringi langkah pelan nya di dalam air, ia juga dapat melihat pantulan wajahnya saat ini.
Sama seperti di Olimpus dulu, wajahnya sama seperti ibunda nya sang dewi Aphrodite, namun sekarang rambut nya berwarna putih bersih mengikuti elemen cahaya yang ia miliki.
dan juga di tambah hiasan kepala yang indah, tinggi badan nya juga terlihat bertambah, lekuk tubuhnya sangat menawan.
Perlahan kaki jenjang yang putih itu menapak di rerumputan, mengedarkan pandang nya mencari sosok Pegasus yang telah menjaga raganya itu.
"Pega! " panggil Shaqueena.
Terlihat sesuatu terbang di atas sana, ah itu pega! Dengan gagah Pegasus itu turun dengan perlahan menuju sangat tuan! Shaqueena.
"Selamat datang kembali nona! " ucap pega dengan membungkuk kan badannya.
"Senang kembali melihat mu." kata shaqueena mengelus rambut panjang yang ada di kepala pega.
"Ah di mana kelinci mungil ku, pega? " ucap Shaqueena penasaran, karena mbul nya itu tidak terlihat.
"Itu... Sebenarnya ada sesuatu yang terjadi nona... " kata pega terlihat gelisah.
"Ada apa pega? " tanya Shaqueena.
"Sebenarnya setelah satu minggu anda bermeditasi...
***
Flashback
Hari itu suasana pagi sangat damai seperti biasanya, pega berasa tidak jauh dari danau memantau tubuh shaqueena yang sedang ber kultivasi.
Namun tiba tiba suasana pagi itu mulai berubah, karena datang nya sepuluh sosok iblis kuat yang berhasil menembus pertahanan hutan ilusi.
" siapa kalian!! "Kata pega waspada.
pega melihat kelinci kesayangan sang nona mendekati para sosok iblis itu,tak lama wush~ kelinci itu berubah menjadi sosok iblis menyeramkan, tepat pemimpin para pasukan itu.
" penghianat, bagaimana bisa kau memasuki hutan ini. "kata pega geram.
Bagaimana tidak ia bisa merasakan aura negatif , padahal dewa Ares sendiri yang memberi kemampuan itu.
"Haha aku adalah metto tangan kanan tuan ku Beelzebub. " katanya terkekeh menyeramkan.
Hah! Pantas saja, kekuatan Beelzebub setara dengan para dewa, karena asal mula nya, dulu seorang dewa, kekuatannya pun sama seperti mereka.
"pergi ,sebelum aku memusnahkan kalian. " usir pega, ia sudah berancang ancang untuk menyerang dan melindungi raga nona nya.
"Haha bodoh! Karena kamu sendiri tau bahwa kami tidak bisa binasa, bila tuan kami masih hidup. "ejek metto.
"Sial,! " umpat pega.
Ya ! Pega juga mengetahui itu mereka tidak bisa di musnah kan, karena mereka terikat dengan Beelzebub, jika Beelzebub masih hidup mereka pun sama, begitu pun sebaliknya.
"Serang dia, habisi raga sang ramalan itu, haha. " kata metto memerintah pasukan nya.
Pega terus berusaha melindungi raga nona nya itu, menyerang pasukan metto dengan kekuatan nya, mengepakkan sayap nya yang bisa mengeluarkan pisau tajam di setiap helai bulunya.
Melihat pega yang kewalahan, iblis metto mendekati raga shaqueena untuk membunuhnya, saat ia akan mengayunkan pedang nya tiba-tiba.
Sring
Ada sebuah pedang yang menangkis pedang yang di gunakan iblis metto, membuat itu pedang nya terbelah menjadi dua.
Angin tiba-tiba berhembus kencang, awan yang awalnya cerah berubah menjadi hitam, guntur mulai terdengar di atas sana, seperti menandakan suasana hati seseorang yang sedang tidak baik.
Lalu muncul sosok memakai jubah hitam tepat di depan raga shaqueena yang dengan bermeditasi , sosok itu melihat ke belakang membungkuk kan sedikit badan dan mengecup kening shaqueena.
Cup
"Selamat datang di dunia kita wife~ " ucap nya lirih di dekat telinga shaqueena.
Mata yang menatap teduh shaqueena, perlahan menjadi dingin, ia kembalikan badannya ke posisinya semula, menatap dingin pasukan iblis yang ketakutan dengan aura nya
"Beraninya kalian berniat mencelakai pendamping hidupku. " ucapan sosok itu dingin.
"Mencari mati heh! Kalau pun kalian tidak bisa mati, saya bisa membuat kalian menderita hingga menginginkan kematian. " ucapnya terkekeh remeh.
Para iblis itu bergetar ketakutan, sekarang tuan mereka sedang di kurung dan kekuatan mereka hanya tersisa sedikit, jelas mereka akan kalah telak oleh putra Zeus itu.
"Aku akan kembali, bersama tuanku untuk memusnahkan kalian. " ucap iblis metto .
Mereka pun menghilang dengan cepat, karna tidak berani melawan putra Zeus yang kekuatan nya saja sudah menandingi dewa Zeus sendiri.
Perlahan awan kembali menjadi terang, angin yang awalannya berhembus kencang pun sekarang sudah mulai stabil.
Pega di masih menegang di tempat karena melihat kedatangan putra Zeus itu, ia di buat terkagum olehnya.
tak lama ia mengerang kesakitan karana serang iblis metto yang menggoreskan pedang beracun di kakinya.
'Dia' yang melihat pega kesakitan pun mendekati nya, melihat luka menganga di kaki pega.
yang sudah berwarna ungu, racun itu sangat mematikan dan nya terlihat sudah menyebar di sana.
Menutup matanya 'dia' menggumamkan matra membuat telapak tangan nya bersinar terang, mengarahkan telapak tangan nya ke arah luka pega dan perlahan luka itu pun tertutup.
"Terimakasih tuan!! " ucap pega membungkuk kan badannya pada 'dia'.
"Tidak masalah, seperti nya pertahanan hutan ini mulai melemah, saya akan menambah kan perisai pengamanannya untuk menjaga shaqueena. " ucap 'dia'.
"Jagalah dia, karena sekarang jiwanya sedang berada bersama orang tuanya, jaga raganya dengan baik, ini perintah ku. " ucap 'dia' tegas.
"Baik tuan. " ucap pega tegas.
Sosok 'Dia' pun mendekati raga shaqueena, ia tersenyum teduh di sana, mengecup lama kening shaqueena.
"Kita akan segera bertemu sayang, jagalah dirimu, karena saya akan selalu menanti saat pertemuan kita tiba nanti. " ucap sosok 'dia' tersenyum.
Perlahan sosok itu menghilang bersama hembusan angin...
Flashback off
***
" siapa 'dia' itu pega, apakah dia sosok pendamping ku. "tanya shaqueena.
"Benar tuan. " jawab pega.
"Ah sudah lah, sekarang aku akan beristirahat pega, kemungkinan satu minggu lagi kita akan keluar dari hutan ilusi. " kata Shaqueena pada pega.
"Dan sekarang kita harus lebih berhati-hati bisa aja iblis metto, menjelma menjadi siapa pun nanti. " ucap Shaqueena.
"Baik nona. " ucap pega.
Shaqueena pun melangkah kan kakinya menuju kastil, untuk mengistirahatkan tubuhnya, hari juga sudah sore dan shaqueena butuh istrahat.
**"
"Hah, siapa sosok 'dia' sebenarnya bagaimana rupanya, aku tidak sabar bertemu dengan nya. " ucap shaqueena.
Shaqueena pun mengelus sebuah kalung indah dengan sebuah batu Giok kecil berwarna biru laut dengan corak indah sebagai bandul nya, kalung itu pemberian dari dewi Aphrodite, sebagai hadiah ulang tahun nya.
Sedang dewa Ares ia memberi kan sebuah busur indah yang bisa di pakai oleh semua elemen-elemen nya.
busur khusus yang di buat langsung oleh Dewa Ares, busur itu akan mengeluarkan panahnya otomatis saat shaqueena menggunakan nya nanti.
Dan untuk kalung gioknya kalung itu spesial, karena dalam batu itu terdapat sebuah ruang hampa yang bisa untuk menyimpan apapun, shaqueena pernah masuk ke dalam sana.
Di dalamnya ada sebuah Kastil, danau dan hutan, di kastil itu shaqueena menyimpan semua barang barang nya, semua pil yang ia buat dengan dewi Aphrodite, dan juga busur dari dewa ares.
...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Grey
kan bener si mbul iblis. meskipun ingatanku rada samar tapi masih inget dikit² 😅
2024-09-16
1
Tiara Bella
lanjut kk .....
2024-09-05
1