Kekuatan Orang Dalam

“Wuaw... gedungnya tinggi banget!” Tia tercengang menatap bangunan bertingkat yang tampak sangat megah, tinggi menjulang di depannya.

“Semoga aku benar-benar bisa diterima di sini! Kak Rani, bantu aku!” Gumam Tia sambil mengepalkan tangannya, lalu dia berjalan perlahan memasuki gedung bertingkat itu.

Kakinya sedikit gemetar saat memasuki lobi. Tia langsung merasa sangat kecil berada di tempat semegah ini. Tak pernah terbayangkan sebelumnya, bahwa Tia akan memasuki salah satu gedung perkantoran yang sangat elit di kotanya ini. Semua ini terasa bagaikan mimpi.

“Prita hebat banget, bisa bekerja di tempat seperti ini.”

“Maaf, Mba? Ada keperluan apa ya?” Tiba-tiba seorang lelaki bertubuh tinggi besar menggunakan seragam security, mendekati Tia yang celingukan dan tampak kebingungan.

“Oh iya, Pak. Saya dengar disini ada lowongan pekerjaan untuk jadi Office Girl. Saya mau melamar,” ucap Tia dengan sopan.

“Oh, mau melamar kerja. Mba, langsung aja ke ruang HRD yang ada di lantai empat.” Sang security mempersilahkan Tia untuk mengikutinya menuju lift dan dia membantu Tia memencet tombol lantai yang akan dikunjungi Tia.

“Terima kasih, Pak,” Tia sangat bersyukur, bertemu security yang baik dan bersedia membantunya. Karena jujur saja, dia belum pernah menggunakan lift sebelumnya.

Bapak Security tadi tersenyum, “semoga berhasil,” lanjutnya menyemangati.

Tia mengangguk sambil tersenyum, tepat saat pintu lift tertutup.

‘Ting!’ Pintu Lift terbuka saat Tia sudah mencapai tempat tujuannya. Dengan segera Tia keluar dan mencari ruang HRD untuk memasukkan lamaran kerjanya.

Sesaat Tia terkejut hingga menghentikan langkah kakinya. Dia melihat begitu banyak orang yang juga melamar kerja sebagai Office Girl. Banyak wanita paruh baya, bahkan hampir semuanya berumur lebih tua dari Tia, hanya Tia yang tergolong masih muda.

Tia menarik nafas panjang, kemudian menghembuskannya dan memantapkan diri untuk melangkah dan memasukkan surat lamaran pekerjaan miliknya di loket yang sudah disediakan. Setelah menerima nomor antrian, Lia duduk dan menunggu namanya dipanggil. Tia berusaha tenang, walau di dalam dadanya, jantungnya berdebar-debar tak karuan.

Bisakah dia diterima bekerja di sini? Mereka semua yang merupakan saingan Tia, pasti sudah memiliki pengalaman lebih banyak darinya. Tia belum pernah bekerja sebagai Office Girl sebelumnya. Bisakah dia mengungguli saingannya yang berjibun ini.

“De, kamu melamar kerja jadi office girl?”

Tia menoleh, dilihatnya seorang wanita berumur sekitar 30 tahun dan bertubuh montok, duduk di sebelahnya dan bertanya.

“I-iya,” awab Tia dengan gugup. Duh, cuma ditanya oleh sesama pelamar kerja saja sudah gugup begini, apalagi nanti saat ditanya oleh staf HRD?

“Baru pernah melamar jadi OG?” tanyanya lagi.

Lia menganggukkan kepalanya beberapa kali.

Si wanita paruh baya tadi tersenyum, “Tenang, jangan gugup. Namaku Tuti.”

“A-aku Tia, Mbak,” jawab Tia masih dengan sedikit gagap.

“Semoga kita berdua di terima, ya?”

“Aamiin...” jawab Tia.

“Mbak Tuti, pernah kerja jadi OG sebelumnya?” lanjut Tia bertanya, ngobrol begini ternyata lumayan mengurangi rasa gugupnya.

“Wah, aku sih, sudah malang melintang di dunia per-OG an,” Tuti menjawab sambil terkekeh.

“Cuma belum pernah di terima di kantor sebesar ini. Kalau kerja di sini  pasti gajinya besar, makanya aku coba melamar.”

“Palingan UMR, kan?” 

“UMR itu besar, tau. Gaji OG biasanya itu di bawah UMR. Kita dapat tambahan duit paling dari belas kasihan karyawan-karyawan yang suka suruh suruh kita beli makanan.”

Tia membulatkan mulutnya membentuk huruf ‘O’ sambil manggut-manggut.

“Kamu lulusan SMA?”

Lagi-lagi Tia mengangguk.

“Kenapa nggak melamar kerja di Supermarket? Kan enak, bisa dandan cantik nggak perlu bersih-bersih.”

“Aku cari kerjaan yang nggak ada shift malam, Mbak. Kalau di Supermarket pasti ada shift malamnya. Kasihan anakku,” jawab Tia, jujur.

Tuti terbelalak, “Kamu sudah punya anak? Umur berapa?”

“Anakku umur lima tahun, tiga bulan lagi...”

“Kamu umur berapa?”

“Aku 22 tahun.”

Tuti terdiam sambil terus menatap Tia. Dia merasa kasihan pada Tia, karena masih muda sudah mempunyai tanggungan anak. “Anak jaman sekarang memang banyak yang menikah muda, ya?”

“Iya tapi Aku belum menikah kok Mbak,” Tia masih menjawab dengan polos pertanyaan-pertanyaan dari Tuti.

Seketika Tuti terdiam, tangannya bahkan dia tempelkan di dada.

'Kasihan sekali, hamil tanpa ada yang mau bertanggung jawab dan harus membesarkan anaknya sendirian,’ batin Tuti sok tau. Tuti menatap nanar ke arah Tia dan mengusap-usap punggung lengan Tia. “Percayalah, karma pasti akan berlaku untuk orang-orang yang sudah melukai kamu.”

Tia menatap Tuti dengan wajah bingung, dia hendak bertanya apa maksud dari pernyataannya barusan, namun sayang, Tuti sudah dipanggil untuk interview.

Tak berapa lama kemudian, Tuti keluar dengan wajah sumringah. Dia menatap Tia sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari manisnya, simbol ‘Victory’. 

Tia tersenyum sambil mengacungkan jempolnya.

“Tiara Putri!”

Tia langsung bangun dari duduknya saat namanya dipanggil. Dan dengan segera dia memasuki ruang interview.

Tia duduk dengan kaku di kursi yang diletakkan di tengah ruangan, dan di depannya ada seorang lelaki yang sedang membaca surat lamaran kerjanya.

“Kamu, Tiara Putri?”

“Iya Pak,” jawab Tia singkat.

“Bisa bersih-bersih kan? Harus bersih kinclong loh. Apalagi kamu nanti mau Saya tempatkan di ruangan khusus, ruang kerja  CEO kami yang baru pulang dari Luar Negri. Dia itu perfeksionis dan tak suka ada debu menempel di ruangannya,” ucap staf HRD itu, panjang lebar.

“Saya siap, Pak. Saya janji akan bekerja dengan sangat giat.”

“Oke, kamu diterima.”

“Eh?” gampang amat??

“Kamu temannya Prita, kan?” bisik Staf HRD itu.

Tia mengangguk sambil terus terdiam.

“Iya, kamu diterima. Tapi Saya minta, kamu harus bekerja dengan sungguh-sungguh. Jabatan Saya di pertaruhkan di sini. Kalau sampai kamu main-main dan nggak serius, Saya dan Prita bakal kena akibatnya.”

“Saya janji akan bekerja dengan baik, Pak. Terima kasih.”

“Besok kamu mulai berangkat, jam kerja kamu dari pukul 8 sampai pukul 16. Senin sampai sabtu. Sanggup?”

“Sanggup, Pak!” jawab Tia lantang. Hatinya sedang berbunga-bunga karena bahagia.

“Oke, sampai jumpa besok.”

“Baik, Pak. Terima kasih.” Tia bangun dari duduknya dan berjalan keluar dari ruang interview. Dia tak bisa menutupi rasa bahagianya. Senyumnya terus mengembang tanpa mau berhenti.

Kekuatan orang dalam, memang beda! Dahsyat!

Episodes
1 Lelaki satu Milyar
2 Kabar mengejutkan.
3 Tiara Putri
4 Upaya Tia
5 Kekuatan Orang Dalam
6 Kedatangan orang yang tak di kenal.
7 Tuan 'Troy'ble maker.
8 Hoax
9 Perkara uang lima puluh ribu
10 Surga dunia
11 Tertipu
12 New Sitter
13 Asyiknya menggoda Tia.
14 Kisah yang terkuak
15 Bintang sakit.
16 Pertolongan dari Okta.
17 Amukan Tia.
18 Pembalasan.
19 Bobok bareng.
20 Kebencian Tia.
21 Rencana Okta dan Prita.
22 Bukan Istri Troy!
23 Aku akan membantu menjaga Bintang.
24 Malam pertama di rumah Troy.
25 Kegilaan Mommy.
26 Keturunan Timur Tengah.
27 kemunculan uget uget.
28 Orang mencurigakan.
29 Mau kerja atau kencan?
30 Kalut.
31 Pernyataan yang mengejutkan.
32 Ide Gila.
33 Perhatian Troy.
34 Petuah Tia.
35 Lina berulah.
36 Pergolakan batin.
37 Tau diri.
38 Pede tingkat Dewa.
39 curhatan para pria
40 Troy si usil.
41 Nikmat Tuhan mana lagikah yang kau dustakan.
42 persyaratan tersembunyi.
43 Terciduk.
44 Butuh Healing.
45 Pria Tua?
46 Pembalasan Okta.
47 Jatuh cinta?
48 Rencana Troy, gagal?
49 Mommy murka.
50 Okta sakit.
51 Kerokan maut Prita.
52 Penyamaran Tia.
53 Reuni.
54 Lelaki lurus.
55 Calon Pengantin sempurna.
56 Ajaran sesat Troy.
57 Sarang Burung.
58 Rencana Mommy.
59 Hari H.
60 Kembali bekerja.
61 Area Baru.
62 Lelaki sejati harus memimpin!
63 Troy si Arogan.
64 Perlawanan Tia.
65 Troy marah.
66 Perasaan aneh.
67 Tia menang.
68 Troy menang.
69 Ketahuan.
70 Tanda Bahaya.
71 Troy mulai waspada.
72 Gosip.
73 Bantuan Daddy.
74 Hasutan Lina.
75 Akal bulus Lina.
76 Duel maut.
77 Akal bulus Prita.
78 Bodyguard.
79 Rahasia umum.
80 bodyguard part 2
81 Penyerangan.
82 Penyerangan part 2
83 Kisah Hendra.
84 Gagal maning.
85 Troy ngambek.
86 Troy keceplosan.
87 Gagal maning bagian 2
88 Kemarahan emak Tia
89 Troy selalu salah.
90 Kemunculan uget-uget Internasional.
91 Ross yang tak tahu malu.
92 Rindu... siapa?
93 Curiga.
94 Keceplosan.
95 Kamu di mana, Tia?
96 Pertolongan datang tepat waktu.
97 Terjebak masalah Hendra.
98 Tia, ayo pulang...
99 Minta Cerai.
100 the end.
101 promo karya baru.
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Lelaki satu Milyar
2
Kabar mengejutkan.
3
Tiara Putri
4
Upaya Tia
5
Kekuatan Orang Dalam
6
Kedatangan orang yang tak di kenal.
7
Tuan 'Troy'ble maker.
8
Hoax
9
Perkara uang lima puluh ribu
10
Surga dunia
11
Tertipu
12
New Sitter
13
Asyiknya menggoda Tia.
14
Kisah yang terkuak
15
Bintang sakit.
16
Pertolongan dari Okta.
17
Amukan Tia.
18
Pembalasan.
19
Bobok bareng.
20
Kebencian Tia.
21
Rencana Okta dan Prita.
22
Bukan Istri Troy!
23
Aku akan membantu menjaga Bintang.
24
Malam pertama di rumah Troy.
25
Kegilaan Mommy.
26
Keturunan Timur Tengah.
27
kemunculan uget uget.
28
Orang mencurigakan.
29
Mau kerja atau kencan?
30
Kalut.
31
Pernyataan yang mengejutkan.
32
Ide Gila.
33
Perhatian Troy.
34
Petuah Tia.
35
Lina berulah.
36
Pergolakan batin.
37
Tau diri.
38
Pede tingkat Dewa.
39
curhatan para pria
40
Troy si usil.
41
Nikmat Tuhan mana lagikah yang kau dustakan.
42
persyaratan tersembunyi.
43
Terciduk.
44
Butuh Healing.
45
Pria Tua?
46
Pembalasan Okta.
47
Jatuh cinta?
48
Rencana Troy, gagal?
49
Mommy murka.
50
Okta sakit.
51
Kerokan maut Prita.
52
Penyamaran Tia.
53
Reuni.
54
Lelaki lurus.
55
Calon Pengantin sempurna.
56
Ajaran sesat Troy.
57
Sarang Burung.
58
Rencana Mommy.
59
Hari H.
60
Kembali bekerja.
61
Area Baru.
62
Lelaki sejati harus memimpin!
63
Troy si Arogan.
64
Perlawanan Tia.
65
Troy marah.
66
Perasaan aneh.
67
Tia menang.
68
Troy menang.
69
Ketahuan.
70
Tanda Bahaya.
71
Troy mulai waspada.
72
Gosip.
73
Bantuan Daddy.
74
Hasutan Lina.
75
Akal bulus Lina.
76
Duel maut.
77
Akal bulus Prita.
78
Bodyguard.
79
Rahasia umum.
80
bodyguard part 2
81
Penyerangan.
82
Penyerangan part 2
83
Kisah Hendra.
84
Gagal maning.
85
Troy ngambek.
86
Troy keceplosan.
87
Gagal maning bagian 2
88
Kemarahan emak Tia
89
Troy selalu salah.
90
Kemunculan uget-uget Internasional.
91
Ross yang tak tahu malu.
92
Rindu... siapa?
93
Curiga.
94
Keceplosan.
95
Kamu di mana, Tia?
96
Pertolongan datang tepat waktu.
97
Terjebak masalah Hendra.
98
Tia, ayo pulang...
99
Minta Cerai.
100
the end.
101
promo karya baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!