Kebencian Tia.

"Hahaha...."

"Can you shut up you're mouth!!" kesal Troy karena Okta terus terusan tertawa saat mengingat kejadian tadi pagi di ruang perawatan Bintang.

"Baru kali ini, ada cewek yang nggak suka bobok bareng Lu, padahal di London sana, cewek-cewek antri pengen menghabiskan malam sama lu, hahaha.. antik banget ni cewek,"

"Diam dan teruslah menyetir!" ucap Troy sambil memandangi ipad nya.

Troy pun tak habis pikir, kenapa cewek kampungan itu sensitif sekali. mereka hanya tidur dan tidak melakukan apapun. Hanya saling menghangatkan karena semalam suhu di kamar lumayan dingin. Hanya itu! apa pantas Troy sampai terkena bogem mentah.

Lagipula, semua itu terjadi karena Tia berjalan sambil tidur! dia sendiri yang mendekati Troy lalu tanpa basa basi menyusup ke dalam selimut yang di gunakan Troy. Justru Troy yang memberikan kesempatan untuknya tidur dalam dekapannya. Bukankah itu kesempatan langka? bisa tidur di bawah selimut yang sama dengan seorang Troy Richard Cardinal.

Seharusnya dia bahagia dan merasa bersyukur.

Troy kesal hingga tanpa dia sadari, dia menekan layar iPadnya dengan keras.

Okta yang melihat tingkah Troy dari kaca spion, langsung tersenyum.

"Lu, ada rasa sama adiknya Rani?"

"Gila!" Troy memekik sambil memukul sandaran kursi tempat Okta duduk.

"Nggak mungkin lah! No way!"

"Kenapa memangnya? kan nggak masalah, tuh? justru di Jawa ada tradisi yang menikahi saudara dari istri yang sudah meninggal. Apa ya, istilahnya? oiya, turun ranjang_"

'Peletak!' Troy melempar pulpennya dan tepat mengenai kepala Okta.

"Saudara istri yang mana? emangnya gue udah nikah?!" jawab Troy dengan nada kesal.

"Lagi pula Tia dan Rani benar-benar seperti bumi dan langit! yang satu anggun, cantik, elegan, tapi yang satu kaya preman! amburadul! kampungan! ngomong asal njeplak!"

"Tapi cantik juga kan? kalau di lihat-lihat, Tia itu mirip loh dengan Rani. Cuma rambutnya aja yang kelihatan beda. Rani berambut ikal sedang Tia berambut lurus."

"Yang beda bukan cuma rambut! sifat, sikap, attitudenya, semuanya beda! isi di dalam otaknya juga beda!" sambar Troy semakin kesal.

Ya, memang, tak bisa di pungkiri, Tia memang cantik. hanya kurang sedikit perawatan saja. Maklumlah, dari umur belasan sudah mengurus anak, pasti dia tak punya waktu mengurus dirinya sendiri.

Tidak! dia tidak cantik sama sekali, walaupun bulu matanya sangat lentik dan mata berwarna coklat terangnya sangat indah, walaupun bibirnya sangat mungil dan seksi, walaupun tubuhnya begitu hangat dan nyaman untuk di peluk, dia tetap tidak cantik!

"Aku sudah hilang akal jika sampai menganggap perempuan preman itu cantik!" gerutu Troy sambil menekan nekan layar iPadnya dengan keras.

Okta hanya tersenyum di kulum melihat tingkah bosnya itu dari spion.

"Hati-hati... ucapan adalah doa..." gumamnya.

"Damn you!!!" Troy kesal dan memukuli Okta beberapa kali, hingga Okta mengaduh kesakitan karena lengannya terus di pukul oleh Troy.

"Siapkan proposal untuk meeting kita hari ini, besok dan lusa! gue mau jam 11 nanti, semuanya ada di meja kerja gue!"

"Eh? waduh, dendam nya bawa-bawa kerjaan! nggak asik!" ketus Okta.

"Suka suka gue!" jawab Troy sambil tersenyum penuh kemenangan.

***

Prita terus melirik Tia sambil sesekali tersenyum.

"Apa sih! gue colok juga nih, mata Lu!" kesal Tia.

"Bintang..."

"Ya, tante Prita?" Bintang menoleh ke arah Prita sambil terus mengunyah nasi yang di suapkan Tia padanya.

Setelah menghabiskan kopi dan satu buah roti, Troy dan Okta pun berangkat ke kantor. Troy bahkan mengijinkan Tia untuk libur hari ini, sedang Prita akan berangkat sedikit siang hari ini.

"Papa Troy, orangnya baik, nggak?" tanya Prita sambil tersenyum.

Mendengar pertanyaan Prita, Tia langsung memelototinya.

Bintang menganggukkan kepalanya, "baik, kok. Papa Troy nggak marah walaupun Bintang nangis teriak-teriak. Palingan dia pergi. Tapi kalau Tante Puji pasti cubit Bintang, sakit sekali..." ucap Bintang sambil cemberut karena mengingat perbuatan Puji padanya.

"Dasar dajjal satu itu! geram banget gue! semoga dia di jatuhi hukuman seberat-beratnya!" ucap Tia sambil mengepalkan tangan.

Prita kembali tersenyum, " Bintang minta ke Papa, supaya Mama saja yang temani Bintang di rumah. Kan seneng tuh, tiap hari bisa bareng Mama sama Papa.. bisa bobok bareng juga nantinya..."

"Prita!!!" teriak Tia kesal. "Lu kalau ngomong macam-macam sama Bintang, gue kepret Lu!"

"Iya, Ma... kenapa Mama nggak ikut tinggal di rumah Papa saja, dari pada tante Puji. Bintang pasti seneng banget kalau ada Mama juga. Rumah Papa besar sekali loh, tinggi juga. Dari jendela, Bintang bisa lihat rumah rumah kecil di bawah, mobil juga kelihatan kecil. asyik banget, Ma..." ucap Bintang dengan mata berbinar.

"Teman-teman Bintang di sekolah juga, setiap hari di antar Mama sama Papanya, Bintang juga mau seperti itu, ya ma? mau ya?" pinta Bintang sambil menangkupkan kedua tangannya.

".... " Tia hanya bisa terdiam, tak bisa berkata-kata. Dia bingung mau menjawab apa.

Prita mendekati Bintang lalu menggenggam tangan mungil itu, "Bisa aja, Bintang tinggal ngomong ke Papa, Papa pasti setuju. Kan, Papa Bintang sayang banget sama Bintang..."

"Prita!!!" Tia bangun dari duduknya dan mengangkat tangannya hendak memukuli sahabatnya itu, namun dengan cepat Prita berlalu dan menghindari serangan Tia. Dia tertawa terbahak-bahak karena berhasil mengerjai sahabatnya itu.

"Lu gila, ya! jangan ngomong sembarangan sama Bintang!"

"Lah, kenapa? kan Nggak apa-apa juga, kan?" ucap Prita sambil berlari mengitari sofa, berusaha menghindari kejaran Tia.

"Ini kesempatan buat, Lu. Kan Lu belum pernah pacaran! Siapa tau, Lu beneran bisa sama CEO kita itu, kayak dapat durian jatuh kan lu!" kelakar Prita.

"Berenti, nggak! gue sleding juga, Lu!"

Prita tertawa sambil berlari menuju pintu keluar, "Gue berangkat dulu.. dah.."

"Sialan..." geram Tia sambil berdiri di ambang pintu. "Awas lu, besok gue balas!"

"Ma..." panggilan Bintang, langsung membuyarkan lamunan Tia.

"Mau mam lagi..."

"Oh iya, makannya belum habis. Yuk, makan lagi," Tia langsung berlari mendekati ranjang Bintang sambil tersenyum senang. Tentu saja dia sangat senang, karena seharian ini dia bisa bersama anak kesayangannya ini.

Tia mulai menyuapi Bintang sambil berpikir tentang Troy. Ya, Troy memang terlihat cuek, tapi nyata sekali dia sayang pada Bintang. Walaupun dia tidak mengenal Bintang sama sekali, tapi dia memberikan yang terbaik buat Bintang. Lihat saja, kamar perawatan Bintang ini, pasti kamar yang paling mahal. Ruangannya sangat luas, ada ruang buat istirahat keluarga, ada dapur kecil, kamar mandinya juga sangat besar bahkan ada bathtubnya. Tia sampai bingung, ini kamar Rumah Sakit atau kamar di Hotel bintang 5?

Benar-benar jauh berbeda dengan kamar perawatan kak Rani sewaktu melahirkan Bintang dulu hingga menghembuskan napas terakhirnya.

Tangan Tia mengepal, "Semua gara-gara Troy! kalau dia bertanggung jawab, menemani kak Rani saat melahirkan dan memberikan pelayanan semewah ini, pasti Kak Rani masi hidup sampai sekarang! aku nggak akan pernah memaafkan dia! Troy Richard! aku benci kau! geram Tia.

Episodes
1 Lelaki satu Milyar
2 Kabar mengejutkan.
3 Tiara Putri
4 Upaya Tia
5 Kekuatan Orang Dalam
6 Kedatangan orang yang tak di kenal.
7 Tuan 'Troy'ble maker.
8 Hoax
9 Perkara uang lima puluh ribu
10 Surga dunia
11 Tertipu
12 New Sitter
13 Asyiknya menggoda Tia.
14 Kisah yang terkuak
15 Bintang sakit.
16 Pertolongan dari Okta.
17 Amukan Tia.
18 Pembalasan.
19 Bobok bareng.
20 Kebencian Tia.
21 Rencana Okta dan Prita.
22 Bukan Istri Troy!
23 Aku akan membantu menjaga Bintang.
24 Malam pertama di rumah Troy.
25 Kegilaan Mommy.
26 Keturunan Timur Tengah.
27 kemunculan uget uget.
28 Orang mencurigakan.
29 Mau kerja atau kencan?
30 Kalut.
31 Pernyataan yang mengejutkan.
32 Ide Gila.
33 Perhatian Troy.
34 Petuah Tia.
35 Lina berulah.
36 Pergolakan batin.
37 Tau diri.
38 Pede tingkat Dewa.
39 curhatan para pria
40 Troy si usil.
41 Nikmat Tuhan mana lagikah yang kau dustakan.
42 persyaratan tersembunyi.
43 Terciduk.
44 Butuh Healing.
45 Pria Tua?
46 Pembalasan Okta.
47 Jatuh cinta?
48 Rencana Troy, gagal?
49 Mommy murka.
50 Okta sakit.
51 Kerokan maut Prita.
52 Penyamaran Tia.
53 Reuni.
54 Lelaki lurus.
55 Calon Pengantin sempurna.
56 Ajaran sesat Troy.
57 Sarang Burung.
58 Rencana Mommy.
59 Hari H.
60 Kembali bekerja.
61 Area Baru.
62 Lelaki sejati harus memimpin!
63 Troy si Arogan.
64 Perlawanan Tia.
65 Troy marah.
66 Perasaan aneh.
67 Tia menang.
68 Troy menang.
69 Ketahuan.
70 Tanda Bahaya.
71 Troy mulai waspada.
72 Gosip.
73 Bantuan Daddy.
74 Hasutan Lina.
75 Akal bulus Lina.
76 Duel maut.
77 Akal bulus Prita.
78 Bodyguard.
79 Rahasia umum.
80 bodyguard part 2
81 Penyerangan.
82 Penyerangan part 2
83 Kisah Hendra.
84 Gagal maning.
85 Troy ngambek.
86 Troy keceplosan.
87 Gagal maning bagian 2
88 Kemarahan emak Tia
89 Troy selalu salah.
90 Kemunculan uget-uget Internasional.
91 Ross yang tak tahu malu.
92 Rindu... siapa?
93 Curiga.
94 Keceplosan.
95 Kamu di mana, Tia?
96 Pertolongan datang tepat waktu.
97 Terjebak masalah Hendra.
98 Tia, ayo pulang...
99 Minta Cerai.
100 the end.
101 promo karya baru.
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Lelaki satu Milyar
2
Kabar mengejutkan.
3
Tiara Putri
4
Upaya Tia
5
Kekuatan Orang Dalam
6
Kedatangan orang yang tak di kenal.
7
Tuan 'Troy'ble maker.
8
Hoax
9
Perkara uang lima puluh ribu
10
Surga dunia
11
Tertipu
12
New Sitter
13
Asyiknya menggoda Tia.
14
Kisah yang terkuak
15
Bintang sakit.
16
Pertolongan dari Okta.
17
Amukan Tia.
18
Pembalasan.
19
Bobok bareng.
20
Kebencian Tia.
21
Rencana Okta dan Prita.
22
Bukan Istri Troy!
23
Aku akan membantu menjaga Bintang.
24
Malam pertama di rumah Troy.
25
Kegilaan Mommy.
26
Keturunan Timur Tengah.
27
kemunculan uget uget.
28
Orang mencurigakan.
29
Mau kerja atau kencan?
30
Kalut.
31
Pernyataan yang mengejutkan.
32
Ide Gila.
33
Perhatian Troy.
34
Petuah Tia.
35
Lina berulah.
36
Pergolakan batin.
37
Tau diri.
38
Pede tingkat Dewa.
39
curhatan para pria
40
Troy si usil.
41
Nikmat Tuhan mana lagikah yang kau dustakan.
42
persyaratan tersembunyi.
43
Terciduk.
44
Butuh Healing.
45
Pria Tua?
46
Pembalasan Okta.
47
Jatuh cinta?
48
Rencana Troy, gagal?
49
Mommy murka.
50
Okta sakit.
51
Kerokan maut Prita.
52
Penyamaran Tia.
53
Reuni.
54
Lelaki lurus.
55
Calon Pengantin sempurna.
56
Ajaran sesat Troy.
57
Sarang Burung.
58
Rencana Mommy.
59
Hari H.
60
Kembali bekerja.
61
Area Baru.
62
Lelaki sejati harus memimpin!
63
Troy si Arogan.
64
Perlawanan Tia.
65
Troy marah.
66
Perasaan aneh.
67
Tia menang.
68
Troy menang.
69
Ketahuan.
70
Tanda Bahaya.
71
Troy mulai waspada.
72
Gosip.
73
Bantuan Daddy.
74
Hasutan Lina.
75
Akal bulus Lina.
76
Duel maut.
77
Akal bulus Prita.
78
Bodyguard.
79
Rahasia umum.
80
bodyguard part 2
81
Penyerangan.
82
Penyerangan part 2
83
Kisah Hendra.
84
Gagal maning.
85
Troy ngambek.
86
Troy keceplosan.
87
Gagal maning bagian 2
88
Kemarahan emak Tia
89
Troy selalu salah.
90
Kemunculan uget-uget Internasional.
91
Ross yang tak tahu malu.
92
Rindu... siapa?
93
Curiga.
94
Keceplosan.
95
Kamu di mana, Tia?
96
Pertolongan datang tepat waktu.
97
Terjebak masalah Hendra.
98
Tia, ayo pulang...
99
Minta Cerai.
100
the end.
101
promo karya baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!