Bintang sakit.

"Permisi, pasien atas nama Bintang?" dengan napas yang tersengal-sengal karena berlarian dari area parkir mobil di basement 2 hingga ke lantai 1, Troy berusaha tetap tenang dan bertanya pada seorang wanita yang mengenakan seragam perawat berwarna biru muda yang duduk di lobi resepsionis.

Di telpon tadi, guru Bintang mengatakan bahwa Bintang kejang karena suhu tubuhnya terlalu panas. Padahal tadi pagi dia baik-baik saja, tunggu, apa mungkin dia sudah sakit sejak pagi sehingga dia diam saja dan tak bersemangat saat sarapan?

"Seharusnya aku lebih memperhatikan kondisi Bintang! bodoh!" rutuk Troy pada dirinya sendiri.

"Pak Troy?"

Troy menoleh ke arah wanita paruh baya yang memanggilnya, "Anda Guru Bintang di TK?" tanya Troy sambil berjalan mendekat.

"Iya Pak, Bintang ada di sini," ucapnya sambil membuka tirai yang menutupi ranjang yang di gunakan Bintang untuk berbaring.

"Bintang..." gumam Troy sambil menatap anaknya yang terbaring lemah di ranjang besi yang tampak keras.

"Bagaimana kondisinya? di mana dokternya?" tanya Troy sambil mendekat dan menggenggam jemari mungil Bintang yang terasa hangat.

"Selamat Siang, Saya Dokter Aditama yang menangani Bintang," tiba-tiba seorang lelaki yang mengenakan sneli lengan pendek warna putih, berdiri tepat di belakang Troy.

"Siang, Dok, bagaimana kondisi Bintang?" Troy menyapa dokter Adi sambil mengulurkan tangannya.

"Untunglah Bintang sudah tertangani dengan baik, mungkin panasnya akan berangsur-angsur turun, kita tunggu sampai nanti malam. Nak Bintang sudah di beri obat penurun panas. Oh ya, apakah Bintang buang air besarnya lancar? sudah berapa hari Bintang tidak bab?"

"Oh... itu..." Troy bingung, bagaimana mungkin dia tau. Dia baru saja merawat Bintang kemarin.

"Maaf, dok, Saya kurang tau. Maaf kan saya..."

Sang dokter menghela napas, "Anda tidak perlu meminta maaf pada Saya," ucapnya sambil berjalan mendekati Bintang dan menyentuh dahinya.

"Lebih baik, Bintang kita pindahkan ke ruang perawatan. Di sini terlalu bising," sang dokter memanggil seorang perawat untuk mengurus kepindahan Bintang.

"Mungkin Bintang harus di rawat, dua atau tiga hari."

"Nggak apa-apa, yang penting Binatang cepat sembuh," sambar Troy dengan cepat.

"Maaf Pak, silahkan ke resepsionis untuk menentukan ruang perawatan Bintang," ucap seorang perawat dengan sopan.

"Saya mau ruangan yang paling nyaman untuk Bintang, apa ada ruang VVIP di sini?" ucap Troy tanpa mengalihkan pandangan dari Bintang yaang masih terlelap.

"A-ada, untuk ruang VVIP itu per malamnya sekitar-"

"Saya tidak peduli harganya," Troy menyerahkan black card pada sang perawat, "tolong pindahkan Bintang secepatnya."

Sang perawat tersenyum sambil menganggukan kepala dengan hormat, "baik, Pak."

"Nanti sekitar jam 7 malam, Saya akan datang ke ruang perawatan untuk mengontrol kondisi Bintang. Saya permisi dulu," ucap sang dokter sambil berlalu pergi.

Troy menghela napas lega, melihat Bintang mulai di pindahkan ke ruang perawatan. Tapi, dari tadi dia tidak melihat Puji, di mana pengasuh Bintang itu berada? bukankah dia seharusnya ada di sini?

"Kalau begitu, Saya permisi pulang Pak. Semoga Bintang lekas sembuh," pamit Guru TK Bintang.

"Oh, baik Ibu. sebentar biar saya panggilkan taxi," Troy mencari aplikasi penjemputan online untuk mengantar guru Bintang.

"Oh, ya. Di mana pengasuh Bintang? dari tadi dia tidak terlihat..."

"Itu... dia..." Guru Bintang terbata saat menjawab pertanyaan Troy.

"Bintang!"

Troy dan Guru TK Bintang, serempak menoleh ke asal suara yang kencang barusan.

"Ah! Pak Troy! Bintang di mana?" terlihat Puji berlari tergopoh-gopoh mendekati Troy. Dia tidak memakai seragam pengasuhnya, dia malah memakai blouse tanpa lengan berwarna hitam dan celana jeans yang super ketat, ada sebuah tas bermerk lumayan terkenal tersampir di pundaknya.

"Dari mana perempuan ini!" geram Troy.

"Sa-saya permisi, Pak..." Buru-buru sang guru TK beranjak pergi.

"Oh iya, taxi nya sudah di depan, Bu. Terima kasih."

Sang Guru menganggukkan kepala sambil berlari meninggalkan ruang IGD.

"Dari mana kamu!" ucap Troy sedikit jengkel.

"Maaf, Pak. Tadi saya pergi sebentar ke acara nikahan teman Saya, maaf Pak."

"Kenapa kamu tidak ijin?"

"Saya pikir cuma sebentar, nggak sampai waktu pulang sekolahnya Bintang, jadi Saya..."

"Saya tidak mau kejadian seperti ini terulang lagi! awas kalau sampai terjadi lagi!" ancam Troy sambil berlalu meninggalkan Puji.

Puji pun hanya menghela napas, lalu mengikuti Troy menuju ruang perawatan Bintang.

***

Sore ini Tia kembali menuju ruang kerja Troy. Dia mau mengecek apakah pengharum AC ruangan itu masih harum atau tidak, karena jika tidak dia harus segera menggantinya. Dia harus melakukan segalanya dengan benar dan teliti, agar Troy mengijinkannya bertemu dengan Bintang.

Tia sungguh merasa rindu pada anak sambungnya itu, tak pernah sekalipun dia berpisah selama ini dengan Bintang. Selama lima tahun ini mereka selalu bersama tak pernah terpisahkan, tapi kini kedatangan Troy menghancurkan semuanya.

"Kenapa Lu harus balik ke Indonesia, sih! noh, di luar negri aja nggak usah balik sekalian! bikin kacau!" omel Tia sambil mulai membersihkan ruang kerja Troy yang super besar.

"Oke, nanti gue bawa semua berkas ke sana biar lu bisa cek. Tapi Bin-" Okta seketika menghentikan ucapannya saat matanya beradu dengan Tia. Okta sempat menghentikan langkahnya, lalu kembali berjalan masuk ke ruang kerja Troy dan menuju meja kerja atasannya itu.

"Ada di laci pertama? oke sudah, sama flashdisk hitam? oke. sudah. Sekarang juga gue anter ke sana. Oh iya, laptop juga, lu butuh apa lagi? baju..." Okta terus mengoceh sambil keluar dari ruangan Troy, hingga Tia tak bisa lagi mendengarkan ucapannya.

"Sepertinya si Troy'ble maker nggak balik ke kantor," gumam Tia sambil terus membersihkan ruangan yang sangat besar itu.

.

"Haduh, hampir saja ketahuan..." gumam Okta sambil sesekali menoleh ke belakang, dia takut kalau sampai Tia tiba-tiba sudah berdiri di belakangnya.

"Ketahuan apa?" tanya Troy dari sebrang telepon.

"Tadi ada Tia di ruang kerja Lu, dia pasti denger ucapan gue, tapi tadi gue nggak sampai keceplosan kok."

"Awas Lu, kalau dia sampai tau Bintang sedang di rumah sakit!" ancam Troy.

Troy tak mau Tia tahu dan mengejeknya karena tak bisa merawat Bintang dengan baik. Pokoknya Tia tak boleh sampai tau!

"Mama... hua... mama..." tiba-tiba Bintang tersadar dari tidurnya dan langsung menangis memanggil Tia.

"Sayang, Papa di sini..." Troy segera mendekat dan menggenggam jemari Bintang.

"Aku mau Mama... Mama..." Bintang kembali menangis.

"Iya, besok Mama ke sini. Nanti Papa jemput mama, ya?"

"Janji?" tanya Bintang penuh harap sambil menatap Troy.

"Iya, Papa janji. Sekarang Binatang makan dulu lalu minum obat, ya?"

Bintang menganggukkan kepalanya dan mulai tenang, tak menangis lagi.

"Ayo sini makan, tante suapin," ucap Puji sambil duduk tepat di sebelah Troy yang sedang duduk di dekat ranjang Bintang.

"Aaa... pintar..."

Troy bangun dari duduknya dan pindah untuk duduk di sofa, dia benar-benar merasa risih berada di dekat pengasuh anaknya itu.

"Okta mana sih!" gumamnya.

Episodes
1 Lelaki satu Milyar
2 Kabar mengejutkan.
3 Tiara Putri
4 Upaya Tia
5 Kekuatan Orang Dalam
6 Kedatangan orang yang tak di kenal.
7 Tuan 'Troy'ble maker.
8 Hoax
9 Perkara uang lima puluh ribu
10 Surga dunia
11 Tertipu
12 New Sitter
13 Asyiknya menggoda Tia.
14 Kisah yang terkuak
15 Bintang sakit.
16 Pertolongan dari Okta.
17 Amukan Tia.
18 Pembalasan.
19 Bobok bareng.
20 Kebencian Tia.
21 Rencana Okta dan Prita.
22 Bukan Istri Troy!
23 Aku akan membantu menjaga Bintang.
24 Malam pertama di rumah Troy.
25 Kegilaan Mommy.
26 Keturunan Timur Tengah.
27 kemunculan uget uget.
28 Orang mencurigakan.
29 Mau kerja atau kencan?
30 Kalut.
31 Pernyataan yang mengejutkan.
32 Ide Gila.
33 Perhatian Troy.
34 Petuah Tia.
35 Lina berulah.
36 Pergolakan batin.
37 Tau diri.
38 Pede tingkat Dewa.
39 curhatan para pria
40 Troy si usil.
41 Nikmat Tuhan mana lagikah yang kau dustakan.
42 persyaratan tersembunyi.
43 Terciduk.
44 Butuh Healing.
45 Pria Tua?
46 Pembalasan Okta.
47 Jatuh cinta?
48 Rencana Troy, gagal?
49 Mommy murka.
50 Okta sakit.
51 Kerokan maut Prita.
52 Penyamaran Tia.
53 Reuni.
54 Lelaki lurus.
55 Calon Pengantin sempurna.
56 Ajaran sesat Troy.
57 Sarang Burung.
58 Rencana Mommy.
59 Hari H.
60 Kembali bekerja.
61 Area Baru.
62 Lelaki sejati harus memimpin!
63 Troy si Arogan.
64 Perlawanan Tia.
65 Troy marah.
66 Perasaan aneh.
67 Tia menang.
68 Troy menang.
69 Ketahuan.
70 Tanda Bahaya.
71 Troy mulai waspada.
72 Gosip.
73 Bantuan Daddy.
74 Hasutan Lina.
75 Akal bulus Lina.
76 Duel maut.
77 Akal bulus Prita.
78 Bodyguard.
79 Rahasia umum.
80 bodyguard part 2
81 Penyerangan.
82 Penyerangan part 2
83 Kisah Hendra.
84 Gagal maning.
85 Troy ngambek.
86 Troy keceplosan.
87 Gagal maning bagian 2
88 Kemarahan emak Tia
89 Troy selalu salah.
90 Kemunculan uget-uget Internasional.
91 Ross yang tak tahu malu.
92 Rindu... siapa?
93 Curiga.
94 Keceplosan.
95 Kamu di mana, Tia?
96 Pertolongan datang tepat waktu.
97 Terjebak masalah Hendra.
98 Tia, ayo pulang...
99 Minta Cerai.
100 the end.
101 promo karya baru.
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Lelaki satu Milyar
2
Kabar mengejutkan.
3
Tiara Putri
4
Upaya Tia
5
Kekuatan Orang Dalam
6
Kedatangan orang yang tak di kenal.
7
Tuan 'Troy'ble maker.
8
Hoax
9
Perkara uang lima puluh ribu
10
Surga dunia
11
Tertipu
12
New Sitter
13
Asyiknya menggoda Tia.
14
Kisah yang terkuak
15
Bintang sakit.
16
Pertolongan dari Okta.
17
Amukan Tia.
18
Pembalasan.
19
Bobok bareng.
20
Kebencian Tia.
21
Rencana Okta dan Prita.
22
Bukan Istri Troy!
23
Aku akan membantu menjaga Bintang.
24
Malam pertama di rumah Troy.
25
Kegilaan Mommy.
26
Keturunan Timur Tengah.
27
kemunculan uget uget.
28
Orang mencurigakan.
29
Mau kerja atau kencan?
30
Kalut.
31
Pernyataan yang mengejutkan.
32
Ide Gila.
33
Perhatian Troy.
34
Petuah Tia.
35
Lina berulah.
36
Pergolakan batin.
37
Tau diri.
38
Pede tingkat Dewa.
39
curhatan para pria
40
Troy si usil.
41
Nikmat Tuhan mana lagikah yang kau dustakan.
42
persyaratan tersembunyi.
43
Terciduk.
44
Butuh Healing.
45
Pria Tua?
46
Pembalasan Okta.
47
Jatuh cinta?
48
Rencana Troy, gagal?
49
Mommy murka.
50
Okta sakit.
51
Kerokan maut Prita.
52
Penyamaran Tia.
53
Reuni.
54
Lelaki lurus.
55
Calon Pengantin sempurna.
56
Ajaran sesat Troy.
57
Sarang Burung.
58
Rencana Mommy.
59
Hari H.
60
Kembali bekerja.
61
Area Baru.
62
Lelaki sejati harus memimpin!
63
Troy si Arogan.
64
Perlawanan Tia.
65
Troy marah.
66
Perasaan aneh.
67
Tia menang.
68
Troy menang.
69
Ketahuan.
70
Tanda Bahaya.
71
Troy mulai waspada.
72
Gosip.
73
Bantuan Daddy.
74
Hasutan Lina.
75
Akal bulus Lina.
76
Duel maut.
77
Akal bulus Prita.
78
Bodyguard.
79
Rahasia umum.
80
bodyguard part 2
81
Penyerangan.
82
Penyerangan part 2
83
Kisah Hendra.
84
Gagal maning.
85
Troy ngambek.
86
Troy keceplosan.
87
Gagal maning bagian 2
88
Kemarahan emak Tia
89
Troy selalu salah.
90
Kemunculan uget-uget Internasional.
91
Ross yang tak tahu malu.
92
Rindu... siapa?
93
Curiga.
94
Keceplosan.
95
Kamu di mana, Tia?
96
Pertolongan datang tepat waktu.
97
Terjebak masalah Hendra.
98
Tia, ayo pulang...
99
Minta Cerai.
100
the end.
101
promo karya baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!