Pagi hari pun tiba shaqueena bersiap melanjutkan perjalanan nya menuju ibukota bersama pega, di tambah tuvy yang menjadi anggota baru mereka.
"Dada,mama. Aku akan melanjutkan perjalanan menuju ibu kota, jagalah diri kalian di sini, aku akan berkunjung nanti. " pamit shaqueena pada iblis typhoon dan Ekhidna.
"Jaga diri mu di sana nak, anak buah kami akan menjaga mu dari kejauhan. " ucap iblis typhoon.
"Panggil lah, jika kamu membutuhkan bantuan, dan bila waktu nya tiba kami akan selalu ada di sisimu menjadi pendukung dan pelindung mu nak. " ucap iblis Ekhidna.
"Baiklah mama, dada, aku pamit. " ucap shaqueena.
Shaqueena pun melanjutkan perjalanan nya, menjauhi gua untuk menuju lapisan selanjutnya dari hutan ilusi ini.
"Hah! Sayang sekali dia hanya sebentar di sini. " ucap Ekhidna.
"Benar! Bahkan pasangan nya menegur kita, karena mengetes nya semalam haha. " ucap typhoon terkekeh.
Memang benar 'dia' mengirim telepati pada typhoon , untuk jangan terlalu mempersulit shaqueena, sosok 'dia' tidak ingin shaqueena dalam bahaya.
"Cinta nya tumbuh begitu besar. " ucap Ekhidna terkekeh.
Kembali ke shaqueena,ia sekarang berada di perbatasan hutan perdicolo dan hutan foresta ,Setelah berjalan beberapa waktu mereka akhirnya sampai di lapisan ke dua hutan ilusi.
(kalo dari perbatasan ngitung nya ya) .
"Nona kita sudah tiba di lapisan hutan ke tiga yaitu perdicolo. " kata pega.
Shaqueena melihat sekitar lapisan hutan itu, hutan ini sangat segar jika di lihat, pepohonan hijau besar tumbuh subur di sini, tamanan obat dan berbagai jenis herbal tertanam banyak di hutan ini.
Sejauh mata memandang, rerumputan hijau, bunga-bunga langka, tanaman, dan buah-buahan memanjakan mata, udara di sini sangat segar, juga karna hujan semalam menambah kesan sejuk di sini.
"Pega, aku ingin mencari tanaman obat di sekitar sini untuk persediaan di hutan ruang ku. " kata Shaqueena.
Shaqueena menatap sekitar, mulai mencari tanaman herbal untuk membuat pil kecantikan dan beberapa tanaman akan ia jual nanti.
banyak juga tanaman obat yang shaqueena petik di sana untuk ia tanam di hutan ruang nya.
Hah~hutan ini sangat indah, surga untuk para kultivator penyembuhan atau sering di sebut tabib.
tabib berperan seperti dokter jika di dunia nya dulu, semua tanaman di sini termasuk langka dan khasiat nya yang tidak main main.
Setelah banyak memetik shaqueena memindahkan tanaman itu ke dalam kalung ruang nya, lalu ia menghampiri pega dan juga tuvy.
"Ayo kita pergi,aku sudah cukup banyak memetik tanaman di sini. " ajak Shaqueena.
Shaqueena pun menaiki punggung pega, sambil memangku tuvy, mereka pun terbang melintasi hutan perdicolo.
tak berselang lama mereka pun sampai di depan lapisan hutan terakhir yaitu lapisan confine.
Lapisan confine adalah lapisan terkahir dari hutan ilusi yang shaqueena lewati, hutan ini adalah perbatasan antara hutan ilusi dan juga kerajaan nurenth.
hutan ini di penuhi pepohonan tinggi, namun tak banyak tumbuh rumput di sekitar sini.
Shaqueena turun dari punggung pega bersama tuvy, mereka memasuki hutan confine.
melewati tanah kering dan juga terdapat beberapa daun kering yang berjatuhan di atas pohon.
Matahari sudah naik, seperti nya sudah siang, mereka memutuskan istirahat sebentar, di bawah salah satu pohon besar di sana.
"Pega, karna sekarang kita berada di lapisan terakhir, dan sebentar lagi kita akan memasuki pedesaan, kamu pergilah ke tempat asal mu puncak gunung hilmera, ajaklah juga tuvy bersama mu. " jelas Shaqueena.
"Kenapa saya tidak ikut saja dengan nona? " tanya pega.
"Pega, kamu adalah seekor Pegasus, dan masyarakat di dunia ini meyakini kamu sudah punah, akan mengejutkan mereka, jika aku datang bersamamu ke sana. " jelas Shaqueena.
"Baik nona jaga dirimu, aku akan selalu siap jika nona memanggilku nanti. " kata pega.
"Ya aku akan memanggilmu jika aku sudah sampai di kediaman yang aman, nanti datanglah bersama tuvy ke sana. " jelas Shaqueena.
"Baby tuvy kamu bersama pega dulu ya, perjalanan akan jauh dan kamu sebaiknya beristirahat " ucap Shaqueena.
Pega pun terbang bersama tuvy menuju puncak gunung hilmera, tempat pega berlindung, selama ini, tempat itu juga di lindungi oleh dewa Ares .
Shaqueena pun berdiri ia harus melanjutkan perjalanan sendiri, tinggal di depan sana perbatasan hutan sudah terlihat.
ia melanjutkan perjalanan nya dengan riang, sesekali ia melihat sekitar, banyak hewan berkeliaran di sekitar nya.
namun mereka tidak menyerang shaqueena seolah-olah tau bahwa sosok yang mereka lihat adalah sosok yang di segani.
di tambah aura yang shaqueena sengaja keluar kan selama di hutan ilusi, aura yang begitu pekat dan lembut secara bersamaan.
Setelah sampai di perbatasan shaqueena dapat melihat dengan jelas sebuah desa berada di depan sana.
desa yang terkenal dengan banyak nya para tabib yang hebat, bernama desa dumi, desa dumi adalah sebuah desa yang dekat dengan perbatasan hutan ilusi.
banyak tabib hebat yang lahir di desa dumi, racikan obat para tabib di sini tidak di ragukan lagi, di tambah mereka mengambil nya langsung dari hutan perdicolo .
Kebanyakan para penghuni desa dumi, adalah para elementer land, mereka yang paling kuat memimpin desa tersebut.
para elementer di sini menggunakan kekuatan mereka untuk berkebun, dan berternak jadi tidak heran jika desa dumi, adalah salah satu pemasok sayur dan daging terbesar di Kerajaan nurenth.
Sebelum masuk ke dalam desa dumi, shaqueena merubah penampilan nya menjadi seperti saat ia pertama kali ke sini.
rambut berwarna hitam, dan bola mata berwarna amber, dengan memakai cadar sebagai pelengkap penyamaran nya , shaqueena memasuki desa dumi.
Shaqueena Melangkah menuju desa dumi dengan pelan, sebenarnya shaqueena merasakan seseorang tengah mengawasi nya.
tapi ia abaikan karna aura yang di keluarkan seseorang itu tidak membuat nya merasa di ancam.
***
Sedang kan di sisi lain
Di sebuah Kekaisaran, sosok matahari muda, melangkah kan kakinya tegas menuju halaman belakang paviliun nya, terlihat seorang prajurit tengah memegangi kuda nya.
"Salam calon kaisar masa depan. " ucap prajurit itu pada sosok yang baru saja datang.
"Hm, saya akan pergi berburu, katakan pada ayahanda dan ibunda jika mereka menanyakan keberadaan saya. " kata sosok itu.
"Baik yang mulia." jawab sosok prajurit itu
Sosok itu menaiki kudanya dengan gagah, ia meleset kencang menuju hutan untuk berburu, di temani tangan kanan nya, yang selalu setia berada di sisiNya.
Sosok itu memelankan laju kuda nya, menatap sekitar hutan itu, hutan yang biasanya sosok itu datangi untuk berburu.
"Tuan kenapa kita selalu berburu di hutan confine,bukan kan hutan ini adalah perbatasan menuju hutan terlarang. " kata tangan kanan sosok itu bernama ziel.
"Jangan banyak bertanya, pergilah kau juga berburu sana." ucap sosok itu pada ziel.
Sosok itu pun perlahan menuruni kudanya, dan mencari sosok yang membuat dia berada di hutan ini, lama berjalan untuk mencari sosok itu, akhirnya sosok itu menemukan nya.
"Seperti biasanya kamu pasti sangat cantik. " ucap nya tersenyum.
Sosok itu terus memperhatikan, sosok lain yang berjalan menuju desa dumi, ah~apakah pendamping nya sudah menuju ibukota.
"Sampai bertemu di ibu kota sayang~" ucap sosok itu.
perlahan ia berjalan kembali menuju kuda nya setelah melihat sosok yang ia sebut pendamping itu telah memasuki desa dumi.
"Yang mulia sedang apa di sana? " tanya ziel pada sosok itu.
"Tidak ada, ayo kembali ke kaisaran. " ajak sosok itu.
"Baik yang mulia. " kata ziel, mereka pun menunggangi kuda mereka dan meleset kembali ke kaisaran.
'Padahal ingin menemui mu tapi tua bangka itu ingin aku segera datang'. gerutunya dalam hati.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Yusrina Ina
seterusnya author 🤗🤗🤗
2024-09-06
1
Tiara Bella
kapan mereka ketemu Thor....
2024-09-06
3