Setelah berjalan beberapa waktu, shaqueena, pega dan juga tuvy menemukan sebuah gua besar untuk tempat mereka beristirahat sementara.
Gua itu terlihat mengerikan, di samping nya terdapat danau hitam yang cukup luas dan terlihat dalam, pepohonan besar membelah memberi jalan ke arah gua itu.
"Kita akan beristirahat di sini, besok kita akan melanjutkan perjalanannya." kata Shaqueena pada pega.
Tuvy masih nyaman dalam gendongan shaqueena, beruang bulat itu menggeliat menatap sekeliling dengan polos, mata bulat nya mengerjap.
Ffuhh~
Shaqueena yang gemas meniup mata bulat itu lembut, tuvy mengerjapkan matanya dan memeluk kembali shaqueena, ia seperti ketakutan.
"Tak apa tuvy kita hanya semalam, berada di sini. " kata shaqueena yang seperti mengerti ketakutan tuvy.
"Tuan gua ini memiliki aura yang berbahaya. " kata pega.
"Yah, aku bisa merasakan nya pega, tak apa kita hanya perlu berhati-hati saja. " jelas Shaqueena.
Mereka pun berjalan ke arah gua itu, mecari titik untuk mereka berteduh di dalam sana.
setelah menemukan nya mereka duduk di sana kemudian shaqueena mengambil persediaan buah di dalam kalung ruang nya, untuk mereka makan.
Pega memakan buah-buahan segar begitu pula shaqueena, ah bayi tuvy hampir saja shaqueena lupa, ia mengambil madu di dalam kalung ruang , dan memberikan nya pada tuvy.
Malam pun tiba, shaqueena membuat api unggun sebagai penerangan mereka malam ini, suasana di sini begitu sunyi.
semilir angin sejuk menembus kulit shaqueena,suara burung hantu dan geraman hewan buas terdengar sayup di telinga nya.
Brak~
Tak lama shaqueena, dan pega mendengar sesuatu di dalam gua besar itu, ya!shaqueena tidak memasuki gua itu mereka hanya menetap di mulut gua.
"Suara apa itu pega~" kata shaqueena.
"Saya juga tidak mengetahuinya nona, seperti nya itu berbahaya karena aura negatifnya terus menguat di dalam sana. " kata pega.
"Aku mau ke dalam, untuk mengecek apakah kamu mau ikut? " tanya Shaqueena.
"Saya akan selalu ada di samping anda tuan! " tegas pega.
Shaqueena dan pega memasuki dalam gua itu, mereka meninggalkan tuvy di dekat api unggun.
karena bayi beruang itu sedang terlelap, shaqueena juga sudah memantrai disekeliling tuvy agar ia tetap aman.
"Gua ini sangat dalam. " kata Shaqueena.
Suaranya bergema di dalam gua itu, pega terus berjalan di samping nya, ia menyusuri lebih dalam di temani penerangan api yang ia bawa tadi.
Hingga tiba ia di sebuah genangan air, mereka berhenti dan melihat sekeliling, karena menerangan remang-remang mereka sulit melihat dengan jelas.
Akhirnya shaqueena mengeluarkan elemen fauernya, merapalkan sebuah mantra, dan sebuah bola api lumayan besar muncul di telapak tangan nya.
Dan apa yang mereka lihat membuat mereka terkejut bukan main, ternyata genangan air itu mengelilingi sebuah batuan luas dengan sebuah singgasana besar di atasnya.
"Nona, sepertinya kita berada di tempat paling bahaya di hutan ini. " kata pega.
"Ya,aku pun merasa juga, sepertinya kita berada di gua Arima, tempat tinggal nya iblis typhoon dan Ekhidna. " kata shaqueena.
Gerrr
Sebuah geraman terdengar di telinga shaqueena dan pega, mereka agak menjauh dari tempat itu, melihat kedatangan dua sosok yang di hormati para iblis.
Typhoon dan Ekhidna.
"Siapa yang berani memasuki kawasan ku ini. " suara itu menggelegar di dalam gua dia iblis typhoon.
"Haha mangsa datang dengan sendirinya, ah sangat cantik sekali~"suara itu mengalun halus namun menyeramkan dia iblis Ekhidna.
" maaf kami memasuki kawasan kalian tanpa sengaja. "ucap shaqueena tegas.
"Siapa kau?! Dan apa mau mu?!" ucap typhoon.
"Maaf , kami hanya berteduh sementara di sini. " ucap pega.
"Wah seekor Pegasus, peliharaan dewa Ares kenapa kau berada di samping gadis itu. " ucap Ekhidna.
"Sang ramalan. " ucap pega singkat.
Terlihat raut terkejut di wajah mereka bedua, tak lama mengembalikan ekspresi nya seperti semula, tatapan tajam mereka agak mereda.
"Sang ramalan~seorang gadis kecil, heh! Mari buktikan kemampuan kamu nak~" ucap Ekhidna bersmirk.
Tak lama muncul dua sosok iblis raksasa di hadapan shaqueena, iblis itu membawa sebuah gada dan juga pedang.
"Mereka adalah anak buah kami yang paling kuat, lawan lah mereka sebagai bentuk pelepasan keraguan kami nak. " ucap typhoon.
"Pega menyingkirlah agak jauh. " ucap shaqueena.
"Hati hati nona. " ucap pega.
Shaqueena mengeluarkan busur dari kalung nya, sebuah busur indah dan kuat yang di buat langsung oleh sang ayah.
Merapalkan sebuah mantra shaqueena mengeluarkan elemen wasser nya, menatap dua iblis itu dengan tatapan datarnya, tidak ada sedikit pun raut ketakutan di matanya.
Sosok iblis yang membawa senjata gada pun maju untuk melawan shaqueena, ia mengangkat gada nya dan memukul kan nya ke tanah.
tiba-tiba gempa besar pun terjadi,shaqueena tidak terkecoh ia merapalkan mantra nya membuat panah es dan membidik nya ke arah iblis itu.
panah es yang awalnya hanya satu berubah menjadi ratusan setelah meleset dari busurnya itu.
Iblis itu mencoba menangkis nya namun tidak bisa, panah itu sangat kuat karna shaqueena memakai sedikit elemen licht nya.
dan wushh~badan iblis itu berubah menjadi beku dan panah es yang berubah menjadi sel tahanan.
Sosok iblis yang membawa pedang pun marah melihat saudara nya membeku,ia maju dan mulai menyerang shaqueena dengan menggunakan pedang nya.
shaqueena pun menangkis serangan itu menggunakan pedang es yang ia buat tadi.
Suara gesekan pedang terus bergema di dalam gua itu, shaqueena dengan lihai menangkis setiap serang dari sosok iblis itu.
Melihat sosok iblis yang lengah shaqueena dengan secepat kilat mengiris dada iblis itu hingga luka mengaga di dapat kan iblis itu.
"Cukup!!" ucap iblis typhoon.
Shaqueena pun menghentikan penyerangan nya, ia menghilang kan pedang nya, dan mendekati sosok iblis yang tengah terluka itu.
Sosok iblis itu terlihat ketakutan melihat shaqueena yang berjalan mendekati nya, namun shaqueena tidak menghiraukan itu.
Setelah berada di depan sang iblis shaqueena merapalkan mantra untuk menyembuhkan luka yang ia buat pada sosok iblis itu, mengusap dengan lembut luka itu, dan perlahan luka itu tertutup.
Setelah itu shaqueena mendekati sosok iblis yang membeku dan terkurung di dalam es.
merapalkan mantra dan mengusap sosok itu dan, dengan perlahan es itu mencair dan mengembalikan sosok iblis itu.
Setelah selesai shaqueena kembali ke tempat semula dengan pega yang kembali ke sisinya.
"Bagus nak, kekuatan mu memukau. " ucap iblis Ekhidna.
"Terima kasih " ucap shaqueena.
"Terima kasih nona, telah mengobati kami," ucap sosok iblis itu.
"Nama kami adalah juda dan jika, jika nona menginginkan bantuan panggil lah kami, maka kami akan membantu Anda nona. " ucap mereka.
Shaqueena pun tersenyum dan mengangguk, perlahan iblis itu menghilang dari pandangan mereka.
"Bagus nak kamu telah meruntuhkan keraguan kami " ucap typhoon.
"Sekarang lakukan ikatan darah dengan kami, karena kami akan menjadi pendamping mu untuk melewati 'nya' bersamamu nanti. " ucap typhoon.
Shaqueena terkejut dan menatap pega, pega menganggukkan kepala nya, Shaqueena mendekati mereka dan melakukan kontrak darah dengan mereka.
"Kami adalah bagian dari perjalanan mu untuk mensejahterakan dunia tengah ini, panggil lah kami jika kamu membutuhkan bantuan," ucap Ekhidna.
"Dan panggilan lah kami dada dan mama. " kata typhoon.
"Baik dada, mama Terima kasih karena kalian menerima ku, dan mendung ku. " ucap shaqueena.
Akhirnya malam itu shaqueena bermalam di dalam gua, dan di jamu oleh dada dan mama nya.
dan memperkenalkan shaqueena dengan para pengikut dada dan mama. Dan besok ia akan melanjutkan perjalanan nya menuju ibu kota.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Tiara Bella
lanjut...
2024-09-06
1