"Sebenarnya villo di usir para warga desa hiks karena tidak memiliki elemen huhu. " tangis villo pecah di sana.
Shaqueena yang mendengar itu geram, lalu memeluk erat villo, anak seimut ini dan sekecil ini di usir di mana otak mereka.
"Tenang villo, sekarang ada kakak di sini. " ucap Shaqueena.
"Hiks villo memang sampah, karena tidak memiliki elemen kak. "ucap villo sesegukan.
"Villo dengar kakak, tidak ada orang yang tidak memiliki elemen di dunia ini, jika ada pasti mana orang itu sengaja di tahan oleh orang lain. " jelas Shaqueena.
Memang benar di dunia azkadina tidak ada orang yang tidak memiliki elemen, pasti setiap orang memiliki nya.
jika pun ada kasus seperti villo, maka mana mereka di tahan oleh kekuatan lain, dan orang orang tertentu saja yang mengetahui rahasia itu.
"Benarkah? " tanya villo menatap harap Shaqueena.
"Benar villo." jawab shaqueena mantap.
"Jadi bagaimana cara membebaskan mana yang terkurung itu kak. " tanya villo.
Dan itulah yang menjadi rahasia, obat untuk membebaskan mana yang terkurung!?tapi shaqueena mengetahui rahasia it.
karena ia membaca nya saat di perpustakaan yang ada di kastilnya dulu, yaitu dengan di gabung kan nya ke tiga elemen.
yaitu land, wasser dan fauer menjadi satu mana, dan menyalurkan nya pada raga sang korban.
"Emm kakak ada caranya, tapi villo jangan kasih tau siapa siapa, ini rahasia oke." ucap shaqueena.
"Baik kak. " angguk villo dengan mata bulat yang berbinar.
Shaqueena pun menyuruh villo berbalik agar ia dapat menyalurkan energinya pada tubuh villo.
"Ini akan terasa sakit, tapi kakak yakin villo dapat menahannya. " kata shaqueena menyakinkan villo.
"Baik kak. " ucap villo yakin.
Shaqueena pun menutup mata dan mencoba fokus mengabungkan ke tiga elemen nya menjadi satu energi.
setelah merasa cukup ia ulurkan tangan nya menuju punggung kecil villo, sebuah cahaya terang mengelilingi mereka.
Baru beberapa saat Shaqueena sudah berkeringat banyak, karena ia baru pertama kali memperaktikan hal ini.
energi nya terserap banyak, villo pun sudah mengerang kesakitan di sana, shaqueena harus mencoba fokus karena jika gagal maka nyawa mereka yang menjadi taruhannya.
Saat shaqueena akan kehabisan energi, tiba-tiba ada yang memegang lengannya, dan ia merasa saluran energi banyak mengalir dalam tubuhnya, sedikit lagi proses itu akan berhasil.
Dan wuss, hembusan angin kencang menerbangkan anak rambut shaqueena dan villo dan juga sosok di belakang mereka,itu menandakan kalau Proses itu berhasil berhasil.
Shaqueena membuka matanya dan melihat keadaan villo, anak itu pingsan karena mencoba menyesuaikan mana yang tertahan lama di tubuhnya.
Shaqueena pun menatap ke belakang, sosok lelaki bertopeng tegap menatap nya teduh.
Deg
Dia auranya seperti King nya??, apakah dia ada di dunia ini??, bagaimana bisa??, sosok yang ia rindukan keberadaan?!, sosok yang selalu ia pikiran?!, sekarang berada di sini Di hadapan nya!!
'Gak mungkin dia king,kemungkinan hanya perasaan ku saja,ya itu.'batin Shaqueena.
"A-nda siapa. " tanya Shaqueena dengan kaku.
"Hanya pengembara yang kebetulan lewat nona. " jawab orang itu.
'Suaranya sama, hik'. batin Shaqueena terkejut.
"Ah ya? Ah Terima kasih telah membantu ku tuan..." tanya Shaqueena.
"Panggil aku Ar. " jawab orang yang itu yang bernama Ar.
"Ah ya terimakasih tuan Ar. " ucap Shaqueena kaku.
Shaqueena pun menatap pergerakan villo, ia memangku kepala villo agar berada di pangkuan nya, dan menyalurkan matra penyembuhan.
"Kakak." serak villo memanggil Shaqueena.
"Ya kakak di sini, apakah sakit. " tanya Shaqueena.
"Tidak hehe seperti di gigit semut saja. " ucap villo menenangkan.
'Sok kuat sekali padahal tadi dia berteriak kesakitan.'batin Shaqueena terkekeh.
"Baik baik, berterima kasihlah juga pada tuan di belakang kakak ini villo. " kata Shaqueena pada villo.
"Tuan mana yang kakak maksud, tidak ada siapapun di belakang kakak. " kata villo.
Shaqueena yang mendengar itu melihat ke belakang dan benar tuan Ar sudah pergi dari sana.
'kemana dia.'batin shaqueena.
"Tapi tadi ada. " lirih shaqueena.
"Kenapa kak. " tanya villo
"Ah tidak mungkin tuan itu sudah pergi, sekarang mari kita ke desa tami, dan kakak akan memarahi mereka yang mengusir mu villo. " ucap shaqueena.
"Baik kak. " jawab villo ia juga geram, sekarang ia sudah memiliki elemen dan menjadi seorang elementer.
Mereka pun menaiki punggung kuda shaqueena, menuju desa tami, letak desa itu agak jauh tapi masih di dekat tepian pantai laut luas itu.
Mereka melewati hutan rimbun, hutan yang menjadi perbatasan desa tami dan dumi, setelah melewati hutan rimbun itu, mereka sampai di desa tami.
Desa ini sangat indah rumah mereka berada di atas pepohonan yang di bawahnya terdapat sungai yang mengalir bersih menuju laut lepas.
Shaqueena melajukan kudanya di atas sebuah papan yang menjadi jalan di desa tami itu, perumahan di desan tami sangat unik menurut shaqueena.
rumah rumah berjejer di atas atas pohon mangrove, dan ada sebuah tangga yang menjadi jalan mereka dari atas rumah menuju jalan.
Dan papan jalan ini sangat kokoh dan lebar, di pinggiran nya di lapisi pagar Sepinggang, hingga jika ada anak kecil pun tidak perlu merasa khawatir.
Pasar di desa tami ini berada di bawah air, mereka berdagang mengunakan perahu dan kebanyakan orang di desa ini adalah seorang penangkapan ikan, atau seorang nelayan.
Karena mereka ber mayoritas ber elemen wasser atau air, mereka menangkap berbagai macam ikan dan kerang di laut sana.
Dan desa tami adalah pemasok terbesar perikanan di Kerajaan nurenth, para pedagang di sana menjual berbagai macam ikan hasil tangkapan warga desa itu sendiri, ada juga yang berdagang sayur dan juga buah-buahan di sana.
Para penduduk desa memandang shaqueena aneh dan memandang villo marah, kenapa anak sampah itu kembali lagi ke desa ini.
"Kenapa anak sampah itu ada di sini"
"Bukan kan kita sudah mengusir nya"
"Benar dia adalah aib"
"Cih memalukan"
"Dan siapa nona itu, kenapa dia berpenampilan seperti itu"
"Mencurigakan"
Cibiran orang orang terdengar di sepanjang jalan, villo terlihat murung, shaqueena yang melihat itu mengeluarkan aura nya, dan hal itu membuat para warga desa diam.
Shaqueena melanjutkan perjalanan nya menuju rumah villo, yaitu rumah pemimpin desa tami.
setelah berjalan beberapa saat shaqueena dapat melihat rumah kepala desa tami, rumah itu yang paling besar di antara yang lain.
"Permisi." ucap shaqueena.
"Ah ya, Ouh villo hiks kamu kembali nak. " tangis seorang wanita yang shaqueena yakini ibu dari villo.
"Hiks mama . " ucap villo.
"Siapa itu!! Kenapa dia kembali ke sini. " ucap tegas seorang lelaki dewasa yang shaqueena yakini ayah dari villo dan kepala desa di desa tami.
Teriakan kepala desa itu membuat warga desa berkerumun di sana, mereka ingin menyaksikan kemarahan kepala desa pada anak sampah nya yang sering mereka saksikan selama ini.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Yusrina Ina
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
2024-09-07
0
Tiara Bella
ayang bebeb nya pke topeng....JD penasaran pas buka topengnya nanti....
2024-09-07
3